Sistem Pakar, Sistem yang Memiliki Keilmuan Manusia -

Sistem Pakar, Sistem yang Memiliki Keilmuan Manusia


maulanayusuf.com

lpmindustria.com - Seiring dengan perkembangan teknologi, kini kecerdasan alami yang dimiliki manusia sudah mampu diadopsi ke dalam sistem komputer. Kecerdasan buatan yang dimiliki komputer dapat  membantu untuk menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli.

Komputer yang dahulu hanya berfungsi sebagai alat hitung, saat ini sudah bisa digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan manusia. Kemampuan komputer tersebut merupakan kecerdasan buatan yang membuat komputer mampu melakukan pekerjaan seperti manusia. Salah satu bidang ilmu yang mempelajari kecerdasan buatan ini adalah Sistem Pakar atau Expert System. Sistem Pakar mengadopsi pengetahuan para pakar sehingga komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang dilakukan seorang pakar keilmuan. “Expert System adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke dalam sebuah komputer agar komputer dapat  menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan para ahli,” ujar Femy Mulya selaku dosen Politeknik STMI Jakarta.

Cara kerja sistem pakar adalah dengan mentransfer ilmu pengetahuan dari seorang pakar atau sumber pakar ke komputer. Ilmu pengetahuan tersebut bisa didapat dari seorang pakar dengan metode wawancara. Pengetahuan dari pakar nantinya akan disimpan dalam komputer, sehingga pengguna dapat berkonsultasi pada komputer. Komputer akan mengambil kesimpulan layaknya seorang pakar, lalu komputer akan memberikan penjelasan kepada pengguna. “Contoh mudahnya seperti ini, misalnya ingin membuat sebuah sistem identifikasi penyakit ke pasien, itu bisa dibuat menggunakan expert system. Jadi nanti para pakar ahli kedokteran itu pengetahuaannya dimasukkan ke dalam sebuah komputer sehingga komputer bisa menjawab kira-kira hasil analisa dari penyakitnya itu dia teridentifikasi terkena penyakit apa,” jelas Femy Mulya.

Permasalahan yang disentuh Sistem Pakar diantaranya interpretasi, prediksi, diagnosis, perancangan, perencanaan, monitoring (dibaca: pemantauan), debugging (dibaca: memeriksa kesalahan), instruksi, dan kontrol. Sistem Pakar juga memiliki tiga komponen utama yaitu user interface, knowledge base, dan inference engine . “Komponen utama Sistem Pakar, yaitu user interface yaitu untuk interaksi dengan end-user. Knowledge base berisi informasi penting tentang domain permasalahan. Inference engine mekanisme untuk memunculkan pengetahuan baru dari sistem dan informasi yang diberikan oleh user,” ujar Ulil Hamida selaku dosen Politeknik STMI.

Sistem Pakar mempunyai banyak kegunaan dalam berbagai bidang salah satunya dalam bidang industri atau manufaktur, manajerial, dan kedokteran. “Contohnya disini sistem pakar untuk production control perencanaan misalnya produksi dilakukan dalam hal kuantitas, waktu, dan kapasitas itu diatur menggunakan expert system. Kemudian produk manufaktur, misalnya sistem pakar dalam perancangan Pinch Roll Interactive Design Expert / Environment (PRIDE) yang digunakan untuk merancang sistem pengaturan kertas untuk mesin fotokopi, jadi mesin menggunakan fuzzy logic. Dibidang managerial contohnya untuk analisis interpretasi kemudian untuk sintesa ataupun integrasi. Dbidang kedokteran contohnya untuk mendiagnosa beberapa penyakit menggunakan citra, cancer bisa diidentifikasi menggunakan citra dari hasil rontgen  dengan sistem informasi untuk mendiagnosa dari hasil rontgen,” ujar Femy Mulya.

Sistem Pakar juga memiliki kelemahan, salah satunya biaya yang diperlukan untuk membuat dan memeliharanya sangat mahal. Disamping itu, banyak manfaat yang dapat diambil dari Sistem Pakar, salah satunya adalah dapat melakukan proses secara berulang secara otomatis. Dengan adanya Sistem Pakar orang awam dapat menyelesaikan masalahnya atau hanya sekadar mencari informasi berkualitas yang hanya dapat diperoleh dari para ahli di bidangnya. Sistem ini juga membantu para pakar sebagai asisten dalam membuat sebuah keputusan yang melibatkan pengetahuan yang dibutuhkan.

 

Astri Oktaviani

Tag:    pendidikan  |  teknologi  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top