<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>resensi Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/resensi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/resensi/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jan 2025 07:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>resensi Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/resensi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Atomic Habits: Tingkatkan 1% Perubahan Baik Disetiap Hari</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/atomic-habits-tingkatkan-1-perubahan-baik-disetiap-hari/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/atomic-habits-tingkatkan-1-perubahan-baik-disetiap-hari/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Oct 2024 21:02:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan-mental]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;: Atomic Habits &#8220;Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luarbiasa&#8221; Penulis&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;: James Clear Penerbit&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; &#160;: Gramedia Pustaka Utama Tahun Terbit &#160;&#160;: 2019 Tebal</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/atomic-habits-tingkatkan-1-perubahan-baik-disetiap-hari/">Atomic Habits: Tingkatkan 1% Perubahan Baik Disetiap Hari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px"><strong>Judul &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</strong>: Atomic Habits &ldquo;Perubahan Kecil yang Memberikan Hasil Luarbiasa&rdquo;</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px"><strong>Penulis&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;</strong>&nbsp;&nbsp;: James Clear</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px"><strong>Penerbit&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </strong>&nbsp;: Gramedia Pustaka Utama</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px"><strong>Tahun Terbit </strong>&nbsp;&nbsp;: 2019</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px"><strong>Tebal Buku </strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;: 352 Halaman</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px">James Clear menemukan bahwa perubahan nyata berasal dari efek gabungan ratusan keputusan kecil, seperti membangun kebiasaan bangun lima menit lebih awal atau menahan diri untuk tidak langsung menggunakan ponsel hingga menyelesaikan dua push-up dalam sehari. Konsep ini ia sebut sebagai &ldquo;<em>Atomic Habits&rdquo;</em>.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px">Hal ini jauh berbeda dari apa yang sering dipikirkan orang; untuk mengubah hidup, kita tidak perlu selalu memikirkan hal-hal besar. James Clear tentu berpikir sebaliknya. Dalam buku ini, mengungkapkan bagaimana perubahan kecil yang dianggap sepele bisa menghasilkan perubahan dalam hidup yang sangat besar. Ada beberapa trik sederhana di dalam hidup seperti Seni Menumpuk Kebiasaan yang Terlupakan, Kekuatan Tak Terduga Aturan Dua Menit, atau Trik Untuk Masuk Ke Dalam Zona Goldilocks, dan menggali ke dalam teori psikologi bahkan neurosains paling baru.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px">Tidak hanya itu, dalam buku ini juga terdapat cerita inspiratif tentang para ilmuwan yang telah memanfaatkan sains untuk membangun kebiasaan kecil guna tetap produktif, termotivasi, dan bahagia, serta CEO terkemuka dan para peraih medali emas di Olimpiade.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><span style="font-size:14px"><strong>Penulis: Lifa Ansyaresti</strong></span></span></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/atomic-habits-tingkatkan-1-perubahan-baik-disetiap-hari/">Atomic Habits: Tingkatkan 1% Perubahan Baik Disetiap Hari</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/atomic-habits-tingkatkan-1-perubahan-baik-disetiap-hari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Transformasi Bicara: Mengasah Public Speaking dengan Bicara itu Ada Seninya</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/transformasi-bicara-mengasah-public-speaking-dengan-bicara-itu-ada-seninya/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/transformasi-bicara-mengasah-public-speaking-dengan-bicara-itu-ada-seninya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 22:12:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[seni--budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul&#160;: Bicara Itu Ada Seninya Pengarang : Oh Su Hyang Penerbit : Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia) Tahun Terbit : 2018 Kota Terbit :</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/transformasi-bicara-mengasah-public-speaking-dengan-bicara-itu-ada-seninya/">Transformasi Bicara: Mengasah Public Speaking dengan Bicara itu Ada Seninya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>Judul</strong>&nbsp;: Bicara Itu Ada Seninya</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>Pengarang</strong> : Oh Su Hyang</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>Penerbit</strong> : Bhuana Ilmu Populer (Kelompok Gramedia)</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>Tahun Terbit</strong> : 2018</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>Kota Terbit</strong> : Jakarta</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>Jumlah Halaman </strong>: 238 Halaman</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>Genre </strong>: Non Fiksi</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">&ldquo;Bicara itu Ada Seninya&rdquo; merupakan buku karya Oh Su Hyang seorang dosen dan pakar komunikasi dari Korea Selatan, yang terbit pada tahun 2015 dan masuk Indonesia pada tahun 2018, serta pernah menjadi <em>best seller</em> dipasaran.&nbsp;Komunikasi merupakan hal yang dapat menunjukkan karakter seseorang dan menjadi hal yang penting untuk dapat bersaing sehingga pakar komunikasi Oh Su Hyang mengeluarkan buku ini yang berisikan pengalaman peningkatan diri, teknik-teknik komunikasi, persuasi, dan negosiasi. Didalam buku ini, penulis juga menjelaskan tentang bagaimana melatih logika ketika berbicara sehingga bicara tersebut memiliki isi (Makna yang dapat tersampaikan).</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Stereotip orang-orang bahwasannya &ldquo;Orang yang pandai berbicara itu karena bawaan dari lahir, sehingga jika sejak awal tidak mahir berbicara, maka hal itu tidak akan bisa diperbaiki&rdquo; adalah pernyataan yang salah. Penulis menegaskan pada bagian prolog, sejak lahir ia tidak memiliki kemampuan bicara yang mumpuni, namun kemampuan bicara itu menjadi baik karena banyak berlatih, bahkan ia menghadapi trial and error dihadapan orang banyak.</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Terdapat lima bab pada buku ini, pada&nbsp;bab pertama penulis mengungkapkan bagaimana cara melatih logika berbicara, dan mengajarkan untuk berlatih menyusun cerita agar lawan bicara tertarik mendengarkan lewat <em>storytelling</em> yang kita ucapkan. Gerakan nonverbal juga penting dalam berkomunikasi, sebab pakar komunikasi Albert Mehrabian menyebutkan dalam buku ini bahwasannya ucapan dipengaruhi 7% isi, 38% oleh suara, 55% oleh gerak tubuh.