<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>alumni-stmi Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/alumni-stmi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/alumni-stmi/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jan 2025 07:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>alumni-stmi Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/alumni-stmi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Muhammad Iqbal Maulana, Wisudawan Terbaik Prodi TKP Angkatan 2019</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/muhammad-iqbal-maulana-wisudawan-terbaik-prodi-tkp-angkatan-2019/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/muhammad-iqbal-maulana-wisudawan-terbaik-prodi-tkp-angkatan-2019/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Dec 2023 17:39:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[alumni-stmi]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[tkp]]></category>
		<category><![CDATA[wisuda]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Sebagai wisudawan terbaik dari jurusannya, Muhammad Iqbal Maulana memiliki banyak pengalaman berharga. Meski sibuk selama kuliah, Iqbal sukses meraih prestasi tinggi dan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/muhammad-iqbal-maulana-wisudawan-terbaik-prodi-tkp-angkatan-2019/">Muhammad Iqbal Maulana, Wisudawan Terbaik Prodi TKP Angkatan 2019</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="color:#000000"><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong><em> Sebagai wisudawan terbaik dari jurusannya, Muhammad Iqbal Maulana memiliki banyak pengalaman berharga. Meski sibuk selama kuliah, Iqbal sukses meraih prestasi tinggi dan mendapat tawaran lanjut kerja saat menyusun Tugas Akhir.</em></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="color:#000000">Politeknik STMI Jakarta telah menggelar Wisuda tahun 2023 di Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 28 November 2023. Acara tersebut dihadiri oleh para lulusan, orang tua, serta tamu undangan dari luar, salah satunya lingkungan Kementerian Perindustrian. Selain pemberian gelar kepada para wisudawan, acara ini juga menampilkan penghargaan khusus bagi beberapa mahasiswa terbaik yang menjadi perwakilan dari setiap program studinya.</span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="color:#000000">Muhammad Iqbal Maulana, akrab dipanggil Iqbal, merupakan peraih gelar wisudawan terbaik mewakili program studi Teknik Kimia Polimer (TKP) angkatan 2019. Iqbal berhasil mencapai lulusan terbaik dari Teknik Kimia Polimer dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,85.</span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="color:#000000">Selama masa perkuliahan, Iqbal menghadapi tantangan sebagaimana halnya mahasiswa pada umumnya. Pada tahun pertama, ia masih mengikuti perkuliahan secara konvensional dengan tatap muka. Namun, sejak munculnya pandemi COVID-19, perkuliahan terpaksa beralih menjadi pembelajaran daring yang mengakibatkan keterbatasan ruang gerak.</span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="color:#000000">&ldquo;Karena kita angkatan pertama yang menjalankan dua kehidupan berbeda, maka dari itu diperlukan adaptasi yang ekstra.&rdquo; ungkap Iqbal.</span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="color:#000000">&ldquo;Sebelumnya, kita dapat mengajukan pertanyaan langsung kepada dosen mengenai materi perkuliahan dan memiliki akses ke perpustakaan. Namun, karena adanya pandemi, ruang gerak kita menjadi terbatas.&rdquo; lanjut Iqbal.