‘Perempuan’ dalam Film Kim Ji-young -

‘Perempuan’ dalam Film Kim Ji-young


maulanayusuf.com
Dok.geotimes.co.id

Judul : Kim Ji-young, Born 1982

Sutradara : Kim Do Young

Produser : Mo Il-Young

Penulis skenario : Yoo Young-ah

Pemain : Jung Yu-mi, Gong Yoo

Durasi : 118 menit

Tayang di Indonesia : 20 November 2019

Kim-Ji-young, Born 1982, film besutan sutradara Kim Do Young ini diadaptasi dari novel dengan judul yang sama. Film ini telah mendapatkan dua penghargaan yang berbeda di negara asalnya, Korea Selatan. Pertama, penghargaan yang diraih oleh Jung Yu-mi dalam Grand Bell untuk Aktris Terbaik. Kedua, penghargaan yang juga diraih oleh sang sutradara pada Seni Baeksang untuk kategori film: sutradara baru terbaik. 

Perihal jalan cerita, film ini mengisahkan tentang seorang ibu rumah tangga, Ji-young (Jung Yu-mi), yang kehilangan jati diri akibat aktivitas kesehariannya. Ibu beranak satu ini harus merelakan cita-citanya demi mengurus sang buah hati. Namun seiring berjalannya waktu, tanpa sadar ia memendam beban sebagai seorang ibu, anak, dan juga menantu. Hingga pada suatu hari, terjadi keanehan pada diri ibu rumah tangga tersebut. Suaminya, Jung Dae Hyun (Gong Yoo), yang menyadari keanehan itu merasa khawatir dan mulai pergi ke psikolog untuk berkonsultasi. Hingga akhirnya, Ji-young menyadari bahwa dirinya tidak baik-baik saja. Ia pun memberanikan diri untuk pergi ke psikolog yang telah direkomendasikan oleh suaminya.

Film Kim Ji-young, Born 1982 ini sempat menuai kontroversi di tengah masyarakat Korea Selatan. Bahkan, penayangannya sempat ditentang oleh sebagian orang karena dinilai terlalu menyalahkan kaum pria. Namun dibalik kontroversi tersebut, sang sutradara ingin menyampaikan sebuah pesan khusus tentang perjuangan seorang perempuan biasa di tengah masyarakat patriarki.  

Dibalik semua kontroversi yang ditimbulkan, karakter Kim Ji-young diperankan secara sempurna oleh Jung Yoo-mi. Melalui sosok Kim Ji-young, gejolak emosi yang dialami perempuan dalam menjalani hidupnya di tengah masyarakat sangat tersampaikan. Ia bersusah payah menuntut ilmu untuk meraih cita-citanya namun setelah menikah dan memiliki anak, ia dipaksa berhenti. Ia menyelesaikan pekerjaan rumah dengan susah payah, tapi tidak ada yang mengapresiasinya. Bahkan, ia dianggap hidup enak dengan menikmati gaji suaminya. Selain mengangkat mengenai feminisme, karya ini juga mengangkat isu kesehatan mental yang digambarkan oleh adegan frustrasi terhadap hidup yang dialami tokoh utama. 

Terlepas dari perdebatan yang ada, Kim Ji-young, Born 1982 layak untuk ditonton. Selain karena cerita yang diangkatnya, film ini mengajarkan begitu banyak pelajaran hidup. Mengajarkan bahwa kita harus menghargai setiap pekerjaan orang lain dan tidak membanding-bandingkan satu dengan yang lainnya. Tetapi di sisi lain, kisah yang ditayangkannya cukup berat sehingga tidak cocok untuk ditonton oleh anak-anak di bawah umur. Selain itu, alurnya yang maju mundur akan sedikit membingungkan jika penonton tidak fokus dalam menontonnya. 

 

Lailla Nur Viliansah    

Tag:    film  |  resensi  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top