Indonesia Dipaksa Mundur, Ricky: Ini Kerugian Besar bagi Tim Indonesia -

Indonesia Dipaksa Mundur, Ricky: Ini Kerugian Besar bagi Tim Indonesia


maulanayusuf.com
Foto : Unsplash.com/ Frame Harirak

lpmindustria.com - Kamis (18/3), masyarakat Indonesia dikejutkan dengan kabar bahwa Tim Indonesia harus menarik diri dari Yonex All England Open 2021. Keputusan ini tentunya menimbulkan dampak bagi Tim Indonesia dan penyelenggara turnamen olahraga badminton ini.

Beberapa hari lalu dikabarkan bahwa Tim Badminton Indonesia mendapatkan e-mail dari National Health Service (NHS) Test and Trace. “Sebanyak 20 dari 24 anggota Tim Indonesia mendapat e-mail yang berisi mereka harus melakukan isolasi mandiri selama sepuluh hari semenjak kedatangannya pada tanggal 13 Maret,” jelas Ricky Soebagdja selaku Manajer Tim Nasional (Timnas) All England 2021 dalam kanal Youtube Badminton Indonesia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penyebab kejadian ini karena transit penerbangan dari Istanbul menuju Birmingham. “Kabarnya, salah satu penumpang pesawat yang tidak diketahui dinyatakan positif Covid-19,” terangnya.

Lantaran hal tersebut, Timnas Indonesia terpaksa harus mundur dari salah satu kejuaraan badminton paling tua dan prestisius di dunia ini. Dalam video tersebut, Ricky menyebutkan bahwa kondisi ini merupakan kerugian besar bagi Tim Indonesia. Salah satu di antaranya, semua atlet Timnas tidak dapat melanjutkan langkahnya dalam ajang All England tahun ini. 

Dilansir dari Kompas.com, terdapat sejumlah atlet Timnas yang berhasil maju ke babak 16 besar, yaitu Jonathan Christy, Mohammad Ahsan-Hendra Setiawan, Marcus Fenaldi Gideon-Kevin Sanjaya Sukamuljo, dan Greysia Polii-Apriyani Rahayu. Selain itu, masih ada juga tiga wakil Indonesia yang seharusnya bertanding pada hari tersebut, antara lain Anthony Sinisuka Ginting, Praveen Jordan-Melati Daeva Oktaviani, serta Fajar Alfian-Muhammad Rian Ardhianto.

Tak hanya itu, permasalahan ini juga menimbulkan kerugian materi yang tak sedikit bagi dua atlet Indonesia, yaitu Ahsan dan Hendra. Karena statusnya sebagai pemain profesional atau non pelatihan nasional (non pelatnas), mereka harus menggunakan dana pribadinya untuk mengikuti kompetisi All England ini. “Total sekitar Rp50 juta yang mereka keluarkan masing-masing untuk berangkat ke Birmingham, Inggris,” tulis pada akun Instagram @bolalobbadminton.

Dalam Kompas.com, keputusan ini membuat akun resmi milik Badminton World Federation (BMF), mulai dari Instagram, Twitter, hingga Facebook, dipenuhi dengan protes dan kritikan. Disebutkan juga bila hal tersebut bukan hanya dari netizen Indonesia, melainkan juga dari luar negeri. Tagar #bmfunfair dan #BMFMustBeResponsible pun sempat bergema di Twitter pada Kamis (18/03).

Selain para netizen, para atlet dari Tim Indonesia pun menyampaikan kekecewaan melalui akun media sosialnya masing-masing. Salah satunya adalah Praveen, ia mengungkapkan kekecewaan dan kejanggalan yang terjadi pada kejadian ini. “Saya dan teman-teman atlet Indonesia mengungkapkan rasa kecewa dan prihatin atas ketidakadilan yang diterima oleh Tim Indonesia,” dikutip dari akun @jordan_praveen.

Dalam unggahan tersebut, ia menyayangkan lantaran BWF tidak melakukan sistem bubble sebelum kompetisi ini dilaksanakan. Dalam TribunPontianak.co.id dijelaskan bahwa sistem bubble adalah sistem yang dirancang untuk membatasi kontak dengan orang luar untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Melihat persoalan yang dihadapi oleh Tim Indonesia ini, BMF pun mengeluarkan pernyataan dalam media sosial resmi mereka. “Kami menegaskan bahwa upaya keras telah dilakukan oleh Badminton England agar Tim Indonesia dan pemain lainnya diberi pengecualian, dan mencari cara lainnya agar bisa tetap berpartisipasi dalam turnamen. Namun, pemerintah UK telah berketetapan, mengutamakan, dan mementingkan untuk menjaga rakyat Inggris terhadap wabah Covid-19. Keputusan ini sudah akhir dan tidak dapat diganggu gugat,” tulisnya dalam akun Instagram @bwf.official pada hari yang sama.

Saat ini, Duta Besar Indonesia untuk Inggris Desra Percaya sedang berfokus agar Tim Indonesia dapat pulang secepatnya dengan aman. Diwartakan oleh Kompas.com pada Jumat (19/3), hal ini dilakukan setelah berbagai upaya pendekatan dan komunikasi yang dilakukan tidak membuahkan hasil.

Hal serupa juga disampaikan oleh Ricky yang dilansir dari artikel yang sama.  "Sampai sekarang tim Indonesia tak mungkin melanjutkan pertandingan di All England 2021. Fokus kita untuk mengurus kepulangan kembali ke Tanah Air sesegera mungkin," ucapnya.

Penulis: Artha Julia

Editor: Ela Auliyana

 

Tag:    all-england  |  badminton  |  badminton-world-federation  |  corona  |  covid19  |  indonesia  |  internasional  |  nasional  |  ola  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top