<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>bitcoin Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/bitcoin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/bitcoin/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jan 2025 07:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>bitcoin Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/bitcoin/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mining Cryptocurrency Membawa Pengaruh Buruk bagi Lingkungan Hidup</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/mining-cryptocurrency-membawa-pengaruh-buruk-bagi-lingkungan-hidup/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/mining-cryptocurrency-membawa-pengaruh-buruk-bagi-lingkungan-hidup/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2021 13:08:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[bitcoin]]></category>
		<category><![CDATA[gaya-hidup]]></category>
		<category><![CDATA[internasional]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[mining-bitcoin]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Pesatnya perkembangan cyrptocurrency telah menarik jutaan orang di berbagai dunia untuk melakukan penambangan Bitcoin. Sayangnya, hal tersebut berdampak negatif bagi lingkungan. Cryptocurrency sendiri</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/mining-cryptocurrency-membawa-pengaruh-buruk-bagi-lingkungan-hidup/">Mining Cryptocurrency Membawa Pengaruh Buruk bagi Lingkungan Hidup</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Pesatnya perkembangan cyrptocurrency telah menarik jutaan</em><em> orang</em><em> di berbagai dunia untuk melakukan penambangan Bitcoin. Sayangnya, hal tersebut berdampak negatif bagi lingkungan. </em></p>
<p style="text-align:justify"><em>Cryptocurrency</em> sendiri merupakan mata uang digital yang bekerja dengan sistem <em>blockchain</em> serta menggunakan enkripsi (baca: kode) yang rumit untuk keamanannya. Oleh karena itu, untuk mendapatkan mata uang digital tersebut diperlukan perangkat komputer yang canggih. Seperti yang tertulis pada <em>luno.com</em>, &ldquo;Untuk melakukan pemrosesan <em>mining</em> dengan cara yang aman, komputer-komputer perlu melakukan kalkulasi kompleks yang memakan usaha komputasi yang sangat besar, sehingga dibutuhkan juga energi yang besar serta alat-alat khusus yang canggih.&rdquo;</p>
<p style="text-align:justify">Pada laman <em>digiconomist.net</em> per 11 Juni 2021 diperkirakan total energi yang dikonsumsi untuk <em>mining</em> (baca: menambang) Bitcoin dapat mencapai 146 <em>Terawatt Hour</em> (TwH) per tahunnya. Berdasarkan perkiraan tersebut, kebutuhan energi untuk melakukan <em>mining</em> Bitcoin dipastikan setara dengan tiga puluh besar negara yang kebutuhan konsumsi energinya tertinggi setiap tahun.</p>
<p style="text-align:justify">Hal ini seperti yang disampaikan pada laman <em>livemint.com</em>. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Cambridge, penambangan Bitcoin membutuhkan energi listrik lebih dari 120 TwH setiap tahunnya. Nilai ini melampaui kebutuhan listrik per tahun negara lain seperti Malaysia, Swedia, dan Argentina. Dari penelitian tersebut juga disimpulkan bahwa apabila penambangan mata uang kripto adalah sebuah negara, ia masuk ke dalam tiga puluh besar negara dengan kebutuhan listrik terbesar setiap tahunnya.</p>
<p style="text-align:justify">Tidak hanya kebutuhan konsumsi energi yang besar, kegiatan mining ini juga menghasilkan emisi gas karbon yang besar. Data dari laman <em>digiconomist.net</em> menunjukkan kalau jejak karbon yang dihasilkan dari kegiatan <em>mining</em> ini mencapai 69.63 Metrik ton (Mt) karbondioksida. Dengan total konsumsi energi serta emisi yang besar, tentunya akan berbahaya bagi masa depan bumi. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal peer-review Nature Climate Change menemukan bahwa Bitcoin sendiri dapat menghasilkan emisi yang cukup untuk meningkatkan suhu global sebesar 2&deg;C pada tahun 2033.</p>
