<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>opini Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/opini/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Sep 2025 06:10:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>opini Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/opini/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Affiliate di Kalangan Mahasiswa : Antara Peluang dan Beban</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/affiliate-di-kalangan-mahasiswa-antara-peluang-dan-beban/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/affiliate-di-kalangan-mahasiswa-antara-peluang-dan-beban/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 04:32:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[affiliate]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[media-sosial]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[skill]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2040</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Affiliate saat ini menjadi perhatian mahasiswa karena keuntungan fleksibilitas serta sebagai penghasilan tambahannya. Dibalik itu, terdapat tantangan yang membuat sebagian orang memilih</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/affiliate-di-kalangan-mahasiswa-antara-peluang-dan-beban/">Affiliate di Kalangan Mahasiswa : Antara Peluang dan Beban</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Affiliate saat ini menjadi perhatian mahasiswa karena keuntungan fleksibilitas serta sebagai penghasilan tambahannya. Dibalik itu, terdapat tantangan yang membuat sebagian orang memilih berhenti, sementara yang lain melihatnya sebagai peluang karir di masa depan.</em></p>



<p>Banyak mahasiswa tertarik dengan program <em>affiliate </em>atau mempromosikan produk dari aplikasi, contohnya seperti Shopee. Program ini memungkinkan mahasiswa bekerja tanpa terikat jam kerja hingga bisa dikerjakan kapan saja dan dimana saja, sangat cocok untuk mahasiswa yang ingin menambah penghasilan tanpa mengganggu aktivitas kuliah. Namun, hal ini berbanding terbalik dengan pengakuan salah satu mahasiswa yang pernah bergabung dalam program ini, “<em>Affiliate</em> itu butuh <em>effort</em> yang sangat besar, kita harus rajin bikin konten, aktif promosi, dan juga membangun interaksi dengan audiens supaya orang percaya sama rekomendasi kita.,” ujar Mariyah Al Qibtiyyah. Faktor ini yang menjadi penyebab sehingga sebagian mahasiswa merasa berat untuk menjalani program ini, terutama karena hasil yang diperoleh sering kali tidak sebanding dengan waktu dan tenaga yang dikeluarkan.</p>



<p>Di sisi keuntungan, program <em>affiliate</em> memberikan penghasilan tambahan berbasis komisi dari setiap produk yang terjual lewat tautan di konten pribadi. Walaupun jumlahnya tidak selalu besar, penghasilan ini cukup membantu kebutuhan sehari-hari. Selain itu, ada keuntungan nonfinansial seperti meningkatnya kreativitas dalam pembuatan konten, keterampilan manajemen waktu, dan rasa percaya diri saat berinteraksi di media sosial. Hal ini seperting yang diungkapkan oleh Maziyatul Husna, seorang mahasiswa yang menekuni program <em>affiliate, </em>mengaku bahwa dirinya menjadi lebih kreatif karena dituntut untuk membuat konten menarik agar orang lain tertarik dengan video yang telah kita buat.</p>



<p>Selain keuntungan yang didapat, tentu ada kelemahan yang turut dirasakan bagi mahasiswa yang bergabung di program <em>affiliate</em>, seperti penghasilan tidak tetap yang menjadi kendala utama karena tidak dapat diprediksi. Selain itu, membutuhkan kemampuan khusus untuk membuat konten yang menarik dari segi <em>design</em>, <em>copywriting</em>, mengedit video, hingga paham dalam mempromosikan barang di media sosial. Waktu luang juga menjadi faktor utama yang dibutuhkan untuk memperlancar produksi konten <em>affiliate</em>. Mengingat sebagai seorang mahasiswa, kuliah tentu menjadi kesibukan utama lalu ditambah dengan mengerjakan tugas dan organisasi menjadi terasa berat untuk membagi waktu.</p>



<p>Tantangan terbesar dalam program menjalani <em>affiliate</em> adalah menjaga konsistensi dalam membuat konten dan promosi, “Kesulitan yang sering aku hadapi terutama soal konsistensi, kadang males atau kehabisan ide apalagi kalau banyak tugas kuliah,” ujar Maziyatul Husna. Kondisi ini menuntut kemampuan mengatur waktu agar kuliah tetap berjalan tanpa menghambat produksi konten. Selain itu, membangun audiens juga membutuhkan kesabaran karena tidak semua konten langsung mendapat banyak penonton.</p>



<p>Sebagian mahasiswa lebih memilih fokus pada pekerjaan lain yang dianggap jelas dan pasti dengan sistem penghasilan sebanding dengan usaha yang mereka keluarkan. Sebagian mahasiswa lainnya menganggap bahwa program <em>affiliate </em>ini bisa menjadi karir jangka panjang jika dilakukan secara konsisten, berupa pengembangan <em>skill</em> yang bermanfaat untuk portofolio dan dunia kerja setelah lulus. Melihat dunia digital yang terus berkembang memberikan peluang yang besar di bidang konten kreator dan <em>digital marketing</em> dimulai dengan membangun <em>personal branding</em> dan mengasah keterampilan, maka program ini bisa menjadi batu loncatan untuk karir profesional di bidang digital kedepannya.</p>



<p>Penulis : Sheillomitha Salsa Nabila P.J.<br>Editor : Lifa Ansyaresti S.</p>



<p></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/affiliate-di-kalangan-mahasiswa-antara-peluang-dan-beban/">Affiliate di Kalangan Mahasiswa : Antara Peluang dan Beban</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/affiliate-di-kalangan-mahasiswa-antara-peluang-dan-beban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Kartini: Perjuangan dan Harapan untuk Perempuan Indonesia</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sosok/hari-kartini-perjuangan-dan-harapan-untuk-perempuan-indonesia/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sosok/hari-kartini-perjuangan-dan-harapan-untuk-perempuan-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2025 14:52:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosok]]></category>
		<category><![CDATA[hari-kartini]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=1957</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Hari Kartini bukanlah sekadar peringatan, tetapi juga pengingat untuk melanjutkan perjuangannya dalam kesetaraan pendidikan dan hak-hak perempuan. Perempuan Indonesia harus bebas memilih</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sosok/hari-kartini-perjuangan-dan-harapan-untuk-perempuan-indonesia/">Hari Kartini: Perjuangan dan Harapan untuk Perempuan Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Hari Kartini bukanlah sekadar peringatan, tetapi juga pengingat untuk melanjutkan perjuangannya dalam kesetaraan pendidikan dan hak-hak perempuan. Perempuan Indonesia harus bebas memilih jalan hidupnya.</em></p>



