Berbagai Merek Kendaraan Listrik Hadir di Indonesia, Berpeluang namun juga Menghadapi Tantangan

lpmindustria.com – Dukungan regulasi dan pengembangan ekosistem oleh pemerintah mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, namun tantangan implementasi masih dihadapi industri dan konsumen.

Masuknya berbagai merek mobil listrik ke Indonesia menunjukkan semakin kompetitifnya pasar kendaraan listrik. Sejumlah merek, seperti BYD, Wuling, Hyundai, AION, MG, Chery, Jaecoo, Geely, Denza, dan Citroen menghadirkan beragam pilihan bagi konsumen. Ajang pameran otomotif, seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), dan Indonesia International Motor Show (IIMS) menjadi momentum produsen memperkenalkan inovasi teknologi sekaligus meningkatkan minat masyarakat. Percepatan adopsi kendaraan listrik turut didorong oleh kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2023 tentang percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. 

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga berkomitmen mempercepat ekosistem kendaraan listrik melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 24.K/TL.01/MEM.L/2025 tentang rencana pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk periode 2025 hingga 2030. SPKLU direncanakan didistribusikan lebih merata dengan penambahan yang tidak hanya terpusat di kota besar, “Cadangan daya listrik nasional mencapai lebih dari 10.400 MW, lima persen di antaranya digunakan untuk kebutuhan SPKLU. Jadi, sistem kelistrikan kita sangat siap mendukung ekosistem kendaraan listrik,” ujar Rudiana Nurhadian sebagai Vice President Perencanaan dan Strategi Pengembangan Produk Niaga PT PLN.

Di tengah masuknya kendaraan listrik dari berbagai negara, industri otomotif dalam negeri juga mulai bersaing di pasar global. Hal tersebut ditandai dengan hadirnya mobil listrik G3 dan G3+ dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40% oleh perusahaan domestik Polytron, “Dengan semakin tingginya nilai TKDN pada produk kendaraan listrik, tentu kita dapat mengurangi ketergantungan kita terhadap barang-barang impor, serta mengoptimalkan potensi industri manufaktur di Indonesia,” ungkap Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam pasar kendaraan listrik, baik domestik maupun global.

Berdasarkan data Gaikindo, penerimaan kendaraan listrik di Indonesia mencapai 55.225 unit pada periode Juni hingga September 2025. Tren peningkatan tersebut dinilai sulit terulang pada 2026, “Tampaknya, pertumbuhan industri electric vehicle (EV) di tahun 2026 tidak akan semasif lonjakan di akhir 2025. Apalagi jika skema insentif fiskal berbasis impor mulai dikurangi dan diarahkan hanya ke produksi lokal,” ujar pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus. Kondisi tersebut dipengaruhi potensi kenaikan harga battery electric vehicle (BEV) yang berpotensi menghantam middle class yang sangat sensitif harga ditengah ekonomi makro yang belum akselerasi.

Meski pertumbuhan kendaraan listrik meningkat pada 2025, implementasinya masih menghadapi tantangan. Produksi EV membutuhkan modal besar sehingga banyak produsen kesulitan menutupi biaya serta risiko pengembangannya. Harga kendaraan listrik yang relatif lebih mahal dibandingkan mobil konvensional masih menjadi pertimbangan utama bagi konsumen. Selain itu, infrastruktur pengisian daya yang belum merata menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.

Menurut Rifkie Setiawan selaku Kepala Brand Chery Sales Indonesia, penggunaan kendaraan listrik masih terkonsentrasi di wilayah Jabodetabek dan kota besar, sehingga edukasi masyarakat penting untuk memperluas pemahaman.  Perusahaan mendorong strategi penyediaan berbagai pilihan powertrain (mesin), baik hybrid maupun listrik murni, sebagai upaya meningkatkan adopsi kendaraan listrik terutama di daerah yang belum terjangkau. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan adopsi kendaraan listrik secara merata di Indonesia.

Penulis : Nandra Ayu Saputri
Editor : Muhammad Nur Ikhsan

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *