<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>anak Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/anak/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jan 2025 07:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>anak Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/anak/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hari Anak Nasional 2023, Anak Menjadi Generasi Penerus Bangsa yang Berkualitas dan Berdampak Positif</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/hari-anak-nasional-2023-anak-menjadi-generasi-penerus-bangsa-yang-berkualitas-dan-berdampak-positif/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/hari-anak-nasional-2023-anak-menjadi-generasi-penerus-bangsa-yang-berkualitas-dan-berdampak-positif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 14:55:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan-mental]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com&#160;&#8211;&#160;Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2023 mengusung tema &#34;Anak Terlindungi, Indonesia Maju&#34; dengan semangat #BeraniKarenaPeduli. Anak-anak diharapkan bukan hanya menjadi pelapor, tetapi juga pelopor</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/hari-anak-nasional-2023-anak-menjadi-generasi-penerus-bangsa-yang-berkualitas-dan-berdampak-positif/">Hari Anak Nasional 2023, Anak Menjadi Generasi Penerus Bangsa yang Berkualitas dan Berdampak Positif</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>lpmindustria.com&nbsp;</strong>&#8211;&nbsp;<em>Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2023 mengusung tema &quot;Anak Terlindungi, Indonesia Maju&quot; dengan semangat #BeraniKarenaPeduli. Anak-anak diharapkan bukan hanya menjadi pelapor, tetapi juga pelopor dalam mewujudkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berdampak positif.</em></p>
<p>Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23 Juli berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1984. Hari Anak Nasional merupakan momen penting untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat dan bangsa dalam meningkatkan kesadaran tentang hak-hak anak, seperti pendidikan dan perlindungan. Peringatan Hari Anak Nasional juga mengajak semua pihak, termasuk pemerintah, orang tua, dan masyarakat, untuk lebih aktif dalam melindungi dan mendukung kesejahteraan anak-anak. Dengan perhatian dan komitmen pada hak-hak anak, kita berinvestasi untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, dan berakhlak mulia.</p>
<p>Dilansir dari laman <a href="https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/4628/forum-anak-nasional-2023-anak-indonesia-bangkit-bergerak-maju-serentak-selamanya-berdampak">kemenpppa.go.id</a>, Peringatan Hari Anak Nasional 2023 mengusung tema &quot;Anak Terlindungi, Indonesia Maju&quot; dengan <em>tagline</em> #BeraniKarenaPeduli. Melalui tema dan <em>tagline </em>tersebut, pemerintah ingin menginspirasi anak-anak untuk berani bersuara dan berperan aktif sebagai pelopor dan pelapor (2P) dalam pencegahan perkawinan anak, kekerasan, dan eksploitasi ekonomi terhadap anak.</p>
<p>Dilansir dari <a href="https://www.antaranews.com/berita/3405105/kota-semarang-jadi-tuan-rumah-hari-anak-nasional-2023">antaranews.com</a>, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, mengumumkan bahwa Kota Semarang menjadi tuan rumah peringatan Hari Anak Nasional 2023.</p>
<p>&quot;Kebetulan, kami di Semarang ini untuk persiapan yang sudah disepakati bersama bahwa Kota Semarang akan menjadi tuan rumah Hari Anak Nasional,&quot; kata I Gusti Ayu Bintang Darmawati di dampingi Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, pada Senin (20/2/2023).</p>
<p>Dikutip dari laman <a href="https://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/read/29/4628/forum-anak-nasional-2023-anak-indonesia-bangkit-bergerak-maju-serentak-selamanya-berdampak">kemenpppa.go.id</a>, penyelenggaraan Forum Anak Nasional 2023 juga mengusung tema &quot;Anak Indonesia: Bangkit Bergerak, Maju Serentak, Selamanya Berdampak!&quot; yang mencerminkan semangat dan optimisme anak-anak Indonesia untuk bangkit setelah terdampak pandemi Covid-19. Forum Anak ini bertujuan untuk memberikan dampak positif agar anak-anak Indonesia terlindungi dan hak-haknya terpenuhi.</p>