<p>    Hari Kartini diperingati setiap 21 April sebagai penghormatan atas perjuangan Raden Ajeng Kartini, seorang pahlawan perempuan yang gigih memperjuangkan hak para perempuan khususnya dibidang pendidikan. &#8220;Hari Kartini adalah momen untuk memperingati usaha beliau (Kartini) dalam mencerdaskan dan membela kaumnya. Hari Kartini tidak hanya sekadar memperingati, tetapi juga menghargai dan menjadi pengingat bagi generasi saat ini untuk melanjutkan perjuangannya.&#8221; Ujar Erly Purwaningsih, seorang pengusaha yang juga aktif di partai politik. Tiara Widyanti, mahasiswa yang aktif dalam isu perempuan dan orang muda menambahkan bahwa Hari Kartini seharusnya menjadi momen refleksi untuk menilai sejauh mana masyarakat telah melanjutkan perjuangan beliau dan apakah perempuan sekarang memiliki kesempatan yang setara dalam pendidikan, pekerjaan, dan ruang publik.</p>



<p>&nbsp; Perjuangan Kartini merupakan simbol keberanian perempuan untuk bersuara dan mengambil peran sesuai dengan zamannya. Ia terdorong memperjuangkan hak perempuan setelah menyaksikan langsung ketimpangan dan ketidakadilan yang dialami kaumnya. Kartini merasa sedih melihat perempuan tidak memiliki akses yang setara dengan laki-laki untuk mengenyam pendidikan. Perempuan harus cerdas dan memiliki hak pendidikan yang setara agar dapat berkontribusi secara adil dalam bermasyarakat.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Pemikiran-pemikiran Kartini terdokumentasi dalam buku &#8220;Habis Gelap Terbitlah Terang&#8221;. Menurut Erly Purwaningsih, buku ini tetap relevan hingga kini karena mencerminkan transformasi dari kegelapan menuju terang, pesan universal dalam buku ini terus menginspirasi generasi muda untuk berpikir kritis dan memperjuangkan kesetaraan gender.</p>



<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp; Di era modern, perempuan telah berperan aktif di berbagai bidang kehidupan, namun masih terdapat sejumlah tantangan besar yang perlu dihadapi. Salah satunya adalah persoalan <em>mindset </em>atau stereotip yang masih melekat di masyarakat seperti anggapan bahwa perempuan tidak perlu menempuh pendidikan tinggi atau bahwa perempuan tidak cocok menjadi pemimpin. Pandangan semacam ini masih membatasi ruang gerak dan potensi perempuan. Selain itu, ketimpangan dalam hal akses juga menjadi hambatan terutama dalam pendidikan, layanan kesehatan, dan ekonomi yang masih dirasakan oleh perempuan di daerah terpencil. Tantangan lainnya adalah pada aspek kebijakan, di mana masih banyak regulasi yang belum sepenuhnya berpihak kepada perempuan seperti kesenjangan upah antara laki-laki dan perempuan, kurangnya pengakuan terhadap cuti haid, serta perlindungan yang belum maksimal terhadap korban kekerasan seksual atau pelecehan seksual.</p>



<p>  Semangat perjuangan Kartini dapat diteruskan dengan memastikan semua perempuan memiliki hak pendidikan yang sama, baik mereka memilih menjadi ibu rumah tangga maupun wanita karier. Setiap perempuan memiliki peran penting, sekecil apa pun kontribusinya. Harapan besar untuk perempuan Indonesia agar dapat memilih jalan hidup mereka sendiri tanpa tekanan masyarakat. Kesetaraan gender harus menjadi standar umum yang tidak perlu diperdebatkan lagi. Selain itu, diharapkan agar kebijakan nasional maupun daerah bisa memiliki perspektif gender, disabilitas, dan inklusi sosial, sehingga terciptanya lingkungan yang lebih aman, suportif, dan lebih terbuka untuk perempuan berkembang sesuai potensinya.</p>



<p><strong>Penulis : Sheillomitha Salsa Nabila Putri Jofanala<br>Editor : Najla Aulia</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sosok/hari-kartini-perjuangan-dan-harapan-untuk-perempuan-indonesia/">Hari Kartini: Perjuangan dan Harapan untuk Perempuan Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sosok/hari-kartini-perjuangan-dan-harapan-untuk-perempuan-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buku Fisik Tetap Bertahan Meski di Era Buku Digital</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/buku-fisik-tetap-bertahan-meski-di-era-buku-digital/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/buku-fisik-tetap-bertahan-meski-di-era-buku-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2025 14:26:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[buku-digital]]></category>
		<category><![CDATA[buku-fisik]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=1954</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Buku merupakan bagian penting dalam perkembangan umat manusia. Pada era ini, bentuk buku telah mengalami evolusi. Kini buku fisik telah bertransformasi menjadi</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/buku-fisik-tetap-bertahan-meski-di-era-buku-digital/">Buku Fisik Tetap Bertahan Meski di Era Buku Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Buku merupakan bagian penting dalam perkembangan umat manusia. Pada era ini, bentuk buku telah mengalami evolusi. Kini buku fisik telah bertransformasi menjadi buku digital. Namun, buku fisik memiliki alasan yang membuatnya tetap eksistensi di era buku digital.</em></p>



<p>Buku fisik merupakan sebuah wadah atau media yang berfungsi menampung informasi, ide, pengetahuan, serta pendapat dalam bentuk lembaran-lembaran kertas yang dikumpulkan menjadi satu. Buku fisik telah berperan penting dalam kemajuan dan perkembangan umat manusia dari masa ke masa.&nbsp;Selain itu, buku fisik juga telah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan kemajuan teknologi, buku digital saat ini semakin digemari. Hal ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai eksistensi buku fisik di era digital. Buku fisik dipertanyakan terkait kemampuannya dalam bertahan di tengah maraknya buku digital, dan dikhawatirkan akan lenyap dikalahkan oleh kehadiran buku digital.</p>



<p>Perkembangan teknologi dan perangkat digital yang semakin digemari, semakin banyak juga orang yang menggemari buku digital. Buku digital unggul dalam hal portabilitas dan aksesibilitas. Selain praktis dan mudah dibawa, buku digital juga dapat diakses di berbagai media digital, ini sangat berguna bagi mereka yang suka bepergian atau memiliki keterbatasan ruang. Namun, membaca buku fisik melibatkan lebih dari sekadar membaca kata-kata, pengalaman sensorial juga menjadi bagian penting. Sentuhan, sensasi membalik lembaran kertas, dan aroma khas buku memberikan kenikmatan tersendiri yang tidak bisa ditemukan pada buku digital.</p>



