<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>monkey-pox Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/monkey-pox/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/monkey-pox/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jan 2025 07:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>monkey-pox Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/monkey-pox/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketahui Lebih Dalam Tentang Monkeypox: Gejala, Penularan, dan Solusinya</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/ketahui-lebih-dalam-tentang-monkeypox-gejala-penularan-dan-solusinya/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/ketahui-lebih-dalam-tentang-monkeypox-gejala-penularan-dan-solusinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Sep 2024 00:22:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[monkey-pox]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Monkeypox telah menjadi perhatian global dengan peningkatan kasus yang signifikan. Penting untuk mengenali gejala awal penyakit ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghentikan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/ketahui-lebih-dalam-tentang-monkeypox-gejala-penularan-dan-solusinya/">Ketahui Lebih Dalam Tentang Monkeypox: Gejala, Penularan, dan Solusinya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Monkeypox telah menjadi perhatian global dengan peningkatan kasus yang signifikan. Penting untuk mengenali gejala awal penyakit ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghentikan penyebarannya. Monkeypox memiliki karakteristik yang membedakannya dari penyakit menular lainnya, sehingga pemahaman yang baik tentang gejala, penularan, dan perbedaannya sangat diperlukan.</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px">Menurut Kementerian Kesehatan, monkeypox atau sering disebut Mpox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox. Pada asalnya, Mpox merupakan penyakit zoonosis yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia, dan juga dapat menular antar manusia. Penyakit ini telah ada sejak lama dengan gejala yang sangat mirip dengan cacar air, namun keduanya tidak tergolong dalam jenis penyakit yang sama. Mpox disebabkan oleh virus Mpox, sedangkan cacar air disebabkan oleh infeksi virus <em>Varicella-zoster</em>. Selain itu, Mpox memiliki sifat zoonosis yang memungkinkan penularan dari hewan ke manusia, sementara cacar air hanya dapat menyebar antar manusia.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px">Monkeypox dapat menyebabkan beragam gejala jika orang tersebut terpapar. Beberapa orang mungkin hanya mengalami gejala ringan,&nbsp; sementara yang lain dapat mengalami gejala yang lebih serius, bahkan memerlukan perawatan medis. Kelompok yang berisiko tinggi mengalami monkeypox adalah wanita hamil, anak-anak, dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px">Gejala Monkeypox diantaranya seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam kulit. Ruam biasanya dimulai satu hingga tiga hari sejak demam di beberapa bagian seperti wajah, telapak tangan, serta telapak kaki, namun beberapa juga timbul di daerah mulut, alat kelamin, dan mata. Perlu diperhatikan, monkeypox sering kali disalahartikan sebagai sifilis atau herpes karena kemiripan ruam dengan penyakit tersebut.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px">Pada wabah Mpox 2022, penularan antar manusia terjadi melalui kontak langsung dengan luka dan keropeng di kulit. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak dekat seperti saat berhubungan seksual. Mpox juga dapat menyebar melalui benda yang telah terkontaminasi dengan cairan tubuh atau infeksi. Selain itu, jika terdapat luka di saluran pernapasan, virus dapat menular melalui droplet pernapasan. Penularan dari ibu hamil ke janin juga telah dilaporkan, baik melalui plasenta maupun kontak dekat saat persalinan dan setelahnya.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px">Secara umum, Mpox tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, dalam kasus yang parah atau berisiko mengalami komplikasi, pengobatan antivirus untuk Mpox bisa diberikan. Lesi atau ruam kulit biasanya akan sembuh dalam 2-4 minggu. Perawatan juga mungkin diperlukan untuk mengatasi gejala seperti demam dan gatal. Jika seseorang menunjukkan gejala monkeypox atau telah berhubungan dengan orang yang terinfeksi, mereka sebaiknya segera menghubungi atau mengunjungi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan saran dari profesional medis.</span></span></p>
<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px"><strong>Penulis: Nisrina Aisy&nbsp;<br />
Editor: Nandra Ayu&nbsp;</strong></span></span></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/ketahui-lebih-dalam-tentang-monkeypox-gejala-penularan-dan-solusinya/">Ketahui Lebih Dalam Tentang Monkeypox: Gejala, Penularan, dan Solusinya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/ketahui-lebih-dalam-tentang-monkeypox-gejala-penularan-dan-solusinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pasien Pertama Cacar Monyet Terdeteksi, Masyarakat Perlu Waspada!</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/pasien-pertama-cacar-monyet-terdeteksi-masyarakat-perlu-waspada-/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/pasien-pertama-cacar-monyet-terdeteksi-masyarakat-perlu-waspada-/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2022 22:58:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[cacar-monyet]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[monkey-pox]]></category>
		<category><![CDATA[virus]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Belum usai persoalan terkait virus COVID-19, kini muncul virus baru dengan nama monkeypox atau cacar monyet. Cacar monyet ini memiliki beberapa gejala dan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/pasien-pertama-cacar-monyet-terdeteksi-masyarakat-perlu-waspada-/">Pasien Pertama Cacar Monyet Terdeteksi, Masyarakat Perlu Waspada!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Belum usai persoalan terkait virus COVID-19, kini muncul virus baru dengan nama monkeypox atau cacar monyet. Cacar monyet ini memiliki beberapa gejala dan berpotensi menular. Melihat hal tersebut, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol Kesehatan.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Dilansir pada laman kemenkes.go.id, pada 20 Agustus 2022, Syahril selaku juru bicara Kementerian Kesehatan mengumumkan pasien pertama kasus cacar monyet di Indonesia. Pasien tersebut merupakan seorang warga negara Indonesia berusia 27 tahun yang berdomisili di DKI Jakarta. Berdasarkan penelusuran Kemenkes, pasien bepergian ke luar negeri antara tanggal 22 Juli hingga tiba kembali di Jakarta pada 8 Agustus 2022. Pasien mulai mengalami gejala awal <em>monkeypox</em> di tanggal 11 Agustus 2022.</p>
<p style="text-align: justify;">Dilansir dari litbang.kemenkes.go.id, cacar monyet adalah penyakit zoonosis langka, yang disebabkan oleh infeksi virus <em>monkeypox</em>. Penyakit zoonosis merupakan penyakit pada hewan yang dapat ditularkan kepada manusia. Virus cacar monyet termasuk dalam genus <em>Orthopoxvirus</em> dalam famili <em>Poxviridae</em>. Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (penyebab cacar), virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar), dan virus cacar sapi.</p>
<p style="text-align: justify;">Virus cacar monyet dapat menular ketika seseorang bersentuhan dengan virus dari hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus. Virus juga dapat melewati plasenta dari ibu hamil ke janin. Virus cacar monyet dapat menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, ketika menangani atau memproses hewan buruan, atau melalui penggunaan produk yang terbuat dari hewan yang terinfeksi. Virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi atau dengan bahan yang telah menyentuh cairan atau luka tubuh, seperti pakaian atau linen. Cacar monyet ditularkan pula dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh penderita. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui droplet atau percikan cairan pernapasan ketika melakukan kontak dengan penderita secara berkepanjangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada manusia, gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar air, namun lebih ringan. Gejala dimulai dengan demam, sakit kepala, nyeri otot, dan kelelahan. Perbedaan utama antara gejala cacar air dan cacar monyet adalah bahwa cacar monyet menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening (limfadenopati) sedangkan cacar air tidak. Masa inkubasi cacar monyet biasanya berkisar dari 6 hingga 13 hari tetapi dapat pula 5 hingga 21 hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat hal tersebut Presiden Jokowi memerintahkan Menteri Kesehatan dan jajarannya untuk melakukan pengecekan ketat di gerbang masuk negara untuk mencegah penyebarannya. &ldquo;Untuk tempat-tempat yang interaksinya tinggi kemudian gerbang-gerbang masuk ke negara kita betul-betul dicek secara ketat,&rdquo; kata Presiden Jokowi dikutip dari antaranews.com.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengajak masyarakat untuk memperkuat protokol kesehatan guna mencegah penyebaran penyakit cacar monyet ini. &ldquo;Protokol kesehatan sangat penting dilakukan, tidak hanya untuk mencegah penyebaran COVID-19 namun juga penyakit lainnya seperti cacar monyet,&rdquo; tutur Agus Suprapto selaku Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kemenko PMK. Beliau juga menjelaskan penerapan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan memakai masker merupakan salah satu upaya mencegah penyebaran cacar monyet.</p>
<p style="text-align: justify;">Dilansir dari kemenkes.go.id, dr. Syahril, selaku juru bicara Kemenkes sudah melakukan pemantauan intensif di seluruh pintu masuk Indonesia, baik dari udara, laut, maupun darat yang berhubungan langsung kepada negara-negara yang sudah melaporkan adanya kasus <em>monkeypox</em>. Sekitar 89 negara yang sudah melaporkan adanya kasus cacar monyet di negaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah juga sudah memberikan status kewaspadaan kepada seluruh maskapai penerbangan dan pelabuhan untuk bersama memberikan kewaspadaan apabila ada penumpangnya yang mempunyai gejala cacar monyet. Langkah berikutnya, ucap dr. Syahril, pihaknya sudah memberikan sosialisasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat, seluruh petugas kesehatan, dan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan untuk mewaspadai cacar monyet.</p>
<p style="text-align: justify;">dr. Syahril mengingatkan kepada seluruh masyarakat agar selalu melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan meningkatkan protokol kesehatan. &#39;&#39;Protokol kesehatan ini bukan hanya untuk <em>monkeypox</em> saja tapi juga untuk seluruh penyakit menular,&#39;&#39; kata dr. Syahril. Pemerintah telah memberikan pedoman kepada seluruh Dinas Kesehatan di Indonesia, seluruh rumah sakit, dan seluruh puskesmas untuk memberikan perhatian yang lebih terhadap <em>monkeypox</em>. Ia berharap jangan sampai ada petugas kesehatan di fasilitas kesehatan manapun yang tidak paham dengan cacar monyet, karena ini bagian dari kewaspadaan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penulis : Ela Auliyana</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Editor : Az-zahra Nurwanda</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/pasien-pertama-cacar-monyet-terdeteksi-masyarakat-perlu-waspada-/">Pasien Pertama Cacar Monyet Terdeteksi, Masyarakat Perlu Waspada!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/pasien-pertama-cacar-monyet-terdeteksi-masyarakat-perlu-waspada-/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
