Hacksaw Ridge: Idealisme Seorang Prajurit -

Hacksaw Ridge: Idealisme Seorang Prajurit


maulanayusuf.com
Dok. Google

Judul Film                    : Hacksaw Ridge

Sutradara                     : Mel Gibson

Produser                      : Terry Benedict, Paul Currie, Bruce Davey, William D. Johnson, Bill Mechanic, Brian Oliver dan David Permut

Naskah                        : Andrew Knight dan Robert Schenkkan berdasarkan kisah nyata Desmond Doss

Dibintangi oleh            : Andrew Garfield, Vince Vaughn, Sam Worthington, Luke Bracey, Teresa Palmer, Hugo Weaving dan Rachel Griffiths.

Tanggal rilis                 : 4 September 2016

 

Sudut pandang berbeda coba diambil sutradara sekaligus aktor kawakan Hollywood, Mel Gibson, kala menggarap film Hacksaw Ridge yang tayang pada tahun 2016 lalu. Berfokus pada sosok Desmond Doss (Andrew Garfield), seorang prajurit Amerika yang bertugas dibagian paramedis Mel Gibson, mengeksplorasi secara detail sosok Desmond yang dikenal “pembangkang” dan berhasil menuangkannya menjadi film berdurasi 139 menit.

Berlatar belakang pada era Perang Dunia II, film ini dibuka dengan adegan kisah masa kecil Desmond yang secara tidak sengaja hampir membunuh saudara laki-lakinya yang bernama Harold saat sedang bermain di halaman rumahnya. Hal tersebut menjadi tamparan keras bagi Desmond yang merupakan anak dari keluarga penganut agama yang taat. Ia kelak berjanji bahwa tidak akan pernah membunuh seseorang dengan alasan apapun. Selang lima belas tahun setelahnya, Desmond bertemu Dorothy Schutte (Teresa Palmer), seorang perawat di rumah sakit saat sedang menolong seorang pemuda yang kecelakaan. Ia dan Dorotthy selanjutnya dikisahkan menjalin kisah cinta hingga ke jenjang pernikahan.

Konflik film dibuka dengan keputusan Desmond untuk bergabung menjadi prajurit di medan perang demi membela negaranya. Hal tersebut mendapat banyak pertentangan mulai dari orang terdekatnya termasuk ayahnya yang merupakan veteran Perang Dunia I, hingga rekan rekan serta pimpinannya di kamp pelatihan. Di kamp pelatihan prajurit, Desmond bahkan dicap sebagai pengecut dan pembangkang, karena prinsipnya yang tidak ingin menggunakan bahkan menyentuh senapan. Baginya, senapan merupakan alat yang bertentangan dengan prinsip yang dianutnya. Konflik film mulai mencapai klimaksnya ketika Desmond dijebloskan ke penjara militer, karena dianggap mengabaikan perintah atasannya sendiri. Beruntungnya pada saat di persidangan, ayah Desmond membawakan surat dari petinggi militer Amerika yang berisi pembebasan semua tuntutan kepada Desmond dan dia diizinkan untuk ikut berperang sebagai prajurit paramedis.

 Setelah resmi diperbolehkan menjadi prajurit, Desmond dan rekan rekannya mendapat operasi untuk mengambil alih dan mengamankan Tebing Maeda (Hacksaw Ridge) yang terletak di Okinawa, Jepang. Bagian klimaks film ini terjadi setelah pasukan Amerika dipukul mundur dari tebing oleh tentara Jepang. Desmond seorang diri tetap bertahan di medan pembantaian dan mencoba kembali menyelamatkan rekan rekannya yang masih hidup. Dengan seutas simpul tali tambang, Desmond bergiliran menurunkan rekan-rekannya yang terluka parah menuruni tebing.

Aksi heroik Desmond di atas tebing ternyata sampai ke telinga Kapten Jack Glover (Sam Worthington) dan rekan-rekannya. Mereka terinspirasi oleh Desmond dan memutuskan tidak akan meluncurkan serangan berikutnya tanpa dirinya. Dengan bala bantuan yang ada, mereka mengubah jalan peperangan dan memenangkan pertempuran. Terhitung Desmond telah menyelamatkan lebih dari 75 nyawa tentara Amerika di Hacksaw Ridge, ia pun dianugerahi Medal of Honor oleh Presiden Harry S. Truman.

Film yang menggabungkan dua unsur kontradiktif, yaitu spiritualisme dan kebrutalan mampu berpadu dengan baik dan tidak saling tumpang tindih. Aspek-aspek lain semisal efek suara dan sinematografi (baca: teknik pembuatan film) juga turut menjadi pondasi kokoh dalam menopang film ini. Di laman imdb dan rottentomatoes, film ini mendapat skor yang memuaskan. Tidak heran jika film ini mampu memenangkan 30 dari 85 nominasi dari berbagai macam penghargaan yang dilombakan.

Izaz Ghozi Murtadho

 

Tag:    peristiwa  |  resensi  |  sejarah-  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top