<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ika-alumni Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/ika-alumni/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/ika-alumni/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jan 2025 07:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>ika-alumni Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/ika-alumni/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Politeknik STMI Jakarta: Pilihan Berkuliah Penuh Pengalaman!</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/politeknik-stmi-jakarta-pilihan-berkuliah-penuh-pengalaman/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/politeknik-stmi-jakarta-pilihan-berkuliah-penuh-pengalaman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Dec 2023 11:25:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[ika-alumni]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[info-kampus]]></category>
		<category><![CDATA[kemenperin]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Politeknik STMI Jakarta menjadi kampus vokasional yang berfokus pada industri otomotif serta memiliki kurikulum dualsystem yang mengutamakan praktikum dibandingkan teori. Kampus Kemenperin</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/politeknik-stmi-jakarta-pilihan-berkuliah-penuh-pengalaman/">Politeknik STMI Jakarta: Pilihan Berkuliah Penuh Pengalaman!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong><em> Politeknik STMI Jakarta menjadi kampus vokasional yang berfokus pada industri otomotif serta memiliki kurikulum dualsystem yang mengutamakan praktikum dibandingkan teori. Kampus Kemenperin tersebut pun turut mendapat respon positif dari para alumni.</em></p>
<p style="text-align:justify">Mengambil keputusan untuk memilih tempat kuliah tentu bukan hal yang mudah. Dilansir dari indonesiabaik.id, terkadang, salah satu alasan bagi calon mahasiswa dan mahasiswi dalam memilih kampus (perguruan tinggi) dan program studi saat kuliah adalah karena mengikuti<em> trend</em> atau bahkan mengikuti pilihan teman. Selain itu, tak jarang ditemui ada mahasiswa/mahasiswi yang kuliahnya terputus di tengah jalan (tidak sampai lulus) dengan salah satu alasannya adalah akibat salah memilih kampus atau salah memilih jurusan.</p>
<p style="text-align:justify">Perguruan tinggi pun ada banyak jenisnya mulai dari Universitas, Politeknik, Akademi, hingga Institut. Untuk itu, perlu dicermati terlebih dahulu informasi-informasi mengenai kampus yang dituju. Informasi yang perlu diperhatikan mulai dari sarana dan prasarana kampus, biaya perkuliahan, hingga kerjasama dengan dunia industri.</p>
<p style="text-align:justify">Politeknik STMI Jakarta merupakan salah satu perguruan tinggi yang berada dibawah Kementerian Perindustrian RI yang berfokus di bidang Industri Otomotif. Melalui wawancara bersama Sonny Taufan selaku Pembantu Direktur Bidang Akademik (Pudir I), beliau menjelaskan secara umum bahwa terdapat perbedaan utama antara Politeknik dengan Universitas. &quot;Politeknik adalah pendidikan yang bersifat vokasi, bersifat kejuruan, dan bersifat teknis. Sementara universitas lebih berorientasi pada akademik,&ldquo; Jelasnya.</p>
<p style="text-align:justify">Kemudian beliau melanjutkan, sesuai dengan programnya, yaitu Vokasi (D-4), Politeknik STMI Jakarta sendiri memiliki fokus yang spesifik pada industri otomotif baik di sektor manufaktur maupun jasa. Selain itu, jenjang pendidikan yang diterapkan adalah Sarjana Terapan yang lulusannya akan memiliki gelar S.Tr. T (bidang teknik), S.Tr. Ab (bidang administrasi bisnis), dan S. Tr. Kom (bidang sistem informasi). Saat ini, Politeknik STMI juga memiliki kurikulum <em>dualsystem</em> (sistem ganda), yaitu lima semester di kampus, dua semester di industri, dan satu semester tugas akhir. Hal ini diterapkan agar para mahasiswa nantinya dapat memiliki pengalaman langsung bekerja di industri sehingga ketika lulus, mahasiswa siap untuk bekerja</p>
