<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ai Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/ai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/ai/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Mar 2026 15:57:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>ai Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/ai/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nano Banana : Fitur Terobosan AI untuk Pengeditan Gambar di Google</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/nano-banana-fitur-terobosan-ai-untuk-pengeditan-gambar-di-google/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/nano-banana-fitur-terobosan-ai-untuk-pengeditan-gambar-di-google/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 15:57:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[artificial-intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[editing]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[nano-banana]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2085</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Perkembangan kecerdasan buatan menghadirkan inovasi baru pengeditan gambar digital. Google meluncurkan Nano Banana untuk mendukung kreativitas visual pengguna secara praktis dan cepat.</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/nano-banana-fitur-terobosan-ai-untuk-pengeditan-gambar-di-google/">Nano Banana : Fitur Terobosan AI untuk Pengeditan Gambar di Google</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Perkembangan kecerdasan buatan menghadirkan inovasi baru pengeditan gambar digital. Google meluncurkan Nano Banana untuk mendukung kreativitas visual pengguna secara praktis dan cepat.</em></p>



<p>Perkembangan teknologi <em>Artificial Intelligence</em> (AI) dalam pengolahan visual membuat proses <em>editing </em>kini jauh lebih sederhana dibandingkan sebelumnya, dahulu pengguna membutuhkan aplikasi khusus dan kemampuan teknis tertentu, sekarang AI mampu memahami perintah teks dan langsung menerapkannya pada gambar. Sejalan dengan perkembangan tersebut, Google secara resmi menghadirkan Nano Banana sebagai terobosan untuk memperluas ruang kreativitas pengguna secara lebih bebas dan instan melalui fitur pengeditan gambar berbasis AI yang terintegrasi dalam ekosistemnya. Pengguna dapat menghasilkan dan mengedit gambar langsung melalui layanan Google berbasis AI, yang fiturnya tersedia pada Google Lens dan Mode AI. Dilansir dari AntaraNews, Indonesia merupakan negara ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India yang dapat memanfaatkan fitur pengeditan gambar di Lens dan Mode AI, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mendapat perhatian dalam pengembangan teknologi AI Google.</p>



<p>Dari segi kemampuan, Nano Banana memungkinkan pengguna mengedit gambar hanya dengan memasukkan instruksi atau <em>prompt</em> sederhana, seperti “buat foto saya dengan versi <em>photo booth</em>”. Hal ini membuktikan bahwa fitur tersebut dirancang agar mudah digunakan oleh semua kalangan.</p>



<p>Cara memanfaatkan fitur ini cukup sederhana. Pengguna hanya perlu membuka fitur Lens pada aplikasi Google di perangkat Android ataupun IOS, kemudian ketuk ikon pisang kuning yang bertuliskan <em>create</em> agar diarahkan ke model Nano Banana. Selanjutnya, pengguna memotret objek atau dari gambar yang telah ada, dan masukkan <em>prompt</em> untuk mengedit lebih lanjut foto tersebut.</p>



<p>AI ini mampu memahami konteks visual, sehingga hasil editan terlihat lebih alami dan menyatu dengan gambar asli. Prosesnya menunjukkan bahwa Google memang mengintegrasikan fitur tersebut secara langsung tanpa perlu aplikasi tambahan. Selain Nano Banana, terdapat Gemini sebagai AI Google, perbedaan terdapat pada fungsi penggunaannya. Nano Banana memiliki fokus yang lebih spesifik pada pengeditan gambar dan lebih diarahkan untuk kebutuhan kreativitas visual secara praktis di Google Search, sedangkan Gemini memiliki cakupan yang lebih luas, yang mendukung berbagai kebutuhan berbasis multimodal atau berfungsi sebagai asisten serbaguna.</p>



<p><strong>Penulis : Nisrina Aisy<br>Editor : Sheillomitha Salsa Nabila P. J.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/nano-banana-fitur-terobosan-ai-untuk-pengeditan-gambar-di-google/">Nano Banana : Fitur Terobosan AI untuk Pengeditan Gambar di Google</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/nano-banana-fitur-terobosan-ai-untuk-pengeditan-gambar-di-google/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Kecerdasan Buatan dan Dampaknya pada Industri Manufaktur di Indonesia</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/perkembangan-kecerdasan-buatan-dan-dampaknya-pada-industri-manufaktur-di-indonesia/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/perkembangan-kecerdasan-buatan-dan-dampaknya-pada-industri-manufaktur-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 06:49:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[artificial-intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan-buatan]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2044</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia terus dikembangkan dan diterapkan hingga saat ini. Tetapi dalam penerapannya masih terdapat kesulitan, terutama pada perusahaan yang</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/perkembangan-kecerdasan-buatan-dan-dampaknya-pada-industri-manufaktur-di-indonesia/">Perkembangan Kecerdasan Buatan dan Dampaknya pada Industri Manufaktur di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia terus dikembangkan dan diterapkan hingga saat ini. Tetapi dalam penerapannya masih terdapat kesulitan, terutama pada perusahaan yang memiliki jenis produk yang beragam.</em></p>



<p>Pemerintah menunjukkan komitmen untuk memperkuat industri nasional dengan meluncurkan <em>roadmap</em> “<em>Making Indonesia 4.0</em>” sejak 04 April 2018 dan hingga kini berbagai sektor industri terus berkembang untuk mewujudkan target tersebut. Penerapan Industri 4.0 diyakini membawa dampak besar dalam berbagai aspek, seperti produktivitas, efisiensi, dan inovasi. Namun, penerapannya hingga kini belum sepenuhnya merata dan masih dalam tahap berkembang di berbagai sektor.</p>



<p>Dalam penerapan Industri 4.0, kecerdasan buatan (AI) merupakan salah satu pilar penting yang kini mulai diterapkan di sejumlah perusahaan, “Pada perusahaan saya sudah mulai menerapkan kecerdasan buatan dan IoT (<em>Internet of Things</em>) berupa tangan robot yg dapat bekerja secara otomatis,” ujar Hikari selaku dosen di Politeknik STMI Jakarta yang membagikan pengalaman diperusahaannya. Namun, ia juga menambahkan bahwa penerapan AI tidaklah mudah, terlebih pada perusahaan yang memiliki banyak jenis produk. Hal itu disebabkan karena semakin banyak variasi produk yang dimiliki, semakin sulit pula melakukan perbaikan maupun menerapkan otomasi dalam proses produksinya. Begitupun sebaliknya, dengan jenis yang lebih sedikit dapat mempermudah <em>improvement </em>ataupun menerapkan otomasi dalam pembuatan produk tersebut.</p>



<p>Selain itu, penerapan Industri 4.0 juga memiliki dampak yang sangat signifikan terkhusus pada sisi produktivitas dan kualitas. Ia menjelaskan bahwa penggunaan AI dan IoT memungkinkan proses produksi lebih akurat dibandingkan tenaga manusia (<em>man power</em>) yang rentan mengalami <em>human error</em>.<em> </em>Oleh karena itu, masalah tersebut dapat diatasi dengan produk yang menggunakan mesin otomatis terutama yang berhubungan dengan IoT.</p>



<p>Meski membawa banyak manfaat, penerapan AI juga menghadirkan tantangan baru terutama pada peningkatan persaingan kerja akibat pergeseran kebutuhan tenaga manusia, “Dengan adanya AI, kita sebagai mahasiswa harus bisa beradaptasi dan memperdalam <em>skill </em>yang dibutuhkan, serta tidak membiarkan kita terpengaruh oleh AI. Jika kita bisa memanfaatkan AI dengan benar, maka akan menjadikan kita sebagai mahasiswa untuk mendapat ilmu dan <em>skill </em>yang lebih dibandingkan dengan yang tidak bisa beradaptasi dengan AI,” ujar Albani mengungkapkan pendapatnya sebagai mahasiswa.<br>Menanggapi kekhawatiran akan tergesernya peran manusia, Hikari menegaskan bahwa, masyarakat Indonesia terkhusus bagi mahasiswa harus siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini, karena dengan adanya teknologi tersebut dapat membuka peluang pekerjaan baru, seperti <em>robotic engineering</em> ataupun <em>data analysis</em>. Maka dari itu, jangan takut terhadap perkembangan AI, melainkan harus terus berusaha agar menjadi manusia yang memiliki <em>value</em>. Sejatinya, <em>Artificial Intelligence</em> (AI) adalah produk buatan manusia, sehingga manusia akan tetap dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan.</p>



