<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hewan Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/hewan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/hewan/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jan 2025 07:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>hewan Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/hewan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pet Attachment, Dapat Menjadi Solusi untuk Kesehatan Mental</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/pet-attachment-dapat-menjadi-solusi-untuk-kesehatan-mental/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/pet-attachment-dapat-menjadi-solusi-untuk-kesehatan-mental/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 15:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[gaya-hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan-mental]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Hewan peliharaan dapat dikatakan memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan hidup individual salah satunya kebutuhan untuk bahagia serta dapat menjaga kesehatan mental. Manusia</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/pet-attachment-dapat-menjadi-solusi-untuk-kesehatan-mental/">Pet Attachment, Dapat Menjadi Solusi untuk Kesehatan Mental</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong><em> Hewan peliharaan dapat dikatakan memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan hidup individual salah satunya kebutuhan untuk bahagia serta dapat menjaga kesehatan mental.</em></p>
<p>Manusia dan hewan hidup berdampingan, baik sebagai sumber makan maupun sebagai alat transportasi. Selain itu, hewan juga memiliki peran lain, yaitu sebagai hewan peliharaan. Beragam jenis hewan dapat dipelihara oleh manusia tergantung kesukaannya, seperti kucing, kelinci,&nbsp; anjing, burung, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Bagi sebagian orang, memiliki hewan peliharaan dapat membantu menjaga kesehatan mental bahkan membuat pemilik hewan lebih bahagia. Dalam jurnal berjudul Hubungan <em>Pet Attachment</em> dan Stres Pemilik Hewan dari Universitas Airlangga menyebutkan bahwa memiliki hewan peliharaan dapat dikategorikan sebagai <em>social support </em>yang dapat meningkatkan kesehatan mental pemilik hewan.</p>
<p>Pemilik hewan peliharaan biasanya memberikan perlakuan istimewa terhadap hewan peliharaanya, seperti membawa hewan peliharaan mereka secara rutin ke dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan makanan yang spesial, tempat istirahat yang nyaman, serta kebutuhan hewan peliharaan yang lengkap. Dengan kondisi tersebut, akan terciptanya dorongan memberikan dan menerima kesenangan kepada hewan. Kemudian terciptanya hubungan emosional antara pemilik dengan hewan peliharaannya yang disebut dengan istilah <em>Pet Attachment.</em></p>
<p>Menurut jurnal berjudul <em>Pet Attachment</em> terhadap <em>Happines</em> Pada Pemilik Hewan Peliharaan Di Kecamatan Sumbawa menjelaskan bahwa <em>pet attachment</em> dapat berdampak positif dan negatif. Dampak positif yang bisa didapatkan, seperti merasa senang dengan tingkah lucu hewan peliharaanya dan akan ada keadaan dimana pemiliknya sakit lalu hewan peliharaan akan menemani pemiliknya beristirahat sehingga tidak merasa kesepian dan mendapat semangat baru. Selain itu, hewan peliharaan bisa mengatur <em>mood, </em>ia akan membuat energi positif dan membuat pemiliknya lebih bahagia.</p>
<p>Namun, dari banyaknya dampak positif dari pet attachment, hewan peliharaan juga memberikan dampak negatif. Ketika hewan peliharaan mati, pemiliknya akan berdukacita, reaksi dukacita dapat berupa menangis, marah, merasa bersalah dan kesepian, seolah-olah kehilangan anggota keluarganya. Hal tersebut akan mempengaruhi kondisi mental pemiliknya karena ia akan merasa sangat kehilangan.</p>
<p>Beberapa penelitian juga dilakukan tentang <em>Pet Attachment </em>salah satunya oleh Soetjipto (2021) dengan judul &ldquo;Pengaruh <em>Pet Attachment</em> Terhadap <em>Loneliness</em> Pada Remaja Di Masa Pandemic Covid 19&rdquo; dengan hasil yang didapatkan adalah pengaruh signifikan serta negatif dari <em>pet attachment </em>terhadap <em>loneliness </em>(baca: kesepian) pada remaja di masa pandemik menunjukan semakin tinggi <em>pet attachment </em>yang dimiliki seseorang maka semakin rendah <em>loneliness </em>yang dialami. Lalu penelitian oleh Okina &amp; Restu (2021) dengan judul <em>&ldquo;Korelasi Antara Kelekatan Pada Hewan Peliharaan Dan Gaya Hidup Sehat Pemeliharaan Kucing Dengan Kesejahteraan Psikologis Selama Pandemic Covid-19&rdquo;</em> hasilnya menunjukan bahwa <em>pet attachment</em> dan gaya hidup sehat berpengaruh secara signifikan terhadap kesejahteraan psikologis <em>(psychological wellbeing).</em></p>
<p>Dilansir dari sehatnegeriku.kemkes.go.id, menyebutkan bahwa Indonesia memilki prevalensi orang dengan masalah kesehatan jiwa sekitar 1 dari 5 penduduk yang artinya 20% dari populasi Indonesia yang berpotensi memiliki kesehatan jiwa. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) 2018, menunjukan lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional dan lebih dari 12 juta penduduk mengalami depresi.</p>
<p>Melihat hal tersebut, memelihara hewan peliharaan tentu dapat menjadi solusi untuk menjaga kesehatan mental terutama bagi kalangan remaja. Memelihara hewan peliharaan bukan hanya sebagai dijadikan aktivitas pengisi waktu luang tetapi juga dapat memberikan banyak manfaat atau efek positif pada kehidupan.</p>
<p><strong>Penulis: Fifi Febryanti<br />
Editor: Azzahra Nurwanda</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/pet-attachment-dapat-menjadi-solusi-untuk-kesehatan-mental/">Pet Attachment, Dapat Menjadi Solusi untuk Kesehatan Mental</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/pet-attachment-dapat-menjadi-solusi-untuk-kesehatan-mental/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Upaya Pemerintah Menanggulangi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Menjelang Hari Raya</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/upaya-pemerintah-menanggulangi-wabah-penyakit-mulut-dan-kuku-menjelang-hari-raya/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/upaya-pemerintah-menanggulangi-wabah-penyakit-mulut-dan-kuku-menjelang-hari-raya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2022 12:14:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[idul-adha]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[vaksin]]></category>
		<category><![CDATA[wabah]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Menjelang hari raya idul adha, Indonesia memasuki status darurat Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak, Pemerintah terus berupaya menangani wabah PMK. Dilansir</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/upaya-pemerintah-menanggulangi-wabah-penyakit-mulut-dan-kuku-menjelang-hari-raya/">Upaya Pemerintah Menanggulangi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Menjelang Hari Raya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong>Menjelang hari raya idul adha, Indonesia memasuki status darurat Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak, Pemerintah terus berupaya menangani wabah PMK.</em></p>
<p>Dilansir dari bnpb.go.id, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Melalui Surat Keputusan Kepala BNPB Nomor 47 Tahun 2022 yang bebunyi &ldquo;Menetapkan: Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana tentang penetapan status keadaan tertentu darurat penyakit mulut dan kuku.&rdquo;</p>
<p>Dilansir dari situs halodoc.com, PMK adalah penyakit virus yang sangat menular pada ternak, penyakit ini ditandai dengan gejala demam disertai dengan munculnya lepuh terutama di mulut dan kuku pada ternak. PMK umumnya tidak mematikan bagi hewan dewasa, tetapi sebaliknya bagi hewan muda dapat mematikan. PMK tidak dianggap sebagai risiko kesehatan masyarakat karena infeksi virus tersebut sangat jarang menular dari hewan ke manusia. &nbsp;</p>
<p>BNPB menjelaskan berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan PMK, jumlah total akumulasi kasus meliputi 312.053 ekor hewan ternak yang sakit, 73.119 ekor hewan ternak dinyatakan sembuh, 3.839 ekor hewan ternak dipotong bersyarat dan sebanyak 1.726 ekor hewan ternak mati karena PMK.</p>
<p>Dikutip dari antaranews.com, Kuntoro Boga Andri selaku Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian menyebutkan upaya pemerintah dalam penanganan darurat wabah PMK dengan memantau perkembangan PMK di lapangan maupun melalui <em>crisis center </em>secara nasional. Pemerintah mengambil langkah cepat dengan membentuk Satgas Penanganan PMK di Tingkat Nasional melalui Keputusan Menko Perekonomian selaku Ketua Komite PC-PEN, yaitu Keputusan Nomor 2 Tahun 2022. Selain pembentukan satgas, pemerintah juga melakukan pengaturan pembatasan lalu lintas hewan, pemberian obat-obatan, disinfektan hingga pemberian vaksin terhadap ternak di wilayah yang terjangkit. Salah satu wilayah yang sedang menangani wabah PMK yaitu Jakarta Selatan telah memberikan vaksin kepada ratusan hewan kurban.</p>
