<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/category/komunitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/category/komunitas/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jan 2025 07:16:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>Komunitas Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/category/komunitas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Belajar Bela Diri dan Sejarah Bersama Komunitas Kandang Gorilla Jakarta</title>
		<link>https://lpmindustria.com/komunitas/belajar-bela-diri-dan-sejarah-bersama-komunitas-kandang-gorilla-jakarta/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/komunitas/belajar-bela-diri-dan-sejarah-bersama-komunitas-kandang-gorilla-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Oct 2021 13:06:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[bela-diri]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[pencak-silat]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah-]]></category>
		<category><![CDATA[seni--budaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Saat ini, banyak anak muda yang memiliki pengetahuan minim perihal sejarah. Komunitas Kandang Gorilla Jakarta berinisiatif membuat wadah padepokan bela diri sekaligus tempat</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/belajar-bela-diri-dan-sejarah-bersama-komunitas-kandang-gorilla-jakarta/">Belajar Bela Diri dan Sejarah Bersama Komunitas Kandang Gorilla Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Saat ini, banyak anak muda yang memiliki pengetahuan minim perihal sejarah. Komunitas Kandang Gorilla Jakarta berinisiatif membuat wadah padepokan bela diri sekaligus tempat berdiskusi soal sejarah, budaya, dan kebinekaan. </em></p>
<p style="text-align:justify">Berawal dari tahun 2010, Galih Iman Hidayat atau yang biasa dipanggil Om Galih atau Bang Ghory selaku pendiri komunitas Kandang Gorilla Jakarta mempunyai Narada Club, sebuah padepokan yang mengajarkan aliran silat Paseban dan Jalan Enam Pengasinan. Namun, Narada Club kemudian dibubarkan karena tempat yang sudah tidak tersedia dan menjadi cikal bakal terbentuknya Kandang Gorilla Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify">Galih menjelaskan bahwa nama komunitas ini awalnya hanya sekadar celetukan. &ldquo;Ketika mencari tempat untuk latihan, ada yang menyeletuk &lsquo;Kita latihan saja di rumahnya Gorila,&rdquo; tuturnya. Kemudian, hal tersebut pun diartikan menjadi latihan di kandang Gorila dan dipakailah nama tersebut.</p>
<p style="text-align:justify">Komunitas ini pun kembali bangkit sebagai wadah para anak muda untuk mengembangkan minat mereka dibidang bela diri. &ldquo;Seiring berjalannya waktu bertemu dengan anak-anak muda dan berdiskusi mengenai sejarah, saya melihat sebagian besar dari mereka buta akan sejarah. Hal tersebut membuat saya prihatin, sehingga saat itu saya membuat dua divisi yaitu sayap bela diri dan intelektual,&rdquo; jelas Galih. &nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Logo komunitas yang lucu serta jargon yang unik ini berhasil menarik minat banyak orang untuk bergabung dengan komunitas ini. Logo wajah gorila yang lucu namun memiliki lengan yang besar menurut Galih memiliki makna sendiri. &nbsp;&ldquo;Gorila yang menyengir serta badan berotot itu artinya kita harus menjadi orang yang ramah, namun tetap memiliki kekuatan jangan terlihat seram, sombong, atau ingin ditakuti oleh banyak orang. Dibalik itu, kita memiliki kekuatan dan jati diri sendiri sehingga logo gorila terlihat asyik,&rdquo; jelasnya.</p>
<p style="text-align:justify">Kandang Gorilla Jakarta dimulai sebagai padepokan silat yang beraliran Paseban, Jalan Enam Pengasinan, dan Materi Langkah Pukul. Galih memberikan materi sesuai dengan kurikulum dan materi khusus untuk mereka yang memang harus dipelajari. Tak hanya itu, beliau juga memberikan fasilitas beasiswa untuk mengikuti<em> workshop</em> berbayar secara gratis, contohnya kedua murid yang paling rajin yaitu Ikhwan dan Dimas diberikan kesempatan untuk mengikuti Workshop Kummooyeh.</p>