<p><strong>Penulis : Achmad Thoriq P.S.<br>Editor : Lifa Ansyaresti S.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/perkembangan-kecerdasan-buatan-dan-dampaknya-pada-industri-manufaktur-di-indonesia/">Perkembangan Kecerdasan Buatan dan Dampaknya pada Industri Manufaktur di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/perkembangan-kecerdasan-buatan-dan-dampaknya-pada-industri-manufaktur-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Solusi Optimalisasi Kemacetan Lalu Lintas di Kota Besar Indonesia</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/solusi-optimalisasi-kemacetan-lalu-lintas-di-kota-besar-indonesia/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/solusi-optimalisasi-kemacetan-lalu-lintas-di-kota-besar-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 10:58:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[ATCS]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ITCS]]></category>
		<category><![CDATA[real-time]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=1995</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Sejumlah kota di Indonesia mulai menggunakan Intelligent Traffic Control System (ITCS). Teknologi berbasis kecerdasan buatan inI dirancang untuk membaca, mengatur, dan merespons</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/solusi-optimalisasi-kemacetan-lalu-lintas-di-kota-besar-indonesia/">Solusi Optimalisasi Kemacetan Lalu Lintas di Kota Besar Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Sejumlah kota di Indonesia mulai menggunakan Intelligent Traffic Control System (ITCS). Teknologi berbasis kecerdasan buatan inI dirancang untuk membaca, mengatur, dan merespons kondisi jalan secara real-time.</em></p>



<p>Kemacetan lalu lintas telah lama menjadi persoalan paling serius di berbagai kota besar, terutama Jakarta, karena dapat menghambat produktivitas masyarakat. Pertumbuhan jumlah kendaraan yang pesat tidak diimbangi dengan infrastruktur jalan yang memadai, sehingga memicu kemacetan yang berdampak pada kerugian ekonomi dan menurunnya kualitas hidup warga negara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun dituntut untuk mencari solusi yang mampu mengurangi kemacetan, sekaligus mendukung target transportasi berkelanjutan. Dari sinilah muncul gagasan <em>Intelligent Traffic Control System</em> (ITCS), yaitu sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), yang mampu memantau dan mengatur arus kendaraan secara <em>real-time </em>untuk meningkatkan efisiensi lalu lintas di perkotaan.</p>



<p><em>Intelligent Traffic Control System</em> (ITCS)<strong> </strong>merupakan sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi cerdas yang dirancang untuk mengatur arus kendaraan secara otomatis. Sistem ini menggunakan jaringan sensor dan kamera yang terpasang di berbagai titik jalan untuk memantau kondisi lalu lintas secara <em>real-time</em>. Data yang terekam kemudian diproses oleh kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis pola kepadatan, kecepatan, serta volume kendaraan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, ITCS akan menyesuaikan durasi lampu lalu lintas, memberikan prioritas pada jalur yang padat, serta merespons cepat terhadap situasi darurat seperti kecelakaan atau gangguan lain di jalan.&nbsp;</p>



<p>Jakarta menjadi pionir diterapkannya ITCS di Indonesia, khususnya di titik strategis seperti koridor Sudirman–Thamrin. Sistem serupa juga diuji coba di Solo, dan hasilnya menunjukkan peningkatan kelancaran arus karena lampu lalu lintas dapat beradaptasi dengan kepadatan kendaraan. Sementara itu, Surabaya<strong> </strong>mengembangkan sistem serupa melalui <em>Adaptive Traffic Control System</em> (ATCS) yang juga mengandalkan sensor dan kamera untuk mengatur lampu lalu lintas secara <em>real-time</em>. Penerapan teknologi ini belum merata di seluruh kota, namun manfaatnya mulai dirasakan langsung oleh para pengguna jalan. Keberhasilan implementasi di beberapa wilayah mendorong harapan agar ITCS segera disertifikasi secara nasional dan diperluas penerapannya ke kota-kota lain di Indonesia.Meski menjanjikan, penerapan ITCS ini tidak lepas dari tantangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengatakan bahwa tidak ada penambahan anggaran khusus untuk sistem ini, sehingga implementasinya dilakukan secara bertahap. Selain itu, kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan dan memelihara sistem juga masih perlu ditingkatkan. Di sisi lain, banyak pihak menaruh harapan pada ITCS. Jika sistem ini diterapkan secara lebih luas dan konsisten, sistem ini diyakini mampu memperlancar arus lalu lintas, mengurangi waktu tempuh, meningkatkan efisiensi energi, serta kualitas hidup warga pun membaik. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan juga menegaskan komitmennya untuk dalam mendorong inovasi dan peningkatan kualitas transportasi berkelanjutan di Indonesia.</p>



