<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>gizi Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/gizi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/gizi/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jan 2025 07:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>gizi Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/gizi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kopi di Tengah Stres: Ramuan Berbahaya untuk Jantung</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kopi-di-tengah-stres-ramuan-berbahaya-untuk-jantung/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kopi-di-tengah-stres-ramuan-berbahaya-untuk-jantung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Aug 2024 08:42:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[gaya-hidup]]></category>
		<category><![CDATA[gizi]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[minuman]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Konsumsi kopi yang tinggi bersamaan dengan keadaan stres yang berlebihan pada anak muda saat ini berisiko memicu penyakit jantung serius. Alangkah baiknya jika</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kopi-di-tengah-stres-ramuan-berbahaya-untuk-jantung/">Kopi di Tengah Stres: Ramuan Berbahaya untuk Jantung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px"><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong><em>&nbsp;Konsumsi kopi yang tinggi bersamaan dengan keadaan stres yang berlebihan pada anak muda saat ini berisiko memicu penyakit jantung serius. Alangkah baiknya jika mengonsumsi kopi tidak dianggap termasuk dalam gaya hidup serta pengelolaan stress yang baik.</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px">Banyak anak muda zaman sekarang, sering kali merasa stres dalam diri sendiri. Secara umum, stres merupakan reaksi tubuh yang muncul saat seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau hal yang memerlukan adaptasi. Namun, stres juga bisa diakibatkan oleh situasi dan pikiran, seperti saat seseorang merasa putus asa atau gugup. Hal ini tentunya normal terjadi, namun hal ini dapat mempengaruhi kesehatan tubuh jika terjadi stres yang berkepanjangan dan terlalu berat.&nbsp;</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px">Ketika tubuh merasa tertekan, hormon kortisol dilepaskan dan meningkatkan tekanan darah. Peningkatan kortisol dua kali lipat meningkatkan risiko terjadinya kardiovaskular hingga 90%. Hormon stres lainnya juga berkontribusi pada tekanan darah tinggi, yang meningkatkan risiko penyakit jantung. Tekanan darah tinggi mengganggu aliran darah, membebani jantung, dan bisa memicu serangan jantung, gagal jantung, atau stroke.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px">Selain mudah mengalami stres, kopi juga menjadi tren dikalangan anak muda saat ini. Dalam beberapa tahun terakhir, kopi menjadi minuman yang populer, khususnya generasi millenial dan Z. Mengonsumsi kopi bahkan sudah menjadi gaya hidup sebagian orang. Kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan denyut jantung dan memicu kelenjar adrenal menghasilkan adrenalin, sehingga berpotensi menaikkan tekanan darah. Namun, pengaruh konsumsi kopi rutin terhadap kesehatan jantung serta tekanan darah masih diperdebatkan.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px">Dilansir dari antaranews.com, dalam wawancaranya bersama dokter spesialis jantung dan pembuluh darah lulusan Universitas Indonesia dr. Alexandra Gabriella, Sp.JP(K), FIHA, Beliau menyatakan bahwa hormon diproduksi dalam tubuh dan didistribusikan ke seluruh tubuh melalui aliran darah dari jantung. Hormon yang tidak stabil akibat stres dapat mengganggu sistem listrik jantung, menyebabkan detak jantung menjadi tidak stabil dan munculnya detak tambahan yang tidak normal. Menurut pernyataannya juga, kafein mengandung agen simpatomimetik yang merangsang saraf simpatis, menyebabkan peningkatan tekanan darah dan mempercepat detak jantung.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px">&ldquo;Detak jantung sedang istirahat normalnya 60-100 kali per menit, kalau cepat pada saat istirahat harus periksa hormon tiroid, atau lagi diam tapi detak jantung 97 berarti ada sesuatu dengan jantungnya,&rdquo; ujarnya.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px"><strong>Penulis: Nisrina Auliya M.<br />