<p>Dikutip dari <a href="https://www.antaranews.com/berita/3646590/644-anak-ikuti-forum-anak-nasional-di-semarang">antaranews.com</a>, Forum Anak Nasional (FAN) 2023 di Semarang tersebut dihadiri oleh 644 anak Indonesia yang merupakan perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia. Mereka berkumpul untuk menyusun Suara Anak Indonesia (SAI) 2023 yang menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian HAN, sebagai representasi aspirasi kepada pemerintah untuk mewujudkan kebijakan kepada pemenuhan hak dan perlindungan anak.</p>
<p>Penyelenggaraan Forum Anak Nasional (FAN) juga bertujuan memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berpartisipasi dalam pembangunan, mengembangkan rasa nasionalisme, kebhinekaan, dan persaudaraan, serta mempertahankan nilai-nilai luhur budaya dan karakter bangsa.</p>
<p><strong>Penulis: Sabina Putri Balgis<br />
Editor: Rahma Dhini Arifa</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/hari-anak-nasional-2023-anak-menjadi-generasi-penerus-bangsa-yang-berkualitas-dan-berdampak-positif/">Hari Anak Nasional 2023, Anak Menjadi Generasi Penerus Bangsa yang Berkualitas dan Berdampak Positif</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/hari-anak-nasional-2023-anak-menjadi-generasi-penerus-bangsa-yang-berkualitas-dan-berdampak-positif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Anak Nasional 2022: Anak Terlindungi, Indonesia Maju</title>
		<link>https://lpmindustria.com/peristiwa/hari-anak-nasional-2022-anak-terlindungi-indonesia-maju/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/peristiwa/hari-anak-nasional-2022-anak-terlindungi-indonesia-maju/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2022 20:50:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[han-2022]]></category>
		<category><![CDATA[kpppa]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Memasuki masa pasca pandemi, Hari Anak Nasional 2022 dilaksanakan secara hybrid. Pemberian motivasi pada berbagai pihak untuk pemenuhan hak anak penting dilakukan. Serangkaian</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/hari-anak-nasional-2022-anak-terlindungi-indonesia-maju/">Hari Anak Nasional 2022: Anak Terlindungi, Indonesia Maju</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Memasuki masa pasca pandemi, Hari Anak Nasional 2022 dilaksanakan secara hybrid. Pemberian motivasi pada berbagai pihak untuk pemenuhan hak anak penting dilakukan. Serangkaian agenda kegiatan turut digelar dalam memperingati Hari Anak Nasional 2022.</em></p>
<p style="text-align:justify">Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) merupakan hal penting yang perlu dilaksanakan setiap tahunnya agar meningkatkan kepedulian dan partisipasi dalam menjamin pemenuhan hak-hak anak, hak atas hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta hak untuk mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Dikutip dari Buku Pedoman HAN 2022, tema HAN tahun 2022 ini adalah &ldquo;Anak Terlindungi, Indonesia Maju&rdquo; dengan&nbsp;<em>tagline&nbsp;</em>#PeduliPascaPandemiCOVID19, #AnakTangguhPascaPandemiCOVID19, #AnakTangguhIndonesiaLestari.</p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan Buku Pedoman HAN 2022, pengambilan tema tersebut dilatarbelakangi dengan HAN tahun ini yang dilaksanakan saat memasuki pasca pandemi, dimana anak memerlukan adaptasi kembali dalam pola kehidupan bermasyarakat, belajar dan pemanfaatan waktu luangnya tanpa mengabaikan protokol kesehatan. Oleh karena itu, tema HAN tahun 2022 ini diharapkan dapat memberikan motivasi untuk mendorong berbagai pihak agar memberikan kepedulian langsung di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan anak-anak Indonesia tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak pada pasca pandemi COVID-19.</p>