<p>Berdasarkan wawancara dengan Bapak Fajar Setyaning Dwi Putra, sebagai dosen di Politeknik STMI Jakarta yang pernah menerbitkan buku fisik, beliau menyampaikan pendapatnya, “Sebagian waktu saya berada di perpustakaan. Minat baca mahasiswa terhadap tugas akhir cukup besar, hal ini termasuk kategori buku fisik. Buku-buku yang ada di perpustakaan di sini cukup banyak dimanfaatkan dan dibaca oleh mahasiswa. Artinya, generasi Z juga memiliki minat yang cukup besar pada buku fisik. Kalau di generasi milenial masih cukup banyak, walaupun sudah ada juga yang beralih ke digital, khususnya jika berkaitan dengan informasi seperti koran,” ungkapnya.</p>



<p>Buku fisik tetap menjadi pilihan utama bagi banyak orang, terutama dalam mencari pengalaman membaca yang sensorial dan klasik. Buku fisik tetap memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh buku digital dan tidak akan dapat digantikan oleh buku digital seperti pengalaman sensorial, sentuhan kertas, sensasi membalik lembaran kertas, aroma khas buku, dan konsentrasi lebih tinggi. Oleh karena itu, buku fisik tetap memiliki eksistensi dalam era digital ini.</p>



