Cara Menarik Membangun Komunitas -

Cara Menarik Membangun Komunitas


maulanayusuf.com
Dok. LPM Industria

lpmindustria.com - Membangun sebuah komunitas tentunya tidak mudah, banyak hal yang harus dipersiapkan. Mengetahui trik yang tepat dalam membangun komunitas adalah kunci keberhasilan dari terbentuknya komunitas itu sendiri.

Komunitas merupakan suatu kelompok sosial yang berada di masyarakat, umumnya terdiri dari beberapa individu yang memiliki ketertarikan pada bidang yang sama. Setiap komunitas mempunyai tujuan yang berbeda, sesuai dengan cita-cita yang ingin dicapai oleh komunitas tersebut. “Cita-cita dari komunitas harus jelas dan merupakan cita-cita dari semua orang yang memilih untuk tergabung dan berkomitmen untuk komunitas ini. Dari cita-cita itu nanti akan terbentuk sistem atau cara kerja untuk mencapai goals,” jelas Nurul Susantono selaku Founder of Jakarta Movement of Inspiration dalam acara Loketalk Jumat, 15 Maret lalu.

Setelah mengetahui tujuan dan cita-cita komunitas kita, selanjutnya kita harus tahu hal apa saja yang harus dilakukan untuk membangun komunitas yang baru terbentuk itu. “Pertama kita harus mempunyai value (baca: nilai), kedua yaitu form. Dalam membangun komunitas, format terbaik yang dapat kita temukan ketika kamu mau mencobanya. Lalu, jangan takut untuk berkolaborasi dengan komunitas lain dan komitmen dengan hal yang kita lakukan,” tutur Christian Putra selaku Founder Jakarta Cinema Club. Putra juga menambahkan, untuk membangun komunitas bisa juga dengan cara memaksimalkan sosial media yang ada.

Selain itu, diperlukan sosok founder yang tahu cara menjadi pemimpin yang baik untuk membangun komunitas agar dapat berkembang. “Komunitas akan identik dengan founder-nya diawal saja, tapi seiring dengan berjalannya waktu, komunitas itu akan berdiri sendiri dengan nama dan kontennya sendiri. Branding dan inovasi akan membuat komunitas tetap ada, yang pada awalnya hanya ada satu program kita harus berkembang lagi,” jelas Putra. Nurul juga menambahkan, salah satu keharusan dari founder adalah kepemimpinannya harus transparan, tidak boleh ada yang disembunyikan, harus menjadi salah satu yang disepakati bersama. Lalu, sebagai pemimpin juga harus mau mendelegasikan sebagian tugas atau seluruh tugas pada orang lain, agar ketika komunitas itu ditinggalkan oleh founder nya, komunitas itu masih akan terus ada.

Setelah mengetahui berbagai hal yang dapat dilakukan untuk membangun komunitas, pastinya mempunyai harapan untuk kedepannya yang harus diperhatikan. “Salah satu hal yang kita perhatikan kedepannya adalah mengetahui caranya gagasan-gagasan yang penting dan darurat di masyarakat bisa kita fasilitasi, seperti memberikan panggung untuk mengekspresikan atau mengeksplorasi diri untuk teman-teman yang membutuhkan, khususnya kaum Difabel,” tutup Nurul.

Ida Amelia

Tag:    event  |  komunitas  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top