<p style="text-align:justify">Seiring berjalannya waktu, dibuatlah sayap atau divisi intelektual sebagai ranah diskusi seputar sejarah, budaya, dan kebinekaan untuk para anggota bela diri dan masyarakat umum. Berbekal narasumber yang berkompeten dan buku-buku yang beragam versinya, beliau membuat acara diskusi yang bersifat terbuka untuk umum. Contohnya diskusi mengenai Kartini, Galih mengundang Endah Priyanti seorang guru sejarah terbaik se-Jawa Barat sebagai narasumbernya. Hal ini menjadi bukti kuat keinginannya agar anak-anak muda dapat melihat sejarah secara luas dan seru.</p>
<p style="text-align:justify">Sebagai keunikannya, Kandang Gorilla Jakarta membalutnya dalam berbagai kegiatan yang tidak pernah terpikirkan oleh komunitas lain, seperti kegiatan diskusi dan pelopor <em>workshop</em> di kalangan komunitas silat betawi lainnya. &ldquo;Di tempat lain, bela diri dan komunitas intelektual menjadi masing-masing, sedangkan di komunitas ini dua hal tersebut digabungkan,&rdquo; ungkap Galih. Jargon yang dimiliki komunitas ini juga sangatlah berbeda. &ldquo;Bela diri Tidak Praktis, Tidak Efektif, dan Tidak Mematikan&rdquo; berarti bahwa segala sesuatu tidak bersifat praktis harus melalui proses penempaan dan giat berlatih agar teknik bela diri yang dipelajari menjadi efektif, dan kematian hanya urusan Tuhan Yang Maha Esa bukanlah kehendak kita sebagai manusia.</p>
<p style="text-align:justify">Dampak yang diberikan dari hadirnya komunitas ini juga dirasakan oleh anggota dan masyarakat umum. &ldquo;Untuk dampaknya sendiri sangat banyak. Di zaman sekarang walaupun teknologi sudah maju, kita belum bisa belajar sejarah secara mandiri atau sendiri. Jadi, saya bisa belajar sejarah, dari yang warisan tersembunyi dan kisah yang lampau,&rdquo; tutur Putra, salah satu anggota aktif di komunitas Kandang Gorilla Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify">Bagi masyarakat umum, ini membawa angin segar bagi mereka, salah satunya Farel. &ldquo;Bagi saya, komunitas Kandang Gorilla Jakarta ini sangat baik karena mereka tidak hanya mengajarkan bela diri silat aja, tapi juga diskusi-diskusi tentang sejarah,&rdquo; ucapnya. Menurutnya, hal ini cukup membantu karena sekarang pembelajaran sejarah di tingkat sekolah kurang.</p>
<p><strong>Penulis: Lingga Ikhtiar<br />
Editor: Ela Auliyana</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/belajar-bela-diri-dan-sejarah-bersama-komunitas-kandang-gorilla-jakarta/">Belajar Bela Diri dan Sejarah Bersama Komunitas Kandang Gorilla Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/komunitas/belajar-bela-diri-dan-sejarah-bersama-komunitas-kandang-gorilla-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Komunitas Kejora, Wadah Para Praktisi Kesehatan untuk Mengedukasi Masyarakat</title>
		<link>https://lpmindustria.com/komunitas/komunitas-kejora-wadah-para-praktisi-kesehatan-untuk-mengedukasi-masyarakat/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/komunitas/komunitas-kejora-wadah-para-praktisi-kesehatan-untuk-mengedukasi-masyarakat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jan 2020 11:35:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Edukasi kesehatan anak sangat penting diketahui sejak dini oleh orang tua dan anak. Komunitas Kejora yang beranggotakan para praktisi kesehatan hadir untuk memberikan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/komunitas-kejora-wadah-para-praktisi-kesehatan-untuk-mengedukasi-masyarakat/">Komunitas Kejora, Wadah Para Praktisi Kesehatan untuk Mengedukasi Masyarakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>lpmindustria.com</strong> &#8211;&nbsp;<em>Edukasi kesehatan anak sangat penting diketahui sejak dini</em><em> oleh</em><em> orang tua dan anak. Komunitas Kejora yang beranggotakan para praktisi kesehatan hadir untuk memberikan pengetahuan</em><em> mengenai kesehatan </em><em>&nbsp;melalui artikel-artikel dan kegiatan yang menyenangkan</em><em>.