Penerapan Dual Sistem di Politeknik STMI Jakarta -

Penerapan Dual Sistem di Politeknik STMI Jakarta


maulanayusuf.com

lpmindustria.com - Mulai tahun ajaran baru angkatan 2018, Politeknik STMI Jakarta akan menerapkan kurikulum dual system untuk Prodi TKP. Sebagai pilot project, Prodi TKP tengah mempersiapkan beberapa hal untuk menjalankannya.  

Politeknik di bawah Kementerian Perindustrian diharuskan menerapkan kurikulum dual sistem atau bisa disebut vokasi industri dual sistem. Tahun 2018, Politeknik STMI Jakarta tengah memulai menerapkan dual system tersebut. Politeknik STMI Jakarta menjadikan Prodi Teknik Kimia Polimer (TKP) sebagai pilot project (baca: proyek percontohan). “Bukan hanya STMI yang diharuskan menerapkan. Tetapi seluruh kampus dibawah Kementerian Perindustrian harus menerapkan dual sistem. Dengan melakukan tahapan pertama link and match baru bisa menerapkan dual sistem. Dan juga bukan hanya TKP, prodi lain juga harus menerapkan dual sistem. Namun, di STMI yang paling siap adalah Prodi TKP, karena sudah disusun kurikulumnya untuk dual sistem,” jelas Ridzky Kramanandita selaku Pembantu Direktur (Pudir) 1 Politeknik STMI Jakarta.

Dual Sistem memiliki makna yaitu belajar dengan dua sistem, bukan hanya belajar di kampus, namun juga belajar di industri secara langsung. Selain itu, kurikulum yang diterapkan pada dual sistem akan lebih banyak praktik dari pada teori. Dalam mendukung terealisasinya dual sistem ini, nantinya mahasiswa akan diberikan pembekalan materi di kampus pada tahun pertama. Selanjutnya, semester berikutnya mahasiswa akan langsung belajar di industri. “Mahasiswa harus dipersiapkan untuk memulai belajar ke pabrik. Mahasiswa TKP angkatan 2018 akan belajar ke pabrik pada semester ganjil tahun depan, yaitu semester tiga. Untuk sekarang masih dalam tahap pencarian perusahaan yang mau menerimanya dan akan mengadakan Memorandum of Understanding (MoU),”tutur Roosmariharso selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) TKP. Ridzky Kramanandita juga menambahkan bahwa realisasinya memang dirancang di tahun keduanya yaitu tepatnya mulai semester 3, karena untuk menuju dual sistem itu harus link and match dulu baru bisa tersambung ke perusahaan, kemudian nantinya akan di sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Politeknik STMI Jakarta menggunakan schedule sistem blok dalam  menerapkan dual sistem ini. Dimana pada satu hari perkuliahan hanya fokus pada suatu materi atau suatu matakuliah. “Menggunakan sistem blok untuk penjadwalan, dimana sistem blok itu adalah kegiatan perkuliahan yang dilakukan secara serial. Sehingga matakuliah yang ada dalam satu hari, hanya matakuliah itu saja. Waktu yang diguanakan sangat efisien karena berurutan. Cepat untuk menyelesaikan mata kuliah itu yang dilakukan di kampus, sisanya mahasiswa ke industri untuk belajar matakuliah juga sebagai dual sistemnya,” jelas Ridzky.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) memiliki tiga model dalam menggunkan schedule block system. Pertama dalam satu semester belajar teori dan praktik, dengan dua setengah bulan belajar di kampus dan dua setengah bulan belajar di pabrik. Kedua yaitu praktik dalam setiap akhir tahun, dengan empat bulan belajar di Pabrik. Ketiga yaitu model 3-2-1 belajar teori dan praktik, dengan tiga semester belajar di kampus, dua semester belajar di Pabrik, dan satu semester proyek di kampus. “Namun, Prodi TKP tidak menggunakan ketiga model dari Pusdiklat tersebut, melainkan menggunakan model sendiri. Selama satu tahun pertama pembelajaran dilakukan di kampus dan semester berikutnya di pabrik. Model sistem blok dari Prodi TKP telah didiskusikan sejak bulan Agustus 2018 lalu, dengan mengundang tenaga ahli dari praktis industri serta para dosen terkait” jelas Roosmariharso. Ia menambahkan saat ini Prodi TKP sedang melakuakan pencarian perusahaan. Targetnya kurang lebih tujuh sampai delapan pabrik untuk tahun depan bisa menerima mahasiswa sebannyak 35 orang, jika berhasil akan dilanjutkan.  

Berbeda dengan angkatan sebelumnya yang masih menggunakan sistem lama, angkatan 2018 prodi TKP akan menjalan dual system untuk pertama kali. “Perbedaannya, yang lama kuliah sampai selesai baru ke pabrik, Tapi kalau dual sistem begitu wisuda sudah siap kerja. Sekarang prodi TKP menjalankan dua kurikulum. Yaitu kurikulum lama untuk prodi TKP angkatan 2015, 2016, 2017, serta kurikulum baru untuk prodi TKP angkatan 2018 yang menggunakan dual system. Prodi TKP menanggulanginya dengan banyak praktikum di kampus untuk angkatan lama,” jelas Roosmariharso. Senada dengan Kaprodi TKP, Pudir 1 juga menambahkan, “Angkatan lama tidak menggunakan dual sistem karena berbeda kurikulumnya. Perbedaan kurikulum tersebut dapat dilihat dari profil lulusan itu menjadi apa,” tutur Ridzky.

Penerapan dual sistem oleh prodi TKP sendiri mendapat tanggapan positif oleh beberapa mahasiswa. “Menurut saya bagus, karena lebih teratur misalnya seperti saat tahun pertama belajar di kampus, tahun kedua ke industri. Namun, dual sistem itu pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan, kekurangannya itu lebih menguras tenaga dan pikiran karena mahasiswa itu dituntut untuk lebih fokus keperkuliahan, sehingga tidak ada waktu untuk pengalaman organisasi dan  mengembangkan soft skill,” tutur Nafisah Khairi Bachtiar mahasiswi TKP angkatan 2017. Selain itu, mahasiswa TKP angkatan 2016 juga menanggapi, “Menurut saya kedepannya akan bagus, karena dari awal diajarkan mengenai basic nya, lalu disalurkan di industry. Sepertinya bisa membawa ilmu yang didapat dari industri dan dapat dikembangkan lagi,” jelas Lanang Ridho.

Mengingat bahwa ini adalah kali pertama Politeknik STMI Jakarta menerapkan dual sistem, maka penerapannya dapat dikatakan berhasil apabila lulusannya lebih cepat diserap kerja. “Kita memang akan terus melakukan perbaikan, dikatakan angkatan 2018 itu siap atau tidak dilihat ketika lulus, waktu tunggunya akan jauh lebih baik. Sebelum lulus, mahasiswa sudah di booking oleh perusahaan, kalau sudah begitu STMI dapat dianggap berhasil seratus persen,” ucap Ridzky. Selain itu, ia menambahkan semoga kedepannya kampus dan industri bisa lebih dekat lagi, agar lebih mudah dalam menjalin kerja sama.

 

Ida Amelia

Tag:      |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top