<p style="text-align:justify">&ldquo;Skema yang diterapkan di Politeknik STMI saat ini adalah 5-2-1, dimana lima semester belajar teori dan praktik di lab dan ruang kelas di kampus. Dua semester berikutnya belajar praktik di industri selama satu tahun. Satu semester terakhir adalah menyelesaikan tugas akhir,&rdquo; Ungkap Sonny.</p>
<p style="text-align:justify">Selanjutnya, untuk berkuliah di Politeknik STMI Jakarta tentu perlu melewati beberapa seleksi terlebih dahulu. Terdapat beberapa jalur masuk yang di sediakan, mulai dari Jarvis Bersama, Jarvis Prestasi, hingga Jarvis Mandiri. Informasi lebih lanjutnya terkait pendaftaran dapat melalui instagram Politeknik STMI Jakarta (@stmijakarta) dan web jarvis.stmi.ac.id.</p>
<p style="text-align:justify">Kemudian lulusan Politeknik STMI Jakarta pun dapat terserap dengan baik di industri, hal ini di dukung dengan adanya program Prakerin (Praktik Kerja Industri) dan pengadaan STMI Karir. &ldquo;Kita sudah mempunyai STMI Karir sebagai unit yang mengelola penempatan Prakerin dan bekerja. Kita juga sudah memiliki kerjasama dengan 58 industri otomotif yang siap menampung mahasiswa Prakerin,&rdquo; Jelasnya.</p>
<p style="text-align:justify">Melalui hal tersebut, dalam kesempatan wawancara bersama salah satu Alumni Politeknik STMI Jakarta, Sapto Priyanto yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni menyampaikan alasan ia memilih Politeknik STMI Jakarta. &quot;Saat itu, saya mencari ilmu yang akan relevan untuk masa depan. Saya yakin bahwa Teknik Industri adalah salah satu ilmu yang akan selalu dibutuhkan dalam beberapa tahun ke depan. STMI adalah sekolah kedinasan yang memiliki jurusan Teknik Industri Jurusan Manajemen Industri Manufaktur, yang saat itu sedang berkembang pesat.&quot; Jelasnya.</p>
<p style="text-align:justify">Kemudian biaya pendidikan di Politeknik STMI Jakarta relatif terjangkau dibandingkan perguruan tinggi lainnya. Ia pun menjelaskan lulusan di Politeknik STMI awalnya memiliki keahlian dalam Manajemen Industri Manufaktur, namun seiring berjalannya waktu, mereka telah mengejar berbagai karir di berbagai bidang.</p>
<p style="text-align:justify">&ldquo;Salah satu kelebihan kami sebagai lulusan STMI adalah fleksibilitas. Kami memiliki keterampilan manajemen industri yang dapat diterapkan dalam berbagai konteks. Saya memiliki teman-teman yang bekerja di dunia pendidikan, perbankan, perusahaan swasta, otomotif, hingga industri manufaktur,&ldquo; ungkapnya.</p>
<p style="text-align:justify">Hal serupa disampaikan oleh Nadia Ayulya selaku lulusan terbaik dari Politeknik STMI Jakarta tahun 2022, menurutnya berkuliah di STMI menjadi pilihan yang baik baginya. &ldquo;Alasan aku memilih berkuliah di STMI itu karena pendidikannya mengedepankan praktikum daripada teori, dengan gelar setara S1 namun mendapat praktikum yang lebih banyak karena praktikum di dunia kerja itu sangat penting&ldquo;</p>
<p style="text-align:justify">Nadia juga mengatakan bahwa perusahaan saat ini lebih mempertimbangkan pengalaman mahasiswa dan kemampuan yang dimilikinya, oleh karena itu berkuliah di STMI dapat menjadi pilihan yang tepat karena kuliahnya tidak hanya sebatas teori saja melainkan banyak pengalaman yang didapatkan melalui program pembelajarannya.</p>
<p style="text-align:justify">Saat ini Politeknik STMI Jakarta sudah makin berkembang, hal tersebut dibuktikan dengan adanya kurikulum yang semakin maju dan terdapat juga STMI Karir. &ldquo;Dulu saat zaman saya, untuk mencari tempat Prakerin dan kerja masih mencari sendiri. Namun sekarang sudah bagus, sudah ada STMI Karir, dan ada juga ikatan alumni,&rdquo; tambah Sapto.</p>
<p style="text-align:justify">Terakhir, Sapto memberikan kesan penting terkait almameternya. &quot;Politeknik STMI Jakarta adalah lembaga pendidikan tinggi yang tepat bagi mereka yang ingin mengembangkan karir di industri otomotif. Namun, ingatlah bahwa pendidikan Anda di Politeknik STMI Jakarta akan memberikan anda keterampilan dan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang. Jangan ragu untuk mengejar berbagai peluang yang datang di depan Anda.&quot;</p>
<p><strong>Penulis: Fachri Fahira<br />
Editor: Galih Baratha Adi</strong></p>