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Berawal dari membuat buku cerita anak yang mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat, drg. Tara Pratitha, Sp.KG dan drg. Stella Lesmana, Sp.KGA berinisiatif membuat sebuah komunitas yang bergerak di bidang kesehatan anak, yaitu Komunitas Kesehatan untuk Junior Indonesia (Kejora). Komunitas Kejora didirikan dengan tujuan untuk mengedukasi orang tua dan anak mengenai kesehatan anak. &rdquo;Tujuannya mengedukasi masyarakat, khususnya orang tua dan anak. Alasannya, anak adalah cikal bakal penerus bangsa. Jadi, sikap hidup sehat itu baik &nbsp;dibentuk sejak dini,&rdquo; ungkap drg. Tara Pratitha, Sp.KG selaku <em>Co-Founder</em> Komunitas Kejora.</p>
<p style="text-align: justify;">Komunitas ini memberikan edukasi melalui dua cara, yaitu secara <em>online </em>dan <em>offline</em>. Pemberian edukasi secara <em>online </em>dilakukan dengan cara membuat konten dan artikel seputar kesehatan yang dimuat pada sosial media dan situs website komunitas ini. Sedangkan, pemberian edukasi secara <em>offline </em>dilakukan dengan cara mengadakan seminar dan <em>workshop </em>bertema kesehatan untuk para orang tua. Selain itu, komunitas ini juga mengadakan penyuluhan ke Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tara juga menjelaskan bahwa komunitas Kejora melakukan penggalangan dana untuk penyebaran buku yang diharapkan dapat menjadi media edukasi anak-anak di daerah.</p>
<p style="text-align: center;"><img decoding="async" alt="" src="/img_insert/gambar/images/WhatsApp%20Image%202020-01-01%20at%2000.59.32(12).jpeg" style="height:300px; margin-left:10px; margin-right:10px; width:300px" /></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size:12px">Dok. Pribadi</span></p>
<p style="text-align: justify;">Seminar dan <em>workshop</em> kesehatan yang diadakan oleh komunitas Kejora mendatangkan beberapa dokter sebagai pembicara yang ahli mengenai topik yang akan dibahas. Namun, saat ini banyak orang tua yang sudah beralih ke sosial media. Oleh karena itu, komunitas Kejora berencana mengadakan seminar berbasis <em>online</em>. &ldquo;Rencana kedepannya, kami ingin membuat seminar secara <em>online</em> karena berdasarkan hasil evaluasi acara sebelumnya, seminar <em>offline </em>kurang diminati karena banyak orang lebih ingin di rumah saja tetapi tetap mendapatkan ilmunya,&rdquo; jelas drg. Efrina Ayudyah Paramitha selaku anggota komunitas Kejora divisi Event.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan komunitas yang bergerak di bidang kesehatan lainnya, komunitas Kejora berisi para tenaga ahli kesehatan, seperti dokter umum, dokter gigi, dokter spesialis, maupun psikolog dari berbagai daerah. Walaupun komunitas ini terdiri dari tenaga-tenaga ahli kesehatan yang mempunyai jam praktek berbeda-beda, komunitas ini sudah berdiri dan berjalan selama empat tahun. &ldquo;Untuk saat ini, anggota komunitas ini terdiri dari tenaga kesehatan. Kalau dia latar belakangnya kesehatan, mau farmasi, dokter, ataupun psikolog, mereka bisa bergabung ke komunitas ini,&rdquo; ucap Tara.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tenaga kesehatan mendukung adanya Komunitas Kejora. Contohnya Mitha yang mengatakan komunitas ini merupakan wadah positif bagi tenaga kesehatan karena dapat mengedukasi masyarakat umum mengenai kesehatan. &ldquo;Komunitas ini sudah punya wadah yang jelas dan narasumber yang dapat dipercaya, sehingga informasinya pun dapat dipercaya untuk mengatasi hoaks-hoaks yang beredar,&rdquo; kata Mitha. Lain halnya dengan Tara, selama menjadi anggota dari komunitas Kejora, ia belajar banyak hal dan mempunyai relasi yang tidak hanya berasal dari bidang kesehatan. &ldquo;Bisa belajar berorganisasi, bersosialisasi, manajemen waktu yang baik, dan toleransi dalam berorganisasi. Disini juga menambah relasi yang tidak hanya dari bidang kesehatan saja,&rdquo; ujar Tara.