<p style="text-align:justify">Dikutip dari Buku Pedoman HAN 2022, penyelenggaraan HAN 2022 di tingkat pusat dilaksanakan oleh panitia pusat HAN 2022 yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Pelaksanaan rangkaian kegiatan tersebut diantaranya, webinar, tantangan video pendek, lomba penulisan artikel, bakti sosial, publikasi, partisipasi anak, hingga acara puncak HAN 2022 pada 23 Juli 2022.</p>
<p style="text-align:justify">Kemudian rangkaian kegiatan HAN 2022 yang dilaksanakan oleh perwakilan Indonesia di luar negeri dan pemerintah daerah dapat dilaksanakan dalam bentuk webinar dan perlombaan sesuai dengan tema. Kemudian bakti sosial dalam rangka pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Terakhir adalah turut berpartisipasi dalam acara puncak yang diselenggarakan oleh panitia pusat HAN 2022.</p>
<p style="text-align:justify">Berdasarkan Buku Pedoman HAN 2022, acara puncak HAN 2022 ditingkat pusat akan dilakukan secara <em>hybrid </em>(<em>online</em> dan <em>offline</em>) tanggal 23 Juli 2022 pada pukul 09.00 &ndash; 10.30 WIB<em>. </em>Pelaksanaan secara luring dilaksanakan di ruang terbuka (<em>outdoor</em>) dengan jumlah peserta terbatas di Taman Teijsmann Kebun Raya Bogor dan diikuti oleh anak-anak Indonesia baik yang hadir secara <em>offline</em> maupun yang hadir secara <em>online</em> (virtual). Pemilihan lokasi ini berdasarkan atas banyaknya nilai edukatif yang sangat baik untuk anak-anak, seperti museum, jenis-jenis pohon, tahun penanamannya, dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify">Panitia pusat HAN 2022 turut mengundang Kementerian/Lembaga, perwakilan lembaga internasional, dunia usaha, media massa, dan lembaga masyarakat untuk berpartisipasi dalam rangkaian dan acara puncak HAN Tahun 2022. Ketentuan kuota peserta adalah 200 orang (150 anak, 50 undangan dan penerima penghargaan) secara offline dari semua unsur. Kemudian peserta yang hadir secara daring baik melalui Zoom Meeting maupun YouTube Kemen PPPA paling sedikit 5.000 orang, diprioritaskan 80% adalah peserta anak (individu atau kelompok), 20% lainnya pendamping atau peserta dewasa lainnya.</p>
<p style="text-align:justify">Beberapa Lembaga dan Kementerian pun memberikan tanggapan terkait peringatan HAN tahun 2022. Dilansir dari laman antaranews.com, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Nopian Andusti mengatakan Hari Anak Nasional tahun 2022 menjadi momentum pemerintah untuk memperkuat sinergi dalam menyelesaikan masalah gizi anak bangsa. &ldquo;Banyak permasalahan gizi yang masih dialami oleh masyarakat Indonesia. Salah satunya adalah kekerdilan pada anak (stunting),&rdquo; kata Nopian dalam Webinar Bersama Kerabat Seri IV yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (21/07).</p>
<p style="text-align:justify">Ketua Umum TP-PKK Pusat Tri Tito Karnavian juga menambahkan bahwa pemenuhan hak dasar anak harus dilakukan secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. &ldquo;Saya berharap perayaan Hari Anak Nasional 2022 dapat menguatkan komitmen pemerintah dari tingkat pusat sampai daerah, beserta mitra kerja dan swasta dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul, berkualitas dengan membangun Indonesia dari sisi keluarga. Kemudian diharapkan tidak ada lagi anak yang tidak mendapat perlindungan dari kekerasan juga diskriminasi suatu pihak,&rdquo; jelas Tri dalam Webinar Bersama Kerabat Seri IV yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (21/07).</p>
<p style="text-align:justify">Dikutip dari laman antaranews.com, Sejumlah agenda juga akan digelar di Lombok Timur, Lombok Tengah, NTB. Rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2022 direncanakan berlangsung di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 11-23 Juli. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur mengatakan Kementerian Sosial berupaya mengedepankan empati bagi anak-anak yang kurang beruntung, utamanya yang miskin, telantar dan penyandang disabilitas.</p>
