Indonesia Graveyard, Menggali Sejarah dengan Memotret Kuburan -

Indonesia Graveyard, Menggali Sejarah dengan Memotret Kuburan


maulanayusuf.com
Dok. Indonesia Graveyard

lpmindustria.com - Kuburan sering kali dianggap mistis bagi kebanyakan orang, namun hal tersebut tidak berlaku pada komunitas Indonesia Graveyard. Komunitas tersebut justru menjadikan kuburan sebagai tempat hunting foto dan memaknainya sebagai gerbang untuk menggali sejarah.

Indonesia Graveyard merupakan sebuah komunitas fotografi yang memiliki keunikan mencari objek foto di kuburan. Komunitas yang berdiri sejak tahun 2016 ini awalnya diisi oleh orang-orang yang tergabung dalam komunitas yang sama. “Berawal dari hobi yang sama, yaitu memotret kuburan dengan teman-teman yang awalnya tergabung dalam komunitas Ngopi Jakarta (NgoJak), akhirnya kami sering melakukan hunting bersama dan mulai mengajak teman-teman yang lain untuk memotret di kuburan,” jelas Deni Priya Prasetia yang berperan aktif dalam Indonesia Graveyard.

Bukan karena hal mistis yang membuat terbentuknya komunitas ini, melainkan aspek lain dari kuburan yang membuat komunitas ini berdiri. Mereka melihat keunikan dari kuburan dalam hal bentuk nisan, arsitektur kuburan, bahasa yang digunakan, dan orang yang dikuburkan. Komunitas ini sendiri menilai bahwa kuburan merupakan sebuah pintu gerbang untuk menelusuri sejarah. “Kami memaknai kuburan sebagai pintu gerbang untuk menelusuri sejarah,” lanjut Deni.

Keunikan komunitas ini membuat anggotanya mempunyai daya tarik tersendiri bagi orang yang ingin bergabung. Salah satu pegiat Indonesia Graveyard menceritakan bahwa ia bergabung dengan komunitas ini berawal dari mengikuti temannya untuk foto di kuburan Belanda yang terletak di daerah Bogor. “Awalnya saya mengikuti hunting ke makam Belanda di daerah Bogor dengan teman-teman saya yang kemudian membuat saya tertarik dengan komunitas Indonesia Graveyard. Saya merasa dengan adanya komunitas ini mewadahi hobi kita untuk melakukan hunting di kuburan,” ujar Ahmad Maulana Yusuf.

Berdirinya komunitas ini tentu saja memiliki pandangan-pandangan dari orang sekitar, banyak yang menganggap bahwa memotret kuburan tidak memiliki makna berarti. “Kami sering dianggap tidak mempunyai makna dengan melakukan foto di kuburan. Menurut saya, banyak yang dapat digali dari suatu kuburan. Kembali pada tujuan komunitas ini untuk lebih menjadikan makam sebagai objek sejarah,” lanjut Maulana.

Komunitas yang telah berdiri kurang lebih tiga tahun ini akan melakukan pengembangan dan penambahan terkait konten maupun kegiatan yang ada didalamnya. Hal tersebut bertujuan agar ada perkembangan dan kemajuan dalam komunitas tersebut. “Harapannya terus berkembang dan selanjutnya kami akan membuat channel youtube dan blog, kami ingin membangun opini masyarakat bahwa kuburan dapat dijadikan objek sejarah,” tutup Maulana.

Muhammad Aulia Irfan

Tag:    komunitas  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top