Mengenal Sejarah Indonesia Dari Komunitas Bambu -

Mengenal Sejarah Indonesia Dari Komunitas Bambu


maulanayusuf.com
Dok. Pribadi

lpmindustria.com - Pemikiran kritis beberapa pemuda tentang sejarah Indonesia,melahirkan sebuah komunitas yang kini telah menerbitkan berbagai buku sejarah. Komunitas Bambu ada untuk semua kalangan yang memiliki simpati lebih terhadap sejarah.

            Sejak awal berdirinya pada tanggal 20 Mei 1998, Komunitas Bambu yang bergerak dibidang kesejarahan ini sudah banyak menerbitkan buku-buku khususnya sejarah Indonesia. Komunitas ini lahir dari pertanyaan besar para pendirinya mengenai krisis yang tengah dihadapi bangsa Indonesia. “Komunitas Bambu ini sebenarnya lahir dari pertanyaan besar soal krisis, karena ketidaktahuan, membuat kita terperosok dalam sesuatu yang membahayakan hidup kita,” jelas JJ Rizal selaku salah satu sejarawan, penulis, sekaligus salah satu pendiri Komunitas Bambu.

            JJ Rrizal juga menjelaskan bahwa sebenarnya Kominitas Bambu bukan lagi sebagai komunitas, tetapi lebih sebagai industri dari hasil pikiran-pikiran yang dijalankan segelintir minoritas kreatif. Selain itu, Komunitas Bambu juga peduli terhadap permasalahan yang terjadi di Indonesia.“Memang keprihatinan terhadap masyarakat, terutama masyarakat ada yang mengalami hongeroedem atau busung lapar. Sejarah dan efek dari penyakit busung lapar ini yang membuat krisis di Indonesia. Sehingga, Indonesia menjadi negara yang paling lama keluar dari krisis,” jelasnya mengenai dasar yang mendorongnya mendirikan komunitas ini.

JJ Rizal mengungkapkan bahwa awalnya komunitas ini bersifat umum, kemudian menjadi bagian dari publikasi pemikiran. “Pada awalnya komunitas ini bersifat terbuka, orang yang ingin tahu tentang ilmu pengetahuan sosial bisa mampir),” jelas JJ Rizal. JJ Rizal juga menambahkan bahwa, Komunitas Bambu ini juga punya pertemuan dalam bentuk diskusi buku.

            Komunitas Bambu ini cukup terkenal dikalangan masyarakat yang suka akan sejarah. Salah satunya seorang mahasiswa Politeknik STMI Jakarta, Muhammad Abdul Hakim Faqih yang telah menyukai sejarah sejak masih di bangku SMA. Menurutnya buku-buku sejarah dari komunitas ini sangat cocok untuk anak muda yang kurang tahu mengenai sejarah. “Ini komunitas yang bagus, dalam artian sekarang banyak rakyat Indonesia kurang mengenal sejarah. Sedangkan, Komunitas Bambu itu penerbit buku-buku sejarah dan sebelum itu komunitas yang bergerak di ranah sejarah juga. Komunitas ini bagus juga karena banyak mengenalkan soal sejarah-sejarah yang ada di Indonesia,” jelas Muhammad Abdul Hakim Faqih.

Kevin Kahlil

Tag:    komunitas  |  sejarah-  |  sekitar-kita  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top