<p>Dikutip dari antaranews.com, Hasudungan A. Sidabalok selaku kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan menyatakan bahwa telah memberikan vaksin PMK kepada ratusan hewan kurban yang masuk ke wilayahnya. &ldquo;Sekira seratus ekor hewan kurban sudah diberi vaksin,&rdquo; kata Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan. Selain itu juga, telah dilakukan pengecekan kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran wabah bagi hewan kurban.</p>
<p>Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu panik akan wabah PMK tidak menular langsung dari hewan yang terinfeksi ataupun dari produk hewan. &ldquo;Penyakit PMK itu tidak menular langsung dari hewan yang terinfeksi ataupun dari produk hewan, dengan catatan daging harus dimasak dengan sempurna, seperti jeroan harus dimasak air mendidih selama 30 menit,&rdquo; tutur Hasudungan A. Sidabalok.</p>
<p>Hasudungan juga menambahkan bahwa total hewan kurban dari 10 kecamatan di Jakarta Selatan mencapai 5.529 ekor yang meliputi sapi, kerbau, kambing, dan domba dan telah disiapkan 247 tempat penampungan hewan kurban.</p>
<p><strong>Penulis : Rinaldi Oktarinanda</strong></p>
<p><strong>Editor : Rahma Dhini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/upaya-pemerintah-menanggulangi-wabah-penyakit-mulut-dan-kuku-menjelang-hari-raya/">Upaya Pemerintah Menanggulangi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Menjelang Hari Raya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/upaya-pemerintah-menanggulangi-wabah-penyakit-mulut-dan-kuku-menjelang-hari-raya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar tentang Kehilangan dari Novel Jika Kucing Lenyap dari Dunia</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/belajar-tentang-kehilangan-dari-novel-jika-kucing-lenyap-dari-dunia/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/belajar-tentang-kehilangan-dari-novel-jika-kucing-lenyap-dari-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2022 23:14:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[fantasi]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[jepang]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>Judul &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Jika Kucing Lenyap dari Dunia Penulis &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Genki Kawamura Penerjemah &#160;&#160;&#160; : Ribeka Ota Genre &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; : Fantasi Penerbit &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/belajar-tentang-kehilangan-dari-novel-jika-kucing-lenyap-dari-dunia/">Belajar tentang Kehilangan dari Novel Jika Kucing Lenyap dari Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Judul &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Jika Kucing Lenyap dari Dunia</p>
<p>Penulis &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Genki Kawamura</p>
<p>Penerjemah &nbsp;&nbsp;&nbsp; : Ribeka Ota</p>
<p>Genre &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Fantasi</p>
<p>Penerbit &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : BACA</p>
<p>Halaman&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; : 255 halaman</p>
<p>Harga &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; : Rp 78.000,- (Pulau Jawa)</p>
<p style="text-align:justify"><em>&ldquo;Semakin sibuk dikejar hal-hal yang ada di depan mata, aku semakin kehilangan waktu untuk melakukan hal yang benar-benar penting. Dan gawatnya, kita sama sekali tidak sadar telah kehilangan waktu yang berharga itu.&rdquo;</em> (Jika Kucing Lenyap dari Dunia: 160)</p>
<p style="text-align:justify">Itulah penggalan kalimat yang ada dalam buku <em>Sekai Kara Nek Oga Kieta Nara</em> atau <em>Jika Kucing Lenyap dari Dunia</em> karya Genki Kawamura, seorang penulis novel dan produser film asal Jepang, yang telah memenangkan penghargaan Asia Pacific Screen Awards untuk kategori Best Animated Feature Film pada salah satu judul filmnya, yaitu <em>Tenki no ko</em> (2019).</p>
