Bersepeda, Lifestyle Baru di Tengah Pandemi  -

Bersepeda, Lifestyle Baru di Tengah Pandemi 


maulanayusuf.com
Dok. pexels.com

lpmindustria - Setelah adanya kelonggaran beraktivitas di tengah pandemi, bersepeda menjadi gaya hidup baru yang telah mendapat dukungan pemerintah. Walaupun begitu, pelaksanaannya harus tetap dilakukan sesuai cara yang benar dan mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan.

Setelah pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk beraktivitas kembali, bersepeda menjadi salah satu tren baru di masyarakat. Banyak dari mereka yang memilih bersepeda sebagai bentuk olahraga tetapi ada pula yang bersepeda karena ingin mengikuti tren yang ada. “Saya baru-baru ini mulai bersepeda lagi. Awalnya memang ikut tren saja tapi karena bersepeda ada manfaatnya jadi sekalian ambil manfaatnya,” kata Earlane, salah seorang pesepeda. 

Selain itu, bersepeda juga dipilih masyarakat untuk mengisi waktu luangnya di masa pandemi saat ini. “Setiap minggu memang biasanya bersepeda untuk olahraga. Daripada hanya diam di kamar dan tidak ada kerjaan,” kata Adit yang juga seorang pesepeda. 

Terlepas dari berbagai alasan tersebut, ada beberapa hal yang perlu diketahui agar dapat bersepeda dengan baik. Dikutip dari laman Health.detik.com pada artikel “Gowes Sehat saat Pandemi Covid-19, Ini Tips dari Pakar UGM”, Rustamadji selaku Ketua Satuan Tugas Covid-19 sekaligus dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM menyarankan agar masyarakat memperhatikan intensitas olahraganya.

Intensitas itu sendiri ditentukan oleh masing-masing orang, karena setiap orang memiliki kapasitas berbeda. Dalam artikel tersebut, Rustamadji menjelaskan bahwa olahraga yang sudah berat ditandai dengan omongan pesepeda tersebut yang sudah tidak jelas. "Artinya saat berbicara itu masih jelas, keseimbangan antara kebutuhan oksigen dan latihan tercapai," tambahnya.

Kendati demikian, dimuat dari artikel Cnn.indonesia.com yang berjudul “Manfaat Bersepeda di Tengah WFH dan PSBB”, penelitian mengatakan bahwa waktu latihan fisik yang baik untuk meningkatkan imunitas tubuh adalah 30-45 menit atau maksimal 60 menit dengan intensitas yang tidak terlalu berat. Di dalam penelitian itu pula dikatakan bahwa olahraga yang dilakukan dalam waktu yang panjang malah akan merusak imunitas tubuh.

Selain memperhatikan intensitas olahraga, menjaga jarak dan menggunakan masker saat bersepeda juga tetap harus dilakukan. Hal ini dilakukan karena tidak diketahuinya siapa yang membawa virus. "Kalau kita bersepeda iring-iringan dalam satu jalur sebenarnya jaga jarak itu tergantung kecepatan. Tapi, amannya adalah dua puluh meter jarak dalam satu jalur. Lebih aman lagi kalau kita berolahraga sendiri tidak usah janjian dengan teman di luar untuk social distancing," kata dr. Andika Raspati selaku dokter Tim Nasional Balap Sepeda Indonesia pada laman Cnn.indonesia.com.

Apabila bersepeda dilakukan dengan cara yang baik akan banyak manfaat yang akan didapat. Menurut artikel Hallosehat.com yang berjudul “Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda bagi Kesehatan”, tubuh akan memproduksi hormon Dopamin apabila melakukan aktivitas fisik, termasuk bersepeda. Hormon ini dapat meningkatkan rasa bahagia sehingga dapat mengurangi stress bahkan depresi.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Andika pada artikel dari Cnn.indonesia.com sebelumnya. “Karena orang-orang yang WFH itu kan stress, depresi karena di rumah saja. Jadi, kalau melakukan latihan fisik seperti bersepeda akan muncul hormon dan zat-zat yang bisa menimbulkan rasa senang,” jelas Andika. 

Terkait dengan tren bersepeda ini, pemerintah telah memberikan dukungan terhadap aktivitas ini sejak sebelum adanya pandemi Covid-19 ini. Dukungan dari pemerintah ini dibuktikan dengan adanya fasilitas pendukung untuk para pesepeda, misalnya jalur sepeda. Hal ini sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 54.

Baru-baru ini pula, Pemerintah DKI Jakarta telah membuat fasilitas bike sharing atau layanan peminjaman sepeda di beberapa titik di kota Jakarta. "Terdapat sembilan titik parkir sepeda gowes. Tersedia dua ratus unit sepeda dengan jam operasionalnya adalah 06.00-18.00 WIB," bunyi unggahan pada akun Instagram @dishubdkijakarta.

Uji coba layanan tersebut juga sudah dilakukan sejak 3 Juli lalu, sebagaimana yang telah direncanakan pada tahun kemarin. “Untuk bike sharing, kami arahkan memang ke pusat-pusat kegiatan. Tujuannya adalah dia menjadi last mile untuk di tujuan akhir si pelaku perjalanan,” ujar Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, yang dimuat artikel Kompas.com dengan judul “Pemprov DKI Akan Sediakan Layanan Bike Sharing Umum”.

 

Aldi Ihza Maula

Tag:    gaya-hidup  |  kesehatan  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top