<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ilmu-jiwa Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/ilmu-jiwa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/ilmu-jiwa/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jan 2025 07:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>ilmu-jiwa Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/ilmu-jiwa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ki Ageng Suryamentaraman: Ilmu Sebagai Awal Kebahagiaan</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/ki-ageng-suryamentaraman-ilmu-sebagai-awal-kebahagiaan/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/ki-ageng-suryamentaraman-ilmu-sebagai-awal-kebahagiaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2022 23:58:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[gaya-hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu-jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[ki-ageng-suryomentaram-]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Ki Ageng Suryamentaraman percaya bahwa sebuah ilmu yang mengajarkan sebuah kebaikan tanpa adanya pikiran buruk kepada orang lain akan melahirkan sebuah kebaikan. Karena</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/ki-ageng-suryamentaraman-ilmu-sebagai-awal-kebahagiaan/">Ki Ageng Suryamentaraman: Ilmu Sebagai Awal Kebahagiaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Ki Ageng Suryamentaraman percaya bahwa sebuah ilmu yang mengajarkan sebuah kebaikan tanpa adanya pikiran buruk kepada orang lain akan melahirkan sebuah kebaikan. Karena </em><em>hal ini dapat </em><em>memengaruhi setiap orang untuk berperilaku dan berpikir. </em></p>
<p style="text-align:justify">Dalam ajaran Ki Ageng Suryamentaraman, ilmu bukanlah pelajaran kebatinan dan budi pekerti yang mengatur cara berperilaku dengan baik dan benar. Namun, ilmu merupakan sistematika untuk mengarahkan seorang bisa berpikir benar, memilah perkara yang bisa dianggap benar agar bisa melahirkan kejernihan pemikiran dan keteraturan pikiran. Sejalan dengan hal tersebut, dalam <em>Encyclopedia Americana</em> juga dijelaskan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang bersifat positif dan sistematis.</p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan hal tersebut, ilmu merupakan jalan agar seorang manusia bisa berpikiran benar dan menciptakan kebahagiaan. Ketika seseorang dapat berpikir dengan benar, tindakan yang dilakukan akan benar. Sebaliknya apabila seseorang berpikiran salah, tindakan yang akan dilakukan cenderung ke arah yang salah.</p>
<p style="text-align:justify">Dalam buku <em>Psikologi Suryamentaraman</em> digolongkan beberapa pengetahuan. Ilmu berdasarkan objek yang dikajinya dibagi menjadi dua, yaitu tentang &ldquo;barang asal&rdquo; dan &ldquo;barang jadi&rdquo;. Lalu, ilmu menurut sumber pengetahuan dibagi menjadi dua, yaitu &ldquo;ilmu keyakinan&rdquo; dan &ldquo;ilmu nyata&rdquo;.</p>
<p style="text-align:justify">Penggolongan ilmu tentang barang asal adalah sesuatu yang diketahui sebagai sebuah keseluruhan, tidak kasat mata, tanpa cacah, tetap, dan tidak terikat ruang serta waktu. Sedangkan, barang jadi adalah barang yang keberadaannya ditentukan oleh barang asal, sehingga dapat diidentifikasi kecacahannya, ketidaktetapannya, dan keterikatannya dengan ruang dan waktu.</p>
<p style="text-align:justify">Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penggolongan ilmu tentang barang asal merupakan ilmu murni atau pokok pengetahuan yang akhirnya dapat melahirkan ilmu barang jadi. Dalam buku tersebut pun menjelaskan bahwa ilmu barang jadi memiliki sifat yang bisa berkembang dan tidak terikat zaman.</p>
<p style="text-align:justify">Lalu penggolongan yang kedua, ilmu dibagi menjadi dua kategori berdasarkan sumber pengetahuannya yaitu ilmu keyakinan dan ilmu nyata. Ilmu nyata sendiri memiliki sifat rasional, sedangkan ilmu keyakinan bersifat irasional. Dalam buku berjudul <em>Ilmu Bahagia Menurut Ki Ageng Suryamentaram</em> dijelaskan bahwa ilmu nyata mendidik orang untuk berpikir benar, sehingga ia mampu mengenali peristiwa dan benda-benda dengan benar. Hal ini berbeda dengan ilmu keyakinan yang cenderung mengecoh dan menjerumuskan orang karena mengenai peristiwa dan benda-benda berdasarkan pada ukuran-ukuran yang bersumber dari dugaan-dugaan.</p>