</span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="color:#000000">Selama menjalani studi di Politeknik STMI Jakarta, Iqbal aktif berpartisipasi dalam beberapa kegiatan organisasi. Pada awalnya, dia menjadi Wakil Kepala Departemen Hubungan Antar Lembaga di Ikatan Mahasiswa Teknik Kimia (IMTEK) selama periode pertama, kemudian menjabat sebagai Kepala Departemen Hubungan Antar Lembaga selama periode kedua. Selain itu, Iqbal juga terlibat dalam Forum Lembaga Mahasiswa Perindustrian Indonesia (FLMPI) dengan peran sebagai staf di Divisi Kaji dan Strategis. Iqbal juga aktif berkoordinasi dan berkomunikasi dengan berbagai kampus, khususnya dalam bidang teknik kimia. Terakhir, Iqbal juga memiliki kesibukan aktivitas di luar kampus, termasuk pekerjaan waktu lepas (<em>freelance)</em>.</span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="color:#000000">Dengan berbagai kegiatan yang diikuti oleh Iqbal, baik di dalam maupun di luar kampus, Iqbal menerapkan pendekatan khusus dalam manajemen waktu, yakni dengan memprioritaskan waktu. Ia menggunakan empat poin untuk memetakan prioritas, yakni kegiatan yang penting dan mendesak, kegiatan yang penting namun tidak mendesak, kegiatan yang tidak penting namun mendesak, dan kegiatan yang tidak penting serta tidak mendesak.</span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="color:#000000">&ldquo;Pendekatan khusus dalam manajemen waktu ini memberi saya keberanian untuk mengambil bagian dalam himpunan, berpartisipasi dalam kegiatan tertentu, atau bahkan tetap fokus pada pembelajaran dan tugas-tugas lainnya. Contohnya, ketika terdapat kuis dan acara himpunan yang bersamaan, kita dapat menyelesaikannya dengan cara memprioritaskan waktu yang dimiliki.&rdquo; Jelas Iqbal tentang Manajemen Waktu yang ia terapkan.</span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="color:#000000">Selama masa studinya Iqbal memiliki beberapa teman yang mengenal baik dirinya, salah satunya yaitu, Raihan Tegar atau akrab disapa Tegar, sahabat Iqbal sejak semester 1 hingga 8 di perkuliahan. Tegar mengakui bahwa Iqbal merupakan individu yang senang membantu teman, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik. Jadi, saat Iqbal dinyatakan meraih predikat lulusan terbaik, hal tersebut tidak terlalu mengejutkan, mengingat Iqbal sudah tampak menonjol di angkatan 2019. Tegar berharap agar ilmu yang diperoleh Iqbal dapat diaplikasikan dengan baik ke untuk depannya dan semoga sikap Iqbal tetap konsisten dan tidak berubah.</span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="color:#000000">&ldquo;Semoga ilmu yang didapatkan dapat diterapkan ke depan nya dan harapan saya semoga sikap Iqbal tidak berubah dikarenakan tekanan pekerjaan&rdquo; jelas Tegar tentang harapannya untuk Iqbal.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;</span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="color:#000000">Sebagai lulusan terbaik, Iqbal memberikan saran untuk menetapkan tujuan kuliah sebagai motivasi utama untuk terus maju. Iqbal juga menyarankan untuk mengenal karakter dosen dalam perkuliahan, rajin mencatat, dan mencari lingkungan yang mendukung untuk meraih kemajuan bersama. Iqbal juga berharap bahwa pencapaiannya sebagai lulusan terbaik dapat menjadi modal untuk terus maju, berkembang, dan bahkan memberikan manfaat kepada banyak orang.</p>
<p><strong>Penulis: Nisrina&nbsp;<br />
Editor: Rahma Dhini Arifah</strong></span></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/muhammad-iqbal-maulana-wisudawan-terbaik-prodi-tkp-angkatan-2019/">Muhammad Iqbal Maulana, Wisudawan Terbaik Prodi TKP Angkatan 2019</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/muhammad-iqbal-maulana-wisudawan-terbaik-prodi-tkp-angkatan-2019/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kosongnya BEM Politeknik STMI Jakarta Periode 2020/2021</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/kosongnya-bem-politeknik-stmi-jakarta-periode-20202021/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/kosongnya-bem-politeknik-stmi-jakarta-periode-20202021/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 May 2021 