<p>Penulis : Laras Endah Hapsari<br>Editor : Sheillomitha Salsa Nabila Putri Jofanala</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/solusi-optimalisasi-kemacetan-lalu-lintas-di-kota-besar-indonesia/">Solusi Optimalisasi Kemacetan Lalu Lintas di Kota Besar Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/solusi-optimalisasi-kemacetan-lalu-lintas-di-kota-besar-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AI vs Otak: Jadi Lebih Pintar atau Lebih Malas</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/ai-vs-otak-jadi-lebih-pintar-atau-lebih-malas/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/ai-vs-otak-jadi-lebih-pintar-atau-lebih-malas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2025 08:38:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[artificial-intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[damak AI]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=1973</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Perkembangan AI saat ini semakin meluas ke berbagai bidang dan sektor, diantaranya dalam bidang pendidikan dan bidang desain grafis. Namun, penggunaan AI</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/ai-vs-otak-jadi-lebih-pintar-atau-lebih-malas/">AI vs Otak: Jadi Lebih Pintar atau Lebih Malas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Perkembangan AI saat ini semakin meluas ke berbagai bidang dan sektor, diantaranya dalam bidang pendidikan dan bidang desain grafis. Namun, penggunaan AI yang berlebihan juga dapat menjadi boomerang untuk diri sendiri.</em></p>



<p>Saat ini, <em>Artificial Intelligence</em>&nbsp;(AI) mengalami perkembangan pesat dan mulai diterapkan di berbagai bidang seperti pendidikan dan desain grafis. Hal tersebut dikarenakan fitur, fungsi, dan tampilan AI yang cukup membantu dalam menunjang kegiatan dalam bidang-bidang tersebut. Namun dalam penggunaanya,<em>&nbsp;</em>AI juga dapat menjadi <em>boomerang</em>&nbsp;untuk diri sendiri. Hal tersebut terjadi apabila penggunaan AI secara berlebihan dalam kehidupan sehari-hari. Dampak dari penggunaan AI bisa bersifat positif ataupun negatif tergantung pada bagaimana cara kita memanfaatkannya.</p>



<p>Ahmad Juniar selaku dosen Prodi Sistem Informasi Industri Otomotif (SIIO), mengatakan bahwa penggunaan<em>&nbsp;</em>AI sangat membantu dalam proses kegiatan mengajar seperti mencari materi, membuat soal, dan mencari jawaban. Namun, ia juga menegaskan bahwasannya AI digunakan hanya sebagai pendukung, “Sebenarnya saya paham ini langkah-langkahnya atau tahapan besarnya seperti ini. Tapi daripada saya lelah saya meminta AI untuk men-<em>generate</em>&nbsp;solusi itu, khususnya untuk hal-hal yang sifatnya darurat ya harus cepat, saya minta bantuan AI,” ungkapnya. Menurutnya, penggunaan AI yang berlebihan tidak memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja otak, AI justru dapat meningkatkan produktifitas namun otak juga dapat bekerja dengan lebih santai.&nbsp;</p>



<p>Berbeda halnya dengan pandangan seorang desainer grafis yang menilai penggunaan AI secara berlebihan justru membuat kinerja otak menjadi lebih malas. Hal tersebut dikarenakan fitur-fitur AI memudahkan pekerjaan membuat seseorang tidak mengasah keterampilannya. Ia juga mencontohkan fitur penghapus background yang kini sangat instan. “Untuk penggunaan dalam desain sebenarnya itu fungsinya sebagai <em>tool</em>&nbsp;bukan sebagai <em>main source</em>. AI itu sebenarnya fungsinya untuk membantu kinerja desain grafis agar lebih cepat, cuman mungkin sekarang orang-orang salah kaprah, jadi memikirkan bahwa AI itu menjadi <em>main source</em>&nbsp;bukan sebagai <em>tool,</em>” ujarnya.</p>



<p>Pada dasarnya, baik buruknya penggunaan AI kembali kepada pribadi masing-masing. Seperti halnya yang disampaikan Ahmad Juniar selalu dosen, AI dapat diibaratkan seperti pisau, apabila digunakan sesuai fungsinya maka akan membuahkan hasil yang baik, namun apabila tidak digunakan semestinya akan membuahkan hasil yang kurang baik. Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, termasuk otomatisasi yang mulai menggantikan peran manusia, penting bagi kita untuk menerapkan etika dalam penggunaan AI. Otak yang cerdas dan bijak tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi era digital ini.</p>



