Memahami Perempuan bersama Komunitas Urban Women -

Memahami Perempuan bersama Komunitas Urban Women


maulanayusuf.com
Dok. Pribadi

lpmindustria.com - Banyak perempuan di Jakarta yang membutuhkan tempat untuk membagi kisah mereka, baik dari segi ekonomi, percintaan, maupun karir. Urban Women adalah tempat yang cocok untuk menuangkan kisah mereka.

Urban women merupakan komunitas yang berfokus untuk mewadahi perempuan-perempuan yang tengah patah hati, galau dan sebagainya. “Kami mencoba untuk memfasilitasi perempuan-perumpuan di Jakarta, yang mana NGO (Non Government Organization) di Jakarta banyak yang menangani, namun sangat sedikit yang mau menampung perempuan-perempuan dengan masalah, seperti patah hati," ungkap Lina selaku Project Manager Urban Women.

Berlatar belakang pengalaman hidup dari Wan Tien founder dari Urban Women yang pernah diperlakukan tidak baik oleh laki-laki dan membuat dirinya mencoba untuk me healing diri sendiri dengan cara self love. “Awalnya hanya curhat-curhatan sama teman dan akan berkumpul dengan yang lain untuk menyelesaikan masalah bersama," ujar Lina. Komunitas yang berdiri sejak tahun 2004 ini merupakan komunitas berbasis website yang diharapkan akan mengoptimalkan kegiatan mereka. “Kita komunitas berbasis web dan ingin membiasakan orang-orang untuk mau bercerita melalui tulisan, karena biasanya dengan bercerita melalui tulisan, mereka akan merasa tidak dihakimi,” ujar Lina.

Salah satu kegiatan rutin yang diadakan oleh komunitas ini adalah Urban Women Heart To Heart, dimana nanti akan diadakan pertemuan tertutup antara anggota Urban Women dengan beberapa orang yang ingin membagi cerita mereka. Ada juga kegiatan Urban Women Book Club yang bertujuan untuk membuat perempuan hobi membaca. selain itu ada pula Women In The Mirror, yaitu salah satu sarana yang mengedukasi perempuan lewat talkshow yang diunggah di media sosial. “Dulu kita punya seminar yang diadakan per tiga bulan sekali, tetapi seminar itu kita berhentikan karena melihat animo nya masih kurang. Jadinya, kita mengedukasinya lewat online saja,” ungkap Lina. Lina juga menambahkan bahwa, kegiatan-kegiatan tersebut tidak dikenakan biaya sepeser pun.

Masyarakat bebas membagikan kisah mereka untuk diterbitkan pada website Urban Women tanpa harus menjadi anggota organisasi. Ketika ada yang mengirimkan tulisan kepada Urban Women, mereka hanya akan mengkontrol banyaknya tulisan agar tidak terlalu panjang. “Setiap artikel yang dimuat di website kita adalah berdasarkan kisah nyata seseorang, bahkan tulisan tersebut kebanyakan berasal dari luar anggota,” ujar Lina.

Salah satu masyarakat yang pernah mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Urban Women mengungkapan bahwa, kegiatan yang dilakukan sangat membuka wawasan, terkhusus bagi perempuan. “Kesan pertama saya terhadap organisasi ini sangat bagus. Tujuannya positif, ingin memberikan perspektif yang positif untuk perempuan,” ujar Masyita, salah satu peserta kegiatan Urban Women. Ia juga berharap organisasi ini dapat menjadi wadah bagi perempuan agar tidak dianggap lemah dan bisa selalu berpikir positif.

Nur Aini Afrida

Tag:    komunitas  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top