Virus Corona Terus Meningkat, Pariwisata Indonesia Menurun -

Virus Corona Terus Meningkat, Pariwisata Indonesia Menurun


maulanayusuf.com
Dok. rri.co.id

lpmindustria.com - Maraknya penyebaran virus Corona di banyak negara membuat pariwisata di Indonesia lesu. Untuk meningkatkan kembali pariwisata di Indonesia, pemerintah melakukan upaya untuk mengatasi hal tersebut.

Penyebaran Covid-19 (Corona Virus Disease 2019) telah menyebar luas ke banyak negara. Kasus infeksi virus ini terus meningkat hingga saat ini. Hal ini ditandai dengan semakin bertambahnya jumlah negara yang mengonfirmasi infeksi virus ini di negaranya. Dilansir dari laman kompas.com, per tanggal 11 Maret 2020 ada sekitar 103 negara tercatat telah terinfeksi virus ini. Selain itu, Covid-19 ini telah menginfeksi sebanyak 118.596 orang dan telah memakan korban jiwa sebanyak 4.262 orang. China menempati posisi pertama dengan jumlah kasus terbanyak infeksi virus ini. Walaupun wabah virus ini masih menyebar luas, setidaknya terdapat 64.406 orang telah dinyatakan sembuh dari virus Corona jenis ini.

Di Indonesia pertama kali melaporkan telah menemukan dua kasus infeksi Covid-19 ini. Hal ini telah diumumkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto, pada Senin 2 Maret 2020. Berdasarkan informasi dari halaman kompas.com, kedua orang yang terinfeksi ini telah diisolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Pemerintah melakukan upaya untuk menanggulangi penyebaran virus Corona ini dengan menutup sementara penerbangan dari dan menuju China. Akibatnya, terjadi penurunan jumlah wisatawan asing yang singgah ke Indonesia, terutama wisatawan China. Dikutip dari tempo.co, jumlah turis asing yang berkunjung ke Indonesia pada Januari 2020 hanya mencapai 1,27 orang. Jumlah ini menurun sebesar 7,62 persen month-to-month (mtm).

Penurunan jumlah turis asing yang berkunjung ke Indonesia ini juga terlihat dari anjloknya kedatangan di beberapa pintu utama di Indonesia. Misalnya, Bandara Kualanamu di Sumatera Utara kehilangan kunjungan turis asing sebanyak 13,84 persen mtm. Lalu, pelabuhan laut di Batam kehilangan kunjungan hingga 17,6 persen mtm. Komponen terakhir yang terkena dampak virus Corona ini adalah tingkat penghunian kamar (TPK) hotel. Pada Januari 2020 tercatat hanya 49,17 poin. Indeks ini turun sebesar 10,22 poin mtm dan 2,3 poin year-on-year (yoy).

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah menyiapkan diskon (potongan harga) di berbagai sektor pariwisata. “Kita diskon semua aspek, mulai dari landing fee, avturnya, hingga tiket pesawatnya,” jelas Wishnutama Kusubandio selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dikutip dari kontan.co.id. Ia mengatakan, diskon ini bersifat komprehesif. Oleh sebab itu, komponen hotel juga termasuk ke dalam diskon ini.

Akan tetapi, diskon tersebut tidak diberikan untuk seluruh destinasi wilayah di Indonesia. Diskon hanya diberikan pada destinasi wilayah yang terpengaruh dampak penyebaran virus Corona dan destinasi unggulan. "Rencananya ke Bali, Kupang, Sulawesi Utara, Bintan, dan Batam. Tetapi, kita ada rencana untuk menambah destinasi lainnya, seperti Yogyakarta, Lombok, Labuan Bajo, dan sebagainya," terang Wishnutama. Ia berharap diskon tersebut bisa efektif untuk meningkatkan wisatawan mancanegara dan juga menambah wisatawan domestik. Terkait besaran diskon ini masih perlu dibahas lebih detail lagi.

Nur Aini Afrida

Tag:    peristiwa  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top