11:32:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[alumni-stmi]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[ika-alumni]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Timbulnya berbagai permasalahan di tengah terpaan pandemi Covid-19 turut berdampak pada BEM Periode 2020/2021 yang mengalami kekosongan. Adapun kekosongan tersebut dilatarbelakangi oleh</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/kosongnya-bem-politeknik-stmi-jakarta-periode-20202021/">Kosongnya BEM Politeknik STMI Jakarta Periode 2020/2021</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Timbulnya berbagai permasalahan di tengah terpaan pandemi Covid-19 turut berdampak pada BEM Periode 2020/2021 yang mengalami kekosongan. Adapun kekosongan tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa&nbsp; penyebab</em><em>, upaya-</em><em>upaya pun telah dilakukan</em><em> untuk mengatasinya</em><em>.</em></p>
<p style="text-align:justify">Di tengah pandemi yang tak kunjung usai, BEM Politeknik STMI Jakarta periode 2020/2021 mengalami kekosongan. Adapun penyebab kekosongan ini disampaikan oleh Faiz Senjaya selaku Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) periode 2019/2020. Salah satu diantaranya lantaran tidak adanya calon presiden mahasiswa (presma) dan wakilnya (wapresma). &ldquo;DPM sudah mencoba untuk membuat Open Recruitment Presma dan Waprema, tapi antusias dari mahasiswa sendiri pun berkurang,&quot; tutur Faiz.</p>
<p style="text-align:justify">Tak hanya itu, ia menyebut kekosongan BEM ini turut disebabkan oleh hilangnya Presma Kabinet Bersatu tersebut. Menurutnya, ketidakhadiran Presma di beberapa momentum kegiatan&nbsp; menimbulkan anggapan bahwa BEM sedang tidak baik. &ldquo;Tentunya, minat dari peserta yang akan mencalonkan menjadi berkurang,&rdquo; kata Faiz.</p>
<p style="text-align:justify">Terakhir, menurutnya, para peserta memiliki kekhawatiran tersendiri melihat cukup banyaknya permasalahan yang harus dikerjakan dan diselesaikan. &ldquo;Seperti halnya, permasalahan terkait gedung sekretariat, dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), serta nasib Ormawa kedepannya,&rdquo; sebutnya.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut, ia turut menegaskan bahwa dengan melihat kejadian yang belakangan ini terjadi, BEM tampak gagal menjadi inisiator mahasiswa. &ldquo;Padahal BEM sebagai Eksekutif yang memandu menyelesaikan masalah, tetapi justru mahasiswa saat ini harus melihat tidak adanya inisiatif BEM untuk menyelesaikan masalah,&rdquo; tegasnya.</p>
<p style="text-align:justify">Ia juga turut membantah isu yang telah beredar terkait sanksi sosial yang dikeluarkan oleh DPM periode 2019/2020 menjadi salah satu penyebab kekosongan ini. Pemberian sanksi tersebut didasari oleh ketidakhadiran lima menteri dari kabinet bersatu pada Sidang Terbuka (26/9/2020). &ldquo;Sudah tertulis dalam AD/ART terkait kehadiran tersebut, kenapa BEM tidak mengikuti aturan yang berlaku dengan menghadirkan para menterinya,&rdquo; ungkapnya. Adapun pemberian sanksi tersebut murni dihasilkan melalui rapat KBM periode 2019/2020 yang turut disetujuinya dengan menyiarkan nama-nama menteri yang tidak hadir.</p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan penyebab yang telah disampaikan oleh Ketua DPM periode lalu, ia pun mengaku bahwa pihaknya telah mengupayakan&nbsp;semaksimal mungkin. Diantaranya yaitu melakukan <em>follow</em> <em>up </em>kepada BEM periode 2019/2020. &ldquo;Saat menghubungi Yudhi Anggara selaku Presma periode 2019/2020 memang agak sulit, namun alhamdulillahnya Aziz selaku Wapresma periode tersebut cukup komunikatif,&rdquo; jelas Faiz. Lanjut ia berkata bahwa ternyata hal ini turut dirasakan oleh Aziz. &ldquo;Bahkan, Wapresmanya bilang kalau Presmanya tidak bisa dihubungi,&rdquo; ucapnya.</p>
