Prodi Teknologi Rekayasa Otomotif Resmi Dibuka -

Prodi Teknologi Rekayasa Otomotif Resmi Dibuka


maulanayusuf.com
Ilustrasi.Industria

lpmindustria - Prodi TRO telah resmi dibuka dan telah dipersiapkan beberapa fasilitas penunjang. Prodi yang lebih fokus ke otomotif ini memiliki prospek yang menjanjikan untuk industri otomotif.

Politeknik STMI Jakarta telah resmi membuka program studi baru, yaitu Teknologi Rekayasa Otomotif (TRO). Berdasarkan informasi dari akun Instagram Politeknik STMI Jakarta, peresmian tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Mendikbud No. 490/M/2020 pada tanggal 30 April 2020. Sebagai Kepala Program Studi (Kaprodi) TRO, Hasan Sudrajat juga menuturkan hal yang sama. “Persiapannya sudah tiga tahun yang lalu, diajukan ke Dikti, dan baru keluar SK-nya tanggal 30 April 2020,” jelas Hasan.

Selain itu, Hasan mengatakan bahwa metode Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) untuk jurusan ini sama seperti empat jurusan lainnya, yaitu melalui Jarvis. Informasi pada laman Instagram milik Politeknik STMI Jakarta juga menyampaikan bahwa TRO telah membuka PMB dan bagi yang berminat dapat mendaftar melalui jarvis.kemenperin.go.id. Pendaftaran Jarvis sendiri dibuka pada tanggal 2 April sampai 10 Mei 2020. Hasan mengucapkan bahwa jurusan ini akan membuka satu kelas yang kemungkinan berisi dua puluh hingga tiga puluh mahasiswa pada tahun ini.

Pada artikel sebelumnya (Munculnya Jurusan Baru Teknik Rekayasa Otomotif edisi 14 September 2019 - www.lpmindustria.com) dijelaskan bahwa lulusan TRO akan diproyeksikan untuk bisa membuat mobil, karena kurikulumnya akan difokuskan pada perancangan dan pembuatan mobil. Hasan pun menjelaskan bahwa TRO merupakan jurusan yang fokus ke otomotif, seperti pembuatan mold and dies serta jig and fixture. “TRO ini betul-betul teknik otomotif. Kurikulumnya lebih ke otomotif, misalnya pabrikasi mold and dies dan jig and fixture. Lalu, profil lulusannya akan mempunyai keahlian di bidang otomotif, khususnya keempat alat  itu,” tutur Hasan. 

Kemudian karena sudah resmi menjadi prodi baru, pihak kampus telah mempersiapkan fasilitas penunjang agar dapat menciptakan lulusan seperti yang diharapkan. Hasan mengucapkan, fasilitas yang sudah ada adalah Laboratorium PIM dan CAD/ CAM. Namun, ia juga menuturkan ada beberapa alat yang masih kurang, misalnya wire cut. “Itu nanti mungkin akan ditunjang oleh industri, contohnya Toyota, Mitsubishi, dan industri komponen pembuatan mold and dies dan jig and fixture,” tambah Hasan.

Tak hanya itu, dosen pengampu untuk jurusan ini juga sudah dipersiapkan. Hasan menuturkan bahwa dosen yang mengajar di jurusan ini minimal lima puluh persen berasal dari industri dan sisanya adalah dosen Politeknik STMI Jakarta. “Mata kuliah yang bersifat teknis, seperti permesinan, membubut, elektronika, dan elektronikal sistem, diharapkan diajar langsung oleh industri,” jelas Hasan. Hasan juga menambahkan bahwa Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU), seperti Pancasila, Bahasa Indonesia, dan Agama akan diajar oleh dosen Politeknik STMI Jakarta. 

Sebelumnya, Hasan menjelaskan bahwa setidaknya ada lima puluh persen dosen pengampu berasal dari industri. Hal ini dikarenakan prodi ini akan menganut sistem pembelajaran blok atau dual system. Artinya, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di kampus tetapi juga langsung di industri. 

Saat ini, Prodi sedang mempersiapkan jadwal perkuliahan untuk semester I. “Persiapan sekarang adalah menyusun jadwal, dosen pengajar, dan menata permesinan atau workshop untuk praktikum mahasiswa,” terang Hasan. Lalu, untuk kerjasama dengan industri masih sebagian dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU). “Kerjasama MoU hanya sebagian, sebagian lagi kalau sudah berjalan. MoU mold and dies sudah ada,” jelas Hasan.

Selanjutnya, untuk pengadaan sertifikasi LSP masih belum ada dan nantinya akan dirundingkan. “LSP nanti akan dirundingkan. Rencananya pasti ada. Potensinya masih lama, mudah-mudahan dapat terlaksana,” tutur Hasan. 

Melihat prodi baru ini, Setiawan selaku Manager Production Strategy & Continuous Improvement System di PT Mitsubishi Motors Kramayudha Indonesia (MMKI) memberikan pandangan bahwa jurusan ini sangat dibutuhkan di dunia Industri. “Perkembangan otomotif saat ini sangat luar biasa, dunia industri sedang mencari para ahli dalam merekayasa dunia otomotif. Saya pikir, jurusan ini masih sedikit di Indonesia. Oleh karena itu, jurusan ini sangat dibutuhkan,” jelas Setiawan.

Selain itu, Setiawan juga berpesan kepada mahasiswa jurusan ini untuk terbuka dan aktif dalam mencari ilmu. “Harus terbuka dengan perkembangan teknologi otomotif sekarang serta banyak membaca buku tentang otomotif dan perkembangan Industri 4.0. Ilmu-ilmu yang dibutuhkan bisa didapat tidak hanya melalui perkuliahan tetapi juga melalui buku, seminar dan lainnya. Maka, aktiflah,” tutup Setiawan. 

 

Ida Amelia

Tag:    politeknik-stmi-jakarta  |  stmi  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top