Mempermudah Aliran Informasi dalam Proses Produksi dengan Penerapan Sistem Kanban -

Mempermudah Aliran Informasi dalam Proses Produksi dengan Penerapan Sistem Kanban


maulanayusuf.com
Dok.Google

lpmindustria.com - Berawal dari sebuah ide sistem pembelian di supermarket asal Amerika. Kini, Sistem Kanban menjadi sebuah sistem yang sangat membantu proses produksi di industri

Dalam buku karangan Taiichi Ohno yang berjudul Toyota Production System: Beyond Large-Scale Production, munculnya Sistem Kanban berasal dari penerapan sistem pembelian pada sebuah supermarket asal Amerika di Jepang. Ketika produk-produk Amerika mengalir ke Jepang atau sekitar tahun 1950. Dengan sistem pembelian tersebut, pelanggan dapat memperoleh apa yang mereka butuhkan dalam waktu yang mereka butuhkan, dan dengan jumlah yang mereka butuhkan pula. Lalu, pada tahun 1953, Sistem Kanban tersebut telah diterapkan di pabrik utama milik Taiichi Ohno.

Berdasarkan buku edisi kedua yang ditulis Yasuhiro Monden dengan judul Toyota Production System: An Integrated Approach to Just-In-Time, Sistem Kanban merupakan suatu metode yang diterapkan oleh PT Toyota Motor Manufacturing dalam pelaksanaan Sistem Produksi Tepat Waktu (Just in Time) untuk mewujudkan dua konsep kunci Sistem Toyota. Konsep kunci tersebut adalah fleksibel (shojinko) yang berarti memvariasikan jumlah pekerja untuk menuntut perubahan, dan pemikiran kreatif atau ide-ide intensif (soikufu) yang berarti memanfaatkan saran pekerja.  

Ketika menerapkan Sistem Kanban, ada beberapa hal yang harus dicantumkan. “Pertama, nama part kalau ada gambar lebih baik. Kedua, banyak part dalam satu Kanban. Banyak part ini ditentukan atau disamakan dengan packaging part tersebut. Ketiga, jenis Kanban (Withdrawal Kanban atau Production Instruction Kanban). Keempat, area Kanban itu beredar sehingga tidak keluar dari areanya,” jelas Setiawan selaku Manager Production and Strategy di PT Mitsubishi Motors Kramayudha Indonesia (MMKI).

Sistem Kanban sendiri tidak memiliki standar khusus dalam penggunaannya. Setiap industri dapat mengimplementasikan Kanban tergantung dengan proses manufakturnya karena ada berbagai jenis Kanban yang dapat digunakan sesuai kebutuhannya. “Ada penggunaan kanban untuk one-piece flow proses, kanban by kanban, lot making, dan tei-tei system. Jadi, pemilihan jenis Kanban yang akan digunakan dipengaruhi oleh jenis proses apa yang digunakan,” tutur Setiawan.

Adapun, manfaat penggunaan Kanban adalah untuk menyediakan informasi pengambilan (pick up), transportasi (transport) dan produksi, mencegah kelebihan produksi (over-production) dan transportasi (over-transport), memperlihatkan masalah yang ada, dan memelihara kontrol persediaan sebagaimana yang dituliskan pada buku Toyota Production System: Beyond Large-Scale Production. Manfaat penggunaan Kanban pun dirasakan oleh Setiawan sebagai praktisi dari Sistem Kanban ini. “Dengan adanya Kanban, kita hanya produksi berdasarkan permintaan pelanggan, sehingga memiliki efek besar dalam hal pengurangan inventory. Dengan inventory yang kecil, kita bisa mengontrol kualitas produk dan tidak perlu pengadaan gudang dan orang untuk mengatur gudang tersebut. Tentu saja, kita bisa memaksimalkan aktivitas produksi dikarenakan di lini produksi kita lebih ringkas. Dengan adanya Kanban, pengiriman bisa tepat pada waktunya kepada pelanggan,” ujar Setiawan.

Seperti yang telah dituturkan di atas, Sistem Kanban diterapkan sesuai dengan proses manufakturnya, sehingga proses manufaktur harus diketahui terlebih dahulu sebelum menentukan jenis Sistem Kanban yang akan diterapkan. “Penerapan Kanban ini disesuaikan dengan proses manufacturing-nya. Setelah itu, kita bisa menentukan jenis Sistem Kanban yang harus diterapkan,” tutur Setiawan.

Ada dua jenis Kanban yang diterapkan di dalam pabrik, yaitu Withdrawal Kanban (Kanban Tarik) dan Production Instruction Kanban (Kanban Instruksi Produksi). “Di dalam manufacturing ada dua jenis Kanban. Pertama, Withdrawal Kanban (Kanban Tarik) yang berasal dari permintaan pelanggan. Kanban ini hanya beredar di area storage finish goods dan shipping. Selanjutnya, Kanban Instruksi Produksi, yaitu Kanban yang beredar pada proses produksi dan storage finish goods,” kata Setiawan.

Kedua jenis Kanban ini memiliki cara kerja yang menjadi alasan mengapa Sistem Kanban dapat menerapkan Sistem Produksi Tepat Waktu (Just in Time). “Saat ada permintaan dari pelanggan melalui Kanban Tarik, operator shipping akan mengambil barang jadi dan menukar Kanban PI yang menempel pada part dengan Kanban Tarik. Lalu, Kanban PI yang barang jadinya diambil memerintahkan proses produksi untuk memproses part sejumlah Kanban yang masuk ke produksi. Begitu seterusnya. Ini yang namanya Just in Time, hanya memproduksi barang yang tepat, dengan waktu yang tepat dan dalam jumlah yang dibutuhkan pelanggan,” ujar Setiawan.

Akbar Kasyfulloh

 

Tag:    pendidikan  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top