The Billionaire, Kisah Inspiratif  dari Seorang Pecandu Game -

The Billionaire, Kisah Inspiratif  dari Seorang Pecandu Game


maulanayusuf.com

Judul Film                                : Top Secret alias The Billionaire
Sutradara                                 : Songyos Sugmakanan
Penulis Naskah                        : Jira Maligapool dan Boycitychan
Produser                                  :  Nawapol Tumrongrattanarit
Pemeran Film                          :  Pachara Chirathivat, Walanlak Kumsuwan, Thanom Assawarungrueng, Karnsiree Kulkaweewut

lpmindustria.com - Film Top Secret alias The Billionaire ini merupakan sebuah film garapan dari Songyos Sugmakanan yang menceritakan tentang seorang anak muda bernama Top Ittipat (Pachara Chirathivat). Top adalah seorang pecandu game dengan prestasi akademik yang tidak baik. Namun, dari hobi yang dia sukai tersebut, Top dapat menghasilkan uang dari jual beli item dalam game. Sehingga, ia mendapatkan keuntungan yang cukup besar sampai mampu membeli sebuah mobil.

Jual beli item dalam game merupakan transaksi yang illegal, sehingga akun yang ia miliki dihapuskan dan tidak lagi manghasilkan uang. Selain masalah itu, Top memiliki konflik dengan orang tuanya karena tidak lulus ujian masuk perguruan tinggi. Sampai akhirnya Top berjanji akan membiayai sendiri sekolahnya tanpa bantuan orang tuanya lagi.

Dari sini Top memulai usaha, ia memulainya dengan berjualan DVD Player. Sayangnya, Top mengalami kerugian besar karena kurangnya pengalaman. DVD Player yang ia beli ternyata DVD bajakan. Top tidak menyerah begitu saja, ia memulai usaha keduanya dengan berjualan kacang goreng di sebuah supermarket. Kali ini dia mempersiapkan usahanya lebih baik, dia melakukan survey terlebih dahulu. Namun, setelah mengalami keuntungan, usaha ini gagal karena pemilik supermarket tersebut membatalkan kontrak sewa tempat.

Masalah baru datang kembali kepadanya, perusahaan milik ayahnya bangkrut. Ayahnya (Thanom Assawarungrueng) meninggalkan hutang sebesar 40 Juta Bath, dan memutuskan pindah ke China. Namun, Top tidak mau ikut dan lebih memilih untuk tetap tinggal. Saat itu Top merasa sangat terpuruk, namun ia tidak menyerah.

Hingga akhirnya, ia mendapatkan ide untuk membuat snack rumput laut. Ia menemukan cara terbaik dalam membuat snack rumput laut. Namun, ia masih belum mengerti bagaimana cara mengawetkan camilan tersebut. Akhirnya Top meminta bantuan seorang Dosen Fakultas Teknologi Pangan untuk mengajari bagaimana cara mengawetkan camilan buatannya.

Tantangan selanjutnya, Top berfikir bagaimana cara dia memasarkan produknya tanpa harus membuka banyak toko retail. Top mendapatkan ide untuk bekerja sama dengan sebuah toko retail ternama. Setelah mencoba menawarkan produknya berulang kali, akhirnya kontrak pun ditandatangani. Top harus memproduksi 72000 kemasan untuk dikirim ke 6000 cabang. Bermodalkan kantor kecil peninggalan keluarganya, ia merenovasi kantor tersebut dan menjadikannya sebuah pabrik.

Akhirnya, kerja keras dan semangatnya berbuah hasil. Ia berhasil merenovasi pabrik dan mempekerjakan beberapa karyawan. Namun, pada saat pihak toko retail menginspeksi pabrik Top, pihak toko retail merasa pabrik Top belum memenuhi standar. Pamannya (Walanlak Kumsuwan) menyarankan Top untuk menyuap petugas survey tersebut, namun Top memilih untuk tidak melakukannya.  Top segera menyempurnakan kekurangan pabriknya, hingga kontrak produknya disetujui dan diberi nama Tae Kae Noi.

Film ini memiliki kekurangan yaitu adegan dimana tokoh utama  memiliki konflik ayahnya. Hal itu menjadi sesuatu yang tidak patut untuk di contoh. Di samping itu, film ini mengandung kisah yang sangat inspiratif. Film ini mengajarkan agar kita tidak pernah takut ataupun ragu untuk memulai suatu usaha dan meskipun mengalami kegagalan kita boleh menyerah. Selain itu, dalam film ini juga mengajarkan bahwa keyakinan akan memberikan hasil yang sesuai jika kita komitmen untuk melakukannya. Film The Billioner bagus untuk ditonton oleh usia muda sebagai motivasi menjadi pengusaha muda. Menjadi sukses di usia muda tidak dilihat dari seberapa besar modalnya, tetapi dapat dilihat dari niat dan kesungguhannya.

 

 

Hana Fadiah

Tag:      |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top