<p style="text-align:justify">Selain itu, Faiz turut menyatakan bahwa telah dilakukan perpanjangan masa Oprec. &ldquo;Sudah diperpanjang hingga batas akhir, namun tetap tidak ada yang mendaftar,&rdquo; ujarnya. &nbsp;Hal ini pun juga turut disampaikan oleh Nurlina Rahayu, sebagai anggota KPRM periode 2019/2020. &ldquo;Oprec untuk presma dan wapresma pertama kali dibuka pada 23 September 2020 hingga 10 Oktober 2020. Kita <em>souding</em> saat itu ke seluruh angkatan mahasiswa aktif dan telah menyebarkan pamflet ke media sosial, tetapi tidak ada yang mendaftar atau mencalonkan,&rdquo; ungkapnya</p>
<p style="text-align:justify">Tak berhenti sampai disitu, waktu Oprec tersebut diperpanjang dari tanggal 22 Oktober-28 Oktober 2020. Namun, perpanjangan ini menurutnya tidak membuahkan hasil. Adapun ia turut menjelaskan bahwa perpanjangan waktu ini berdasarkan Tap pasal 46 ayat 2 (poin b) terkait mekanisme Pemilihan Raya (Pemira) Presma dan Wapresma. Ayat tersebut berisi bahwa jika tidak ada calon presma dan wapresma yang mendaftar sampai waktu yang ditentukan oleh KPRM, maka waktu pendaftaran ditambah tujuh hari. &ldquo;Penyusunannya itu dilakukan oleh Biro Perencanaan Data dan Pengawasan (PDP), ketua KPRM, wakil KPRM, serta DPM komisi B,&rdquo; ucap Lina.</p>
<p style="text-align:justify">Terakhir, Oprec kembali dibuka pada tanggal 2 November-5 November 2020. Namun, lagi-lagi tidak ada yang mendaftar untuk mencalonkan sebagai Presma dan Wapresma. Lina juga mengatakan bahwa pihak KPRM juga selalu membantu untuk menyebarkan informasi melalui personal mahasiswa.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa akhirnya Pemira Presma dan Wapresma tidak dilaksanakan karena tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan pada Ketetapan DPM Politeknik STMI Jakarta. Tertuang pada pasal 46 ayat 2 (Poin a) terkait mekanisme Pemira Presma dan Wapresma. Berisikan bahwa Pemira Presma dan Wapresma akan terlaksana jika sekurang-kurangnya diikuti oleh dua pasang calon presma dan calon wapresma yang lolos verifikasi.</p>
<p style="text-align:justify">Faiz menerangkan bahwa DPM hanyalah fasilitator yang pada akhirnya menginisiasikan diskusi kepada KBM terkait persoalan hal tersebut. Setelah mengetahui peserta tidak ada, maka diadakan diskusi dengan KBM maunya seperti apa. &ldquo;Mungkin saja dari Ormawa mempunyai sosok yang dapat dicalonkan sebagai Presma dan Wapresma,&rdquo; tuturnya. Akan tetapi, hal ini masih juga tetap tidak terlaksana.</p>
<p style="text-align:justify">Dengan demikian, Faiz juga mengatakan bahwa Ikatan Alumni (IKA) STMI pun turut memberikan saran yaitu dengan membuat BEM darurat setelah Sidang Umum (SU). &nbsp;IKA STMI pun menyampaikan kepada Faiz agar jangan sampai BEM ini benar-benar tidak ada atau kosong. Jadi untuk sistem ini, IKA STMI menyarankan bahwa siapa pun dari masing-masing Ormawa yang dianggap dapat memimpin BEM maka dapat dipilih tanpa melalui Pemira.</p>
<p><strong>Penulis: Hanny Kurnia Putri<br />
Editor: Silvia Andini</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/kosongnya-bem-politeknik-stmi-jakarta-periode-20202021/">Kosongnya BEM Politeknik STMI Jakarta Periode 2020/2021</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/kosongnya-bem-politeknik-stmi-jakarta-periode-20202021/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kopi dalam Perspektif Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Manajemen Industri</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/kopi-dalam-perspektif-ikatan-keluarga-alumni-sekolah-tinggi-manajemen-industri/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/kopi-dalam-perspektif-ikatan-keluarga-alumni-sekolah-tinggi-manajemen-industri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2020 10:11:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[alumni-stmi]]></category>