<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/politeknik-stmi-jakarta-pilihan-berkuliah-penuh-pengalaman/">Politeknik STMI Jakarta: Pilihan Berkuliah Penuh Pengalaman!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/politeknik-stmi-jakarta-pilihan-berkuliah-penuh-pengalaman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kosongnya BEM Politeknik STMI Jakarta Periode 2020/2021</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/kosongnya-bem-politeknik-stmi-jakarta-periode-20202021/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/kosongnya-bem-politeknik-stmi-jakarta-periode-20202021/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 May 2021 11:32:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[alumni-stmi]]></category>
		<category><![CDATA[corona]]></category>
		<category><![CDATA[covid19]]></category>
		<category><![CDATA[ika-alumni]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Timbulnya berbagai permasalahan di tengah terpaan pandemi Covid-19 turut berdampak pada BEM Periode 2020/2021 yang mengalami kekosongan. Adapun kekosongan tersebut dilatarbelakangi oleh</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/kosongnya-bem-politeknik-stmi-jakarta-periode-20202021/">Kosongnya BEM Politeknik STMI Jakarta Periode 2020/2021</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Timbulnya berbagai permasalahan di tengah terpaan pandemi Covid-19 turut berdampak pada BEM Periode 2020/2021 yang mengalami kekosongan. Adapun kekosongan tersebut dilatarbelakangi oleh beberapa&nbsp; penyebab</em><em>, upaya-</em><em>upaya pun telah dilakukan</em><em> untuk mengatasinya</em><em>.</em></p>
<p style="text-align:justify">Di tengah pandemi yang tak kunjung usai, BEM Politeknik STMI Jakarta periode 2020/2021 mengalami kekosongan. Adapun penyebab kekosongan ini disampaikan oleh Faiz Senjaya selaku Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) periode 2019/2020. Salah satu diantaranya lantaran tidak adanya calon presiden mahasiswa (presma) dan wakilnya (wapresma). &ldquo;DPM sudah mencoba untuk membuat Open Recruitment Presma dan Waprema, tapi antusias dari mahasiswa sendiri pun berkurang,&quot; tutur Faiz.</p>
<p style="text-align:justify">Tak hanya itu, ia menyebut kekosongan BEM ini turut disebabkan oleh hilangnya Presma Kabinet Bersatu tersebut. Menurutnya, ketidakhadiran Presma di beberapa momentum kegiatan&nbsp; menimbulkan anggapan bahwa BEM sedang tidak baik. &ldquo;Tentunya, minat dari peserta yang akan mencalonkan menjadi berkurang,&rdquo; kata Faiz.</p>
<p style="text-align:justify">Terakhir, menurutnya, para peserta memiliki kekhawatiran tersendiri melihat cukup banyaknya permasalahan yang harus dikerjakan dan diselesaikan. &ldquo;Seperti halnya, permasalahan terkait gedung sekretariat, dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), serta nasib Ormawa kedepannya,&rdquo; sebutnya.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut, ia turut menegaskan bahwa dengan melihat kejadian yang belakangan ini terjadi, BEM tampak gagal menjadi inisiator mahasiswa. &ldquo;Padahal BEM sebagai Eksekutif yang memandu menyelesaikan masalah, tetapi justru mahasiswa saat ini harus melihat tidak adanya inisiatif BEM untuk menyelesaikan masalah,&rdquo; tegasnya.</p>
<p style="text-align:justify">Ia juga turut membantah isu yang telah beredar terkait sanksi sosial yang dikeluarkan oleh DPM periode 2019/2020 menjadi salah satu penyebab kekosongan ini. Pemberian sanksi tersebut didasari oleh ketidakhadiran lima menteri dari kabinet bersatu pada Sidang Terbuka (26/9/2020). &ldquo;Sudah tertulis dalam AD/ART terkait kehadiran tersebut, kenapa BEM tidak mengikuti aturan yang berlaku dengan menghadirkan para menterinya,&rdquo; ungkapnya. Adapun pemberian sanksi tersebut murni dihasilkan melalui rapat KBM periode 2019/2020 yang turut disetujuinya dengan menyiarkan nama-nama menteri yang tidak hadir.</p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan penyebab yang telah disampaikan oleh Ketua DPM periode lalu, ia pun mengaku bahwa pihaknya telah mengupayakan&nbsp;semaksimal mungkin. Diantaranya yaitu melakukan <em>follow</em> <em>up </em>kepada BEM periode 2019/2020. &ldquo;Saat menghubungi Yudhi Anggara selaku Presma periode 2019/2020 memang agak sulit, namun alhamdulillahnya Aziz selaku Wapresma periode tersebut cukup komunikatif,&rdquo; jelas Faiz. Lanjut ia berkata bahwa ternyata hal ini turut dirasakan oleh Aziz. &ldquo;Bahkan, Wapresmanya bilang kalau Presmanya tidak bisa dihubungi,&rdquo; ucapnya.</p>
