Pentingnya Kemampuan Literasi guna Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat -

Pentingnya Kemampuan Literasi guna Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat


maulanayusuf.com
Dok.Pribadi

lpmindustria - Minimnya minat baca masyarakat di Indonesia mengakibatkan turunnya kemampuan literasi yang dimiliki masyarakat Indonesia. Sebab, literasi merupakan kemampuan yang sangat penting dalam proses penerimaan dan pengolahan ilmu pengetahuan. 

Dalam berbahasa terdapat beberapa unsur keterampilan yang perlu dimiliki semua orang, diantaranya mendengarkan, mengungkapkan, membaca, dan menulis.  Dalam jurnal berjudul “Upaya Meningkatkan Minat Baca sebagai Sarana untuk Mencerdaskan Bangsa”, seorang penulis novel bernama Suharmono Kasiyun menjelaskan bahwa minat baca merupakan kunci kemajuan suatu bangsa. 

Namun berdasarkan studi “Most Literred Nation in the World 2016” yang dikutip dari Republika (20/02/2018), Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat baca. Dengan demikian dapat dilihat bahwa Indonesia sudah mulai kehilangan minat membaca. Hal ini tentu akan berdampak kepada kemampuan literasi masyarakat di Indonesia. 

Literasi sendiri adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, serta memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini dapat dinyatakan bahwa kemampuan literasi sangatlah penting karena kurangnya kemampuan tersebut dapat menimbulkan terjadinya logical fallacy (baca: kesesatan berpikir) dan berkurangnya kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis.

Irving Marmer Copi, seorang filsuf asal Amerika menjelaskan bahwa logical fallacy adalah suatu proses bernalar yang salah. Jadi, logical fallacy adalah kesesatan berpikir yang muncul karena proses penalaran yang salah sehingga argumen yang dikemukakan juga salah. Hal ini terjadi akibat kemampuan literasi yang kurang sehingga berdampak pada sudut pandang serta penalaran yang bekerja dengan tidak seharusnya. 

Selanjutnya, menurut jurnal berjudul “Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kreatif Matematik dengan Pendekatan Model Eliciting Activities (MEAs) pada Siswa” karya Euis Istianah, berpikir kritis merupakan kegiatan menganalisis gagasan, membedakan secara tajam, memilih, mengidentifikasi, mengaji, dan mengembangkannya ke arah yang lebih baik. Maka dari itu, berpikir kritis dapat meminimalkan terjadinya kesalahan dalam memahami dan mengartikan suatu gagasan.

Jika seorang memiliki kemampuan literasi yang baik, kemampuan dalam menerima, menggunakan, memilih, hingga menyeleksi informasi  yang ada juga akan meningkat. Hal tersebut merupakan langkah awal agar masyarakat tidak tersesat dengan pola pikir yang salah akan suatu informasi. Oleh sebab itu, kemampuan literasi yang baik sangat mendukung keberhasilan seseorang dalam menangani berbagai persoalan. Dengan kemampuan tersebut, seseorang tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan tetapi juga bisa mengabadikan sebuah pengalaman yang akan menjadi acuan di masa yang akan datang. 

Menurut Kirsch dan Jungeblut dalam buku Literacy: Profile of America’s Young Adult, literasi didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam menggunakan informasi untuk mengembangkan pengetahuan sehingga mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Dengan begitu, kemampuan literasi masyarakat yang baik akan membangkitkan Indonesia dari keterpurukan dan menjadi siap bersaing dengan negara lain yang jauh lebih unggul dari tanah air kita ini.

              

Kevin Kahlil

 

Tag:    opini  |  


BERITA TERKAIT

TULIS KOMENTAR

Top