		<category><![CDATA[ika-alumni]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Layaknya minuman kopi yang tak lekang oleh zaman dan bersifat adaptif, pengurus IKA STMI yang terpilih selanjutnya diharapkan akan mampu mengembangkan dan menyatukan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/kopi-dalam-perspektif-ikatan-keluarga-alumni-sekolah-tinggi-manajemen-industri/">Kopi dalam Perspektif Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Manajemen Industri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Layaknya minuman kopi yang tak lekang oleh zaman dan bersifat adaptif, pengurus IKA STMI yang terpilih selanjutnya diharapkan akan mampu mengembangkan dan menyatukan para alumni STMI.</em></p>
<p style="text-align:justify">Sebagian besar alumni Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI) tentunya mengenal kopi. Saat masih menjadi mahasiswa, kopi menemani kita begadang untuk mengerjakan tugas kuliah. Bahkan, minuman kopi menjadi <em>trademark</em> ketika mengerjakan tugas mata kuliah Plant Layout (PLO) dan merupakan salah satu pasangan bagi perokok.</p>
<p style="text-align:justify">Saat itu, semua mahasiswa STMI tidak peduli dengan jenis kopi yang diminumnya. Terasa manis ataupun pahit, hal yang penting adalah ada kopi, minum bersama, serta berpikir untuk mengerjakan tugas PLO sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Di waktu tersebut juga, kita menjadi peminum kopi karena memiliki kesamaan nasib, yaitu mengerjakan tugas PLO. Selain itu, idealisme kita adalah berorientasi untuk menyelesaikan tugas PLO dan mendapatkan nilai yang bagus.</p>
<p style="text-align:justify">Kemudian setelah lulus dari STMI pun, beberapa dari kita tetap meminum kopi walaupun sudah memiliki profesi yang berbeda-beda. Saat menjadi karyawan, baik di perusahaan negeri maupun swasta, orientasi dalam meminum kopi sudah tidak sama ketika menjadi mahasiswa.</p>
<p style="text-align:justify">Orientasi kita sudah berkembang dan disesuaikan dengan kebutuhan dari tuntutan nilai-nilai kehidupan saat berusaha dan/ atau bekerja, diantaranya sebagai sarana perkenalan, pengakraban relasi bisnis, dan atau melakukan proses lobi untuk proyek bisnis. Selain itu sebagai stimulus pemikiran dalam menyelesaikan pekerjaan sebagai pejabat negara atau wirausaha. Bisa pula sebagai sarana menyelesaikan pekerjaan dengan rekan bisnis, menyusun dan menyelesaikan kesepakatan kerja bersama, penyelesaian konflik perburuhan, atau menjadi penutup makan malam dalam &lsquo;<em>deal</em> bisnis&rsquo;, dan banyak lagi orientasi yang lainnya pada acara minum kopi.</p>
<p style="text-align:justify">Selain terjadi perubahan orientasi, terdapat pula perubahan cita rasa terhadap minum kopi. Pengetahuan kita terhadap kopi pun semakin berkembang, kita dapat menentukan jenis kopi yang akan kita minum, misalnya robusta, arabica<em>, </em>atau campuran keduanya.</p>
<p style="text-align:justify">Selanjutnya, kita pun mulai menentukan tempat untuk meminum kopi, baik di kafe, hotel bintang lima, kedai kopi, warung kopi, maupun tempat lainnya. Tempat minum kopi menjadi bentuk orientasi yang berkembang sejalan dengan jabatan, harga diri, dan kemewahan yang dimiliki oleh masing masing alumni.</p>
<p style="text-align:justify">Perubahan orientasi karena perkembangan tersebut melekat pada masing-masing alumni tidak dapat diintervensi dan disamakan antara satu dengan lainnya, sebab kenikmatan minum kopi setiap alumni sudah berbeda. Ada alumni STMI yang sudah sangat puas dengan meminum segelas kopi seharga Rp5.000,00 dari kedai kopi. Namun, ada juga alumni STMI yang merasa senang saat minum kopi di Hotel Mulia dengan harga Rp300.000,00 untuk secangkir kopinya.</p>
<p style="text-align:justify">Selain orientasi minum kopi, setiap alumni STMI pun dapat memiliki cara meminum kopi yang tidak sama. Adapun cara meminum kopi yang dilakukan adalah dengan meminum sedikit demi sedikit dari gelas yang masih terasa panas, meneguk kopi melalui pinggiran piring kecil setelah kopi dituangkan, meniup-niup udara dari mulut ke gelas kopi dan meminumnya perlahan lahan, menuangkan kopi panas pada dua gelas yang berbeda untuk mendinginkan kopi sebelum diminum, atau membiarkan kopi di gelas sampai dingin baru diminum.</p>