</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Pada bab dua penulis memberikan saran kepada pembaca untuk menerapkan rumus komunikasi C = Q x P x R atau <em>Communication</em> = <em>Question</em> x <em>Praise</em> x <em>Reaction</em>. Penulis juga memberi saran untuk mengobrol 30 menit dalam sehari dan tertawa 20 menit sekali untuk menghindari kekakuan dan kebosanan. Terkadang persuasi juga diperlukan dalam berbicara, penulis memberikan rumus P = P x S x T atau <em>Persuasion</em> = <em>Punch</em> x <em>Sympathize</em> x <em>Touch</em>.</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Pada bab tiga diungkapkan bagaimana plot yang kuat diperlukan dalam <em>storytelling</em> agar orang yang mendengar tidak merasa bosan.&nbsp;Pada buku ini disebutkan delapan unsur yang diperlukan untuk membangun plot yang kokoh, seperti yang dijelaskan dalam buku&nbsp;&ldquo;20 Master Plots&rdquo;. Tiga di antaranya yaitu tidak ada ketegangan, ciptakan ketegangan dengan daya konfrontasi, sifat tokoh harus berubah.&nbsp;</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Pada bab empat tertulis sepuluh aturan komunikasi, salah satunya ialah &ldquo;Tiga puluh detik di bibir sama dengan tiga puluh tahun di hati. Sepatah kata yang kita ucapkan mungkin saja akan mengubah kehidupan seseorang.&rdquo; Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah irama dalam berbicara yang merupakan unsur yang kuat untuk menarik penonton, unsur tersebut seperti volume, kecepatan, intonasi, jeda (<em>Pause</em>). Perkataan yang jujur dan tidak dilebih-lebihkan juga akan menggerakkan hati audiens. Intinya, poin penting dalam bab ini ialah &ldquo;<em>Long Learn for Long Run</em>&rdquo;,&nbsp;seseorang&nbsp;dapat berlari jauh dengan terus belajar.</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Pada bab lima, penulis mengungkapkan tiga cara untuk mengolah suara dan memberikan contoh berbagai tokoh dunia yang menjadikan gaya bicara menjadi suatu hal yang menghantarkan keberhasilan.&nbsp;Dalam menyampaikan pesannya, terkadang pembaca kesulitan dalam mencerna kalimatnya. Namun, banyak juga kosakata yang mudah dicerna dan &lsquo;asik&rsquo; dimata pembaca. Hadirnya buku ini sangat berguna terutama bagi yang ingin terus meningkatkan&nbsp;<em>skill</em> bicaranya. Dengan berbagai penjelasan mengenai teknik berkomunikasi disertai tokoh-tokoh inspirator, membuat pembaca terinspirasi dan dapat mengimplementasikan sesuai kebutuhannya masing-masing.</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>Penulis: Nandra Ayu Saputri</strong></span></span></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/transformasi-bicara-mengasah-public-speaking-dengan-bicara-itu-ada-seninya/">Transformasi Bicara: Mengasah Public Speaking dengan Bicara itu Ada Seninya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/transformasi-bicara-mengasah-public-speaking-dengan-bicara-itu-ada-seninya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menggapai Mimpi di Negeri 5 Menara: Kisah Inspiratif Alif dan Sahabatnya</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/menggapai-mimpi-di-negeri-5-menara-kisah-inspiratif-alif-dan-sahabatnya/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/menggapai-mimpi-di-negeri-5-menara-kisah-inspiratif-alif-dan-sahabatnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2024 15:45:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; : Negeri 5 Menara Penulis&#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/menggapai-mimpi-di-negeri-5-menara-kisah-inspiratif-alif-dan-sahabatnya/">Menggapai Mimpi di Negeri 5 Menara: Kisah Inspiratif Alif dan Sahabatnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Judul</strong> &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Negeri 5 Menara</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>Penulis</strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Ahmad Fuadi</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>Penerbit</strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : PT Gramedia Pustaka Utama</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>Kota Terbit</strong> &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Jakarta</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>Tahun Terbit &nbsp;</strong> &nbsp; &nbsp; &nbsp; : 2009</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>Jumlah Halaman</strong>&nbsp; : 423 halaman</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>Harga Buku&nbsp; &nbsp; &nbsp; </strong>&nbsp; &nbsp; : Rp50.000,00</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Novel Negeri 5 Menara terbit pada tahun 2009. Novel ini diangkat dari kisah nyata penulis sendiri. Dimana A. Fuadi merupakan alumni Pondok Pesantren Modern Gontor, yang mana kini menjadi latar tempat pada cerita novel Negeri&nbsp;5&nbsp;Menara. Kisah dalam novel ini diawali dengan kisah perjalanan setengah hati sang tokoh utama bernama Alif Fikri.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Seorang anak muda yang baru merayakan pesta kelulusan dari Madrasah Tsanawiyah dengan nilai sempurna diantara teman-teman sekolahnya. Keberhasilannya itu semakin menumbuhkan niatnya untuk melanjutkan pendidikan pada SMA terbaik di Bukittinggi, bersama Randai sahabat terbaiknya yang juga mendapatkan nilai sempurna seperti dirinya. Bagi ia melanjutkan sekolah pada SMA Negeri akan membuatnya dekat dengan mimpinya belajar teknik sama seperti idolanya, yaitu BJ. Habibie dan Ir. Soekarno. Namun, semua harapan itu harus dibuangnya jauh-jauh ketika amak (ibunya) tidak mengizinkannya untuk melanjutkan sekolah ke SMA Negeri. Menurut amak, anaknya tersebut lebih layak bersekolah dan menuntut ilmu di sekolah Madrasah Aliyah.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kemudian Alif Fikri menerima surat dari Pak Etek Gindo, salah seorang Pamannya yang sedang menuntut ilmu di luar negeri. Dalam surat tersebut Pamannya menyarankan sebuah sekolah agama yang tidak hanya mempelajari perihal ilmu agama melainkan mempelajari dua bahasa yang merupakan kunci dunia, yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Alif memutuskan untuk mengikuti saran pamanya setelah beberapa hari ia memikirkannya.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Di pondok Madani, Alif Fikri bertemu dan bersahabat erat dengan Dulmajid yang berasal dari Madura, Raja Lubis yang berasal dari Medan, Atang yang berasal dari Bandung, Said Jufri yang berasal dari Surabaya, dan Bso Salahuddin yang berasal dari Sulawesi. Mereka menjalin pertemanan yang sangat erat sehingga mereka menamakan dirinya sebagai &lsquo;Sahibul menara&rsquo;, karena kegemarannya berdiskusi sebelum sholat maghrib di bawah menara pondok yang menjulang tinggi. Mereka memiliki kebiasaan unik yaitu menjelang adzan maghrib berkumpul di bawah menara masjid sambil memandang awan. Dengan membayangkan awan itu adalah impian mereka, seperti Alif membayangkan awan itu Benua Amerika yaitu benua yang Ia impikan kelak lulus nanti, begitu juga dengan yang lainnya menggambarkan awan itu seperti negara Arab Saudi, Mesir dan Benua Eropa.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Suka dan duka telah mereka lewati bersama sehingga kini mereka akan menghadapi ujian akbar. Ujian yang sangat berat bagi semua santri, karena mereka akan menghadapi ujian selama sebulan penuh. Ujian yang dihadapi meliputi ujian lisan dan ujian tulis dari semua materi yang telah dipelajari selama menjadi santri pondok Madani. &lsquo;Sahirul lail&rsquo; seolah menjadi pemandangan biasa pada saat ujian akan tiba. Mantra &lsquo;Man jadda wa jadda&rsquo; dan mantra-mantra ajaib dari ustadz lainnya menjadi motivasi tersendiri bagi santri, sehingga tulisan-tulisan tersebut banyak ditemukan menempel pada banyak tempat.