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>Muthia Zahra</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/komunitas-kejora-wadah-para-praktisi-kesehatan-untuk-mengedukasi-masyarakat/">Komunitas Kejora, Wadah Para Praktisi Kesehatan untuk Mengedukasi Masyarakat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/komunitas/komunitas-kejora-wadah-para-praktisi-kesehatan-untuk-mengedukasi-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Cara Berkomunikasi dengan Difabel bersama Komunitas Pandulisane</title>
		<link>https://lpmindustria.com/komunitas/belajar-cara-berkomunikasi-dengan-difabel-bersama-komunitas-pandulisane/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/komunitas/belajar-cara-berkomunikasi-dengan-difabel-bersama-komunitas-pandulisane/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jan 2020 00:43:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Penyandang disabilitas di Indonesia jumlahnya tidak sedikit. Namun, banyak masyarakat yang masih tidak peduli dan tidak paham mengenai cara berinteraksi dan berkomunikasi dengan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/belajar-cara-berkomunikasi-dengan-difabel-bersama-komunitas-pandulisane/">Belajar Cara Berkomunikasi dengan Difabel bersama Komunitas Pandulisane</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Penyandang disabilitas di Indonesia jumlahnya tidak sedikit. Namun, banyak masyarakat yang masih tidak peduli dan tidak paham mengenai cara berinteraksi dan berkomunikasi dengan para difabel. Komunitas pandulisane hadir untuk memberi edukasi tentang hal itu.</em></p>
<p style="text-align:justify">Menurut Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) dari Kementrian Sosial, jumlah penyandang disabilitas mencapai 11 juta orang di tahun 2010. Sementara itu, data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015 menunjukkan sebanyak 8,56 persen penduduk Indonesia adalah penyandang disabilitas. Jumlah penyandang disabilitas yang banyak ini mengharuskan masyarakat untuk ikut andil dalam mempelajari perlakuan dan penanganan khusus terhadap disabilitas. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Komunitas Pandulisane didirikan.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Berdirinya Komunitas Pandulisane berawal dari kesalahan yang dilakukan Pandu Wicaksono selaku <em>Founder</em> Komunitas Pandulisane saat menjadi seorang <em>Master of Ceremonies</em> (MC) di salah satu acara. Melalui kesalahan tersebut, muncullah ide untuk membentuk komunitas ini pada bulan Mei 2018. &ldquo;Waktu itu saya membuat kesalahan pada saat menjadi MC di salah satu acara. Saat itu, saya memberikan tepuk tangan kepada teman-teman penyandang disabilitas tuli. Padahal, tepuk tangan bagi para penyandang disabilitas tuli mempunyai cara yang berbeda. Kesalahan itu membuat saya penasaran tentang cara berkomunikasi dengan teman-teman penyandang tuli. Akhirnya, saya buat Pandulisane ini pada bulan Mei 2018,&rdquo; jelas Pandu.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Kata Pandulisane sendiri terdiri dari dua kata, yaitu Pandu dan Lisane. Pandu berarti membimbing, sedangkan Lisane adalah singkatan dari Tuli, Daksa, dan Netra. Tujuan didirikannya komunitas ini adalah membuat masyarakat menjadi lebih sadar dengan para difabel. &ldquo;Dengan didirikannya komunitas ini, saya ingin membuat masyarakat sadar bahwa difabel itu ada, kita pun berpotensi untuk menjadi difabel. Sehingga, tidak ada lagi orang yang menutup mata akan hal itu,&rdquo; tutur Pandu.