Captain Marvel, Superhero Wanita Pertama dari Marvel Studios -

Captain Marvel, Superhero Wanita Pertama dari Marvel Studios


maulanayusuf.com
Dok. Google

Judul Film                   : Captain Marvel

Sutradara                    : Anna Boden dan Ryan Fleck

Produksi                      : Marvel Studios

Naskah                        : Jeff Pinkner dan Scott Rosenberg

Dibintangi oleh            : Brie Larson, Samuel L. Jackson, Ben Mendelsohn, dan Jude Law

Captain Marvel hadir sebagai film solo superhero wanita pertama dari Marvel Studios. Film ini telah tayang di seluruh bioskop Indonesia pada Jumat (8/3) dan merupakan film pertama Marvel Studios di tahun 2019. Film yang disutradarai oleh Anna Boden dan Ryan Fleck ini menceritakan seorang wanita dari Angkatan Udara Amerika Serikat, Carol Danvers (Brie Larson) yang hidup di Kerajaan Kree. Di awal film Carol diceritakan mengalami amnesia, ia tidak mengetahui nama asli dan juga asal usulnya. Carol atau lebih sering dipanggil Vers merupakan seorang prajurit perempuan yang tinggal di ibu kota planet Hala.

Konflik bermula saat Vers mendapatkan misi untuk menyelamatkan seorang warga Kree yang ditawan oleh bangsa Skrull. Skrull adalah musuh bebuyutan yang sudah sejak lama mengalami konflik dengan kerjaan Kree. Namun pada saat menjalankan misi, Vers ditangkap dan dibawa oleh bangsa Skrull. Bangsa Skrull menangkap Vers untuk mengetahui mengenai kenangan dan masa lalunya. Akan tetapi, Vers berhasil melarikan diri berkat kekuatan sinar foton yang tersimpan di kedua tangannya. Ia melarikan diri menggunakan kapsul yang kemudian terjatuh di permukaan bumi.

Vers yang jatuh di permukaan bumi bertemu dengan agen S.H.I.E.L.D Nick Fury (Samuel L. Jackson). Nick Fury pada film ini digambarkan sebagai agen muda dan belum lama kehilangan satu matanya. Vers yang sedikit mulai mengingat jati dirinya memulai perjalanan bersama Nick Fury untuk mengungkap masa lalunya sembari tetap memburu bangsa Skrull yang juga terjatuh di permukaan bumi.

Film ini mendapat setting-an dengan latar tahun 1970-an, jauh sebelum waktu pada film Avengers: Infinity War. Detail terkait dengan tahun 1970-an banyak ditampilkan dalam film ini dapat dilihat dari pakaian, desain kota, toko - toko hingga telepon jalan yang saat ini sudah tidak digunakan lagi. Selain karena latar yang cukup baik, film Captain Marvel ini banyak mendapat pujian karena karakter yang menarik dari Carol Danvers sebagai Captain Marvel. Berbeda dari beberapa superhero perempuan lain seperti Wonder Woman dan Black Widdow yang tampilannya dibuat memanjakan mata penonton laki-laki, Captain Marvel didesain dengan kostum yang lebih tertutup. Karakter Carol yang jarang tersenyum pada film ini banyak mendapatkan pujian dari beberapa kritikus film karena berbeda dari karaker film – film Marvel lainnya.

Film ini juga sangat recomended untuk ditonton oleh perempuan, karena film ini banyak mengandung pesan yang baik untuk para perempuan. Salah satunya adalah ketika Carol Danvers yang sempat mengalami diskriminasi dimana dalam kenyataannya juga sering dialami oleh perempuan. Carol yang sedikit tomboi dianggap tidak bisa melakukan beberapa hal yang sering dilakukan oleh laki – laki. Salah satunya seperti mengikuti balapan gocar hingga ia yang mencoba menjadi seorang Pilot. Ungkapan seperti “perempuan tidak mungkin bisa melakukan ini” banyak ditampilkan dalam film ini. Namun, hal itu berhasil dipatahkan oleh Carol. Meskipun ia beberapa kali gagal dan terjatuh, ia terus bangkit dalam menggapai mimpinya.

Selain karena cerita yang bagus dan banyak pesan menarik, film ini juga mendapatkan A CinemaScore dengan skor total 81 persen positif dari survei PostTrak Comscore/Screen Engine. Film ini juga bisa ditonton oleh banyak usia karena mendapatkan rate 13+. Di dalam film ini juga akan hadir cameo dari sang creator komik Marvel yaitu Stan Lee yang adegannya sempat diambil sebelum ia meninggal pada tahun lalu.

Oktario Tommy Saputra

Tag:    resensi  |  sastra  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top