<p><strong>Penulis : Gita Mega Putri Simanjuntak<br>Editor : Sheillomitha Salsa Nabila Putri Jofanala</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/buku-fisik-tetap-bertahan-meski-di-era-buku-digital/">Buku Fisik Tetap Bertahan Meski di Era Buku Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/buku-fisik-tetap-bertahan-meski-di-era-buku-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gen Z di Era WFH/WFA Menghadapi Tantangan, Menjajaki Peluang, dan Menyempurnakan Adaptasi</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/gen-z-di-era-wfhwfa-menghadapi-tantangan-menjajaki-peluang-dan-menyempurnakan-adaptasi/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/gen-z-di-era-wfhwfa-menghadapi-tantangan-menjajaki-peluang-dan-menyempurnakan-adaptasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 May 2024 22:22:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[gaya-hidup]]></category>
		<category><![CDATA[generasi-z]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[wfh]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com&#160;&#8211;&#160;Di masa sekarang kita sudah tidak asing lagi dengan julukan &#8220;Gen Z&#8221;. Generasi ini memasuki dunia kerja di tengah masa pandemi Covid-19, yang membentuk</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/gen-z-di-era-wfhwfa-menghadapi-tantangan-menjajaki-peluang-dan-menyempurnakan-adaptasi/">Gen Z di Era WFH/WFA Menghadapi Tantangan, Menjajaki Peluang, dan Menyempurnakan Adaptasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>lpmindustria.com&nbsp;&#8211;&nbsp;</strong><em>Di masa sekarang kita sudah tidak asing lagi dengan julukan &ldquo;Gen Z&rdquo;. Generasi ini memasuki dunia kerja di tengah masa pandemi Covid-19, yang membentuk gaya hidup mereka berbeda dengan generasi sebelumnya.</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Generasi Z atau Gen Z dalam jurnal berjudul &ldquo;Gambaran Makna Kerja Bagi Generasi Z di Jakarta&rdquo; menurut Singh &amp; Dangmei, merupakan generasi termuda di dunia kerja atau generasi postmilenial, tumbuh pada tahun 2000-an dan dikelilingi oleh perkembangan teknologi yang pesat. Kemudian menurut Putra, Generasi Z ialah pekerja yang efektif di era digital.</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Kemampuan gen Z dalam memanfaatkan teknologi menjadikannya aset berharga bagi perusahaan di era digital sekarang. Keadaan ini juga sesuai dengan tren yang sedang berkembang, yaitu penerapan <em>Work From Home</em> (WFH) atau <em>Work From Anywhere</em> (WFA) oleh banyak perusahaan.&nbsp;</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Menurut Azwar dalam jurnal &ldquo;Perbedaan Sistem Kerja (WFO, WFH, <em>Hybrid</em>) Terhadap <em>Well-Being</em> Karyawan yang Bekerja di Jakarta&rdquo;, WFH menawarkan fleksibilitas. Hal tersebut sesuai dengan salah satu alasan utama generasi Z tetap bekerja di tempat kerja mereka, yaitu fleksibilitas dalam waktu dan lokasi kerja.&nbsp;</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Dikutip dari jurnal yang sama, menurut Waizenegger et al., &ldquo;Fleksibilitas dalam bekerja dari rumah mengakibatkan batas antara rumah dan pekerjaan menjadi kabur. Hal ini berujung pada munculnya &lsquo;budaya <em>always-on</em>&rsquo;, di mana pekerja merasa harus selalu responsif dan terkoneksi dengan pekerjaan bahkan ketika berada di rumah. Akibatnya, karyawan menghadapi kendala dalam berinteraksi dengan dunia di luar pekerjaan, termasuk dengan teman dan keluarga, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kesejahteraan (<em>well-being</em>) mereka,&rdquo;.&nbsp;</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Dilihat dari perspektif gen Z, terdapat berbagai pandangan mengenai WFH/WFA. Individu, perusahaan, dan organisasi memiliki sudut pandang yang berbeda terkait penerapan WFH/WFA. Salah satu perdebatan yang muncul adalah seputar waktu dan biaya. Sebelum adanya WFH/WFA, pekerja kantoran harus menghabiskan waktu lebih lama untuk perjalanan menuju kantor dan mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi. Keuntungan dari WFH/WFA adalah tidak ada lagi kebutuhan akan waktu dan biaya tambahan untuk perjalanan menuju kantor.</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Bekerja secara WFA/WFH dapat mengurangi produktivitas karena tidak ada pengaturan waktu kerja yang tetap, terkadang tidak ada batasan waktu tertentu dalam menyelesaikan pekerjaan. Hal ini dapat menyebabkan seseorang bekerja hingga larut malam, sehingga dapat mengurangi produktivitas. </span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Di kantor, orang memiliki batasan waktu kerja yang tetap, misalnya bekerja selama 8 jam sehari.&nbsp;</span></span><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Selain itu, komunikasi antar sesama rekan kerja juga tidak seluwes seperti ketika berada di kantor. Seseorang harus menghubungi rekan kerjanya untuk bertanya atau berkoordinasi, namun terkadang beberapa rekan kantor sulit dihubungi. Keadaan ini memperpanjang waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan.&nbsp;</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Sebagai seorang yang bekerja secara WFH/WFA butuh melakukan adaptasi. Teknologi sangat memiliki peran penting dilakukannya WFH/WFA. Dilansir dari hrb.org, tantangan komunikasi sinkron bagi pekerja WFH/WFA yang tersebar di berbagai zona waktu. Aplikasi seperti Zoom, Skype, Google Meet, dan sejenisnya terkadang kurang optimal untuk komunikasi jarak jauh. Oleh karena itu, komunikasi asinkron menjadi kunci. Komunikasi asinkron memungkinkan pertukaran informasi tanpa memerlukan interaksi langsung dan simultan.</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>Penulis: Amanda Cahayawulan<br />
Editor: Nandra Ayu Saputri</strong></span></span></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/gen-z-di-era-wfhwfa-menghadapi-tantangan-menjajaki-peluang-dan-menyempurnakan-adaptasi/">Gen Z di Era WFH/WFA Menghadapi Tantangan, Menjajaki Peluang, dan Menyempurnakan Adaptasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/gen-z-di-era-wfhwfa-menghadapi-tantangan-menjajaki-peluang-dan-menyempurnakan-adaptasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pet Attachment, Dapat Menjadi Solusi untuk Kesehatan Mental</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/pet-attachment-dapat-menjadi-solusi-untuk-kesehatan-mental/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/pet-attachment-dapat-menjadi-solusi-untuk-kesehatan-mental/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 Sep 2023 15:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[gaya-hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hewan]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan-mental]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Hewan peliharaan dapat dikatakan memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan hidup individual salah satunya kebutuhan untuk bahagia serta dapat menjaga kesehatan mental. Manusia</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/pet-attachment-dapat-menjadi-solusi-untuk-kesehatan-mental/">Pet Attachment, Dapat Menjadi Solusi untuk Kesehatan Mental</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong><em> Hewan peliharaan dapat dikatakan memiliki peran dalam memenuhi kebutuhan hidup individual salah satunya kebutuhan untuk bahagia serta dapat menjaga kesehatan mental.</em></p>