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kisah ini diakhiri dengan jabat tangan antara para santri untuk merayakan pesta kelulusan mereka. Kelima sahabat tersebut saling berpelukan atas segala perjuangan untuk menuju kesuksesan menghadapi ujian akbar tersebut. Setelah lulus dari pondok Madani masing-masing dari anggota &lsquo;Sahibul menara&rsquo; telah berhasil meraih mimpi mereka masing-masing. Sebuah mimpi yang sempat mereka sebutkan dihadapan menara tertinggi pada pondok&nbsp;Madani&nbsp;dulu.&nbsp;</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kelima santri ini diceritakan bertemu di London Inggris beberapa tahun kedepan setelah lulus. Kemudian mereka bernostalgia, mengingat kembali kebiasaan mereka memandang awan menjelang adzan maghrib di bawah menara masjid sambil membayangkan impian mereka. Mereka menyadari ternyata belajar di pesantren memberi warna bagi kehidupan mereka. Selama menuntut ilmu, para ustadz setiap hari membangkitkan mental para santri untuk tidak mudah menyerah dan memiliki mental yang kuat dengan selalu mengumandangkan kata-kata &ldquo;Man jadda wa jadda&rdquo; (Barang siapa bersungguh-sungguh ia akan berhasil).</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Terdapat beberapa kelebihan pada novel Negeri 5 Menara ini. Pertama, novel ini cocok untuk dibaca dari semua kalangan, terlebih untuk kalangan anak muda. Kedua, novel ini dapat menginspirasi pembaca untuk terus semangat dalam meraih impian mereka walaupun impian tersebut sangat tinggi. Ketiga, Novel ini juga menggambarkan persahabatan yang dapat dijadikan contoh yang baik untuk para pembaca. Keempat, novel ini dapat mengubah pola pikir pembaca terhadap kehidupan di pondok pesantren yang ternyata dalam pondok pesantren tidak hanya mempelajari ilmu agama saja, tetapi juga mempelajari bahasa Arab, bahasa Inggris, kesenian dan ilmu pengetahuan umum lainnya. Kelima, gaya bahasa yang digunakan penulis mudah dipahami. Terakhir, penulis sangat pandai dalam membawakan alur cerita sehingga membuat para pembaca tidak bingung.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Adapun kekurangan dari novel ini, seperti nama-nama tokoh lainnya dan gambaran perjalanan hidupnya tidak terlalu digambarkan secara jelas. Dan beberapa kata bahasa Arab yang tidak diterjemahkan sehingga dapat mempersulit orang awam untuk memahami artinya. serta tidak adanya ilustrasi seperti gambar agar lebih menarik ketika dibaca.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;">Cerita dalam novel Negeri 5 Menara ini memberikan kesan dan pesan moral pendidikan yang sangat mendalam. Dimana kita harus bersungguh-sungguh dan bekerja keras untuk meraih apa yang kita impikan. Dan dibalik kesuksesan tersebut pastinya ada orang tua yang selalu mendoakan kita, sehingga kita harus menghormati, menyayangi dan berbakti kepada orang tua.&nbsp; Serta jangan pernah meremehkan impian walaupun setinggi apapun, karena Tuhan sungguh Maha mendengar. Saya sebagai pembaca novel ini cukup puas dan cukup tersentuh dengan cerita yang disajikan. Dengan harga novel yang terjangkau ini hanya Rp50.000 ini, saya sangat merekomendasikan kepada orang-orang yang belum membaca novel ini.</p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>Penulis: Najla Aulia</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/menggapai-mimpi-di-negeri-5-menara-kisah-inspiratif-alif-dan-sahabatnya/">Menggapai Mimpi di Negeri 5 Menara: Kisah Inspiratif Alif dan Sahabatnya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/menggapai-mimpi-di-negeri-5-menara-kisah-inspiratif-alif-dan-sahabatnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Perjalanan Panjang Menuju Kerinduan</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/kisah-perjalanan-panjang-menuju-kerinduan/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/kisah-perjalanan-panjang-menuju-kerinduan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Aug 2023 15:22:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul&#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160; : Rindu Penulis&#160; &#160; &#160; &#160; &#160; &#160;: Tere Liye Kota Terbit&#160; &#160; &#160;: Jakarta Penerbit&#160;&#160;&#160; &#160;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/kisah-perjalanan-panjang-menuju-kerinduan/">Kisah Perjalanan Panjang Menuju Kerinduan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Judul&nbsp; </strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Rindu</p>
<p><strong>Penulis</strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;: Tere Liye</p>
<p><strong>Kota Terbit</strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp;: Jakarta</p>
<p><strong>Penerbit&nbsp;&nbsp;</strong>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : Republika</p>
<p><strong>Tahun Terbit</strong>&nbsp; &nbsp;: 2014</p>
<p><strong>Tebal Buku&nbsp;</strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;: 544 Halaman</p>
<p><strong>Harga Buku</strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;: Rp 63.000</p>
<p style="text-align: justify;">Novel Rindu merupakan karya Tere Liye di Tahun 2014. Novel ini sangat dinantikan dan menjadi buku yang ke-20 dari karya Tere Liye. Tema pada novel Rindu menceritakan tentang perjalanan para jamaah haji pada tahun 1938 dengan menggunakan kapal. Menurut saya, ide dari penulisan ini merupakan hal yang jarang ditemui di dunia perbukuan. Berbagai pertanyaan seputar masa lalu, kisah cinta, takdir, kebencian, dan kekeluargaan disajikan dalam novel ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Novel Rindu mengisahkan perjalanan sebuah kapal besar yang bernama &ldquo;Blittar Hollland&rdquo;. Kapal ini mengangkut para calon jamaah haji. Dalam novel ini, penulis berhasil membawa para pembaca terbawa pada suasana sejarah, fiksi, romantis, serta perjuangan yang heroik dari tokoh-tokohnya. Lewat deskripsi tempat, waktu, dan para tokoh yang disajikan secara detail, membuat pembaca ikut merasakan kisah para tokoh dalam perjalanan menuju ke tanah suci.</p>
