Kophi, Peduli Lingkungan Lewat Edukasi -

Kophi, Peduli Lingkungan Lewat Edukasi


maulanayusuf.com

lpmindustria.com - Saat ini banyak sekali komunitas yang peduli terhadap lingkungan, tidak terkecuali komunitas Kophi yang terbentuk dari kalangan mahasiswa dari berbagai universitas yang juga peduli dengan lingkungan melalui edukasi yang mereka ajarkan kepada masyarakat.

Berawal dari suatu event yang bernama Earth Hour yang diselenggarakan oleh World Wildlife Fund (WWF), terbentuklah suatu perkumpulan bernama komunitas Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (Kophi). Pada mulanya pihak penyelenggara menjanjikan event Earth Hour ini akan berkelanjutan, namun kenyataanya berbeda. Event tersebut tidak kunjung berlanjut dan menimbulkan inisiatif para mahasiswa untuk membentuk suatu komunitas sendiri yang berlatar belakang tentang lingkungan. Akhirnya, komunitas ini pun terbentuk pada tahun 2010 tepatnya 28 Oktober oleh tiga orang pelopor dengan berbagai Universitas yang berbeda yaitu Yudistia dari Universitas Indonesia, Lidwina Marsela dari London School Of Public Relations dan Agus dari President University.

Walaupun banyak komunitas lingkungan di era sekarang ini, tetapi Komunitas Kophi mempunyai keunikannya sendiri. “Kophi bukan hanya sekedar komunitas lingkungan seperti biasanya. Tetapi, Kophi di sini juga memberikan edukasi kepada masyarakat, karena kami percaya dengan adanya edukasi maka akan menimbulkan kesadaran terhadap lingkungan,” ujar Andini selaku Ketua Komunitas Kophi.

Kegiatan Komunitas Kophi pun beragam mulai dari Kophi Panas (Kophi Peduli Sanitasi Anak), yaitu kegiatan observasi yang dilakukan disuatu daerah yang dinilai rendah kesadaran sanitasinya. Kemudian, anggota akan mengajak masyarakat setempat untuk peduli terhadap kesehatan. (“Kegiatan lainnya ada Ekoturism, yaitu ekowisata yang bekerja sama dengan perusahaan, ada pula Kophi Senusa, kegiatan menanam pohon di Bumi Pekemahan Cibubur, menanam mangrove, dan kegiatan spontan seperti sosialisasi pengurangan penggunaan plastik,” jelas Andini.

Kehadiran komunitas ini pun mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat pada umumnya. Bergabung menjadi anggota Kophi cukup mudah, setiap orang yang berusia 19 sampai 29 tahun dapat bergabung. “ Bagus ya, karena komunitas ini terdiri dari berbagai macam mahasiswa universitas yang bergabung. Jadi, bisa menambah relasi dan menambah pengalaman,” ujar Rizka, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Kophi. Komunitas Kophi pun berharap agar dapat memberikan dampak kepada masyrakat secara langsung maupun tidak langsung.

Nurlina Rahayu

Tag:    gaya-hidup  |  komunitas  |  sekitar-kita  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top