<p><strong>Penulis : Amira Najla Hartini<br>Editor : Sheillomitha Salsa Nabila Putri J.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/ai-vs-otak-jadi-lebih-pintar-atau-lebih-malas/">AI vs Otak: Jadi Lebih Pintar atau Lebih Malas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/ai-vs-otak-jadi-lebih-pintar-atau-lebih-malas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inovasi Teknologi yang Mengubah Dunia Literasi</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/inovasi-teknologi-yang-mengubah-dunia-literasi/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/inovasi-teknologi-yang-mengubah-dunia-literasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2025 14:36:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<category><![CDATA[literasi-digital]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=1950</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Perkembangan teknologi digital mengubah cara masyarakat mengakses informasi. Literasi kini tidak hanya sebatas  membaca, tetapi juga memilah informasi agar terhindar dari hoaks dan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/inovasi-teknologi-yang-mengubah-dunia-literasi/">Inovasi Teknologi yang Mengubah Dunia Literasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Perkembangan teknologi digital mengubah cara masyarakat mengakses informasi. Literasi kini tidak hanya sebatas  membaca, tetapi juga memilah informasi agar terhindar dari hoaks dan misinformasi di era digital</em>.</p>



<p>Internet mulai dikenal&nbsp;di Indonesia sejak tahun 90-an. Dalam wawancara bersama Fifi Lailasari Hadianastuti, S.Kom., M.Kes., selaku Kepala Perpustakaan Politeknik STMI Jakarta, beliau menjelaskan perubahan literasi di era digital. Sebelumnya,&nbsp;buku fisik menjadi media utama untuk membaca, sedangkan sekarang aktivitas membaca banyak dilakukan dalam bentuk digital. Di era sebelum digital, akses terhadap buku sulit terutama di daerah terpencil sehingga buku sangat dihargai.&nbsp;Sementara itu, &nbsp;di perkotaan, kemudahan akses terhadap buku terkadang membuat masyarakat kurang menghargainya.</p>



<p>Dalam wawancara dengan Mulia Sabina, mahasiswa program studi Administrasi Bisnis Otomotif di Politeknik STMI Jakarta, berpendapat bahwa era digital membawa perubahan besar dalam akses informasi, yang sebelumnya terbatas pada media cetak seperti buku dan majalah. Kini, informasi dapat diakses dengan mudah melalui perangkat seperti <em>smartphone</em>&nbsp;tanpa perlu berlangganan. Dengan adanya platform digital ini, semua orang dapat membaca buku apa pun&nbsp;yang mereka inginkan, kapan saja, di mana saja, selama memiliki akses ke internet.</p>



<p>Meski menawarkan kemudahan, penting untuk memanfaatkan teknologi secara bijak agar dapat mendukung berbagai aspek kehidupan. Perubahan ini membawa dampak, di&nbsp;mana tidak hanya memahami isi informasi, tetapi juga&nbsp;memilah informasi hoaks<em>,</em>&nbsp;serta menghindari misinformasi. Setiap pembaca perlu benar-benar teliti, bahkan gambar pun perlu dicari tahu keasliannya.</p>



<p>Teknologi baca digital, seperti aplikasi dan situs web dengan beragam pilihan memungkinkan pengguna memilih konten sesuai kebutuhan. Hal ini dapat menjadi pemicu peningkatan minat baca. Aplikasi pembelajaran&nbsp;seperti Duolingo&nbsp;memanfaatkan <em>AI</em>&nbsp;untuk menyesuaikan materi dengan kemampuan dan kebutuhan pengguna, sehingga mempermudah proses belajar bahasa. Selain itu, aplikasi seperti Grammarly membantu meningkatkan literasi dengan memeriksa tata bahasa secara otomatis.</p>



<p>Penggunaan kecerdasan buatan (<em>AI</em>) dalam penulisan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. <em>AI</em>&nbsp;membantu penulis dengan menghasilkan teks otomatis, melakukan pengeditan, serta koreksi. Alat seperti Grammarly dan ChatGPT mempermudah perbaikan tata bahasa, penyusunan draf, dan pemberian saran untuk meningkatkan kualitas tulisan. Selain itu, <em>AI </em>juga bermanfaat dalam penulisan ilmiah seperti untuk analisis data, deteksi plagiarisme, dan pengelolaan referensi. Meskipun terdapat tantangan terkait orisinalitas dan pemikiran kritis, potensi <em>AI</em>&nbsp;dalam mempercepat proses penulisan menjadikannya alat yang sangat berharga.</p>