Editor: Lifa Ansyaresti</strong></span></span></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kopi-di-tengah-stres-ramuan-berbahaya-untuk-jantung/">Kopi di Tengah Stres: Ramuan Berbahaya untuk Jantung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kopi-di-tengah-stres-ramuan-berbahaya-untuk-jantung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menelusuri Akar Masalah Stunting di Indonesia: Solusi Untuk Masa Depan yang Lebih Sehat</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/menelusuri-akar-masalah-stunting-di-indonesia-solusi-untuk-masa-depan-yang-lebih-sehat/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/menelusuri-akar-masalah-stunting-di-indonesia-solusi-untuk-masa-depan-yang-lebih-sehat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 21:18:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[gizi]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[stunting]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama memulai kehidupan masih menjadi persoalan dengan tingkat persentase</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/menelusuri-akar-masalah-stunting-di-indonesia-solusi-untuk-masa-depan-yang-lebih-sehat/">Menelusuri Akar Masalah Stunting di Indonesia: Solusi Untuk Masa Depan yang Lebih Sehat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong><em>&nbsp;Kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama memulai kehidupan masih menjadi persoalan dengan tingkat persentase tinggi. Sebenarnya, terdapat banyak penyebab dan pencegahan yang dapat diketahui untuk mengurangi masalah stunting ini.</em></span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><em>Stunting</em> merupakan masalah gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menunjukkan bahwa persentase angka <em>stunting</em> di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 21,6% berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022. Meskipun angka ini telah menurun dari 24,4% pada tahun 2021, masih diperlukan upaya besar untuk mencapai target penurunan stunting menjadi 14% pada tahun 2024.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Adapun penyebab <em>stunting</em> mencakup berbagai faktor, termasuk asupan gizi dan status kesehatan yang mencakup ketahanan pangan, lingkungan sosial, lingkungan kesehatan, dan lingkungan pemukiman. Ibu hamil dengan asupan gizi rendah dan yang mengalami penyakit infeksi cenderung melahirkan bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) atau panjang badan di bawah standar. Asupan gizi yang baik tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pangan di rumah tangga, tetapi juga oleh pola asuh, seperti pemberian kolostrum, Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI eksklusif, dan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat. Selain itu, faktor lingkungan kesehatan seperti akses air bersih, sanitasi yang layak, dan pengelolaan sampah yang baik sangat berperan penting dalam mencegah infeksi penyakit menular pada anak, yang berkontribusi signifikan terhadap terjadinya <em>stunting</em>.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Perlu diketahui bahwa tidak semua balita dengan tinggi badan yang &ldquo;kurang&rdquo; atau pendek itu <em>stunting</em>, sehingga perlu dibedakan oleh dokter anak. Akan tetapi, anak yang <em>stunting</em> dipastikan memiliki tinggi badan yang pendek. Dilansir dari kemkes.go.id, dampak yang ditimbulkan stunting dapat dibagi menjadi dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang. Di mana dalam jangka pendek, <em>stunting</em> menyebabkan gagal tumbuh, hambatan perkembangan kognitif dan motorik, dan tidak optimalnya ukuran fisik tubuh serta gangguan metabolisme. Sedangkan pada jangka panjang, stunting menyebabkan penurunan kapasitas intelektual, gangguan struktur dan fungsi saraf sel-sel otak yang bersifat permanen, serta penurunan kemampuan menyerap pelajaran di usia sekolah yang akan berpengaruh pada produktivitas saat dewasa. Selain itu, kekurangan gizi juga menyebabkan gangguan pertumbuhan (Pendek bahkan kurus) dan meningkatkan resiko penyakit tidak menular seperti diabetes melliltus, hipertensi, jantung koroner, dan stroke.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Penurunan stunting dapat dicapai melalui dua jenis intervensi, yaitu intervensi gizi spesifik untuk mengatasi penyebab langsung dan intervensi gizi sensitif untuk mengatasi penyebab tidak langsung. Ada sepuluh langkah penting untuk mencegah stunting seperti memberikan tablet tambah darah kepada ibu hamil, menyediakan makanan tambahan bagi ibu hamil, memenuhi kebutuhan gizi, memastikan persalinan ditangani oleh dokter atau bidan ahli, melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), memberikan ASI eksklusif hingga bayi berusia 6 bulan, memberikan makanan pendamping ASI untuk bayi di atas 6 bulan hingga usia 2 tahun, melengkapi imunisasi dasar dan memberikan vitamin A, memantau pertumbuhan balita di posyandu terdekat, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>Penulis: Novaeni Nurul Nurazizah<br />
Editor: Lifa Ansyaresti</strong></span></span></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/menelusuri-akar-masalah-stunting-di-indonesia-solusi-untuk-masa-depan-yang-lebih-sehat/">Menelusuri Akar Masalah Stunting di Indonesia: Solusi Untuk Masa Depan yang Lebih Sehat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/menelusuri-akar-masalah-stunting-di-indonesia-solusi-untuk-masa-depan-yang-lebih-sehat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
