12 Mei -

12 Mei


maulanayusuf.com

Kucing kucing di pelataran telah mati
Kendi kendi kosong tak lagi berisi
Noda dan debu di teras halaman bersemi kembali
Tatapan kosong tak bisa bersembunyi

12 Mei,
Tepat dua tahun semenjak prajurit tersebut mengabdi
Angkat senjata demi kesetiaan negeri
Menampik kolonialis yang berniat mengangkangi bumi pertiwi
Keberanian terhirup pekat dalam sanubari
Langkah tegap diambil pasti
Malaikat maut setia dengan peti

12 Mei,
Tangis pilu mendarat di pipi
Serdadu belia gugur dalam tugas terpuji
Hujan peluru menembus lever di serambi kiri
Klise berbalut darah jadi saksi
Namanya menggaum di seantero negeri

12 Mei,
Dahina tak lagi bersusah hati
Tuan pujaannya mati dalam bangga di pangkuan negeri
Kehilangannya tak sebanding ibu pertiwi berdiri sendiri
Kehidupan puan ditata kembali
Goresan senyumannya kembali terpatri
“Selamat jalan pahlawan semoga lekas bertemu kembali.” gumam puan dalam hati

Izaz Ghozi Murtadho

Tag:    puisi  |  sastra  |  sejarah-  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top