<p>Salah satu tantangan utama di era digital adalah kebiasaan melihat TikTok yang dianggap kontradiktif, karena menyajikan informasi secara sepotong-sepotong dan&nbsp;berpotensi menurunkan literasi. Selain itu, fenomena mahasiswa yang hanya mengutip&nbsp;daftar pustaka dari jurnal tanpa membaca buku secara utuh juga menjadi perhatian.</p>



<p>Untuk menghadapi tantangan ini&nbsp;diperlukan strategi adaptasi,&nbsp;selain&nbsp;harus menerima perubahan, kita juga harus kritis dalam menyaring informasi. Edukasi memegang peranan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi digital, serta kemampuan untuk memilah informasi yang valid dan terpercaya. Seperti halnya&nbsp;berselancar di internet, kita harus bisa menjaga keseimbangan, mengambil yang dibutuhkan, dan mengabaikan yang tidak dibutuhkan.</p>



<p><strong>Penulis : Sheillomitha Salsa Nabila Putri Jofanala<br>Editor : Muhammad Nur Ikhsan</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/inovasi-teknologi-yang-mengubah-dunia-literasi/">Inovasi Teknologi yang Mengubah Dunia Literasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/inovasi-teknologi-yang-mengubah-dunia-literasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Explain Paper: Membantu Mahasiswa Dalam Membuat Tugas Laporan</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/explain-paper-membantu-mahasiswa-dalam-membuat-tugas-laporan/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/explain-paper-membantu-mahasiswa-dalam-membuat-tugas-laporan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Mar 2024 14:07:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[artificial-intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Teknologi AI seperti Explain Paper, memberikan dukungan penting bagi mahasiswa dengan menyediakan pemahaman mendalam tentang topik kompleks dari jurnal ilmiah, secara sistematis dan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/explain-paper-membantu-mahasiswa-dalam-membuat-tugas-laporan/">Explain Paper: Membantu Mahasiswa Dalam Membuat Tugas Laporan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Teknologi AI seperti Explain Paper, memberikan dukungan penting bagi mahasiswa dengan menyediakan pemahaman mendalam tentang topik kompleks dari jurnal ilmiah, secara sistematis dan terperinci, membantu mereka mengatasi tantangan dalam pendidikan modern.</em></p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Roida Pakpahan, <em>Artificial Intelligence</em> (kecerdasan buatan) merupakan bentuk kecerdasan yang meniru perilaku manusia. Dengan kata lain, kecerdasan buatan mampu meniru kemampuan manusia dalam menyelesaikan berbagai tugas atau pekerjaan, bahkan mampu menggantikan peran manusia dalam pekerjaan tertentu. Perkembangan kecerdasan buatan telah menghasilkan inovasi-inovasi yang sangat revolusioner, terutama dalam konteks pendidikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu contoh nyata dari kemajuan AI menurut Robert F. J. Pinzolits adalah <em>Explain Paper</em>, sebuah alat bantu <em>online</em> yang dirancang untuk membaca dan memahami makalah penelitian dengan lebih cepat dan mudah. Pengguna dapat mengunggah makalah penelitian ke platform ini, menyorot teks yang relevan, dan menerima penjelasan. Fungsionalitas ini bertujuan untuk mempermudah akses terhadap makalah penelitian, yang sering kali menggunakan bahasa yang padat dan kompleks. Dengan memberikan ringkasan yang jelas dan singkat, <em>Explain Paper</em> berkontribusi pada kemudahan pemahaman terhadap konten penelitian.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Explain Paper</em> memiliki cara kerja dengan menggunakan algoritma pemrosesan bahasa atau teknik kecerdasan buatan untuk menganalisis teks asli, analisis ini dapat memberikan akses yang lebih mudah dan meningkatkan pemahaman pembaca terhadap materi yang dianalisis. Cara penggunaan <em>Explain Paper</em> melibatkan beberapa langkah, langkah pertama adalah mendaftar dan masuk ke <em>platform</em> tersebut. Setelah masuk, unggah makalah penelitian yang ingin dipahami atau dianalisis. Kemudian, sorot bagian teks yang dianggap membingungkan atau kompleks dalam makalah tersebut. Dengan melakukan langkah ini, maka pengguna akan mendapatkan penjelasan dari AI <em>Explain Paper</em> tentang bagian yang disorot, membantu dalam memahami konsep-konsep sulit dalam makalah tersebut dengan lebih efisien.