Pengadaan Workshop Polimer di Politeknik STMI Jakarta -

Pengadaan Workshop Polimer di Politeknik STMI Jakarta


maulanayusuf.com
Dok. LPM Industria

lpmindustria.com - Prodi TKP saat ini memiliki penambahan penunjang praktikum mahasiswanya. Tidak seperti pengadaan sebelumnya berupa laboratorium, melainkan pengadaan workshop polimer. 

Politeknik STMI Jakarta hingga kini terus berupaya menyiapkan segala hal untuk memenuhi kebutuhan praktikum setiap Program Studi (Prodi) nya. “Sedikit demi sedikit kami siapkan ruangan dan laboratorium untuk menunjang setiap Prodi,” ujar Dedy Trisanto selaku Pembantu Direktur II Bidang Sarana dan Prasarana. Pada kali ini, Prodi Teknik Kimia Polimer (TKP) sudah memiliki ruang workshop polimer yang akan digunakan untuk menunjang praktikumnya. “Selama ini Prodi TKP praktikum di kampus lain, jadi tujuannya untuk melengkapi Prodi TKP dalam hal praktikum,” tambah Dedy.

Selain untuk menunjang kegiatan praktikum, pengadaan workshop polimer juga berkaitan dengan penambahan poin akreditasi Prodi TKP dan juga sesuai dengan permintaan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Perindustrian. Senada dengan hal tersebut, Roosmariharso selaku Ketua Prodi TKP menyatakan, pengadaan workshop polimer memang diminta oleh Pusdiklat.

Berbeda dengan laboratorium, workshop memiliki skala praktik yang tinggi dari pada laboratorium. Bahkan, workshop dapat mencapai skala komersil. “Workshop ini juga dapat dibilang mini plant (baca: pabrik kecil), jadi mesin yang ada di pabrik sama dengan yang ada di workshop,” jelas Roosmariharso. Beliau juga menambahkan, dalam pengadaan workshop polimer nantinya akan dapat menghasilkan output (produk).

Nantinya, tidak hanya Prodi TKP yang dapat menggunakan workshop polimer. Namun, dapat digunakan Prodi lain yang ada kaitannya dengan fungsional workshop, seperti Prodi Teknik Industri Otomotif (TIO). “Prodi TIO jika ingin menggunakan silahkan. Nanti Prodi TIO membuat cetakan produk dari mesin Computer Numerical Control (CNC). Kemudian, eksekusi untuk membuat produknya di workshop,” terang Roosmariharso.

Fitria selaku Sekretaris Prodi TKP menyebutkan beberapa alat yang akan mengisi workshop polimer. Alat-alat tersebut antara lain Electric Injection Molding dengan kapasitas 100 ton, Mix Tank yang berfungsi untuk mencampur berbagai aplikasi di industri termasuk kimia. “Kemudian ada alat Auto Loader, Dehumidifying Dryer, Air Cooled Water Chiller, Mold Temperature Controller, dan Compressor 5 HP,” tambah Fitria.

Sebelum dapat digunakan oleh mahasiswa, pihak Prodi TKP sudah melakukan trial (baca: percobaan) pada workshop polimer yang dilakukan oleh para instruktur. Workshop polimer sendiri direncanakan dapat digunakan oleh mahasiswa pada tahun ini.  “Kalau untuk digunakan oleh mahasiswa mungkin tahun ini,” tutup Rosmiharso.

Fandi Prasetio

Tag:    politeknik-stmi-jakarta  |  stmi  |  teknologi  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top