<p>Manusia dan hewan hidup berdampingan, baik sebagai sumber makan maupun sebagai alat transportasi. Selain itu, hewan juga memiliki peran lain, yaitu sebagai hewan peliharaan. Beragam jenis hewan dapat dipelihara oleh manusia tergantung kesukaannya, seperti kucing, kelinci,&nbsp; anjing, burung, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Bagi sebagian orang, memiliki hewan peliharaan dapat membantu menjaga kesehatan mental bahkan membuat pemilik hewan lebih bahagia. Dalam jurnal berjudul Hubungan <em>Pet Attachment</em> dan Stres Pemilik Hewan dari Universitas Airlangga menyebutkan bahwa memiliki hewan peliharaan dapat dikategorikan sebagai <em>social support </em>yang dapat meningkatkan kesehatan mental pemilik hewan.</p>
<p>Pemilik hewan peliharaan biasanya memberikan perlakuan istimewa terhadap hewan peliharaanya, seperti membawa hewan peliharaan mereka secara rutin ke dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, memberikan makanan yang spesial, tempat istirahat yang nyaman, serta kebutuhan hewan peliharaan yang lengkap. Dengan kondisi tersebut, akan terciptanya dorongan memberikan dan menerima kesenangan kepada hewan. Kemudian terciptanya hubungan emosional antara pemilik dengan hewan peliharaannya yang disebut dengan istilah <em>Pet Attachment.</em></p>
<p>Menurut jurnal berjudul <em>Pet Attachment</em> terhadap <em>Happines</em> Pada Pemilik Hewan Peliharaan Di Kecamatan Sumbawa menjelaskan bahwa <em>pet attachment</em> dapat berdampak positif dan negatif. Dampak positif yang bisa didapatkan, seperti merasa senang dengan tingkah lucu hewan peliharaanya dan akan ada keadaan dimana pemiliknya sakit lalu hewan peliharaan akan menemani pemiliknya beristirahat sehingga tidak merasa kesepian dan mendapat semangat baru. Selain itu, hewan peliharaan bisa mengatur <em>mood, </em>ia akan membuat energi positif dan membuat pemiliknya lebih bahagia.</p>
<p>Namun, dari banyaknya dampak positif dari pet attachment, hewan peliharaan juga memberikan dampak negatif. Ketika hewan peliharaan mati, pemiliknya akan berdukacita, reaksi dukacita dapat berupa menangis, marah, merasa bersalah dan kesepian, seolah-olah kehilangan anggota keluarganya. Hal tersebut akan mempengaruhi kondisi mental pemiliknya karena ia akan merasa sangat kehilangan.</p>
<p>Beberapa penelitian juga dilakukan tentang <em>Pet Attachment </em>salah satunya oleh Soetjipto (2021) dengan judul &ldquo;Pengaruh <em>Pet Attachment</em> Terhadap <em>Loneliness</em> Pada Remaja Di Masa Pandemic Covid 19&rdquo; dengan hasil yang didapatkan adalah pengaruh signifikan serta negatif dari <em>pet attachment </em>terhadap <em>loneliness </em>(baca: kesepian) pada remaja di masa pandemik menunjukan semakin tinggi <em>pet attachment </em>yang dimiliki seseorang maka semakin rendah <em>loneliness </em>yang dialami. Lalu penelitian oleh Okina &amp; Restu (2021) dengan judul <em>&ldquo;Korelasi Antara Kelekatan Pada Hewan Peliharaan Dan Gaya Hidup Sehat Pemeliharaan Kucing Dengan Kesejahteraan Psikologis Selama Pandemic Covid-19&rdquo;</em> hasilnya menunjukan bahwa <em>pet attachment</em> dan gaya hidup sehat berpengaruh secara signifikan terhadap kesejahteraan psikologis <em>(psychological wellbeing).</em></p>
<p>Dilansir dari sehatnegeriku.kemkes.go.id, menyebutkan bahwa Indonesia memilki prevalensi orang dengan masalah kesehatan jiwa sekitar 1 dari 5 penduduk yang artinya 20% dari populasi Indonesia yang berpotensi memiliki kesehatan jiwa. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) 2018, menunjukan lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional dan lebih dari 12 juta penduduk mengalami depresi.</p>
<p>Melihat hal tersebut, memelihara hewan peliharaan tentu dapat menjadi solusi untuk menjaga kesehatan mental terutama bagi kalangan remaja. Memelihara hewan peliharaan bukan hanya sebagai dijadikan aktivitas pengisi waktu luang tetapi juga dapat memberikan banyak manfaat atau efek positif pada kehidupan.</p>
<p><strong>Penulis: Fifi Febryanti<br />
Editor: Azzahra Nurwanda</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/pet-attachment-dapat-menjadi-solusi-untuk-kesehatan-mental/">Pet Attachment, Dapat Menjadi Solusi untuk Kesehatan Mental</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/pet-attachment-dapat-menjadi-solusi-untuk-kesehatan-mental/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sistem dan Keamanan terhadap Kultural Aplikasi Getcontact</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/sistem-dan-keamanan-terhadap-kultural-aplikasi-getcontact/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/sistem-dan-keamanan-terhadap-kultural-aplikasi-getcontact/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2023 08:42:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[crowdsourcing]]></category>
		<category><![CDATA[getcontact]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Kehadiran Get Contact mendukung perkembangan teknologi informasi di tengah kejahatan siber dengan modus menggunakan nomor telepon. Pengguna perlu lebih bijak pada saat menggunakan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/sistem-dan-keamanan-terhadap-kultural-aplikasi-getcontact/">Sistem dan Keamanan terhadap Kultural Aplikasi Getcontact</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong>&nbsp;<em>Kehadiran Get Contact mendukung perkembangan teknologi informasi di tengah kejahatan siber dengan modus menggunakan nomor telepon. Pengguna perlu lebih bijak pada saat menggunakan aplikasi. </em></p>
<p>Getcontact merupakan salah satu aplikasi yang cukup dikenal oleh masyarakat saat ini yang dapat melacak data pribadi pengguna maupun orang lain hanya dengan menggunakan nomor telepon. Melalui aplikasi ini pengguna dapat mengidentifikasi nomor telepon sekaligus memblokir panggilan <em>spa</em><em>m</em>. Untuk menggunakan aplikasi Getcontact, pengguna hanya perlu menyediakan perangkat <em>smartphone</em> baik Android maupun iPhone, kemudian mengunduh aplikasi Getcontact dan <em>login</em> menggunakan akun Google, Facebook, atau alamat e-mail.</p>
<p>Mekanisme yang berlaku adalah ketika ada panggilan dari nomor asing yang masuk, pengguna Getcontact dapat mengidentifikasi nomor tersebut sesuai dengan <em>database</em> yang dimiliki oleh Getcontact sendiri. <em>Database</em> tersebut diisi melalui cara <em>crowdsourcing</em> (pendayagunaan sumber daya masyarakat), dimana informasi nomor-nomor tersebut dikumpulkan. Menurut Jurnal Kominfo, <em>Crowdsourcing</em> merupakan gerakan sebar berita benar secara pribadi dan terhubung dengan kecerdasan kolektif. <em>Crowdsourcing</em> menekan pada pemecahan masalah dan berfokus pada konten dan informasi.</p>
<p><em>GetContact </em>akan mengumpulkan informasi dari riwayat pengguna yang telah memberikan nama atau melakukan <em>tagging</em> (pelabelan) pada sebuah nomor atau kontak. <em>Tagging</em> yang disematkan dari berbagai pengguna, itulah yang akan dihimpun menjadi<em> database</em>. Dengan begitu <em>database</em> dapat digunakan untuk seluruh pengguna aplikasi dari Getcontact. Misalnya, jika suatu nomor dilabeli banyak pengguna sebagai&nbsp; &ldquo;penipu&rdquo;. Maka, ketika nomor itu masuk ke panggilan pengguna, Getcontact akan menandai nomor tersebut sebagai &ldquo;penipu&rdquo;.</p>