<p style="text-align:justify">Salah satu peneliti dalam jurnal tersebut juga berpendapat bahwa Bitcoin dapat dimasukkan dalam salah satu kontributor utama dalam perubahan iklim. &ldquo;Saat ini, emisi dari transportasi, perumahan dan makanan dianggap sebagai kontributor utama perubahan iklim yang sedang berlangsung. Penelitian ini menggambarkan bahwa Bitcoin harus ditambahkan ke daftar ini,&rdquo; ujar Katie Taladay, mahasiswa master UH Manoa dan rekan penulis makalah tersebut.</p>
<p style="text-align:justify">Melihat dampak tersebut, beberapa negara telah memiliki penggunaan energi alternatif untuk para penambang demi meminimalkan dampak negatif dan penggunaan konsumsi energi fosil. Seperti yang disampaikan pada web <em>wanaswara.com,</em> Norwegia dan Islandia telah melakukan terobosan dengan mendirikan fasilitas <em>cryptocurrency mining </em>yang sebagian besar didukung oleh energi listrik dari sumber energi terbarukan (selain juga iklimnya yang ideal untuk menjaga server tetap dingin). Sementara itu, juga disebukan bahwa Mongolia sebagai negara yang bebas emisi karbon melarang untuk melakukan penambangan <em>cryptocurrency</em>.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut, pada laman yang sama disampaikan jenis mata uang kripto yang ramah lingkungan pun bermunculan, seperti Cardano yang diklaim lebih hemat energi dari pada Bitcoin. Hal ini dikarenakan penerapan teknologi <em>blockchain </em>&ldquo;<em>Proof-of-Stake</em>&rdquo; pada Cardano. Adapun teknologi ini bisa memvalidasi transaksi berdasarkan jumlah koin koin yang dipegang oleh orang yang ada di jaringan Cardano, bukan jumlah kekuatan pemrosesan komputasi yang mereka miliki.</p>
<p><strong>Penulis: Aldi Ihza Maula<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/mining-cryptocurrency-membawa-pengaruh-buruk-bagi-lingkungan-hidup/">Mining Cryptocurrency Membawa Pengaruh Buruk bagi Lingkungan Hidup</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/mining-cryptocurrency-membawa-pengaruh-buruk-bagi-lingkungan-hidup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terjadi Kelangkaan VGA, NVIDIA Berencana Merilis VGA Khusus Mining</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/terjadi-kelangkaan-vga-nvidia-berencana-merilis-vga-khusus-mining/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/terjadi-kelangkaan-vga-nvidia-berencana-merilis-vga-khusus-mining/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2021 16:03:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[bitcoin]]></category>
		<category><![CDATA[cmp]]></category>
		<category><![CDATA[gpu]]></category>
		<category><![CDATA[internasional]]></category>
		<category><![CDATA[mining-bitcoin]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Pelonjakan harga Bitcoin, memicu kelangkaan VGA yang diborong oleh para miner. Untuk mengatasinya, NVIDIA berencana mengeluarkan VGA khusus mining bernama CMP HX Series.</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/terjadi-kelangkaan-vga-nvidia-berencana-merilis-vga-khusus-mining/">Terjadi Kelangkaan VGA, NVIDIA Berencana Merilis VGA Khusus Mining</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Pelonjakan harga Bitcoin, memicu kelangkaan VGA yang diborong oleh para miner. Untuk mengatasinya, NVIDIA berencana mengeluarkan VGA khusus mining bernama CMP HX Series. Namun, hingga saat ini, VGA ini masih belum dirilis.</em></p>
<p style="text-align:justify">Melansir dari <em>Kompas.com</em>, Bitcoin adalah <em>cryptocurrency</em> atau mata uang digital yang sedang ramai diperbincangkan dan dikabarkan terus mengalami kenaikan harga. Dikabarkan bahwa satu keping Bitcoin setara dengan 647 juta Rupiah. Nilai yang semakin tinggi&nbsp;membuat banyak orang tertarik dengan uang digital. Hal ini menyebabkan aktivitas <em>mining </em>(baca: menambang) untuk mendapatkan Bitcoin marak dilakukan. Semakin banyak orang yang menambang Bitcoin, semakin banyak pula permintaan perangkat yang dibutuhkan.</p>
