Yesa, Sosok Pendiri Komunitas Kakak Asuh -

Yesa, Sosok Pendiri Komunitas Kakak Asuh


maulanayusuf.com
Dok.Pribadi

lpmindustria.com - Yesa Diansari Amalia M. merupakan mahasiswi Institut Pertanian Bogor (IPB) sekaligus salah satu pendiri komunitas Kakak Asuh yang bergerak di bidang pendidikan anak. Sosok yang terlihat bersemangat tanpa mengenal lelah membuat banyak orang terinspirasi dengan dirinya.

Yesa Diansari Amalia M. adalah salah satu pendiri Komunitas Kakak Asuh. Perempuan kelahiran Jakarta, 14 Juli 1999 ini mengambil jurusan Komunikasi Pengembangan Masyarakat (KPM) di Institut Pertanian Bogor (IPB). Saat sedang duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), ia aktif berorganisasi. Hal itu membuatnya sering tidak masuk kelas. Gurunya di SMAN 6 Bekasi bahkan menyangsikan kalau ia bisa diterima di IPB. “Guru saya pun tidak yakin saya akan diterima di IPB karena dulu saya sering izin dispensasi organisasi. Namun, itu tidak mematahkan semangat saya untuk berjuang hingga akhirnya saya diterima melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN),” jelas Yesa Diansari.

Ketika semester awal perkuliahannya, ia mempunyai teman bernama Fakhri yang sering diajak diskusi mengenai topik pendidikan dan politik. Merasa resah dengan pendidikan anak-anak yang tidak mampu, ia mengajak temannya itu untuk membuat suatu komunitas. “Waktu itu saya sedang berjalan di jalan samping kiri kampus IPB. Di sana saya melihat banyak anak kecil yang mengemis, mengamen, dan tinggal di tempat itu. Saat melihat hal itu saya merasa miris dan tersentuh karena di kampus sebesar itu masih ada anak-anak yang belum mendapat pendidikan. Dari situ, saya mengajak teman saya membuat suatu komunitas,” tutur Yesa.

Sebelum memutuskan untuk membuat komunitas, Yesa dan temannya berencana untuk membuat program beasiswa di awal tahun 2018. Namun, program tersebut diganti dengan membuat komunitas karena kesulitan mendapatkan biaya bantuan. “Program beasiswa dirasa sulit karena kita hanya mahasiswa, sehingga kami bingung untuk mendapatkan uang bantuannya. Akhirnya, kami putuskan untuk membuat komunitas terlebih dahulu. Tujuannya agar mendapatkan suatu kepercayaan terlebih dahulu,” tuturnya.

Dalam pendirian komunitas ini, Yesa dan Fakhri mengajak teman-teman yang lain untuk ikut mendirikan komunitas itu. Komunitas yang dinamai komunitas Kakak Asuh ini berdiri tanggal 18 April 2018. “Komunitas ini berdiri berkat usaha Fakhri, Ghina, dan juga Aldo yang ikut serta membantu saya hingga saat ini,” ungkap Yesa.

Komunitas Kakak Asuh ini awalnya hanya ada di kota Bogor dan Bandung saja. Kini, komunitas ini sudah hadir di empat kota lain, yaitu Bekasi, Jakarta, Depok, dan Yogyakarta. Perkembangan komunitas ini merupakan hasil dari kerja keras Yesa dan teman-temannya.  “Setelah enam bulan komunitas ini berjalan, diadakan penambahan di empat kota besar, yaitu Bekasi, Jakarta, Depok, dan Yogyakarta. Waktu perluasaan itu, saya harus bolak-balik ke kota-kota tersebut. Dalam waktu dua bulan, saya hanya tidur selama dua jam. Saya juga sempat jatuh sakit padahal saya terbilang orang yang jarang sekali sakit,” ujar Yesa.

Yesa dikenal sebagai pribadi yang mudah bersahabat, ulet, serta memiliki semangat yang tinggi, khususnya, saat merintis Kakak Asuh. Saat berorganisasi, Yesa juga selalu menanamkan rasa kekeluargaan di dalamnya. “Saya mengenal Yesa di SMA. Ia adalah orang yang selalu berusaha keras membuat Kakak Asuh berjalan dengan baik. Rasa kekeluargaan terus ditanamkannya  agar terjalin ikatan yang dirasakan oleh sesama anggotanya. Siapapun akan terus bekerja keras karena adanya Yesa,” ucap Aldo Setiadi selaku teman Yesa dan pendiri Kakak Asuh.

Yesa berharap seluruh cita-cita Kakak Asuh tercapai. Ia juga berharap Kakak Asuh dapat menjadi partner pemerintah. “Ada beberapa cita-cita yang  belum tercapai, salah saatunya membuat Kakak Asuh ada di seluruh Indonesia. Kita juga ingin menjadi partner pemerintah atau pelengkap pemerintah. Hal yang paling penting adalah dampak adanya Kakak Asuh dapat dirasakan banyak orang,” tutup Yesa.

 

Hanny Kurnia Putri

 

Tag:    tokoh  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top