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Pandulisane sendiri memiliki beberapa kegiatan, seperti #MotoinAkses. #MotoinAkses ini merupakan kegiatan mengambil gambar fasilitas yang diperuntukan bagi para difabel. Dalam kegiatan ini, Pandulisane bekerjasama dengan Campaign.com sebagai media penyebaran gambar tersebut. Kegiatan ini dibuat karena banyak masyarakat yang tidak tahu nama atau fungsi dari fasilitas yang disediakan untuk para difabel. &ldquo;Dengan diunggahnya foto fasilitas untuk disabilitas ke aplikasi Campaign.com, masyarakat jadi tahu bahwa itu untuk para penyandang disabilitas,&rdquo; ucap Pandu.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Selain itu, komunitas ini juga memiliki kegiatan #BersamaDaksa. #BersamaDaksa ini merupakan kampanye yang bertujuan untuk memberikan semangat kepada teman-teman tunadaksa. &ldquo;Kita mengajak orang-orang menggunakan tagar #BersamaDaksa di aplikasi Campaign.com untuk mendukung teman-teman tunadaksa agar tetap semangat untuk mendapatkan pekerjaan,&rdquo; ungkap Pandu.</p>
<p style="text-align:justify">Komunitas ini berbeda dengan komunitas-komunitas disabilitas lainnya, karena anggota non-difabel lebih banyak daripada anggota difabelnya. Alasannya karena berfokus untuk mengajarkan cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan para difabel dengan menghadirkan para difabel untuk belajar bersama. &ldquo;Kita membuat ruang temu antara disabilitas dan non disabilitas. Supaya Indonesia lebih inklusif,&rdquo; ucap Pandu.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Komunitas ini mendapat perhatian yang baik dari kaum difabel dan non-difabel karena menjadi jembatan penghubung keduanya. &ldquo;Menurut saya, Pandulisane ini memberikan banyak pelajaran tentang bagaimana saya sebagai penyandang disabilitas tuli berinteraksi dengan anggota lain yang non-difabel dalam satu komunitas. Pandulisane juga mengajarkan bagaimana bekerjasama dengan baik dan memberikan energi-energi yang positif. Menurut saya, Pandulisane adalah keluargaku di Jakarta&rdquo;, ungkap Andi Kasri Unru selaku anggota difabel di Pandulisane.</p>
<p style="text-align:justify">&nbsp;</p>
<p style="text-align:right"><strong>Mutiah Kusuma Sari</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/belajar-cara-berkomunikasi-dengan-difabel-bersama-komunitas-pandulisane/">Belajar Cara Berkomunikasi dengan Difabel bersama Komunitas Pandulisane</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/komunitas/belajar-cara-berkomunikasi-dengan-difabel-bersama-komunitas-pandulisane/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyuarakan Hak Buruh Perempuan bersama Radio Marsinah</title>
		<link>https://lpmindustria.com/komunitas/menyuarakan-hak-buruh-perempuan-bersama-radio-marsinah/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/komunitas/menyuarakan-hak-buruh-perempuan-bersama-radio-marsinah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Dec 2019 00:24:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Siaran radio umumnya&#160;berisi tentang berita, siraman rohani, dan musik. Namun, berbeda dengan radio biasanya, Radio Marsinah berisi tentang keluh kesah para buruh</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/menyuarakan-hak-buruh-perempuan-bersama-radio-marsinah/">Menyuarakan Hak Buruh Perempuan bersama Radio Marsinah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Siaran radio umumnya&nbsp;berisi tentang b</em><em>erita, siraman rohani, dan musik. Namun, berbeda dengan radio biasanya, Radio Marsinah berisi tentang keluh kesah para buruh perempuan</em></p>
<p style="text-align:justify">Adanya keinginan untuk menyediakan informasi terkait buruh perempuan menjadi salah satu alasan Radio Marsinah ini berdiri. Awalnya, Radio Marsinah ini adalah komunitas buruh perempuan yang berkembang menjadi serikat buruh. Kemudian, didirikanlah Radio Marsinah untuk menjadi media para buruh. &ldquo;Kita <em>kan</em> slogannya kesejaahteraan dan kesetaraan. Artinya, kita menyuarakan hak buruh secara umum,&rdquo; ujar Dian Septi selaku Koordinator Radio Marsinah.</p>