<p style="text-align:justify">Selain itu, Faiz turut menyatakan bahwa telah dilakukan perpanjangan masa Oprec. &ldquo;Sudah diperpanjang hingga batas akhir, namun tetap tidak ada yang mendaftar,&rdquo; ujarnya. &nbsp;Hal ini pun juga turut disampaikan oleh Nurlina Rahayu, sebagai anggota KPRM periode 2019/2020. &ldquo;Oprec untuk presma dan wapresma pertama kali dibuka pada 23 September 2020 hingga 10 Oktober 2020. Kita <em>souding</em> saat itu ke seluruh angkatan mahasiswa aktif dan telah menyebarkan pamflet ke media sosial, tetapi tidak ada yang mendaftar atau mencalonkan,&rdquo; ungkapnya</p>
<p style="text-align:justify">Tak berhenti sampai disitu, waktu Oprec tersebut diperpanjang dari tanggal 22 Oktober-28 Oktober 2020. Namun, perpanjangan ini menurutnya tidak membuahkan hasil. Adapun ia turut menjelaskan bahwa perpanjangan waktu ini berdasarkan Tap pasal 46 ayat 2 (poin b) terkait mekanisme Pemilihan Raya (Pemira) Presma dan Wapresma. Ayat tersebut berisi bahwa jika tidak ada calon presma dan wapresma yang mendaftar sampai waktu yang ditentukan oleh KPRM, maka waktu pendaftaran ditambah tujuh hari. &ldquo;Penyusunannya itu dilakukan oleh Biro Perencanaan Data dan Pengawasan (PDP), ketua KPRM, wakil KPRM, serta DPM komisi B,&rdquo; ucap Lina.</p>
<p style="text-align:justify">Terakhir, Oprec kembali dibuka pada tanggal 2 November-5 November 2020. Namun, lagi-lagi tidak ada yang mendaftar untuk mencalonkan sebagai Presma dan Wapresma. Lina juga mengatakan bahwa pihak KPRM juga selalu membantu untuk menyebarkan informasi melalui personal mahasiswa.</p>
<p style="text-align:justify">Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa akhirnya Pemira Presma dan Wapresma tidak dilaksanakan karena tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan pada Ketetapan DPM Politeknik STMI Jakarta. Tertuang pada pasal 46 ayat 2 (Poin a) terkait mekanisme Pemira Presma dan Wapresma. Berisikan bahwa Pemira Presma dan Wapresma akan terlaksana jika sekurang-kurangnya diikuti oleh dua pasang calon presma dan calon wapresma yang lolos verifikasi.</p>
<p style="text-align:justify">Faiz menerangkan bahwa DPM hanyalah fasilitator yang pada akhirnya menginisiasikan diskusi kepada KBM terkait persoalan hal tersebut. Setelah mengetahui peserta tidak ada, maka diadakan diskusi dengan KBM maunya seperti apa. &ldquo;Mungkin saja dari Ormawa mempunyai sosok yang dapat dicalonkan sebagai Presma dan Wapresma,&rdquo; tuturnya. Akan tetapi, hal ini masih juga tetap tidak terlaksana.</p>
<p style="text-align:justify">Dengan demikian, Faiz juga mengatakan bahwa Ikatan Alumni (IKA) STMI pun turut memberikan saran yaitu dengan membuat BEM darurat setelah Sidang Umum (SU). &nbsp;IKA STMI pun menyampaikan kepada Faiz agar jangan sampai BEM ini benar-benar tidak ada atau kosong. Jadi untuk sistem ini, IKA STMI menyarankan bahwa siapa pun dari masing-masing Ormawa yang dianggap dapat memimpin BEM maka dapat dipilih tanpa melalui Pemira.</p>
<p><strong>Penulis: Hanny Kurnia Putri<br />
Editor: Silvia Andini</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/kosongnya-bem-politeknik-stmi-jakarta-periode-20202021/">Kosongnya BEM Politeknik STMI Jakarta Periode 2020/2021</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/kosongnya-bem-politeknik-stmi-jakarta-periode-20202021/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kopi dalam Perspektif Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Manajemen Industri</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/kopi-dalam-perspektif-ikatan-keluarga-alumni-sekolah-tinggi-manajemen-industri/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/kopi-dalam-perspektif-ikatan-keluarga-alumni-sekolah-tinggi-manajemen-industri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2020 10:11:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[alumni-stmi]]></category>