<p style="text-align: justify;">Novel ini sangat nyaman dibaca dan tidak membosankan, bahkan mungkin bisa membuat pembaca jatuh cinta pada setiap tokohnya. Penulis memberikan penjelasan yang lengkap mengenai para tokoh yang ada di kapal tersebut. Para tokoh yang digambarkan memiliki keunikan dan kisahnya tersendiri sehingga membuat pembaca terus penasaran dalam membacanya. Dalam kisah ini juga dituliskan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diungkapkan oleh para tokoh-tokohnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Tokoh yang pertama adalah Daeng Andipati, seorang pengusaha kaya bersama dengan rombongan keluarganya termasuk kedua anaknya Anna dan Elsa. Ia digambarkan sebagai sosok yang terpandang, bijaksana, dan berkharisma. Namun, dengan kebencian yang ada pada dirinya membuat hidup adipati terasa sia-sia, yaitu kebencian terhadap ayahnya. Ini merupakan salah satu pertanyaan yang akan terjawab pada akhir cerita.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian ada juga seorang tokoh yang berperan sebagai Ulama. Sosok ulama pada novel ini benar-benar digambarkan sebagai ulama yang sempurna. Ia bernama Ahmad Karaeng yang biasa dipanggil Gurutta. Banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik dalam novel ini karena penjelasan dan sikap dari Gurutta. Bahkan, empat dari lima pertanyaan yang diajukan dalam novel ini dijawab dengan baik oleh lisan Gurutta sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah itu terdapat kisah cinta dari kedua tokoh pasangan sepuh, yaitu Mbah Kakung dan Mbah Putri Slamet. Mereka digambarkan sebagai pasangan paling romantis bahkan hingga akhir hayatnya. Terdapat juga kisah misterius dari salah satu kelasi bernama Ambo Uleng. Karakternya dapat membuat pembaca terpukau dengan tindakan-tindakan yang ia tunjukkan yang memberikan banyak pelajaran. Nahas, terdapat kisah memilukan yang terjadi di kehidupan Ambo Uleng yang nantinya dibahas pada konflik cerita.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian ada pula seorang tokoh yang memiliki masa lalu kelam, ia adalah Bonda Upe. Penulis dapat menggambarkan suasana batin tokoh Bonda Upe dengan sempurna sehingga dapat membuat pembaca juga merasakan apa yang dialami oleh Bonda Upe. Terdapat pula pelajaran yang dapat dipetik, seperti nilai ketulusan yang dimiliki oleh suaminya Bunda Upe, yaitu Enlai.</p>
<p style="text-align: justify;">Novel ini bukan hanya menceritakan para tokoh-tokoh yang menarik, melainkan juga membawa pembaca merasakan suasana yang mencekam dan tidak terduga. Terdapat kisah perampokan tidak terduga, mesin kapal yang bermasalah, kasus yang menyebabkan seorang ulama di penjara, dan ancaman pembunuhan bagi Daeng Andipati. Penulis juga menyinggung beberapa isu, seperti toleransi beragama, politik, percaya pada takhayul, dan lain-lain. Pembaca juga diajak merasakan setiap langkah perjalanan tokoh-tokoh, seperti saat menaiki trem di Surabaya, berjalan-jalan di kota Banten, dan banyak lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhir dari kisah ini ditutup dengan kesan yang memuaskan. Kapal uap itu sampai ditanah suci dengan selamat. Para penumpang memiliki kisah yang akan mereka lanjutkan masing-masing dan seluruh pertanyaan pun terjawab dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat beberapa keunggulan pada novel rindu ini. Pertama, temanya yang unik, jarang sekali ada seorang penulis yang membahas kisah perjalanan haji dengan pembahasan yang detail. Kedua, gaya bahasa yang digunakan terkesan santai dan tidak baku sehingga membuat para pembaca merasa nyaman. Ketiga, setiap tokoh di novel ini, diceritakan dengan baik menggunakan sudut pandang ketiga. Para tokoh yang memiliki kisah hidup tersendiri dapat membuat pembaca terhanyut dalam kisahnya. Keempat, pelajaran dan pesan tersirat banyak disajikan oleh penulis sehingga para pembaca dapat mengambil makna dari kisah yang diberikan. Terakhir, penulis sangat pandai membawakan alur cerita dan dialog sehingga membuat para pembaca tidak bingung membacanya, melainkan dapat mengikuti alurnya dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun kekurangan dari novel ini tidak banyak, hanya saja terdapat beberapa kesalahan penulisan pada buku ini, seperti tanda baca dan ketidakefektifan penulisan yang dapat membuat pembaca salah memahami. Kemudian beberapa kalimat dalam novel ini membuat pembaca dapat mengetahui kejadian apa yang akan selanjutnya terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Novel rindu ini memberikan tema yang membuat setiap cerita dan kisah mereka terekam dengan baik oleh pembaca. Berbagai pemahaman dan pengetahuan dapat para pembaca dapatkan dengan membaca novel ini. Novel ini sangat bagus untuk dibaca karena mengajarkan banyak hal dan bersifat mendidik. Saya sebagai pembaca pun mengharapkan ada lanjutan dari novel ini karena tokoh-tokoh yang masih melekat di pikiran. Seluruh karakter dan alur cerita membuat saya jatuh hati dan itu merupakan pertanda bahwa penulis benar-benar pandai membuat cerita. Dengan harga Rp 63.000 ini, menurut saya novel Rindu ini sangat memuaskan bagi pembacanya. Maka saya sangat merekomendasikan kepada orang-orang yang belum membaca novel ini untuk membeli novel rindu ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penulis: Azzahra Nurwanda Putri</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/kisah-perjalanan-panjang-menuju-kerinduan/">Kisah Perjalanan Panjang Menuju Kerinduan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/kisah-perjalanan-panjang-menuju-kerinduan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar tentang Kehilangan dari Novel Jika Kucing Lenyap dari Dunia</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/belajar-tentang-kehilangan-dari-novel-jika-kucing-lenyap-dari-dunia/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/belajar-tentang-kehilangan-dari-novel-jika-kucing-lenyap-dari-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2022 23:14:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Jika Kucing Lenyap dari Dunia Penulis &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Genki Kawamura Penerjemah &#160;&#160;&#160; : Ribeka Ota Genre &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Fantasi Penerbit &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/belajar-tentang-kehilangan-dari-novel-jika-kucing-lenyap-dari-dunia/">Belajar tentang Kehilangan dari Novel Jika Kucing Lenyap dari Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Judul &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Jika Kucing Lenyap dari Dunia</p>
<p>Penulis &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Genki Kawamura</p>
<p>Penerjemah &nbsp;&nbsp;&nbsp; : Ribeka Ota</p>
<p>Genre &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Fantasi</p>
<p>Penerbit &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : BACA</p>
<p>Halaman&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : 255 halaman</p>
<p>Harga &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Rp 78.000,- (Pulau Jawa)</p>
<p style="text-align:justify"><em>&ldquo;Semakin sibuk dikejar hal-hal yang ada di depan mata, aku semakin kehilangan waktu untuk melakukan hal yang benar-benar penting. Dan gawatnya, kita sama sekali tidak sadar telah kehilangan waktu yang berharga itu.&rdquo;</em> (Jika Kucing Lenyap dari Dunia: 160)</p>
<p style="text-align:justify">Itulah penggalan kalimat yang ada dalam buku <em>Sekai Kara Nek Oga Kieta Nara</em> atau <em>Jika Kucing Lenyap dari Dunia</em> karya Genki Kawamura, seorang penulis novel dan produser film asal Jepang, yang telah memenangkan penghargaan Asia Pacific Screen Awards untuk kategori Best Animated Feature Film pada salah satu judul filmnya, yaitu <em>Tenki no ko</em> (2019).</p>
<p style="text-align:justify">Secara garis besar, novel Jika Kucing Lenyap dari Dunia menceritakan tentang seorang pemuda penyendiri pengidap kanker akut yang usianya diperkirakan sudah tidak akan lama lagi. Hal tersebut membuat pemuda itu merasa kacau, hingga akhirnya ia bertemu dengan sesosok iblis bernama Aloha. Aloha yang sebenarnya telah mengetahui kekalutan pemuda itu lantas menawarkan satu pilihan. Aloha akan menyambung nyawa pemuda itu satu hari apabila ia bersedia menghilangkan satu hal dari dunia.</p>