<p style="text-align:justify">Secara garis besar, novel Jika Kucing Lenyap dari Dunia menceritakan tentang seorang pemuda penyendiri pengidap kanker akut yang usianya diperkirakan sudah tidak akan lama lagi. Hal tersebut membuat pemuda itu merasa kacau, hingga akhirnya ia bertemu dengan sesosok iblis bernama Aloha. Aloha yang sebenarnya telah mengetahui kekalutan pemuda itu lantas menawarkan satu pilihan. Aloha akan menyambung nyawa pemuda itu satu hari apabila ia bersedia menghilangkan satu hal dari dunia.</p>
<p style="text-align:justify">Meskipun awalnya bimbang untuk menyetujui tawaran itu, di kemudian hari, keduanya pun menjalin perjanjian tersebut. Semenjak saat itu, beberapa hal krusial di dunia ini telah hilang dan beberapa lainnya terancam hilang, termasuk Kubis, kucing kesayangan pemuda itu, demi menyambung umurnya.</p>
<p style="text-align:justify">Jika dipandang sekilas, novel fantasi yang menjadi salah satu novel <em>best seller</em> penerbit BACA di tahun 2021 ini hanya menceritakan sesuatu yang ringan. Sesuatu yang dirasa hanya sebatas dongeng belaka. Namun apabila dibaca saksama, cerita yang dibawakan lebih dari itu. Pada saat Aloha menawarkan pilihan, satu hari penambahan nyawa harus dibayar dengan satu kali kehilangan suatu hal, itu artinya novel ini hendak memberitahu pembaca bahwa bila kita menginginkan suatu hal untuk datang, kita juga harus siap kehilangan suatu hal yang lainnya.</p>
<p style="text-align:justify">Bahkan secara halus, novel ini mendorong pembaca untuk menyadari bahwa manusia sering kali merasa akan pentingnya suatu hal ketika hal tersebut telah tiada. Sebagaimana yang telah dialami pemuda yang ada di novel ini. Setelah ibunya meninggal dunia, ia baru mengerti, ia tidak pernah benar-benar menghargai setiap hal yang dilakukan bersama ibunya.</p>
<p style="text-align:justify">Novel ini dikemas dengan sederhana dan menggunakan bahasa yang mudah dipaham, sehingga berhasil mengundang gelak tawa dan sedu dalam sekali waktu. Meskipun ada beberapa bagian cerita yang bisa ditebak, novel yang juga hadir dalam versi film ini mampu menjadi salah satu rekomendasi buku yang baik, terlebih untuk pecinta kucing karena dapat mempererat hubungannya dengan kucing peliharaannya sebagai dampak dari setiap perlakuan hangat si pemuda kepada Kubis.</p>
<p><strong>Penulis: Affifah Nasrillah<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/belajar-tentang-kehilangan-dari-novel-jika-kucing-lenyap-dari-dunia/">Belajar tentang Kehilangan dari Novel Jika Kucing Lenyap dari Dunia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/belajar-tentang-kehilangan-dari-novel-jika-kucing-lenyap-dari-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyiksaan Canon Mengingatkan Indonesia sebagai Negara dengan Kasus Kekerasan Hewan Tertinggi</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/penyiksaan-canon-mengingatkan-indonesia-sebagai-negara-dengan-kasus-kekerasan-hewan-tertinggi-/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/penyiksaan-canon-mengingatkan-indonesia-sebagai-negara-dengan-kasus-kekerasan-hewan-tertinggi-/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Nov 2021 20:28:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[anjing-canon]]></category>
		<category><![CDATA[asia-for-animal-coalition-]]></category>
		<category><![CDATA[dpr]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Kasus penyiksaan hewan di Indonesia kian silih berganti, kurangnya empati dan edukasi dari masyarakat menjadi salah satu penyebabnya. Adanya payung hukum pun</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/penyiksaan-canon-mengingatkan-indonesia-sebagai-negara-dengan-kasus-kekerasan-hewan-tertinggi-/">Penyiksaan Canon Mengingatkan Indonesia sebagai Negara dengan Kasus Kekerasan Hewan Tertinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Kasus penyiksaan hewan di Indonesia kian silih berganti, kurangnya empati dan edukasi dari masyarakat menjadi salah satu penyebabnya. Adanya payung hukum pun dirasa masih kurang cukup untuk menangani kasus-kasus penyiksaan hewan di Indonesia.</em></p>
<p style="text-align:justify">Beberapa waktu lalu, kasus penyiksaan terhadap hewan kembali menjadi perbincangan publik. Pasalnya, pemilik akun Instagram @rosayeoh melalui unggahannya bercerita bahwa anjing miliknya yang bernama Canon ditangkap oleh sekelompok orang berseragam. Lebih lanjut dalam cerita itu, salah satu dari mereka berusaha menangkap, menundukkan, dan memasukkan Canon ke dalam keranjang kecil. Saat berhasil mengeluarkan kepalanya, Canon malah dimasukkan ke dalam karung terpal dan diikat. Sehingga, Canon pun tidak bisa bernapas dan akhirnya ia mati.</p>
<p style="text-align:justify">Kasus tersebut mengingatkan kembali bahwa kasus kekerasan hewan di Indonesia&nbsp;marak terjadi. Sebelumnya, koalisi kesejahteraan hewan Asia yaitu Asia for Animal (AfA) Coalition telah memeriksa dan mendokumentasikan 5.480 kasus kekejaman terhadap hewan berdasarkan konten yang tersebar di platform YouTube, Facebook, atau TikTok sejak Juli 2020 hingga Agustus 2021.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Dari angka tersebut, AfA melaporkan bahwa Indonesia menempatkan urutan pertama sebagai negara pembuat konten kekerasan terhadap hewan terbanyak yaitu 1.626 konten. Selain itu, Afa juga menyebutkan bahwa Indonesia berada di posisi pertama negara terbanyak yang mengunggah konten kekerasan terhadap hewan di media sosial yakni 1.569 konten.</p>
<p style="text-align:justify">Adapun hasil laporan yang diterbitkan The Humane Society of The United States mendefinisikan bahwa kekejaman secara luas dan sederhana sebagai perilaku yang berbahaya bagi hewan, mulai dari pengabaian hingga pembunuhan jahat.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Padahal, di Indonesia sendiri sudah terdapat payung hukum yang mampu menjerat pelaku. Sebagaimana infografik yang diterbitkan oleh <em>Antaranews.com</em>, pelaku penganiayaan hewan dapat dijerat Pasal 302 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana penjara dan denda. Dalam pasal tersebut disebutkan jika perbuatan itu mengakibatkan sakit lebih dari seminggu, cacat atau menderita&nbsp; luka-luka berat lainnya,&nbsp;bahkan mati, orang yang bersalah dapat diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan.</p>
<p style="text-align:justify">Kemudian, terdapat Pasal 66 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Dalam pasal tersebut tertulis, &ldquo;Setiap orang dilarang menganiaya dan/atau menyalahgunakan hewan yang mengakibatkan cacat dan/atau tidak produktif.&rdquo; &nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Terkait dengan kasus di atas, Maria Muslimatul Aini sebagai pemilik rumah penampungan anjing Maria Stray Home mengatakan bahwa dirinya sangat menyayangkan tindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kepada Canon. Menurutnya, kasus penyiksaan terhadap hewan sendiri disebabkan oleh kurangnya empati dan edukasi dari masyarakat. &ldquo;Misalnya, anjing milik teman kita sedang dalam keadaan tersiksa dan sakit, tapi tidak diberi obat. Lalu, respons kita seperti tidak peduli karena itu hanya seekor anjing. Seharusnya, kita memberi tahu kepada teman kita untuk membawa anjing tersebut ke dokter,&rdquo; lanjutnya.</p>
<p style="text-align:justify">Tidak hanya itu, Maria pun berharap agar pemerintah dapat mendengar suara&nbsp;para pencinta hewan dan hewan-hewan yang tidak dapat bersuara. &ldquo;Sedih rasanya kalau melihat anjing di jalan ditendang atau kucing diguyur air panas. Semoga pemerintah merevisi undang-undang dengan hukuman yang lebih berat dan teman-teman yang lainnya dapat lebih berempati dengan hewan,&rdquo; ungkapnya.</p>
<p style="text-align:justify">Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Ahmad Sahroni juga menanggapi hal ini. &ldquo;Sebagai pecinta hewan, saya sangat menyayangkan bagaimana hal itu bisa terjadi. Selain penganiayaan terhadap Canon, kita juga sering kali mendengar berita kucing dibunuh, diinjak, dipukul, hingga diberi minuman keras,&rdquo; ucapnya yang dikutip dari <em>Antaranews.com</em>.</p>
<p style="text-align:justify">Ia juga mengingatkan bahwa ada konsekuensi yang serius berupa dikenakan pidana bagi penyiksa binatang karena evakuasi hewan telah diatur pemerintah. Ia juga menyayangkan bahwa aksi intimidasi terhadap Canon dilakukan oleh oknum Satpol PP dan Wilaytul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Singkil.</p>
<p style="text-align:justify"><strong>Penulis: Affifah Nasrillah<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/penyiksaan-canon-mengingatkan-indonesia-sebagai-negara-dengan-kasus-kekerasan-hewan-tertinggi-/">Penyiksaan Canon Mengingatkan Indonesia sebagai Negara dengan Kasus Kekerasan Hewan Tertinggi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/penyiksaan-canon-mengingatkan-indonesia-sebagai-negara-dengan-kasus-kekerasan-hewan-tertinggi-/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