<p><strong>Penulis: Kevin Kahlil Akbar<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/ki-ageng-suryamentaraman-ilmu-sebagai-awal-kebahagiaan/">Ki Ageng Suryamentaraman: Ilmu Sebagai Awal Kebahagiaan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/ki-ageng-suryamentaraman-ilmu-sebagai-awal-kebahagiaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kawruh Jiwa : Mempelajari Hakikat Hidup dari Ki Ageng Suryomentaram</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kawruh-jiwa--mempelajari-hakikat-hidup-dari-ki-ageng-suryomentaram/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kawruh-jiwa--mempelajari-hakikat-hidup-dari-ki-ageng-suryomentaram/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Jun 2021 13:55:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[gaya-hidup]]></category>
		<category><![CDATA[ilmu-jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kawruh-jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[ki-ageng-suryomentaram-]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Ki Ageng Suryomentaram merupakan seorang yang meninggalkan kehidupannya di Keraton Yogyakarta dan berkelana untuk mencari hakikat kehidupan. Dengan meneliti dan mengamati pahit</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kawruh-jiwa--mempelajari-hakikat-hidup-dari-ki-ageng-suryomentaram/">Kawruh Jiwa : Mempelajari Hakikat Hidup dari Ki Ageng Suryomentaram</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong><em> Ki Ageng Suryomentaram merupakan seorang yang meninggalkan kehidupannya di Keraton Yogyakarta dan berkelana untuk mencari hakikat kehidupan. Dengan meneliti dan mengamati pahit getirnya hidup yang ia lewati. Akhirnya, ia berhasil menyusun sebuah pengetahuan mengenai jiwa manusia yang diberi nama kawruh jiwa.</em></p>
<p style="text-align:justify"><em>Kawruh jiwa </em>merupakan ilmu yang dibuat dan dikembangkan oleh seorang yang bernama Ki Ageng Suryomentaram. Menurut jurnal berjudul &ldquo;Konsep Psikoterapi Kawruh Jiwa Ki Ageng Suryomentaram&rdquo;, ilmu ini murni bersifat alamiah yang berangkat dari hal-hal yang nyata dan juga ilmiah. Ini dikarenakan ilmu tersebut tidak mengandung unsur gaib (mistik) dan perdukunan (klenik). Hal tersebut pun menjadi alasan beliau menggunakan kata &ldquo;kawruh&rdquo; yang berarti &ldquo;yang rasional&rdquo;.</p>
<p style="text-align:justify">Dalam buku berjudul <em>Psikologi Suryomentaraman</em> yang ditulis oleh Afthonul Afif juga dijelaskan bahwa <em>kawruh jiwa</em> lebih tepat disebut sebagai ilmu pengetahuan dan lebih mendekati ilmu filsafat atau psikologi. Hal tersebut karena ajaran ini mengajak untuk berpikir&nbsp; rasional, memeriksa kembali keyakinan-keyakinan kita secara cermat dan teliti, serta membuka selubung-selubung prasangka yang menutupi kebenaran. Dengan demikian bisa dicapai inti pengetahuan yang terang dan jernih.</p>
<p style="text-align:justify">Ajaran ini bukan merupakan agama ataupun kepercayaan terhadap sesuatu. <em>Kawruh jiwa</em> juga bukan juga pelajaran tentang baik-buruk dan melakukan atau menolak sesuatu. Itu adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa dan segala gerak-geriknya. Dengan begitu, <em>kawruh jiwa</em> adalah metode untuk memahami pribadi diri sendiri dengan tepat, benar, dan jujur.</p>
<p style="text-align:justify"><em>Kawruh jiwa</em> yang diajarkan oleh Ki Ageng Suryomentaram ini mempelajari mengenai dasar ilmu. Dalam bukunya diterangkan bahwa ilmu adalah sistematika penalaran yang mengarahkan orang untuk berpikir benar serta memilah-milah persoalan ke dalam kategori-kategori benar, sehingga melahirkan kejernihan pikiran dan keteraturan tindakan. Jadi, ilmu bukanlah pelajaran kebatinan dan juga budi pekerti yang mengatur cara berperilaku baik dan benar.</p>
<p style="text-align:justify">Pada masa penyebaran dan pengajaran yang dilakukan oleh Ki Ageng Suryomentaram, beliau selalu menyampaikan sebuah kalimat yang menjelaskan tentang ajaran <em>kawruh jiwa</em>. &ldquo;Jadi ilmu jiwa atau <em>kawruh jiwa</em> merupakan ilmu rasa atau <em>kawruh raos</em>. Ilmu ini bukan merupakan agama atau ajaran tentang baik buruk yang memiliki batasan &lsquo;jangan begitu&rsquo; atau &lsquo;seharusnya begitu&rsquo;, serta bukan suatu hal terkait keharusan untuk melakukan tindakan tertentu atau tindakan menolak sesuatu,&rdquo; tulis Afthonul Afif dalam Kata Pengantar buku tersebut. Ia pun menyimpulkan bahwa <em>kawruh jiwa</em> adalah pengetahuan yang berusaha mengetahui jiwa dengan segala wataknya, persis seperti ilmu tentang hewan dan tanaman yang lain, beserta segala wataknya.</p>
<p><strong>Penulis: Kevin Kahlil Akbar<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kawruh-jiwa--mempelajari-hakikat-hidup-dari-ki-ageng-suryomentaram/">Kawruh Jiwa : Mempelajari Hakikat Hidup dari Ki Ageng Suryomentaram</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/kawruh-jiwa--mempelajari-hakikat-hidup-dari-ki-ageng-suryomentaram/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