<p style="text-align:justify">&ldquo;Fokus kegiatan adalah mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi anak-anak di Lombok Timur mulai dari kepemilikan dokumen kependudukan seperti akta kelahiran. Terdapat rangkaian kegiatan di bidang kesehatan di antaranya dengan vaksinasi dan pemeriksaan mata serta berbagai kegiatan lainnya, termasuk pembangunan satu unit rumah layak huni. Kemudian diadakan pelaksanaan kampanye yang berpusat pada penghentian kekerasan anak, pencegahan perkawinan anak, hingga penguatan pengasuhan dalam keluarga&rdquo; jelas Bupati Lombok Timur H.M. Sukiman Azmy.</p>
<p style="text-align:justify"><strong>Penulis : Az-zahra Nurwanda</strong></p>
<p style="text-align:justify"><strong>Editor : Rahma Dhini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/peristiwa/hari-anak-nasional-2022-anak-terlindungi-indonesia-maju/">Hari Anak Nasional 2022: Anak Terlindungi, Indonesia Maju</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/peristiwa/hari-anak-nasional-2022-anak-terlindungi-indonesia-maju/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Toxic Parenting Menjadi Salah Satu Sumber Ketidakpercayaan Diri Pada Anak</title>
		<link>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/toxic-parenting-menjadi-salah-satu-sumber-ketidakpercayaan-diri-pada-anak/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/toxic-parenting-menjadi-salah-satu-sumber-ketidakpercayaan-diri-pada-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2022 21:57:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[ketidakpercayaan-diri]]></category>
		<category><![CDATA[orang-tua]]></category>
		<category><![CDATA[toxic-parenting]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Beberapa orang tua tanpa disadari sudah melakukan pola asuh yang dapat melukai psikologis anak. Salah satunya, para orang tua ini menganggap anak bukanlah</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/toxic-parenting-menjadi-salah-satu-sumber-ketidakpercayaan-diri-pada-anak/">Toxic Parenting Menjadi Salah Satu Sumber Ketidakpercayaan Diri Pada Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Beberapa orang tua tanpa disadari sudah melakukan pola asuh yang dapat melukai psikologis anak. Salah satunya, para orang tua ini menganggap anak bukanlah manusia independent yang boleh mengambil keputusan sendiri. Hingga akhirnya, hal tersebut dapat menimbulkan dampak negatif pada anak tersebut.</em></p>
<p style="text-align:justify">Dikutip dari Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran berjudul &ldquo;Karakteristik <em>Toxic Parenting</em> Anak dalam Keluarga&rdquo; menjelaskan bahwa <em>toxic parenting</em> (baca: pengasuhan beracun) adalah pola pengasuhan yang dilakukan oleh keluarga terutama orang tua yang salah atau keliru, dimana para orang tua tanpa sadar melakukan pola asuh tersebut, sehingga dapat melukai psikologis anak. Orang tua yang menerapkan pola asuh ini disebut <em>toxic parents,</em> mereka lebih mengedepankan keinginan sendiri, tidak peduli dengan perasaan dan pendapat anak, mengatur semaunya sendiri tanpa memperdulikan jika anak-anak juga memiliki hak atas kehidupannya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify">Dr. Susan Forwad dalam bukunya yang berjudul <em>Toxic Parents: Overcoming Their Hurtful Legacy and Reclaiming Your Life,</em> menyebutkan bahwa yang dikategorikan sebagai orang tua <em>toxic</em> mempunyai ciri-ciri diantaranya, memperlakukan anak mereka seperti orang yang bodoh, terlalu melindungi anaknya sehingga anaknya merasa terkekang, terlalu membebani anak dengan rasa bersalah dengan mengungkit kesalahan anak terus menerus, mengatakan kata-kata yang membuat anak tidak percaya diri dan merasa tidak dicintai serta sebagian orang tua yang <em>toxic</em> terkadang juga memukul anaknya ketika anak membuat kesalahan.</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari laman <em>pupensos.kemensos.go.id</em>, orang tua yang melakukan <em>toxic parenting</em> terhadap anaknya menganggap anak sebagai alat, investasi dan sebagai hal yang seharusnya dapat menguntungkan orang tua yang telah mengandung dan membesarkan mereka. Para&nbsp;<em>toxic parents</em>&nbsp;menganggap anak bukan manusia independen yang boleh mengambil keputusan sendiri. Dalam pola pengasuhan ini, orang tua mengatur anak sesuai dengan kemauannya tanpa menghargai perasaan dan pendapat sang anak.&nbsp;Selain itu,&nbsp;orang tua akan selalu menyoroti kesalahan anak.</p>