<p style="text-align:justify">Meskipun awalnya bimbang untuk menyetujui tawaran itu, di kemudian hari, keduanya pun menjalin perjanjian tersebut. Semenjak saat itu, beberapa hal krusial di dunia ini telah hilang dan beberapa lainnya terancam hilang, termasuk Kubis, kucing kesayangan pemuda itu, demi menyambung umurnya.</p>
<p style="text-align:justify">Jika dipandang sekilas, novel fantasi yang menjadi salah satu novel <em>best seller</em> penerbit BACA di tahun 2021 ini hanya menceritakan sesuatu yang ringan. Sesuatu yang dirasa hanya sebatas dongeng belaka. Namun apabila dibaca saksama, cerita yang dibawakan lebih dari itu. Pada saat Aloha menawarkan pilihan, satu hari penambahan nyawa harus dibayar dengan satu kali kehilangan suatu hal, itu artinya novel ini hendak memberitahu pembaca bahwa bila kita menginginkan suatu hal untuk datang, kita juga harus siap kehilangan suatu hal yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify">Bahkan secara halus, novel ini mendorong pembaca untuk menyadari bahwa manusia sering kali merasa akan pentingnya suatu hal ketika hal tersebut telah tiada. Sebagaimana yang telah dialami pemuda yang ada di novel ini. Setelah ibunya meninggal dunia, ia baru mengerti, ia tidak pernah benar-benar menghargai setiap hal yang dilakukan bersama ibunya.</p>
<p style="text-align:justify">Novel ini dikemas dengan sederhana dan menggunakan bahasa yang mudah dipaham, sehingga berhasil mengundang gelak tawa dan sedu dalam sekali waktu. Meskipun ada beberapa bagian cerita yang bisa ditebak, novel yang juga hadir dalam versi film ini mampu menjadi salah satu rekomendasi buku yang baik, terlebih untuk pecinta kucing karena dapat mempererat hubungannya dengan kucing peliharaannya sebagai dampak dari setiap perlakuan hangat si pemuda kepada Kubis.</p>
<p><strong>Penulis: Affifah Nasrillah<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/belajar-tentang-kehilangan-dari-novel-jika-kucing-lenyap-dari-dunia/">Belajar tentang Kehilangan dari Novel Jika Kucing Lenyap dari Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/belajar-tentang-kehilangan-dari-novel-jika-kucing-lenyap-dari-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hope, Kekerasan Seksual pada Seorang Anak Berdasarkan Kisah Nyata</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/hope-kekerasan-seksual-pada-seorang-anak-berdasarkan-kisah-nyata/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/hope-kekerasan-seksual-pada-seorang-anak-berdasarkan-kisah-nyata/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jan 2022 15:52:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan-seksual]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : So-won (2013) Sutradara &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Lee Joon Ik Produser &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Sung Chang Yeon Penulis Skenario &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Kim Ji Hye</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/hope-kekerasan-seksual-pada-seorang-anak-berdasarkan-kisah-nyata/">Hope, Kekerasan Seksual pada Seorang Anak Berdasarkan Kisah Nyata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Judul &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : So-won (2013)</p>
<p>Sutradara &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Lee Joon Ik</p>
<p>Produser &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Sung Chang Yeon</p>
<p>Penulis Skenario &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Kim Ji Hye</p>
<p>Pemain &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Lee Re, Sol Kyung-gu, Uhm Ji won</p>
<p>Durasi &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 122 menit</p>
<p>Tayang &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Tahun 2013</p>
<p style="text-align:justify">Film <em>So-Won </em>atau yang dikenal dengan judul lain yaitu <em>Hope </em>diadaptasi dari cerita nyata seorang gadis kecil yang mengalami kekerasan seksual dan trauma berat akibat kejadian tersebut. Film ini mendapatkan <em>rating </em>sebesar 8.3 di laman IMDb dan juga penghargaan dari Blue Dragon Film Award ke-34 sebagai Film Terbaik. Tidak hanya itu, film ini juga mendapatkan tujuh penghargaan dari tiga belas nominasi yang menandakan bahwa <em>Hope </em>sukses memikat hati penontonnya.</p>
<p style="text-align:justify">Film tersebut mengisahkan seorang gadis bernama So-Won yang berusia delapan tahun dan merupakan anak tunggal. Ayahnya bekerja sebagai pegawai pabrik yang diperankan oleh Sol Kyung Gyu sebagai tokoh Im Dong Hoon, sedangkan ibunya membuka toko di depan rumahnya dengan tokoh Kim Mi Hee (Uhm Ji Won). So-Won adalah anak yang ceria dan mandiri.</p>
<p style="text-align:justify">Suatu hari, So-Won bangun terlambat untuk pergi ke sekolah, sedangkan orang tuanya memiliki kesibukan masing-masing. Akhirnya, So-Won memutuskan untuk berangkat sekolah sendiri di cuaca yang sedang hujan deras. Sebelumnya, sang Ibu sudah menawarkan untuk mengantarnya pergi sekolah, tetapi So-Won menolak dan memutuskan untuk pergi sendiri. Ia pergi bersama teman-temannya yang terlambat sekolah juga, tetapi ia tertinggal dengan teman-temannya. Kemudian, So-Won melihat ke arah gang kecil. Karena waktu terus berjalan, dengan terpaksa akhirnya ia melewati jalan tersebut dan bertemu dengan seorang pria tua yang meminta So-Won untuk berbagi payung dengannya.</p>
<p style="text-align:justify">Kabar mengejutkan didapatkan orang tua So-Won dari pihak kepolisian bahwa anak mereka mendapatkan kekerasan seksual, sehingga organ vitalnya rusak dan mengharuskannya untuk di operasi. &nbsp;Setelah operasi berjalan dengan lancar, So-Won kemudian sadar, lalu dengan bahasa isyarat ia mencoba menceritakan kronologi kejadian yang ia alami serta menyebutkan ciri-ciri orang yang mencelakainya. Tidak hanya itu, kabar buruk lainnya terus datang, So-Won mendapat trauma yang berat hingga ia sulit berbicara dan menjadikannya takut melihat pria mana pun, tak termasuk ayahnya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify">Dalam film <em>Hope</em> terdapat pesan moral yang dapat diambil, terlebih ini berdasarkan kisah nyata yang terjadi, sehingga para penonton bisa menjadikannya sebagai pelajaran hidup. Pelajaran yang bisa kita ambil adalah pengaruh alkohol sangat berbahaya dan bisa merugikan diri sendiri dan orang lain, peran keluarga juga sangat dibutuhkan pada tumbuh kembang anak, dan hukum-hukum keadilan yang perlu dikaji kembali agar setimpal dan tidak memberatkan salah satu pihak baik itu pelaku ataupun korban.</p>
<p style="text-align:justify">Terlepas banyaknya pesan moral yang dapat penonton pelajari, ada beberapa kekurangan pada film <em>H</em><em>ope</em>. Alur yang terlalu cepat dapat membuat penonton cepat bosan. Lalu adegan untuk pelaku juga sedikit dan tidak dijelaskan latar belakang dari pelaku tersebut. &nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>
<p><strong>Penulis: </strong><strong>Mutiah Kusuma Sari<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/hope-kekerasan-seksual-pada-seorang-anak-berdasarkan-kisah-nyata/">Hope, Kekerasan Seksual pada Seorang Anak Berdasarkan Kisah Nyata</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/hope-kekerasan-seksual-pada-seorang-anak-berdasarkan-kisah-nyata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peekay, Sebuah Film tentang Konsep Ketuhanan yang Disatir</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/peekay-sebuah-film-tentang-konsep-ketuhanan-yang-disatir/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/peekay-sebuah-film-tentang-konsep-ketuhanan-yang-disatir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2022 21:30:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[india]]></category>