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Tiara sebagai mahasiswa di Politeknik STMI Jakarta, &ldquo;Kalau buat aku yang jurusan teknik industri otomotif sangat membantu banget buat membuat laporan praktikum, soalnya kalau laporan praktikum harus menggunakan jurnal, dengan adanya <em>Explain Paper</em> dapat membantu kita untuk me<em>review</em> jurnal dengan cepat.&rdquo; Sedangkan menurut Sabrina sebagai mahasiswa di Politeknik STMI Jakarta &ldquo;Ngebantu banget sih apalagi kalau kita mencari jurnal banyak yang bahasa inggris, kita kan kadang juga tidak ngerti artinya, kadang kita kan butuh penjelasan lebih tentang maksud jurnal, AI ini sangat membantu banget sih.&rdquo;</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Explain Paper</em> memiliki dampak positif dalam penulisan makalah mahasiswa. Melalui analisis mendalam, mahasiswa dapat memahami topik secara menyeluruh, membentuk argumen yang kuat, dan meningkatkan keterampilan analisis mereka. Penggunaan <em>Explain Paper</em> sebagai referensi ahli juga memperkaya makalah dengan sumber berkualitas tinggi. Proses ini juga dapat menginspirasi ide kreatif dan meningkatkan kualitas penulisan melalui penerapan struktur yang baik. Meskipun bermanfaat, mahasiswa perlu tetap melakukan riset independen dan menyusun makalah dengan analisis dan sintesis&nbsp;pribadi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Penulis: Bayu Samudra<br />
Editor: Najla Aulia</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/explain-paper-membantu-mahasiswa-dalam-membuat-tugas-laporan/">Explain Paper: Membantu Mahasiswa Dalam Membuat Tugas Laporan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/explain-paper-membantu-mahasiswa-dalam-membuat-tugas-laporan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Metaverse sebagai Pendukung Sektor Ekonomi Digital Indonesia</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/metaverse-sebagai-pendukung-sektor-ekonomi-digital-indonesia/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/metaverse-sebagai-pendukung-sektor-ekonomi-digital-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2022 07:06:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[generasi-muda]]></category>
		<category><![CDATA[metavers]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi-rekayasa-otomotif]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com, &#8211;&#160;Metaverse&#160;adalah dunia imajiner yang dibentuk dengan Teknologi Artificial Intelligence dimana manusia bisa melakukan interaksi tanpa bertemu di tempat yang nyata dan tanpa berpindah</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/metaverse-sebagai-pendukung-sektor-ekonomi-digital-indonesia/">Metaverse sebagai Pendukung Sektor Ekonomi Digital Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria</strong><em>.</em><strong>com, &#8211;&nbsp;</strong><em>Metaverse</em>&nbsp;<em>adalah</em> <em>dunia</em> <em>imajiner</em> <em>yang</em> <em>dibentuk</em> <em>dengan</em> <em>Teknologi</em> <em>Artificial</em> <em>Intelligence</em> <em>dimana</em> <em>manusia</em> <em>bisa</em> <em>melakukan</em> <em>interaksi</em> <em>tanpa</em> <em>bertemu</em> <em>di</em> <em>tempat</em> <em>yang</em> <em>nyata</em> <em>dan</em> <em>tanpa</em> <em>berpindah</em> <em>tempat</em>. <em>Metaverse</em> <em>juga</em> <em>dapat</em> <em>mendukung</em> <em>sektor</em> <em>perdagangan</em> <em>digital</em> <em>di</em> <em>Indonesia.</em>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Menurut Jurnal Internasional Computers and Education: Artificial Intelligence Metaverse adalah semacam dunia imajiner dengan ruang digital imersif (baca: mengaburkan dunia nyata dan dunia maya) yang meningkat. Metaverse berperan sebagai bentuk perluasan dari komunikasi sinkron yang mencakup sejumlah pengguna untuk saling berbagi pengalaman yang berbeda. Komunikasi Sinkron merupakan komunikasi yang dilakukan secara serentak dan bersama.</p>