<p style="text-align:justify">Dijelaskan pada laman <em>valuemarkets.com</em>, proses <em>mining</em> Bitcoin bermula dari <em>blockchain</em> di mana semua transaksi Bitcoin dicatat atau direkam. Setiap ada proses transaksi yang terjadi, <em>Bitcoin miner</em> bertugas memverifikasi dan mencatat setiap transaksi yang dibuat. Jadi, penambang akan menganalisis transaksi dan menambahkan blok berikutnya pada <em>blockchain</em>. Untuk melakukan ini, mereka memasukkan transaksi ke dalam blok. Lalu dilanjutkan dengan memecahkan masalah komputasi atau biasa disebut &lsquo;<em>proof of work</em>&rsquo; dengan memberi kode pengenal yang disebut dengan &lsquo;<em>hash</em>&rsquo;.</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari <em>idntimes.com</em>, proses <em>mining</em> Bitcoin membutuhkan <em>Personal Computer</em> (PC) dengan kinerja <em>Graphic Processing Unit</em> (GPU) terbaik pada <em>Video Graphics Array</em> (VGA). Dengan demikian, kebutuhan akan VGA menjadi cukup tinggi. Mengutip dari&nbsp; laman <em>Kompas.com</em>, kedua VGA NVIDIA Geforce RTX 3080 dan 3090 langsung diserbu oleh peminat&nbsp; saat mulai dijual ke pasaran, sehingga kedua VGA tersebut menjadi langka. Jensen Huang selaku Chief Executive Officer (CEO) NVIDIA mengatakan bahwa kelangkaan tersebut terjadi karena permintaan yang membludak, bukan masalah pasokan barang.</p>
<p style="text-align:justify">Karena maraknya penambangan Bitcoin dijelaskan dalam laman <em>Kompas.com</em> bahwa NVIDIA memperkenalkan VGA baru khusus <em>mining</em> yang bernama <em>Cryptocurrency Mining Processor</em> (CMP). Model CMP&nbsp;yang akan dikeluarkan oleh NVIDIA antara lain CMP 30 HX, 40 HX, 50 HX, dan 90 HX. Berdasarkan informasi dari situs web resmi NVIDIA, CMP HX Series disebut memiliki desain untuk operasi <em>mining</em> profesional, optimasi untuk performa <em>mining </em>terbaik, dan tersedia dari partner resmi seperti ASUS, Colorful, EVGA, Gigabyte, MSI, Palit, dan PC Partner.</p>
<p style="text-align:justify">Untuk melihat perbedaan fitur pada VGA khusus <em>mining</em> ini terlihat ketika dibandingkan dengan beberapa spesifikasi pada CMP HX Series dan Geforce RTX 30 Series. Pertama, memori yang dimiliki Geforce RTX 30 Series masih lebih unggul daripada CMP HX Series. Ukuran memori CMP HX Series berkisar antara 6 GB hingga 10 GB, sedangkan pada Geforce RTX 30 Series di antara 8 GB hingga 24 GB.</p>
<p style="text-align:justify">Selanjutnya, CMP HX Series membutuhkan daya yang berkisar antara 125W sampai 320W sedangkan Geforce RTX Series antara 200W sampai 350W. Dengan begitu dapat disimpulkan tipe tertinggi dari CMP HX Series tidak lebih boros listrik daripada tipe tertinggi Geforce RTX Series.</p>
<p style="text-align:justify">Jika berbicara soal daya, kedua seri NVIDIA ini memiliki kesamaan pada konektor dayanya yaitu menggunakan 1&#215;8-pin untuk seri CMP 30HX dan 40HX serta Geforce RTX 3070 dan RTX 3060 TI. Lalu memakai 2&#215;8-pin untuk seri CMP 50HX dan 90HX serta Geforce RTX 3080 dan RTX 3090.</p>
<p style="text-align:justify">Adapun selanjutnya, dikabarkan dari <em>website</em> resmi NVIDIA yang menyebutkan CMP 30 HX dan CMP 40 HX akan rilis pada kuartal pertama tahun 2021, dan untuk CMP 50 HX dan CMP 90 HX akan rilis pada kuartal kedua tahun 2021. Namun hingga artikel ini ditulis (17/03/21), CMP 30 HX dan 40 HX belum juga dirilis dan belum ada kabar pasti mengenai tanggal rilis VGA khusus <em>mining</em> ini.</p>
<p><strong>Penulis: Bagus Nurcahyo<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/terjadi-kelangkaan-vga-nvidia-berencana-merilis-vga-khusus-mining/">Terjadi Kelangkaan VGA, NVIDIA Berencana Merilis VGA Khusus Mining</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/terjadi-kelangkaan-vga-nvidia-berencana-merilis-vga-khusus-mining/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