<p style="text-align:justify">Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa alumni STMI adalah mahasiswa yang dulu memiliki kesamaan orientasi, namun saat ini terjadi pergeseran orientasi tersebut seiring berjalannya waktu. Sekarang, kesamaan yang dimiliki oleh alumni STMI adalah kita pernah berkuliah di STMI.</p>
<p style="text-align:justify">Dengan melihat hal tersebut, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) STMI harus mampu menampung para alumni yang berbeda orientasi dan cita rasa kedalam wadah kekeluargaan serta kebanggaan almamater<strong>. </strong>Selanjutnya, IKA STMI juga harus dapat membangun visi dan misi yang baru berpikir pada kekeluargaan alumni. Tidak hanya sekadar visi dan misi berbisnis bersama, tetapi juga saling memanfaatkan.</p>
<p style="text-align:justify">Sebagai alumni yang berasal dari almamater yang mengajarkan pentingnya produktivitas dan peningkatan nilai tambah sudah selayaknya IKA STMI menjadi organisasi yang selalu memiliki produktivitas tinggi dan memberikan nilai tambah kepada setiap anggotannya. Oleh sebab itu, para pengurus yang terpilih nantinya harus mampu menyatukan para alumni yang meminum kopi di kedai kopi hingga hotel bintang lima. Selain itu, mereka juga harus melakukan tindakan yang sistematis dan tegas, sehingga tidak mendiamkan suatu masalah seperti meminum kopi setelah kopinya dingin.</p>
<p style="text-align:justify">Kebutuhan organisasi kedepannya tidak dipengaruhi oleh teknologi yang berkembang perkembangan teknologi atau revolusi industri 4.0 ataupun 5.0, tetapi perilaku anggotanya dalam memanfaatkan teknologi tersebut. Alumni STMI bukanlah manusia yang hanya terkagum-kagum kepada teknologi atau revolusi industri, melainkan dapat memanfaatkan teknologi itu sebagai <em>tools</em> dalam perkembangan organisasi IKA STMI.</p>
<p style="text-align:justify">Banyak organisasi bisnis yang besar dan dianggap tidak mungkin runtuh. Namun saat ini, mereka hanyalah sekadar catatan sejarah. Mereka menggunakan teknologi yang tak terkalahkan pada saat itu, namun runtuh sebab mereka berperilaku seakan teknologi yang dimiliki merupakan sesuatu yang kekal.</p>
<p style="text-align:justify">Alumni STMI yang merupakan mahasiswa di era tahun 70-an dan 80-an adalah manusia yang mengalami transisi teknologi analog ke digital. Tidak hanya itu, mereka juga sempat merasakan suara ketukan mesin ketik dan mereka bermain media sosial di ponsel pintar atau laptopnya dengan nyaman saat ini, mereka pernah mendengarkan musik melalui pita kaset dan bermain gitar di lereng gunung. Lalu sekarang, mereka mampu menikmati musik digital dimanapun. Mereka juga merasakan bagaimana menulis surat untuk kekasihnya di selembar kertas yang berhiaskan gambar-gambar cinta dan mengirim surat melalui kantor pos. Saat ini, mereka pun terbiasa untuk menulis di <em>e-mail</em>, <em>chatting</em>, Facebook, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify">Seyogyanya IKA STMI adalah organisasi yang mampu tumbuh dan berkembang memiliki kemampuan lebih adaptif, seperti halnya minum kopi yang tak lekang oleh zaman. Selamat melaksanakan Musyawarah Nasional IKA STMI.</p>
<p style="text-align:right"><strong>Alumni STMI</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/kopi-dalam-perspektif-ikatan-keluarga-alumni-sekolah-tinggi-manajemen-industri/">Kopi dalam Perspektif Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Manajemen Industri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/kopi-dalam-perspektif-ikatan-keluarga-alumni-sekolah-tinggi-manajemen-industri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