<p style="text-align:justify">Dikutip dari Jurnal berjudul &ldquo;Karakteristik <em>Toxic Parenting</em> Anak dalam Keluarga&rdquo; menjelaskan bahwa sikap egois orang tua yang selalu dilakukan pada anak adalah menekan, mengkritik, menyuruh anak, dan membatasi anak. Demi membuat orang tua bahagia, anak harus melakukan apa yang disuruh orang tuanya, tanpa memikirkan psikologis anak, apakah anak bahagia atau tidak, dan <em>toxic parents</em> cenderung membuat anak bertanggung jawab membalas budi orang tuanya. Misalnya, orang tua menyuruh anak supaya belajar untuk bisa masuk sekolah favorit agar masa depannya lebih baik. Hal tersebut merupakan ego para <em>toxic parents</em> supaya merasa dibanggakan oleh lingkungan sosialnya. Padahal anak-anak juga butuh bersosialisasi dengan teman-temannya agar mereka bisa berkembang secara jasmani dan rohani. Dengan pola asuh seperti ini maka akan banyak dampak ke sisi negatif pada tumbuh kembang anak.</p>
<p style="text-align:justify">Dilansir dari antaranews.com anak yang mengalami <em>toxic parenting</em> berpotensi menjadi pribadi yang tidak percaya diri dan penakut. Ketika anak tersebut disebut dewasa, hal itu akan berdampak pada ketidakmampuan untuk bertanggung jawab terhadap apa yang dipilih atau ditekuni, dikarenakan terbiasa diarahkan dan diatur secara agresif oleh orang tua.</p>
<p style="text-align:justify">Ketua Program Studi Terapan Fakultas Psikologis Universitas Indonesia (UI), Dr. Rose Mini Agoes Salim mengatakan bahwa &ldquo;Kemampuan bertanggung jawab juga jadi melemah atau kemungkinan apa yang dilakukan untuk menyelesaikan tanggung jawabnya tapi karena takut pada orang tuanya saja,&rdquo;</p>
<p style="text-align:justify">Dikutip dari laman <em>pupensos.kemensos.go.id, </em>Anak yang dibesarkan dalam kondisi pengasuhan yang <em>toxic </em>dapat tumbuh menjadi sosok yang sulit menghargai diri sendiri. Hal seperti ini sangat erat kaitannya dengan rasa kepercaya diri sehingga saat tumbuh dewasa nanti akan sangat sulit menghargai diri sendiri dan dapat dikatan anak memiliki <em>self esteem </em>(baca: harga diri) yang rendah. Kondisi seperti ini akan membentuk menjadi seseorang yang selalu menyalahkan diri sendiri hingga dewasa nanti.</p>
<p style="text-align:justify">Pola asuh yang salah akan membawa dampak buruk bagi anak<em>. </em>Oleh karena itu, sebagai orang tua harus mengetahui cara agar bisa terhindar dari <em>toxic parenting </em>misalnya menerapkan <em>positive parenting </em>(baca: pengasuhan positif) yang bisa dilakukan seperti mengenal perilaku anak, memberikan kesempatan kepada anak, mengendalikan emosi dan menjalin komunikasi yang baik. Orang tua juga perlu menjadi pendengar yang baik bagi anak dan menghargai setiap pendapat dan privasi anak. Karena seiring bertambahnya usia anak, maka akan memiliki privasi atas dirinya sendiri dan layak menentukan pilihannya maka orang tua perlu mendukung hal tersebut.</p>
<p style="text-align:justify">Menurut Psikolog sekaligus Dosen Psikologi Islam IAIN Kediri, Tatik Imadatus Sa&rsquo;adati, M. Psi, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah atau memutus mata rantai toxic parenting yaitu meminta maaf kepada anak, menurunkan eskpektasi, mengelola stress dan membangun komunikasi yang efektif.&nbsp;&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify"><strong>Penulis : Fifi Febriyanti</strong></p>
<p style="text-align:justify"><strong>Editor : Rahma Dhini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/gaya-hidup/toxic-parenting-menjadi-salah-satu-sumber-ketidakpercayaan-diri-pada-anak/">Toxic Parenting Menjadi Salah Satu Sumber Ketidakpercayaan Diri Pada Anak</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/gaya-hidup/toxic-parenting-menjadi-salah-satu-sumber-ketidakpercayaan-diri-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