<p>Menurut Santri, D. N., Zarzani, R.T., Syaiful A. H.(2022), &nbsp;pengembang aplikasi GetContact berasal dari Portugal. Namun, aplikasi ini tersedia di seluruh dunia melalui Google Play Store, termasuk di Indonesia. Pemberian izin oleh Google sebagai penyedia layanan tidak menjamin bahwa aplikasi tersebut berada dalam pengawasan dari pihak Google. Oleh karna itu, keamanan yang diberikan aplikasi Getcontact sendiri masih dipertanyakan. Karna aplikasi tersebut secara leluasa memberikan informasi yang bersifat data pribadi kepada pengguna, maka secara tidak langsung aplikasi Getcontact juga melanggar ketentuan kebijakan privasi.</p>
<p>Dalam Pasal 5 ayat (1) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, yang berisi larangan untuk memuat informasi elektronik atau sistem elektronik. Aplikasi Getcontact menawarkan fitur yang dapat mengetahui nama pemilik nomor telepon lewat menu pencarian. Dengan kata lain, aplikasi ini pun dapat melanggar ketentuan peraturan pemerintah tersebut. Namun terlepas dari itu, sebagai pengguna nantinya harus lebih bijak dalam menggunakan aplikasi untuk tidak memanfaatkan hal yang tidak boleh dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum.&nbsp;<br />
&nbsp;</p>
<p><strong>Penulis : Irma Amara<br />
Editor : Fathur&nbsp;</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/sistem-dan-keamanan-terhadap-kultural-aplikasi-getcontact/">Sistem dan Keamanan terhadap Kultural Aplikasi Getcontact</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/sistem-dan-keamanan-terhadap-kultural-aplikasi-getcontact/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Toxic Masculinity, Budaya Maskulinitas yang Menyerang Laki-Laki</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/toxic-masculinity-budaya-maskulinitas-yang-menyerang-lakilaki/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/toxic-masculinity-budaya-maskulinitas-yang-menyerang-lakilaki/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Jul 2023 10:52:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[budaya-maskulinitas]]></category>
		<category><![CDATA[ibcwe-indonesia-business-coalition-for-women-empowerment-]]></category>
		<category><![CDATA[maskulin]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[toxic-m]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Maskulinitas ternyata masih sangat kental di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Maskulinitas ini menimbulkan beberapa dampak negatif bagi laki-laki. Maskulinitas adalah konsep yang</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/toxic-masculinity-budaya-maskulinitas-yang-menyerang-lakilaki/">Toxic Masculinity, Budaya Maskulinitas yang Menyerang Laki-Laki</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>lpmindustria.com</strong> &#8211;&nbsp;<em>Maskulinitas ternyata masih sangat kental di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Maskulinitas ini menimbulkan beberapa</em> <em>dampak negatif bagi laki-laki.</em></p>
<p>Maskulinitas adalah konsep yang mencakup berbagai hal yang membentuk identitas seorang pria yang dipengaruhi oleh budaya dan kondisi sosial di masyarakat setempat. Maskulinitas ini membangun pandangan bahwa seorang laki-laki harus memiliki sifat gagah, kuat, tidak cengeng, serba bisa, dan jantan. Hal tersebut mengartikan bahwa maskulinitas ini tidak lahir secara alami dalam diri seorang laki-laki. Kedudukan sosial mempengaruhi pembentukan stereotip gender untuk laki-laki dan perempuan. Dalam hal ini, seorang perempuan lekat dengan kelembutan, pasif, emosional, penakut, patuh, dan bergantung yang biasanya disebut dengan femininitas. Stereotip ini berujung pada banyaknya masalah gender yang membeda-bedakan laki-laki dan perempuan.&nbsp;</p>
<p>Garis pembeda antara perempuan dan laki-laki dapat ditemui dalam berbagai aspek sehingga dinilai natural dan wajar jika terjadi, karena hal serupa sudah sangat umum dan akrab dalam lingkungan masyarakat. Jika kita lihat lebih jauh, budaya maskulinitas mengarah kepada sistem patriarki yang memaksa nilai-nilai budaya ini untuk melekat di hidup laki-laki.</p>
<p>Di Indonesia sendiri, persoalan maskulinitas hingga saat ini masih terus melingkari kehidupan para laki-laki. Laki-laki sering kali berada dalam situasi di mana mereka harus bertingkah laku dan dituntut untuk selalu mencapai ekspektasi. Hal seperti itu dapat menciptakan beberapa masalah bagi laki-laki. Masalah ini melahirkan istilah <em>toxic masculinity</em> atau maskulinitas beracun yang artinya maskulinitas ini memberikan tekanan bagi para laki-laki untuk berperilaku layaknya pandangan masyarakat setempat. Jika ada laki-laki yang tidak sesuai dengan pandangan masyarakat tersebut, maka akan dinilai bahwa ia menyimpang. Selain itu, banyaknya tuntutan yang harus dicapai oleh laki-laki, seperti harus memiliki jabatan yang tinggi agar dapat dikatakan sukses.&nbsp;</p>
<p>IBCWE (<em>Indonesia Business Coalition for Women Empowerment</em>) melakukan sebuah survey <em>toxic masculinity</em> untuk melihat bagaimana sudut pandang masyarakat terhadap maskulinitas terutama pada tempat kerja. Survey ini memetakan 10 <em>toxic masculinity</em> yang ada di lingkungan kerja. Hasilnya banyak yang tidak setuju dengan adanya budaya maskulinitas karena standar yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia masih sangat sulit untuk dicapai oleh seorang laki-laki.</p>
<p>Laki-laki akan dianggap gagal jika ia tidak maskulin, tradisi maskulinitas dalam kehidupan sosial ini akan membangun berbagai dampak negatif bagi diri laki-laki. Dampak dari <em>toxic masculinity</em> ini selain pandangan berbeda antara laki-laki-laki dan perempuan, juga dapat menghasilkan perilaku negatif, yaitu sifat dominasi yang tidak diinginkan hingga terciptanya sifat kebencian kepada perempuan. Karena tuntutan tersebut, laki-laki akan merasa bahwa ia mendapatkan tekanan dan perlakuan yang berbeda dengan perempuan.&nbsp;</p>
<p><em>Toxic masculinity</em> ini berdampak buruk bagi kesehatan mental karena laki-laki akan mengalami kesulitan dalam mengekspresikan emosinya. Irvine et al (2018) pun berpendapat bahwa <em>toxic masculinity</em> ini dapat berujung pada tindakan fatal yang dilakukan oleh laki-laki, seperti bunuh diri, kriminal, hingga pelecehan seksual.</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/toxic-masculinity-budaya-maskulinitas-yang-menyerang-lakilaki/">Toxic Masculinity, Budaya Maskulinitas yang Menyerang Laki-Laki</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/toxic-masculinity-budaya-maskulinitas-yang-menyerang-lakilaki/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mari Lakukan Latihan Fisik untuk Meningkatkan Suasana Hatimu!</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/mari-lakukan-latihan-fisik-untuk-meningkatkan-suasana-hatimu/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/mari-lakukan-latihan-fisik-untuk-meningkatkan-suasana-hatimu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 May 2023 13:52:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan-mental]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Suasana hati seseorang yang tidak menentu dapat mempengaruhi lingkungan individu tersebut. Oleh karena itu, melakukan latihan fisik dapat menjadi alternatif agar suasana</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/mari-lakukan-latihan-fisik-untuk-meningkatkan-suasana-hatimu/">Mari Lakukan Latihan Fisik untuk Meningkatkan Suasana Hatimu!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Suasana hati seseorang yang tidak menentu dapat mempengaruhi lingkungan individu tersebut. Oleh karena itu, melakukan latihan fisik dapat menjadi alternatif agar suasana hati lebih terjaga.</em></p>
