<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>augmented-reality Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/augmented-reality/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/augmented-reality/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jan 2025 07:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>augmented-reality Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/augmented-reality/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Memasuki Era Virtual dengan Kemajuan Augmented Reality yang Semakin Realistis</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/memasuki-era-virtual-dengan-kemajuan-augmented-reality-yang-semakin-realistis-/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/memasuki-era-virtual-dengan-kemajuan-augmented-reality-yang-semakin-realistis-/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jun 2024 16:06:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[augmented-reality]]></category>
		<category><![CDATA[infotek]]></category>
		<category><![CDATA[internasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Dalam era digital yang semakin maju, teknologi augmented reality (AR) telah membawa perubahan besar dalam cara kita berinteraksi dengan perangkat pintar. Apple Vision</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/memasuki-era-virtual-dengan-kemajuan-augmented-reality-yang-semakin-realistis-/">Memasuki Era Virtual dengan Kemajuan Augmented Reality yang Semakin Realistis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Dalam era digital yang semakin maju, teknologi augmented reality (AR) telah membawa perubahan besar dalam cara kita berinteraksi dengan perangkat pintar. Apple Vision Pro dan Google Glass adalah dua contoh inovasi terdepan dalam teknologi ini. Kedua perangkat ini, meskipun berbeda dalam fitur dan teknologi, menunjukkan potensi besar AR dalam meningkatkan kualitas hidup kita.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Apple Vision Pro merupakan <em>headset</em> dengan fitur-fitur inovatif yang dapat berinteraksi dengan perangkat pintar. Apple Vision Pro memiliki fungsi <em>entertainment</em> misalnya untuk menonton. Hal itu dikarenakan layar serta suara yang ditampilkan sangatlah bagus. Apple Vision Pro memiliki 2 mode, yang pertama adalah <em>fast true</em> yaitu menggabungkan antara dunia asli dengan konten <em>virtual</em>, dan yang kedua mode <em>full virtual</em> yaitu Apple Vision Pro menampilkan video <em>virtual</em> yang digabungkan dengan&nbsp;<em>sound&nbsp;effect</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya Google Glass, merupakan komputer mini dalam bentuk kacamata 1,2 cm <em>display</em> yang dapat merekam, memfoto, serta melakukan video <em>chat</em>. Selain itu, Google Glass juga dapat dipakai untuk mengakses internet, mengecek jadwal, dan mengecek kepadatan lalu lintas yang akan dilalui.</p>
<p style="text-align: justify;">Apple Vision Pro menawarkan kanvas <em>augmented reality</em>, yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan perangkat hanya menggunakan mata, tangan, dan suara pengguna. Apple Vision&nbsp; Pro juga mampu menghadirkan layar dengan resolusi setara dengan TV 4K yang membuat tampilannya lebih jernih.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan Apple Vision Pro, Google Glass menawarkan memori sebesar 12 GB yang dapat disinkronisasikan dengan <em>google&rsquo;s cloud storage</em>, memiliki baterai yang kuat bertahan seharian penuh meskipun dipakai pada aplikasi yang membutuhkan daya besar seperti <em>hangouts dan video recording</em>, serta Goggle Glass hanya menggunakan suara untuk memerintahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Perbedaan signifikan yang dapat dilihat dari kedua produk tersebut adalah teknologinya. Apple Vision Pro lebih canggih dibandingkan Google Glass, yakni dapat merespon perintah melalui mata, suara, dan gerakan tangan, sedangkan Google Glass hanya dengan suara saja sebagai perintahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Perbedaan kedua terletak pada bentuk dan resolusi lensanya. Pada Apple Vision Pro berbentuk menutupi hampir sebagian wajah dan lensanya memiliki resolusi 4k, berbeda dengan Google Glass yang hanya berbentuk kacamata dan lensa berukuran 1,2cm saja. Pada Apple Vision Pro juga memiliki lebih banyak aplikasi atau informasi yang ditampilkan, berbeda dengan Google Glass yang masih sedikit informasi dan aplikasinya. Dengan hal tersebut membuat Google Glass memiliki ketahanan baterai yang lebih lama dibandingkan Apple Vision Pro, sehingga Google Glass lebih efisien dalam pemakaian&nbsp;sehari&nbsp;hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Brian pada channel YouTubenya yaitu Brian Solid, Apple Vision Pro memiliki kualitas barang yang baik serta nyaman saat digunakan, tetapi