		<category><![CDATA[ika-alumni]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Layaknya minuman kopi yang tak lekang oleh zaman dan bersifat adaptif, pengurus IKA STMI yang terpilih selanjutnya diharapkan akan mampu mengembangkan dan menyatukan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/kopi-dalam-perspektif-ikatan-keluarga-alumni-sekolah-tinggi-manajemen-industri/">Kopi dalam Perspektif Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Manajemen Industri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Layaknya minuman kopi yang tak lekang oleh zaman dan bersifat adaptif, pengurus IKA STMI yang terpilih selanjutnya diharapkan akan mampu mengembangkan dan menyatukan para alumni STMI.</em></p>
<p style="text-align:justify">Sebagian besar alumni Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI) tentunya mengenal kopi. Saat masih menjadi mahasiswa, kopi menemani kita begadang untuk mengerjakan tugas kuliah. Bahkan, minuman kopi menjadi <em>trademark</em> ketika mengerjakan tugas mata kuliah Plant Layout (PLO) dan merupakan salah satu pasangan bagi perokok.</p>
<p style="text-align:justify">Saat itu, semua mahasiswa STMI tidak peduli dengan jenis kopi yang diminumnya. Terasa manis ataupun pahit, hal yang penting adalah ada kopi, minum bersama, serta berpikir untuk mengerjakan tugas PLO sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Di waktu tersebut juga, kita menjadi peminum kopi karena memiliki kesamaan nasib, yaitu mengerjakan tugas PLO. Selain itu, idealisme kita adalah berorientasi untuk menyelesaikan tugas PLO dan mendapatkan nilai yang bagus.</p>
<p style="text-align:justify">Kemudian setelah lulus dari STMI pun, beberapa dari kita tetap meminum kopi walaupun sudah memiliki profesi yang berbeda-beda. Saat menjadi karyawan, baik di perusahaan negeri maupun swasta, orientasi dalam meminum kopi sudah tidak sama ketika menjadi mahasiswa.</p>
<p style="text-align:justify">Orientasi kita sudah berkembang dan disesuaikan dengan kebutuhan dari tuntutan nilai-nilai kehidupan saat berusaha dan/ atau bekerja, diantaranya sebagai sarana perkenalan, pengakraban relasi bisnis, dan atau melakukan proses lobi untuk proyek bisnis. Selain itu sebagai stimulus pemikiran dalam menyelesaikan pekerjaan sebagai pejabat negara atau wirausaha. Bisa pula sebagai sarana menyelesaikan pekerjaan dengan rekan bisnis, menyusun dan menyelesaikan kesepakatan kerja bersama, penyelesaian konflik perburuhan, atau menjadi penutup makan malam dalam &lsquo;<em>deal</em> bisnis&rsquo;, dan banyak lagi orientasi yang lainnya pada acara minum kopi.</p>
<p style="text-align:justify">Selain terjadi perubahan orientasi, terdapat pula perubahan cita rasa terhadap minum kopi. Pengetahuan kita terhadap kopi pun semakin berkembang, kita dapat menentukan jenis kopi yang akan kita minum, misalnya robusta, arabica<em>, </em>atau campuran keduanya.</p>
<p style="text-align:justify">Selanjutnya, kita pun mulai menentukan tempat untuk meminum kopi, baik di kafe, hotel bintang lima, kedai kopi, warung kopi, maupun tempat lainnya. Tempat minum kopi menjadi bentuk orientasi yang berkembang sejalan dengan jabatan, harga diri, dan kemewahan yang dimiliki oleh masing masing alumni.</p>
<p style="text-align:justify">Perubahan orientasi karena perkembangan tersebut melekat pada masing-masing alumni tidak dapat diintervensi dan disamakan antara satu dengan lainnya, sebab kenikmatan minum kopi setiap alumni sudah berbeda. Ada alumni STMI yang sudah sangat puas dengan meminum segelas kopi seharga Rp5.000,00 dari kedai kopi. Namun, ada juga alumni STMI yang merasa senang saat minum kopi di Hotel Mulia dengan harga Rp300.000,00 untuk secangkir kopinya.</p>