		<category><![CDATA[komedi]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Peekay Sutradara &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;: Rajkumar Hirani Penulis &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Rajkumar Hirani &#38; Abhijat Joshi Pemeran &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;: Aamir Khan, Anushka Sharma, dan Sanjay</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/peekay-sebuah-film-tentang-konsep-ketuhanan-yang-disatir/">Peekay, Sebuah Film tentang Konsep Ketuhanan yang Disatir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Judul &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Peekay<br />
Sutradara &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;: Rajkumar Hirani<br />
Penulis &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Rajkumar Hirani &amp; Abhijat Joshi<br />
Pemeran &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;: Aamir Khan, Anushka Sharma, dan Sanjay Dutt<br />
Produksi &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : UTV Motion Picture<br />
Durasi&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : 153 Menit<br />
Tanggal rilis&nbsp; &nbsp; &nbsp;: 19 Desember 2014</p>
<p style="text-align:justify"><em>Peekay </em>merupakan film garapan Rajkumar Hirani yang berlatar di India. Film ini mengisahkan tentang perjalanan alien bernama Peekay yang tidak bisa kembali ke planetnya karena kehilangan kalung yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pesawat alien. Perjalanan yang tak semulus dipikirkannya ini justru membuatnya menemukan banyak hal.</p>
<p style="text-align:justify">Film <em>Peekay</em> bergenre komedi, drama, dan <em>science fiction </em>(baca: fiksi ilmiah). Dalam filmnya, Peekay sangat lucu karena tingkahnya dan sentilannya terhadap agama-agama yang ada di India. Tak heran, film ini menjadi Film Internasional Terlaris di tahun 2014 lalu.</p>
<p style="text-align:justify">Film tersebut diawali dengan adegan Peekay turun dari pesawat luar angkasa untuk meneliti tentang bumi. Meskipun alien, wujud Peekay mirip dengan manusia, namun tidak &nbsp;mengenakan pakaian. Lalu, Peekay bertemu dengan seorang pria yang kemudian mencuri kalung komunikasinya dan kabur dengan kereta api.</p>
<p style="text-align:justify">Peekay pun kebingungan berkelana dari satu daerah ke daerah lain untuk beradaptasi. Hingga akhirnya, Peekay bertemu dengan seorang saudagar kaya yang membantunya untuk bisa berbahasa manusia. Setelah mampu berbahasa, Peekay disarankan oleh saudagar untuk pergi mencari kalungnya di Delhi</p>
<p style="text-align:justify">Setiba di Delhi, Peekay menanyakan kepada semua orang mengenai kalungnya yang hilang, namun tidak ada satu pun yang tahu mengenai keberadaan kalungnya. Setiap orang yang ia tanya menjawab bahwa hanya Tuhan yang tahu. Dari persepsi itu, ia mulai mengikuti kegiatan ibadah agama Hindu dan meminta pada Dewa untuk mencari kalungnya. Dewa tidak menjawab, ia lalu mulai mencoba semua ritual agama baik Islam, Kristen, maupun Katolik, tetap saja Tuhan tidak menjawab. Merasa putus asa, ia mulai menyebarkan brosur tentang Tuhan yang menghilang. Jika ada yang tahu diharapkan segera menghubungi Peekay. Dari tingkah anehnya, ia dijuluki sebagai Peekay (PK) yang artinya mabuk dalam bahasa India.</p>
<p style="text-align:justify">Di balik kekonyolan tingkah Peekay, film ini membuat penonton menjadi berpikir terbuka dan kritis tentang paham agama. Banyak pemuka agama yang mengajarkan aliran sesat dan moral. Dari film ini, kita diajak untuk tidak menjelek-jelekkan dan menghakimi agama yang lain, tidak ada agama yang paling benar atau agama yang salah. Adapun Semua agama baik tujuannya. Kritik sosial agama dengan sentuhan komedi sangat menarik untuk dinikmati. Namun, film ini dirasa kurang sopan karena menyindir agama-agama lain secara negatif yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.</p>
<p><strong>Penulis: Danu Maulana<br />
Editor: Artha Julia</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/peekay-sebuah-film-tentang-konsep-ketuhanan-yang-disatir/">Peekay, Sebuah Film tentang Konsep Ketuhanan yang Disatir</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/peekay-sebuah-film-tentang-konsep-ketuhanan-yang-disatir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sabtu Bersama Bapak</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/sabtu-bersama-bapak/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/sabtu-bersama-bapak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jan 2022 14:14:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun rilis&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : 2016 Genre&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Drama Sutradara&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Monty Tiwa Produksi &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Falcon Pictures, Maxima Pictures Negara&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Indonesia Durasi &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; :</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/sabtu-bersama-bapak/">Sabtu Bersama Bapak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun rilis&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 2016</p>
<p>Genre&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Drama</p>
<p>Sutradara&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Monty Tiwa</p>
<p>Produksi &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Falcon Pictures, Maxima Pictures</p>
<p>Negara&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Indonesia</p>
<p>Durasi &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 1 jam 40 menit</p>
<p>Tagline&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : &ldquo;Walau telah tiada, Bapak akan selalu ada.&rdquo;</p>
<p>Soundtrack &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : <em>I&rsquo;m Sorry</em> (Wizzy)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Film ini diadaptasi dari novel karya Adithya Mulya. Seperti judulnya, film ini bercerita tentang sebuah keluarga, dimana genre yang diambil adalah drama dan alurnya tidak lepas dari melankolia. Di awal <em>scene</em>, Gunawan sang Bapak yang diperankan oleh Abimana Aryasatya divonis mengidap kanker dan hidupnya tak lama lagi. Lalu, Bapak hanya menceritakan penyakitnya kepada sang istri yaitu Ibu Itje yang diperankan oleh Ira Wibowo dan merahasiakan penyakitnya dari kedua putranya, Satya (Arifin Putra) dan Cakra (Deva Mahenra).</p>
<p style="text-align: justify;">Merasa akan meninggalkan kewajiban sebagai seorang Ayah, Bapak membuat video sebagai penuntun hidup anaknya sampai dewasa. Melalui video tersebut, Satya dan Cakra belajar banyak tentang kehidupan. Dari masih kecil hingga dewasa, mereka menonton rekaman video tersebut setiap hari Sabtu di ruang keluarga bersama Ibu. Dari pesan-pesan dalam video tersebut, Satya dan Cakra bisa menjadi juara taekwondo dan anak yang dibanggakan oleh Ibunya. Karena masakan Ibu Itje yang enak, ia membuka restoran dan Satya bertemu dengan seorang perempuan yaitu Rissa (Acha Septriasa) di sana. Lalu, mereka menikah dan pindah ke Paris karena Satya bekerja sebagai tenaga kerja <em>offshore</em> (baca: lepas pantai) di Denmark.</p>