<p>Suasana hati dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang. Suasana hati yang positif tentu dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang dan membantu meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta kemampuan untuk mengatasi tantangan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Sebaliknya, suasana hati yang negatif dapat mempengaruhi kualitas hidup dan kepribadian seseorang. Selain itu, kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik seseorang serta menghambat kemampuan dalam kehidupan sehari &#8211; hari. Misalnya, jika seseorang merasa sedih atau cemas, akan sulit untuk berkonsentrasi pada pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilakukan. Hal ini dapat mengggangu produktivitas dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali perasaan negatif pada tubuh kita serta mencari cara untuk meningkatkan suasana hati secara positif. Latihan fisik merupakan salah satu cara yang dapat berpengaruh untuk meningkatkan suasana hati seseorang.</p>
<p>Dikutip dari laman Kemenkes RI, latihan fisik merupakan aktivitas yang dilakukan secara terstruktur, terencana, dan bermanfaat untuk kesehatan mental maupun suasana hati. Melalui latihan fisik, tubuh akan dapat meningkatkan sirkulasi darah ke otak dan mempengaruhi <em>Hypothalamic Pituitary Adrenal (HPA) </em>(Baca: kelenjar pituitari yang terdapat pada otak). <em>Hypothalamic Pituitary Adrenal (HPA)</em> memediasi beberapa area di otak seperti <em>amigdala</em> yang mengatur respons terhadap ancaman dan <em>hipokampus</em> yang berperan penting dalam proses pembentukan dan penyimpanan memori serta pembentukan respon perilaku.</p>
<p>Saat melakukan latihan fisik, tubuh akan melepas neurotransmitter dan hormon seperti endorfin, dopamin, dan serotonin. Endorfin berperan sebagai pereda nyeri alami dan pemicu perasaan positif. Dopamin berkontribusi dalam meningkatkan energi dan perhatian serta memperbaiki suasana hati. Sementara itu, serotonin berperan dalam mengatur suasana hati dan emosi serta merangsang siklus tidur dan bangun.</p>
<p>Latihan fisik merupakan kegiatan yang melibatkan gerakan tubuh dan meningkatkan aktivitas jantung dan pernapasan. Bersepeda dapat menjadi pilihan untuk kegiatan latihan fisik, karena dapat meningkatkan kesehatan tubuh, seperti kesehatan jantung dan pembuluh darah, meningkatkan kekuatan otot dan tulang, mengurangi risiko obesitas dan sebagainya. Selain itu, sepeda juga memiliki keunggulan dalam mengatasi kemacetan di perkotaan, karena ukurannya yang kecil dan fleksibel sehingga dapat dengan mudah melewati jalan-jalan yang padat.</p>
<p>Sebuah penelitian di Kanada menunjukkan bahwa bersepeda ke tempat kerja adalah cara yang efektif untuk mendapatkan <em>mood </em>terbaik. Karyawan yang bersepeda mempunyai level stres yang lebih rendah dibandingkan mereka yang mengendarai mobil. Jadi, mulai dari sekarang mari sayangi diri kita sendiri dengan melakukan latihan fisik agar meningkatkan kesehatan dan menjadi alternatif untuk menjaga suasana hati.</p>
<p><strong>Penulis: M Riza Saputra<br />
Editor: Sabina Putri</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/mari-lakukan-latihan-fisik-untuk-meningkatkan-suasana-hatimu/">Mari Lakukan Latihan Fisik untuk Meningkatkan Suasana Hatimu!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/mari-lakukan-latihan-fisik-untuk-meningkatkan-suasana-hatimu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Timbulnya Perbedaan Persepsi dan Penetapan Label Halal Terbaru</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/timbulnya-perbedaan-persepsi-dan-penetapan-label-halal-terbaru/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/timbulnya-perbedaan-persepsi-dan-penetapan-label-halal-terbaru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2022 00:23:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com,- Badan&#160;Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementrian Agama (Kemenag) telah menetapkan Label Halal terbaru. Dimana label yang telah dirilis yang memiliki filosofi maupun makna</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/timbulnya-perbedaan-persepsi-dan-penetapan-label-halal-terbaru/">Timbulnya Perbedaan Persepsi dan Penetapan Label Halal Terbaru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com,- </strong><em>Badan</em>&nbsp;<em>Penyelenggara</em> <em>Jaminan</em> <em>Produk</em> <em>Halal</em> (<em>BPJPH</em>) <em>Kementrian</em> <em>Agama</em> (<em>Kemenag</em>) <em>telah</em> <em>menetapkan</em> <em>Label</em> <em>Halal</em> <em>terbaru</em>. <em>Dimana</em> <em>label</em> <em>yang</em> <em>telah</em> <em>dirilis</em> <em>yang</em> <em>memiliki</em> <em>filosofi</em> <em>maupun</em> <em>makna</em> <em>mendalam</em> <em>itu</em>, <em>justru</em> <em>menimbulkan</em> <em>polemik</em> <em>di</em> <em>masyarakat</em>.</p>
<p style="text-align:justify">Label Halal Indonesia yang terbaru telah ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag dan berlaku secara nasional. Ketetapan ini tertuang dalam Keputusan Kepala BPJPH Nomor 40 Tahun 2022 tentang Penetapan Label Halal sebagai pelaksanaan amanat Pasal 37 UU Nomor 33 Tahun 2014. Surat Keputusan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 10 Februari 2022, yang ditandatangani oleh Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham dan berlaku efektif terhitung sejak 1 Maret 2022.</p>
<p style="text-align:justify">Dikutip dari laman kemenag.go.id pergantian logo halal MUI tersebut dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal, karena semestinya penetapan logo halal ini perlu mempertimbangkan dan melibatkan aspirasi berbagai pihak.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Sebeneranya, pada tahun 2019 lalu saat MUI masih dipegang oleh Fachrul Razi, kementerian agama telah menyepakati logo halal MUI dan saat itu logo halal tersebut berbentuk bulat yang hampir sama dengan logo halal saat ini. Akan tetapi, tulisan Majelis Ulama Indonesia yang melingkar di bagian luarnya diganti dengan Kementerian Agama Republik Indonesia. Tulisan melingkar sebenarnya tidak berubah yakni tetap bertuliskan Majelis Ulama Indonesia, namun tulisan arab logo halal yang berada di dalam belah ketupat lebih diperjelas.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari kemendag.go.id, bentuk dari logo terbaru memiliki makna tersendiri. Aqil Irham menjelaskan, Label Halal Indonesia secara filosofi mengadaptasi nilai-nilai keindonesiaan. Bentuk dan corak yang digunakan merupakan artefak-artefak budaya yang memiliki ciri khas yang unik berkarakter kuat dan merepresentasikan Halal Indonesia. &quot;Bentuk Label Halal Indonesia terdiri atas dua objek, yaitu bentuk Gunungan dan motif Surjan atau Lurik Gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas. Ini melambangkan kehidupan manusia,&quot; kata Aqil Irham mengilustrasikan. Bentuk tersebut menggambarkan bahwa semakin tinggi ilmu dan semakin tua usia, maka manusia harus semakin mengerucut (golong gilig) manunggaling Jiwa, Rasa, Cipta, Karsa, dan Karya dalam kehidupan, atau semakin dekat dengan Sang Pencipta. Sedangkan motif Surjan yang juga disebut pakaian takwa mengandung makna-makna filosofi yang cukup dalam. Di antaranya bagian leher baju surjan memiliki kancing 3 pasang (6 biji kancing) yang semua itu menggambarkan rukun iman. Selain itu motif surjan/lurik yang sejajar satu sama lain juga mengandung makna sebagai pembeda/pemberi batas yang jelas.</p>
