Sempat Terhenti, Liga Eropa Kembali Digelar di Tengah Pandemi  -

Sempat Terhenti, Liga Eropa Kembali Digelar di Tengah Pandemi 


maulanayusuf.com
Ilustrasi.Industria

lpmindustria - Sudah dua bulan pertandingan sepak bola di seluruh dunia dilarang digelar karena pandemi. Saat ini, beberapa Liga Eropa akan kembali digelar dengan beberapa penyesuaian untuk meminimalisasi penularan Covid-19. 

Kini, para pecinta sepak bola tak perlu kecewa lagi. Pasalnya, pertandingan sepak bola yang sempat terhenti karena Covid-19 direncanakan akan dimulai kembali walaupun pandemi belum berakhir. Dalam laman tirto.id yang berjudul “Daftar Liga Eropa yang Restart & Jadwal Kompetisi Bergulir Kembali” tertulis, selain Eredivisie Belanda dan Ligue 1 Prancis yang resmi sudah disetop sepenuhnya, liga top lain, seperti Premier League, Serie A, dan La Liga, saat ini sedang bersiap melanjutkan musim 2019/2020.

Dijelaskan pula bahwa salah satu liga Eropa, Budesliga Jerman, telah menyelenggarakan pertandingan pada 16 Mei 2020.  Pertandingan dilaksanakan tanpa penonton serta dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal yang sama diberlakukan juga pada Premier League yang direncanakan memulai kompetisi pada 17 Juni 2020. Namun, hal ini belum diresmikan karena persiapan keamanan yang belum tuntas. “Hari ini (28/05/2020), untuk sementara, kami setuju melanjutkan Premier League pada Rabu, 17 Juni 2020. Tetapi jadwal ini belum bisa dikonfirmasikan hingga kami memenuhi semua persyaratan keamanan yang diperlukan karena kesehatan dan kesejahteraan semua peserta (Liga Inggris) dan supporter adalah prioritas kami,” ucap CEO Richard Masters yang dilansir melalui laman resmi Premier League.

Selain diberlakukan tanpa penonton, setiap pertandingan Liga Jerman juga akan menerapkan jarak sosial di lapangan. Dilansir dari cnnindonesia.com tepatnya pada artikel “3 Aturan Penting Liga Jerman saat Kompetisi di Kala Corona”, Kanselir Angela Merkel menegaskan Jerman akan menerapkan jarak sosial untuk menekan rasio penularan. "Di stadion, pemain dan orang-orang lain akan ditempatkan di tiga zona berbeda. Satu zona hanya untuk pemain dan staf. Lainnya untuk keperluan televisi serta personel keamanan. Zona ketiga adalah untuk semua orang yang memiliki tugas lain dalam pertandingan," kata Dokter Tim, Meyer.

Tak hanya harus mengikuti teknis saat pertandingan sebagaimana dijelaskan dalam artikel sebelumnya, para peserta beserta staf pun diharuskan untuk melakukan tes Covid-19 sehari sebelum pertandingan dimulai. “Para peserta dan anggota staf diuji dua kali per minggu sepanjang musim. Ketika ada pertandingan, pemain diuji pada hari sebelum pertandingan. Ketika mereka bermain seminggu dua kali, mereka diuji pada hari-hari sebelum pertandingan. Ini berlaku untuk pemain dan staff,” kata Meyer dikutip dari AS.

Lebih lanjut, International Football Association Board (IFAB) dan Federation Sepak Bola Internasional (FIFA) juga telah menyetujui beberapa peraturan baru, yaitu memperbolehkan pergantian lima pemain guna meminimalisasi penularan virus. Dilansir dari bola.com ditegaskan bahwa peraturan tersebut bersifat sementara. Keputusan mengenai pergantian lima pemain tersebut nantinya akan dikembalikan kepada masing-masing kompetisi. "Keputusan untuk menerapkan amandemen sementara ini akan tetap pada kebijaksanaan masing-masing penyelenggara kompetisi individu. Sementara IFAB dan FIFA akan menentukan apakah amandemen sementara ini perlu diperpanjang lebih,” ujar IFAB kepada Entertainment and Sports Programming Network (ESPN).

Dikutip dari laman mnctrijaya.com yang berjudul “Peraturan Baru dalam Sepak Bola Seusai Pandemi Covid-19”, ada sejumlah protokol khusus yang harus ditaati agar pertandingan sepak bola dapat digelar kembali. Itu semua masih menjadi pembahasan. Meskipun begitu, ada sejumlah wacana aturan baru yang sudah mencuat, seperti larangan meludah, pertandingan tanpa penonton, dan larangan bersentuhan saat tendangan sudut. 

Untuk  mempertegas larangan tersebut, FIFA memberikan izin kepada wasit untuk memberikan sanksi terhadap pemain yang melanggar peraturan. Hal ini dilansir dari jpnn.com pada postingan yang berjudul “FIFA Usulkan Sanksi bagi Pemain yang Berperilaku Tidak Sehat di Lapangan”. “Pesepak bola harus mendapatkan sanksi kartu kuning dari wasit untuk tindakan meludah dalam pertandingan karena berpotensi menyebarkan virus Corona dari cairan ludahnya," ujar Kepala Komite Medis FIFA, Michel D' Hooge. 

 

 

Aldi Ihza Maula 

Tag:    olahraga  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top