<p style="text-align: justify;">Terdapat beberapa konflik dalam hubungan rumah tangga Satya, ia merasa harus seperti bapaknya yang mendidik anak-anaknya dengan keras. Namun, didikan yang Satya ajarkan kepada kedua putranya yaitu Rian dan Miku dianggap salah oleh istrinya. Rissa menganggap Satya tidak tahu apa-apa dalam hal mendidik anak karena hanya sebentar di rumah dan akan pergi melakukan tugasnya yang berpindah-pindah lokasi kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, Rissa mencoba untuk bekerja agar rumah dan biaya pendidikan anak-anaknya terpenuhi dengan cepat. Dengan begitu, mungkin suaminya tidak akan bekerja lagi sebagai tenaga kerja <em>offshore</em>. Selama bekerja, Rian dan Miku dititipkan ke temannya yang bernama Ika. Belum lama bekerja, hal yang tidak diinginkan terjadi kepada kedua putranya. Mereka hampir diculik saat Ika sedang menjawab telepon. Untungnya, toko daging langganan mereka menemukan Rian dan Miku sedang berjalan bersama pria tidak dikenal dan langsung diamankan oleh sang pedagang daging tersebut. Hal tersebut memicu pertengkaran antara mereka, karena Satya berpikir bahwa Rissa tidak bisa menjaga anak-anak mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam film ini terdapat adegan yang membuat kita tertawa di kisah seorang Cakra. Dengan polosnya, ia menyukai seorang perempuan bernama Ayu (Sheila Dara). Awalnya, ia menyerah untuk mendekati Ayu, lantaran sudah ditembak oleh Salman (teman Cakra) dan Ayu juga menunjukkan sikap tak suka. Lalu, sang Ibu menawarkannya untuk dikenalkan dengan anak temannya yang bernama Retna. Cakra setuju, lalu mereka membuat janji temu di Jakarta. Di tempat janji temu itu Cakra dan Ayu bertemu. Cakra menelepon Retna, tetapi yang berbunyi adalah telepon Ayu. Akhirnya mereka menceritakan kisahnya masing-masing dan terlihat Ayu sudah mulai nyaman dengan Cakra.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari film ini, banyak pelajaran yang bisa diambil, seperti membina rumah tangga yang baik dan cara berpikir orang tua yang tidak ingin membebankan anaknya. Dalam film tersebut terdapat satu kalimat yang memiliki makna mendalam yaitu &ldquo;Menjadi panutan bukan tugas anak sulung kepada adik-adiknya, tapi tugas orang tua kepada semua anak&rdquo;.</p>
<p><strong>Penulis: Zharifah Tafidah<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/sabtu-bersama-bapak/">Sabtu Bersama Bapak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/sabtu-bersama-bapak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Spider-Man: No Way Home, Kado Natal dan Tahun Baru yang Penuh Kesan</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/spiderman-no-way-home-kado-natal-dan-tahun-baru-yang-penuh-kesan/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/spiderman-no-way-home-kado-natal-dan-tahun-baru-yang-penuh-kesan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2021 04:51:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[spiderman]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul Film&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Spider-Man: No Way Home Sutradara&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Jon Watts Penulis Naskah&#160;&#160; &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Chris McKenna, Erik Sommers Pemeran&#160; &#160; &#160; &#160; &#160;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/spiderman-no-way-home-kado-natal-dan-tahun-baru-yang-penuh-kesan/">Spider-Man: No Way Home, Kado Natal dan Tahun Baru yang Penuh Kesan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Judul Film&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Spider-Man: No Way Home</p>
<p>Sutradara&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Jon Watts</p>
<p>Penulis Naskah&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Chris McKenna, Erik Sommers</p>
<p>Pemeran&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Tom Holland, Zendaya, Benedict Cumberbatch, dan Jacob Batalon<br />
&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak dari kita pasti mengetahui film bertema manusia laba-laba super ini. Trilogi <em>Spider-Man</em> kali ini merupakan film <em>reboot</em> yang kedua. Sebelumnya sudah ada versi <em>Spider-Man</em> Sam Raimi, <em>The Amazing Spider-Man</em> Marc Web, dan sekarang <em>Spider-Man</em> Jon Watts. <em>Spider-Man: No Way Home</em> menjadi film <em>live action</em> <em>Spider-Man</em> dengan skor <em>Rotten Tomatoes</em> tertinggi, yakni 94 persen. Di filmnya sekarang, sang karakter utama Peter Parker (Tom Holland) sedang mencari sebuah jalan keluar untuk masalah yang sedang menimpanya, ini membuat kehidupannya berubah 180 derajat.</p>
<p style="text-align: justify;">Adegan pembuka film ini merupakan adegan lanjutan dari film sebelumnya yakni <em>Spider-Man: Far From Home</em>. Sosok dibalik topeng Spider-Man yaitu Peter sendiri diungkap di depan publik oleh Mysterio (Jake Gyllenhaal), sang <em>villain</em>, melalui TheDailyBugle.net yang merupakan sebuah media kontroversial dalam film ini. Tidak hanya itu, Mysterio juga membohongi publik bahwa Peter telah menyerangnya agar Peter bisa menjadi &ldquo;<em>The Next Iron Man</em>&rdquo;, bukan orang lain. Karenanya, dengan sekejap identitas Peter Parker terungkap.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah kejadian itu, kehidupan Peter berubah drastis. Ia dicap sebagai &ldquo;<em>public enemy number one</em>&rdquo;. Ranah privasinya terusik oleh banyak orang. Reputasinya yang kian buruk turut berdampak kepada orang-orang terdekatnya, Michelle Jones (Zendaya) dan Ned Leeds (Jacob Batalon). Peter memutuskan untuk meminta bantuan Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) untuk mengatasi masalah ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dr. Strange pun mengabulkan permintaan Peter. Namun Peter membuat kegaduhan yang membuat entitas-entitas asing masuk ke dalam semesta Peter. Entitas-entitas asing ini adalah Doctor Octopus, Green Goblin, Sandman, Lizard, dan Electro.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari sini, tensi film mulai meningkat. Peter, MJ, Ned, dan Dr. Strange terlibat konflik yang cukup dramatis dalam misi mengembalikan entitas-entitas itu kembali ke asalnya. Di tengah upaya mengembalikan para entitas ke semesta asalnya, Green Goblin mengacau dan terjadi pertarungan yang berujung nahas bagi Aunt May (Marisa Tomei), ia tewas dalam pertarungan ini. Peter pun terguncang atas kepergian Aunt May. Namun terjadi sebuah kejadian yang mengejutkan, Peter Parker dari semesta lain (Tobey Maguire dan Andrew Garfield) ternyata juga tertarik ke semesta Peter Parker-nya Tom Holland berada. Peter yang lain bersama MJ dan Ned berusaha menguatkan kembali Peter Tom Holland, dan ikut membantu mengatasi keadaan yang sudah berantakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah melakukan perlawanan, ketiga Peter berhasil mengembalikan keadaan walau Green Goblin lagi-lagi membuat kekacauan yang membuat semua entitas semesta yang mengenal Peter masuk ke semesta Peter Tom Holland. Kekacauan diakhiri oleh Peter Parker dan Dr. Strange dengan cara Peter Tom Holland merelakan keberadaannya dilupakan oleh semua orang termasuk orang-orang terdekat yang sangat dicintai oleh Peter, yakni MJ dan Ned.</p>