masih terdapat kekurangan yaitu memiliki beban cukup berat sekitar 600-650 gr yang akan pegal jika dipakai terlalu lama, serta pada Apple Vision Pro memiliki kekurangan yaitu dapat terlihat <em>blur</em> jika digunakan oleh orang yang mengidap mata <em>minus</em>, tetapi apple telah memberikan solusinya yaitu semacam penambah lensa pada bagian dalam yang dapat diatur sesuai dengan <em>minus</em> atau <em>plus</em> dari mata kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada Apple Vision Pro juga memiliki dua kategori pada saat digunakan, yang pertama ada mode <em>fast true</em> yaitu kita dapat melihat dunia asli dengan konten <em>virtual</em>, dan yang kedua bisa digunakan dengan mode <em>full virtual</em>. Pada mode <em>fast true</em> Apple Vision Pro ini memiliki delay 12 ms, yang saat dipakai seperti tidak ada <em>delay</em> atau <em>real time</em>, tetapi dikarenakan Apple Vision Pro memakai kamera, terdapat beberapa perbedaan dibandingkan dengan melihat secara langsung, seperti adanya resolusi, dan jika melihat terlalu dekat maka gambar yang ditampilkan akan <em>blur</em> seperti kamera pada umumnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya ada mode <em>full virtual</em> pada mode ini Apple Vision Pro menampilkan gambar atau informasi tetapi tanpa adanya gambar dunia sekitar melainkan pengguna dapat memilih latar seperti apa yang diinginkan, serta pada mode ini terdapat <em>sound effect</em> yang menyesuaikan dengan latar pilihan kita. Selain mode tersebut, Apple Vision Pro juga memiliki <em>eye tracking yang </em>cepat dan hampir 100% akurat, serta dapat menampilkan <em>windows</em> aplikasi yang interaktif seperti mudah diatur, memiliki fitur bayangan saat di taruh di atas benda, dan dapat ditaruh pada&nbsp;suatu&nbsp;tempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Brian, meskipun sudah banyak aplikasi yang mendukung teknologi Apple Vision,&nbsp; pada Apple Vision Indonesia belum bisa membuka atau mengakses aplikasi <em>App Store</em> yang membuat terbatasnya dalam penggunaannya. Selanjutnya, pengalaman dari Jerad Hill Tech pada <em>channel</em> YouTubenya terkait penggunaan produk Google glass dalam kehidupannya. Beliau mengatakan bahwasannya Google glass sangat memudahkannya dalam mencakup informasi, seperti mengangkat telepon, melihat maps atau petunjuk arah tanpa menggunakan <em>handphone</em> dan hanya menggunakan perintah suara saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Beliau juga mengatakan sangat senang dalam menggunakannya karena dapat mengabadikan momen-momen tertentu hanya dengan menggunakan kacamata tersebut. Tetapi, Google Glass juga memiliki kekurangan yaitu foto atau video yang sudah direkam tidak bisa secara langsung dicadangkan ke <em>handphone</em>, melainkan harus menggunakan kabel yang terhubung ke laptop atau komputer. Tetapi pada google glass juga terdapat fitur tambahan yang membuat beliau senang, yaitu dapat mem<em>-posting</em> Twitter, Instagram, dll hanya dengan kaca mata tersebut, membuat berkurangnya aktivitas kita dengan <em>handphone</em> atau semacamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal tersebut membuat pengguna melakukan aktifitas dengan <em>hands free</em> dan hanya menggunakan suara&nbsp;saja. Teknologi AR sudah banyak digunakan. Ayo kita ramaikan agar teknologi dapat semakin maju serta mendorong kita agar kita lebih melek terhadap apa yang ada disekitar kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penulis: Achmad Thoriq&nbsp; Pamungkas<br />
Editor: Nandra Ayu Saputri</strong></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="margin-left: 36pt; text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/memasuki-era-virtual-dengan-kemajuan-augmented-reality-yang-semakin-realistis-/">Memasuki Era Virtual dengan Kemajuan Augmented Reality yang Semakin Realistis</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/memasuki-era-virtual-dengan-kemajuan-augmented-reality-yang-semakin-realistis-/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengenalan Augmented Reality dan Implementasinya di Indonesia</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/pengenalan-augmented-reality-dan-implementasinya-di-indonesia-/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/pengenalan-augmented-reality-dan-implementasinya-di-indonesia-/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Apr 2021 15:28:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[augmented-reality]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[daring]]></category>