<p style="text-align:justify">Selain orientasi minum kopi, setiap alumni STMI pun dapat memiliki cara meminum kopi yang tidak sama. Adapun cara meminum kopi yang dilakukan adalah dengan meminum sedikit demi sedikit dari gelas yang masih terasa panas, meneguk kopi melalui pinggiran piring kecil setelah kopi dituangkan, meniup-niup udara dari mulut ke gelas kopi dan meminumnya perlahan lahan, menuangkan kopi panas pada dua gelas yang berbeda untuk mendinginkan kopi sebelum diminum, atau membiarkan kopi di gelas sampai dingin baru diminum.</p>
<p style="text-align:justify">Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa alumni STMI adalah mahasiswa yang dulu memiliki kesamaan orientasi, namun saat ini terjadi pergeseran orientasi tersebut seiring berjalannya waktu. Sekarang, kesamaan yang dimiliki oleh alumni STMI adalah kita pernah berkuliah di STMI.</p>
<p style="text-align:justify">Dengan melihat hal tersebut, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) STMI harus mampu menampung para alumni yang berbeda orientasi dan cita rasa kedalam wadah kekeluargaan serta kebanggaan almamater<strong>. </strong>Selanjutnya, IKA STMI juga harus dapat membangun visi dan misi yang baru berpikir pada kekeluargaan alumni. Tidak hanya sekadar visi dan misi berbisnis bersama, tetapi juga saling memanfaatkan.</p>
<p style="text-align:justify">Sebagai alumni yang berasal dari almamater yang mengajarkan pentingnya produktivitas dan peningkatan nilai tambah sudah selayaknya IKA STMI menjadi organisasi yang selalu memiliki produktivitas tinggi dan memberikan nilai tambah kepada setiap anggotannya. Oleh sebab itu, para pengurus yang terpilih nantinya harus mampu menyatukan para alumni yang meminum kopi di kedai kopi hingga hotel bintang lima. Selain itu, mereka juga harus melakukan tindakan yang sistematis dan tegas, sehingga tidak mendiamkan suatu masalah seperti meminum kopi setelah kopinya dingin.</p>
<p style="text-align:justify">Kebutuhan organisasi kedepannya tidak dipengaruhi oleh teknologi yang berkembang perkembangan teknologi atau revolusi industri 4.0 ataupun 5.0, tetapi perilaku anggotanya dalam memanfaatkan teknologi tersebut. Alumni STMI bukanlah manusia yang hanya terkagum-kagum kepada teknologi atau revolusi industri, melainkan dapat memanfaatkan teknologi itu sebagai <em>tools</em> dalam perkembangan organisasi IKA STMI.</p>
<p style="text-align:justify">Banyak organisasi bisnis yang besar dan dianggap tidak mungkin runtuh. Namun saat ini, mereka hanyalah sekadar catatan sejarah. Mereka menggunakan teknologi yang tak terkalahkan pada saat itu, namun runtuh sebab mereka berperilaku seakan teknologi yang dimiliki merupakan sesuatu yang kekal.</p>
<p style="text-align:justify">Alumni STMI yang merupakan mahasiswa di era tahun 70-an dan 80-an adalah manusia yang mengalami transisi teknologi analog ke digital. Tidak hanya itu, mereka juga sempat merasakan suara ketukan mesin ketik dan mereka bermain media sosial di ponsel pintar atau laptopnya dengan nyaman saat ini, mereka pernah mendengarkan musik melalui pita kaset dan bermain gitar di lereng gunung. Lalu sekarang, mereka mampu menikmati musik digital dimanapun. Mereka juga merasakan bagaimana menulis surat untuk kekasihnya di selembar kertas yang berhiaskan gambar-gambar cinta dan mengirim surat melalui kantor pos. Saat ini, mereka pun terbiasa untuk menulis di <em>e-mail</em>, <em>chatting</em>, Facebook, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify">Seyogyanya IKA STMI adalah organisasi yang mampu tumbuh dan berkembang memiliki kemampuan lebih adaptif, seperti halnya minum kopi yang tak lekang oleh zaman. Selamat melaksanakan Musyawarah Nasional IKA STMI.</p>
<p style="text-align:right"><strong>Alumni STMI</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/kopi-dalam-perspektif-ikatan-keluarga-alumni-sekolah-tinggi-manajemen-industri/">Kopi dalam Perspektif Ikatan Keluarga Alumni Sekolah Tinggi Manajemen Industri</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/kopi-dalam-perspektif-ikatan-keluarga-alumni-sekolah-tinggi-manajemen-industri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