<p style="text-align:justify">Mark Zuckerberg dalam videonya &lsquo;The Metaverse and How We&#39;ll Build It Together &#8212; Connect 2021&rsquo; mengatakan bahwa dengan Metaverse kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan bersama teman maupun keluarga, kita dapat bekerja, belajar, bermain, belanja, dan membuat suatu hal baru dengan baik. Di masa pandemi ini banyak kegiatan yang perlu dilakukan dengan jarak jauh untuk mencegah penyebaran virus. Metaverse menjadi media yang sangat baik untuk mendukung kegiatan tersebut yaitu tanpa bersentuhan dan tanpa berpindah tempat. Sistem Metaverse tekait erat dengan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Metaverse menggabungkan berbagai elemen teknologi pada tingkat dasar, termasuk video, Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR), dimana pengguna dapat eksis dalam dunia digital. Metaverse adalah dunia yang berpeluang tumbuh subur di masa depan, dimana cryptocurrency (baca: mata uang digital) dan seni digital yang dikenal sebagai token non-fungible (NFT) menjadi hal biasa.</p>
<p style="text-align:justify">Dalam mendukung perkembangan Metaverse di Indonesia, Joko Widodo sebagai Presiden Indonesia mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan sektor digital, terutama di sektor ekonomi. Pada sambutannya saat peresmian Sea Labs Indonesia, Joko Widodo mengatakan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar dalam ekonomi digital. Diperkirakan potensi ekonomi digital pada tahun 2025 mencapai USD146 miliar. Presiden menginginkan agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai pasar saja, melainkan harus menjadi pemain dalam ekonomi digital tersebut.</p>
<p style="text-align:justify">Digitalisasi memberikan dampak luas hampir di seluruh aspek kehidupan masyarakat, seperti hadirnya e-commerce, e-payment, dan edutech yang memberikan kemudahan bagi masyarakat. Tidak terkecuali bidang pelayanan publik yang menjadi salah satu wujud nyata pemerintah dalam menghadirkan pelayanan terbaik untuk masyarakat.</p>
<p style="text-align:justify">Menurut Wakil Presiden, Ma&rsquo;ruf Amin pada acara Konvensi Nasional Media Massa dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2022, yang diselenggarakan secara virtual, Senin (07/02/22) &ldquo;Kemandirian digital harus menjadi suatu gerakan dan kesadaran bersama segenap elemen bangsa. Setiap peran aktif kita, akan semakin memperkuat upaya membangun kedaulatan di tengah berbagai tantangan digitalisasi,&rdquo; ucapnya.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Wapres menuturkan kembali digitalisasi saat ini menjadi mesin penggerak perekonomian nasional. Ekonomi digital Indonesia diprediksi menjadi yang terbesar di Asia Tenggara pada tahun 2025 dengan nilai mencapai Rp1.700 triliun.</p>
<p style="text-align:justify">&ldquo;Ada sekitar 21 juta konsumen digital baru selama pandemi. Akumulasi nilai pembelian pengguna internet di Indonesia juga naik dua digit sebesar 49%, dari USD 47 miliar diperkirakan menembus menjadi USD 70 miliar di akhir tahun 2021,&rdquo; papar Wapres.</p>
<p style="text-align:justify">Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga dalam Seminar web Dialogue Series ke-3 dengan tema &lsquo;Metaverse: Pemahaman dan Manfaatnya Bagi Perdagangan&rsquo; yang diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kementerian Perdagangan, dari Jakarta Pusat, Kamis (17/02/2022) menyampaikan bahwa di tengah meningkatnya sektor digital trade (baca: perdagangan digital) serta revolusi industri 4.0, Metaverse merupakan salah satu teknologi yang perlu dimanfaatkan secara maksimal.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">&ldquo;Metaverse memberikan pengalaman yang berbeda serta mendorong tumbuhya sisi bisnis baru. Metaverse tidak hanya menjadi suatu wahana baru yang dapat dialami di dunia maya, namun juga memberikan nilai ekonomi yang besar dalam menciptakan ekonomi baru di tengah masyarakat,&rdquo; jelas Wamendag Jerry Sambuaga.</p>
<p style="text-align:justify"><strong>Penulis</strong> <strong>:</strong> <strong>Rahma</strong> <strong>Dhini</strong> <strong>Nur</strong> <strong>Arifa<br />
Editor</strong> <strong>:</strong> <strong>Az</strong>&#8211;<strong>Zahra</strong> <strong>Np</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/metaverse-sebagai-pendukung-sektor-ekonomi-digital-indonesia/">Metaverse sebagai Pendukung Sektor Ekonomi Digital Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/metaverse-sebagai-pendukung-sektor-ekonomi-digital-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