<p style="text-align: justify;">Film ini memperlihatkan sebuah cerita yang benar-benar ditulis dengan sangat rapi dan kuat. Dengan banyaknya tokoh <em>villain</em> yang memiliki tujuannya masing-masing, serta sang hero yang digambarkan sebagai anak-anak yang ceroboh, film ini tetap memiliki arah cerita yang jelas tanpa meluas ke masing-masing <em>villain</em>. Membuat penontonnya tetap nyaman mengikuti konflik-konflik yang ada, dan memahami perasaan masing-masing tokoh.</p>
<p style="text-align: justify;">Faktor lain yang membuat berkesan yakni kembalinya para aktor dari film-film sebelumnya dan tentunya kegeniusan penulis naskah dalam menempatkan segudang <em>fan service</em> yang bereferensi pada <em>Spider-Man</em> sebelumnya tanpa membuatnya terkesan memaksa. Penempatannya selalu bisa membuat kita tertawa, sedih, ter-&ldquo;<em>amaze</em>&rdquo;, serta membuat &ldquo;punggung encok&rdquo; karena histeris saat Peter Parker jadi tiga.</p>
<p style="text-align: justify;">Film ini juga menyisipkan beberapa pesan, diantaranya adalah pendirian Peter dalam menegakkan moralitas dalam keadaan yang sulit. Ini cukup menjadi pelajaran kita pada kondisi dunia yang tidak stabil saat ini untuk tetap mengedepankan rasa moralitas. Kemudian perihal pengorbanan Peter diakhir cerita yang cukup menyesakkan, ini bisa menjadi pelajaran juga untuk remaja agar tidak jatuh terlalu lama ketika dihadapkan akan pilihan yang sulit. Semua pasti ada konsekuensinya, seperti kata Aunt May dan Uncle Ben &ldquo;<em>With great power comes great responsibility</em>&rdquo;, dan masih banyak lagi pesan tersirat dalam film ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara keseluruhan film ini sungguh hangat dan dekat bagi kita yang sedari dulu mengikuti film <em>Spider-Man</em> walau bisa dibilang memang terlalu banyak <em>fan service</em> di dalamnya. Akan tetapi, itu semua &ldquo;sangat amat terpampang nyata&quot;, cukup untuk mengobati rasa rindu terhadap tokoh manusia laba-laba yang dulu menemani kita. Film ini layak menjadi hadiah untuk kita semua&nbsp; karena berhasil menjalani tahun 2021 ini.</p>
<p><strong>Penulis: Hawari Rahmadito<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/spiderman-no-way-home-kado-natal-dan-tahun-baru-yang-penuh-kesan/">Spider-Man: No Way Home, Kado Natal dan Tahun Baru yang Penuh Kesan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/spiderman-no-way-home-kado-natal-dan-tahun-baru-yang-penuh-kesan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>The Mandela Effect, Ketika Dunia Hanyalah Simulasi Komputer</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/the-mandela-effect-ketika-dunia-hanyalah-simulasi-komputer/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/the-mandela-effect-ketika-dunia-hanyalah-simulasi-komputer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2021 04:29:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : The Mandela Effect Sutradara &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : David Guy Levy Produser &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Joshua Fruehling, David Guy Levy, Steffen Schlachtenhaufen Penulis &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/the-mandela-effect-ketika-dunia-hanyalah-simulasi-komputer/">The Mandela Effect, Ketika Dunia Hanyalah Simulasi Komputer</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Judul &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : The Mandela Effect</p>
<p>Sutradara &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : David Guy Levy</p>
<p>Produser &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Joshua Fruehling, David Guy Levy, Steffen Schlachtenhaufen</p>
<p>Penulis &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : David Guy Levy, Steffen Schlachtenhaufen</p>
<p>Tayang &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : 23 Oktober 2019</p>
<p style="text-align: justify;">&ldquo;The Mandela Effect&rdquo; merupakan film fiksi ilmiah horor yang dirilis pada tahun 2019 lalu yang disutradarai serta ditulis oleh David Guy Levy. Film ini bercerita tentang kehidupan keluarga kecil yang bahagia, namun berubah saat sang anak meninggal karena sebuah musibah. Sang ayah yang diperankan oleh Charlie Hofheimer tidak bisa percaya akan kepergian anaknya dan berpikir bahwa anaknya masih hidup namun berada di dimensi yang berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah semua pencarian yang dilakukan, akhirnya, sang ayah menyadari bahwa selama ini ia mengalami fenomena <em>mandela effect</em> dan beranggapan bahwa ia hidup dalam sebuah simulasi yang dijalankan oleh super komputer. <em>Mandela effect</em> sendiri merupakan sebuah teori dimana saat seseorang atau sekelompok orang memiliki memori yang salah tentang suatu peristiwa. Oleh sebab itu, sang ayah merasa bahwa dunia yang ia tinggali sekarang sedang terjadi kerusakan yang mengakibatkan dia kehilangan anaknya, sehingga ia ingin membuat program untuk kembali memperbaiki dunianya dan mengembalikan anaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari segi konsep cerita yang diangkat, film ini memiliki konsep yang menarik karena mengangkat sebuah teori yang unik di dalamnya. Namun penggambaran karakter dalam film ini terkesan terburu-buru, sehingga penonton kurang bisa merasakan emosi dari pemain. Walaupun demikian, penjelasan seputar teori yang diangkat dalam film ini dijelaskan dengan sangat baik melalui penggambaran yang menarik. Film ini berhasil mengangkat teori tentang cara kerja <em>mandela effect</em> dimana film ini mengangkat sudut pandang bahwa dunia adalah sebuah simulasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, film ini juga menunjukkan perjuangan dari orang tua yang ingin menyelamatkan anaknya, serta memperlihatkan kesedihan yang dirasakan mereka saat kehilangan seorang anak. Namun sangat disayangkan karena film ini tidak bisa mengeluarkan semua potensi dari konsep yang dibuatnya. Alur yang disajikan juga kurang menarik dan terkesan dipaksakan, terutama saat sang ayah menemukan super komputer rahasia. Alur tersebut terkesan memaksa karena ia menemukan super komputer di sebuah universitas dan bukan di tempat yang lebih rahasia. Namun, hal ini mungkin dilakukan untuk mempermudah tokoh utama mengoperasikannya. Selain itu cerita yang disajikan dalam film ini hanya berputar di tokoh utama saja, sehingga sudut pandang yang disajikan terkesan sempit dan penuh pengulangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Walaupun begitu, film ini tetap bisa dinikmati dan cukup direkomendasikan untuk para penyuka film-film yang mengandung teori karena penyajian teori disini sangatlah jelas. Hanya saja terdapat kekurangan di bagian penggambaran tokoh. Oleh karena itu, film ini mendapatkan rating 5,7/10 di IMDb dan 20% di situs <em>Rottentomatoes</em>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penulis: Aldi Ihza Maula<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/the-mandela-effect-ketika-dunia-hanyalah-simulasi-komputer/">The Mandela Effect, Ketika Dunia Hanyalah Simulasi Komputer</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/the-mandela-effect-ketika-dunia-hanyalah-simulasi-komputer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