		<category><![CDATA[digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[gawai]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Di era digital ini, perkembangan teknologi semakin meningkat, salah satunya teknologi Augmented Reality. Hingga saat ini, teknologi tersebut telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/pengenalan-augmented-reality-dan-implementasinya-di-indonesia-/">Pengenalan Augmented Reality dan Implementasinya di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Di era digital ini, perkembangan teknologi semakin meningkat, salah satunya teknologi Augmented Reality. Hingga saat ini, teknologi tersebut telah banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang.</em></p>
<p style="text-align:justify">Di zaman ini, teknologi yang digunakan oleh masyarakat semakin canggih, di antarannya penggunaan teknologi <em>Augmented Reality</em> (AR). &nbsp;Adam Ardisasmita selaku Intel Innovator, Vice President Asosiasi Game Indonesia, CEO Arsanesia menjelaskan bahwa AR merupakan suatu teknologi proyeksi yang di mana objek realitas maya bergabung dengan dunia nyata.&nbsp; &ldquo;Kita di dunia nyata mempunyai bentuk fisik. Lalu, ada pula benda atau objek digital yang muncul di dunia kita,&rdquo; jelasnya dalam webinar bertema &ldquo;Tren&nbsp; Implementasi dan Pengembangan Augmented Reality&rdquo; pada Kamis (8/4/2021).</p>
<p style="text-align:justify">Sering kali, masyarakat menganggap bahwa teknologi ini sama dengan <em>Virtual Reality</em> (VR). Namun ternyata, keduanya adalah teknologi yang berbeda. Perbedaan tersebut disampaikan dalam webinar bertajuk &ldquo;Carving The Future World Through Augmented and Virtual Reality&rdquo;.&nbsp; Rahmita Wirza O. K. Rahmat selaku Leader Computer Graphic, Vision, and Visualization (CGV2) Universiti Putra Malaysia menerangkan bahwa VR ialah teknologi yang berusaha menggantikan realitas dengan dunia virtual.</p>
<p style="text-align:justify">Dengan demikian hal tersebut berbeda dengan AR yang hanya menambahkan objek virtual ke dalam dunia nyata. &ldquo;Jadi pada dasarnya, VR menggantikan realitas dengan lingkungan digital tiga dimensi yang benar-benar baru, sedangkan AR adalah konten digital yang terhampar dalam dunia nyata,&rdquo; terang Rahmita pada Selasa (10/11/2020).</p>
<p style="text-align:justify">Selanjutnya, Adam mengungkapkan bahwa masuknya tren AR ini ke tanah air dimulai semenjak perusahaan Google mengumumkan kacamata pintarnya yang bernama Google Glass. Kacamata tersebut dapat memunculkan informasi sesuai dengan keinginan penggunanya, layaknya teknologi pada anime Dragon Ball. Namun sayangnya, tren Google Glass mengalami penurunan dikarenakan langkanya peredaran perangkat tersebut.</p>
<p style="text-align:justify">Lanjutnya, Adam menuturkan bahwa teknologi AR pun kembali terkenal di tanah air melalui gim daring yang bernama Pokemon Go. Melalui gim ini, para pemain dapat merasakan keseruan saat berburu monster virtual di dunia nyata melalui perantara aplikasinya. Gim ini juga memanfaatkan kamera pada ponsel pintar serta layanan <em>location based</em> <em>service</em> atau layanan berbasis lokasi.</p>
<p style="text-align:justify">Tak hanya untuk bersenang-senang, teknologi AR juga dapat diimplementasikan menjadi alat bantu dalam berbagai bidang. Pertama, AR dapat membantu pengusaha <em>online </em>dalam memaparkan produknya. Lalu dapat melatih untuk menerangkan cara penggunaan alat-alat yang besar. Selanjutnya bisa membantu pengajar dalam melakukan replikasi atau penduplikatan objek yang sulit dijangkau. &ldquo;Dengan AR, kita dapat membuat model manusia dengan ukuran yang real. Benda tersebut dapat diperbesar hingga terlihat ukuran sel, bahkan mitokondria atau organel sel yang ada di tubuh manusia,&rdquo; tutur Adam.</p>
<p style="text-align:justify">Kemajuan pengembangan AR pun semakin cepat. &ldquo;Menurut saya, perkembangan AR dan VR menjadi lebih cepat karena Covid-19 ini,&rdquo; tutur Rahmita. Teknologi sendiri ini cukup mudah dikembangkan karena vendor atau pihak yang menyediakan bahan mentah telah berlomba-lomba untuk membuat <em>Software Development Kit</em> (SDK) selengkap mungkin. Hal tersebut dilakukan agar pengembang dapat menemukan solusi untuk teknologi AR ke depannya.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut, Adam mengucapkan bahwa pengembang di seluruh dunia sudah belajar membuat AR dari awal saat ini. Melihat hal tersebut, ia pun berharap agar pengembang dari Indonesia tidak tertinggal lagi. &ldquo;Kalau misalnya teknologi terdahulu, kita kalah dengan negara lain. Nah saat ini, kita sama-sama memulai dari nol. Jadi, kita jangan sampai terlambat,&rdquo; tutupnya.</p>
<p><strong>Penulis: Ihsan Ali<br />
Editor: Silvia Andini</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/pengenalan-augmented-reality-dan-implementasinya-di-indonesia-/">Pengenalan Augmented Reality dan Implementasinya di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/pengenalan-augmented-reality-dan-implementasinya-di-indonesia-/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
