Kopi dalam Perspektif Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Manajemen Industri -

Kopi dalam Perspektif Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Manajemen Industri


maulanayusuf.com
Ilustrasi. LPM Industria/ Hawari Rahmadito

lpmindustria.com - Layaknya minuman kopi yang tak lekang oleh zaman dan bersifat adaptif, pengurus IKA STMI yang terpilih selanjutnya diharapkan akan mampu mengembangkan dan menyatukan para alumni STMI.

Sebagian besar alumni Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI) tentunya mengenal kopi. Saat masih menjadi mahasiswa, kopi menemani kita begadang untuk mengerjakan tugas kuliah. Bahkan, minuman kopi menjadi trademark ketika mengerjakan tugas mata kuliah Plant Layout (PLO) dan merupakan salah satu pasangan bagi perokok.

Saat itu, semua mahasiswa STMI tidak peduli dengan jenis kopi yang diminumnya. Terasa manis ataupun pahit, hal yang penting adalah ada kopi, minum bersama, serta berpikir untuk mengerjakan tugas PLO sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Di waktu tersebut juga, kita menjadi peminum kopi karena memiliki kesamaan nasib, yaitu mengerjakan tugas PLO. Selain itu, idealisme kita adalah berorientasi untuk menyelesaikan tugas PLO dan mendapatkan nilai yang bagus.

Kemudian setelah lulus dari STMI pun, beberapa dari kita tetap meminum kopi walaupun sudah memiliki profesi yang berbeda-beda. Saat menjadi karyawan, baik di perusahaan negeri maupun swasta, orientasi dalam meminum kopi sudah tidak sama ketika menjadi mahasiswa.

Orientasi kita sudah berkembang dan disesuaikan dengan kebutuhan dari tuntutan nilai-nilai kehidupan saat berusaha dan/ atau bekerja, diantaranya sebagai sarana perkenalan, pengakraban relasi bisnis, dan atau melakukan proses lobi untuk proyek bisnis. Selain itu sebagai stimulus pemikiran dalam menyelesaikan pekerjaan sebagai pejabat negara atau wirausaha. Bisa pula sebagai sarana menyelesaikan pekerjaan dengan rekan bisnis, menyusun dan menyelesaikan kesepakatan kerja bersama, penyelesaian konflik perburuhan, atau menjadi penutup makan malam dalam ‘deal bisnis’, dan banyak lagi orientasi yang lainnya pada acara minum kopi.

Selain terjadi perubahan orientasi, terdapat pula perubahan cita rasa terhadap minum kopi. Pengetahuan kita terhadap kopi pun semakin berkembang, kita dapat menentukan jenis kopi yang akan kita minum, misalnya robusta, arabica, atau campuran keduanya.

Selanjutnya, kita pun mulai menentukan tempat untuk meminum kopi, baik di kafe, hotel bintang lima, kedai kopi, warung kopi, maupun tempat lainnya. Tempat minum kopi menjadi bentuk orientasi yang berkembang sejalan dengan jabatan, harga diri, dan kemewahan yang dimiliki oleh masing masing alumni.

Perubahan orientasi karena perkembangan tersebut melekat pada masing-masing alumni tidak dapat diintervensi dan disamakan antara satu dengan lainnya, sebab kenikmatan minum kopi setiap alumni sudah berbeda. Ada alumni STMI yang sudah sangat puas dengan meminum segelas kopi seharga Rp5.000,00 dari kedai kopi. Namun, ada juga alumni STMI yang merasa senang saat minum kopi di Hotel Mulia dengan harga Rp300.000,00 untuk secangkir kopinya.

Selain orientasi minum kopi, setiap alumni STMI pun dapat memiliki cara meminum kopi yang tidak sama. Adapun cara meminum kopi yang dilakukan adalah dengan meminum sedikit demi sedikit dari gelas yang masih terasa panas, meneguk kopi melalui pinggiran piring kecil setelah kopi dituangkan, meniup-niup udara dari mulut ke gelas kopi dan meminumnya perlahan lahan, menuangkan kopi panas pada dua gelas yang berbeda untuk mendinginkan kopi sebelum diminum, atau membiarkan kopi di gelas sampai dingin baru diminum.

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa alumni STMI adalah mahasiswa yang dulu memiliki kesamaan orientasi, namun saat ini terjadi pergeseran orientasi tersebut seiring berjalannya waktu. Sekarang, kesamaan yang dimiliki oleh alumni STMI adalah kita pernah berkuliah di STMI.

Dengan melihat hal tersebut, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) STMI harus mampu menampung para alumni yang berbeda orientasi dan cita rasa kedalam wadah kekeluargaan serta kebanggaan almamater. Selanjutnya, IKA STMI juga harus dapat membangun visi dan misi yang baru berpikir pada kekeluargaan alumni. Tidak hanya sekadar visi dan misi berbisnis bersama, tetapi juga saling memanfaatkan.

Sebagai alumni yang berasal dari almamater yang mengajarkan pentingnya produktivitas dan peningkatan nilai tambah sudah selayaknya IKA STMI menjadi organisasi yang selalu memiliki produktivitas tinggi dan memberikan nilai tambah kepada setiap anggotannya. Oleh sebab itu, para pengurus yang terpilih nantinya harus mampu menyatukan para alumni yang meminum kopi di kedai kopi hingga hotel bintang lima. Selain itu, mereka juga harus melakukan tindakan yang sistematis dan tegas, sehingga tidak mendiamkan suatu masalah seperti meminum kopi setelah kopinya dingin.

Kebutuhan organisasi kedepannya tidak dipengaruhi oleh teknologi yang berkembang perkembangan teknologi atau revolusi industri 4.0 ataupun 5.0, tetapi perilaku anggotanya dalam memanfaatkan teknologi tersebut. Alumni STMI bukanlah manusia yang hanya terkagum-kagum kepada teknologi atau revolusi industri, melainkan dapat memanfaatkan teknologi itu sebagai tools dalam perkembangan organisasi IKA STMI.

Banyak organisasi bisnis yang besar dan dianggap tidak mungkin runtuh. Namun saat ini, mereka hanyalah sekadar catatan sejarah. Mereka menggunakan teknologi yang tak terkalahkan pada saat itu, namun runtuh sebab mereka berperilaku seakan teknologi yang dimiliki merupakan sesuatu yang kekal.

Alumni STMI yang merupakan mahasiswa di era tahun 70-an dan 80-an adalah manusia yang mengalami transisi teknologi analog ke digital. Tidak hanya itu, mereka juga sempat merasakan suara ketukan mesin ketik dan mereka bermain media sosial di ponsel pintar atau laptopnya dengan nyaman saat ini, mereka pernah mendengarkan musik melalui pita kaset dan bermain gitar di lereng gunung. Lalu sekarang, mereka mampu menikmati musik digital dimanapun. Mereka juga merasakan bagaimana menulis surat untuk kekasihnya di selembar kertas yang berhiaskan gambar-gambar cinta dan mengirim surat melalui kantor pos. Saat ini, mereka pun terbiasa untuk menulis di e-mail, chatting, Facebook, dan lain-lain.

Seyogyanya IKA STMI adalah organisasi yang mampu tumbuh dan berkembang memiliki kemampuan lebih adaptif, seperti halnya minum kopi yang tak lekang oleh zaman. Selamat melaksanakan Musyawarah Nasional IKA STMI.

Alumni STMI

Tag:    alumni-stmi  |  ika-alumni  |  politeknik-stmi-jakarta  |  stmi  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top