Yowis Ben 2: Film Komedi Perpaduan Budaya dan Bahasa -

Yowis Ben 2: Film Komedi Perpaduan Budaya dan Bahasa


maulanayusuf.com
Dok. Google

Judul Film            : Yowis Ben 2

Sutradara            : Fajar Nugros, Bayu Skak

Produksi              : Starvision

Produser             : Chand Parwez, Fiaz Servia

Genre                   : Drama Komedi               

Pemain                : Bayu Skak, Joshua Suherman, Brandon Salim, Tutus Thomson, Anya Geraldine, Laura Theux, Devina Aureel

Setelah film Yowis Ben sukses dirilis pada 22 Februari 2018 lalu, kini sekuel keduanya tayang perdana pada 14 Maret 2019 dengan judul Yowis Ben 2 .Film Yowis Ben 2 ini dibuka dengan putusnya hubugan asmara antara Bayu (Bayu Skak) dan Susan (Cut Meyriska). Selain itu, Bayu dihadapkan dengan harga kontrak rumah yang naik dan harus segera dibayar. Melihat permasalahan ini, Bayu berinisiatif membuat Bandnya yang bernama Yowis Ben agar semakin dikenal. Kemudian datanglah tawaran yang membawa Bayu, Yayan (Tutus Thomson), Nando (Brandon Salim), dan Doni (Joshua Suherman) menuju Bandung dengan harapan menjadi band terkenal di kancah nasional.

Sesampainya di Bandung, fasilitas yang dijanjikan oleh manajemen tidak mereka dapatkan. Lalu konflik berlanjut pada masalah internal band, mereka mulai mementingkan ego dan tujuan pribadi. Kerasnya ego dan prinsip pribadi membuat Yowis Ben terpecah di Bandung dan gagal dalam perantauan mereka. Namun karena lamanya pertemanan mereka, akhirnya mereka dapat menyelesaikan masalah ini dan kembali berkumpul.

Banyak sisi menarik yang terdapat dalam film ini. Yowis Ben 2 juga merupakan salah satu film nasional yang eksis menggunakan bahasa daerah, yaitu bahasa Jawa dan Sunda. Hal tersebut menggambarkan bahwa Indonesia kaya akan budaya dan bahasa. Latar tempat juga menjadi perhatian yang menarik, dimana latar tempat film ini berada di Kampung Warna-Warni Jodipan yang merupakan salah satu tempat ikonik di Kota Malang.

Namun sayang, pada bagian akhir film penyelesaian konflik di keluarga Bayu terlihat terlalu biasa. Penyelesaian konflik hanya sebatas mendapat tawaran dari tempat lain dan kemudian semua masalah terselesaikan.

Film ini sangat cocok untuk disaksikan bersama teman atau keluarga, karena didalamnya banyak terselip nilai moral. Mulai dari bagaimana mereka bersikap dan memperlakukan teman dan cara mereka dalam menyelesaikan permasalahan.

Khairil Ilzam

Tag:    film  |  hiburan  |  resensi  |  sastra  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top