<p style="text-align:justify">Beberapa masyarakat ikut serta dalam melihat atau memahami polemik yang terjadi, seperti, pakar Universitas Padjajaran yaitu, Ketua Padjadjaran Halal Center Universitas Padjadjaran Dr. Souvia Rahimah, M.Sc., mengungkapkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait sertifikasi halal, salah satunya adalah edukasi mengenai sertifikasi halal di masyarakat &ldquo;Orang di Indonesia masih banyak yang belum memahami urgensi sertifikasi halal,&rdquo; ujar Souvia saat diwawancarai Kanal Media Unpad. Selain itu, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Kementerian Agama, Mastuki menjelaskan logo &quot;Halal&rdquo; baru yang telah dirilis memiliki filosofi maupun makna mendalam. Hadirnya logo baru tersebut tetap tidak menghilangkan peran MUI dalam menentukan fatwa kehalalan dari suatu produk.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify"><strong>Penulis</strong> <strong>:</strong> <strong>Fifi</strong>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify"><strong>Editor</strong> <strong>:</strong> <strong>Az-Zahra</strong> <strong>Nurwanda</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/timbulnya-perbedaan-persepsi-dan-penetapan-label-halal-terbaru/">Timbulnya Perbedaan Persepsi dan Penetapan Label Halal Terbaru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/timbulnya-perbedaan-persepsi-dan-penetapan-label-halal-terbaru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kontroversi Dibalik Kenaikan Tarif Cukai Rokok</title>
		<link>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/kontroversi-dibalik-kenaikan-tarif-cukai-rokok/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/kontroversi-dibalik-kenaikan-tarif-cukai-rokok/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jan 2022 23:19:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sastra & Opini]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian-keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustri.com &#8211;&#160;Kesepakatan pemerintah untuk menaikkan tarif cukai rokok menimbulkan keluhan dari berbagai sisi masyarakat maupun produsen rokok. Adapun alasan dari kebijakan ini adalah untuk</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/kontroversi-dibalik-kenaikan-tarif-cukai-rokok/">Kontroversi Dibalik Kenaikan Tarif Cukai Rokok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustri.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Kesepakatan pemerintah untuk menaikkan tarif cukai rokok menimbulkan keluhan dari berbagai sisi masyarakat maupun produsen rokok. Adapun alasan dari kebijakan ini adalah untuk menurunkan angka prevalensi merokok di kalangan remaja.</em></p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari unggahan akun Instagram @kemenkeuri, Menteri Keuangan Sri Mulyani resmi menaikkan tarif cukai rokok rata-rata sebesar &nbsp;dua belas persen melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun Atau Klobot, dan Tembakau Iris. PMK ini berlaku sejak 1 Januari 2022.</p>
<p style="text-align:justify">Selain cukai rokok, pemerintah menaikkan batasan minimal Harga Jual Eceran (HJE) rokok untuk menyesuaikan kenaikan tarif cukai. Berdasarkan data Kementerian Keuangan RI, kenaikan tarif paling tinggi di golongan Sigaret Putih Mesin (SPM) IIB sebesar 14,4% dan harga jual eceran tertinggi di golongan SPM I sebesar Rp40.100.</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari laman <em>pajak.go.id</em> yang ditulis oleh Ade Yusuf, seorang pegawai Direktorat Jenderal Pajak, pertimbangan kenaikan tarif cukai rokok diawali oleh target pemerintah RI sebesar Rp194 triliun atau naik 11,6% untuk sektor Cukai Hasil Tembakau (CHT). Selain itu, prevalensi (baca: kebiasaan) merokok untuk remaja usia 10-18 tahun ditargetkan turun ke level 8,7% pada 2024 dari 9,1% pada 2018 sesuai data Riset Kesehatan Dasar (Riskedas). Penurunan konsumsi juga diharapkan terjadi ketika cukai dinaikkan. Harapan dari harga rokok yang semakin mahal dapat menekan daya beli masyarakat, sehingga angka kesehatan semakin naik.</p>
<p style="text-align:justify">Terkait hal tersebut, Penulis juga menyadari akan tingginya konsumsi rokok di kalangan remaja yang berusia 10-18 tahun. Kita sering kali melihat banyak anak-anak yang bahkan masih berseragam Sekolah Dasar (SD) secara sadar merokok, lalu merekam dan mengunggah hal tersebut ke media sosialnya.</p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan Riskesdas tahun 2007 dan 2013, jumlah perokok setiap harinya naik pada tahun 2013 sebesar 24,3% dari tahun 2007 sebesar 23,7%. Tren usia mulai merokok pada tahun tersebut berada di usia 15-19 tahun sebesar 55,4%. Menurut penulis, hal ini didasari oleh rasa penasaran dan semakin terbukanya akses merokok, seperti teman-teman tongkrongan sekolah yang merokok kemudian tidak ingin dianggap culun.</p>
<p style="text-align:justify">Namun menurut penulis, jika kenaikan tarif cukai ini hanya untuk meredam angka prevalensi merokok di usia remaja, itu sangat tidak adil. Seperti sebuah aliran sungai yang dihadang batu, tentunya arus sungai semakin keras dan akan mengikis batu hingga hancur. Artinya diperlukan intervensi yang baik untuk dapat mengurangi tingkat konsumsi rokok, alih-alih menaikkan tarif cukai yang akan memberatkan pihak produsen rokok dan perokok aktif.</p>
<p style="text-align:justify">Kita ambil sebuah contoh, ketika harga rokok naik perokok A yang merokok merek A akan dapat beralih ke harga rokok yang lebih murah seperti rokok merek B. Tentunya tingkat penerimaan cukai dari kedua merek rokok ini dapat berbeda sesuai dengan golongan rokoknya, dapat semakin rendah ataupun mahal. Hal ini memberatkan produsen rokok ketika produknya tidak laku dan juga dapat menjadi bumerang bagi pemerintah ketika masyarakat beralih ke golongan rokok yang tarif cukainya lebih rendah, ataupun masyarakat membeli tembakau langsung dari petani tentunya tidak akan tercapai target penerimaan pajak dari CHT ini.</p>
<p style="text-align:justify">Selain menaikkan tarif CHT, pemerintah RI harus dapat bersikap tegas untuk memberantas rokok ilegal yang beredar di toko <em>online</em>. Selain membuat lingkungan nyaman bagi para produsen rokok, hal ini juga bisa mengatasi kerugian negara yang disebabkan oleh rokok ilegal.</p>
<p style="text-align:justify">Semakin tinggi kenaikan tarif cukai, penulis berharap kepada pemerintah agar ini tidak hanya semata-mata ditargetkan untuk penerimaan pajak, namun perlu hubungan timbal balik bagi produsen dan juga masyarakat. Perlunya ide cemerlang untuk bisa menekan angka perokok adalah suatu keharusan bagi penulis dibandingkan hanya menaikkan tarif cukai semata.</p>
<p><strong>Penulis: Lingga Ikhtiar<br />
Editor: Artha Julia</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/kontroversi-dibalik-kenaikan-tarif-cukai-rokok/">Kontroversi Dibalik Kenaikan Tarif Cukai Rokok</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/sastra-&#038;-opini/kontroversi-dibalik-kenaikan-tarif-cukai-rokok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