<p style="text-align:justify">Radio Marsinah didirikan oleh Federasi Buruh Lintas Pabrik pada tahun 2012. Komunitas ini memilih nama Marsinah karena terinspirasi oleh keberanian Marsinah dalam bersuara pada masa orde baru. &ldquo;Pertama, supaya kami berani seperti Marsinah karena dia berani menyuarakan haknya. Kedua, supaya kasus Marsinah ini selalu kita ingat,&rdquo; ujar Dian &nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Setiap hari, radio ini melakukan siaran radio dari jam empat sore hingga jam sepuluh malam di frekuensi 106 FM daerah Semper, Jakarta Utara. Namun, radius jangkauan sinyal yang hanya sampai 2,5 km membuat radio ini hanya bisa didengarkan di wilayah Semper saja. Topik yang dibahas dalam siaran ini adalah isu seputar kesejahteraan buruh, kekerasan seksual di tempat kerja, dan hiburan. Lalu, ada juga tulisan yang biasa dimuat di <em>website </em>Marsinah FM. Selain itu, Radio Marsinah juga mengadakan <em>talkshow</em> yang membahas hak buruh perempuan dari kacamata hukum dan gerakan buruh, pelatihan siaran, diskusi bulanan, dan juga merespon momentum-momentum seperti Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan yang biasanya diliput sekaligus <em>live streaming </em>di instagram dan facebook Radio Marsinah. &ldquo;Aktivitas rutin yang juga biasa kami lakukan adalah kumpul bersama teman-teman. Jadi selain ada <em>online</em>, <em>offline</em> juga ada,<em>&rdquo; </em>tutur Dian &nbsp; &nbsp;&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Keinginan Radio Marsinah untuk menyuarakan hak-hak buruh perempuan yang diperkuat dengan isu dan persoalan komunitas yang tidak mendapatkan tempat di media lain ini &nbsp; melatar belakangi berdirinya Radio Marsinah sekaligus menjadi keunikan bagi Radio Marsinah ini.&nbsp; &ldquo;Media <em>mainstream</em> mewakili kepentingan pemiliknya, pemilik modal terbanyak, dan iklan yang masuk, sehingga tidak ada tempat bagi komunitas,&rdquo; ucap Dian&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Dari masyarakat sekitar sendiri memberikan tanggapan positif mengenai kegiatan menyuarakan suara buruh, khususnya wanita, yang diadakan oleh Radio Marsinah. Namun,&nbsp; jangkauan yang kurang luas membuat Radio Marsinah belum terlalu dikenal masyarakat. &ldquo;Saya tidak mengetahui keberadaan radio ini, tapi menurut saya itu sangat bagus apalagi ini serikat buruh untuk perempuan. Kita tau kalau di tempat kerja, khususnya di pabrik, banyak perempuan yang terkena pelecehan seksual baik verbal maupun non verbal, baik dari rekannya maupun atasannya. Saran saya sih, diperluas lagi jangkauannya,&rdquo; ujar Firman Ardiansyah selaku pekerja.</p>
<p style="text-align:right"><strong>Hawari Rahmadito</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/menyuarakan-hak-buruh-perempuan-bersama-radio-marsinah/">Menyuarakan Hak Buruh Perempuan bersama Radio Marsinah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/komunitas/menyuarakan-hak-buruh-perempuan-bersama-radio-marsinah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mempelajari Sejarah Rempah Indonesia bersama Yayasan Negeri Rempah</title>
		<link>https://lpmindustria.com/komunitas/mempelajari-sejarah-rempah-indonesia-bersama-yayasan-negeri-rempah/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/komunitas/mempelajari-sejarah-rempah-indonesia-bersama-yayasan-negeri-rempah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Nov 2019 23:41:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah-]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Indonesia merupakan negeri yang kaya akan rempahnya, terbukti dengan tumbuh suburnya berbagai jenis rempah dan penjajahan yang dilakukan untuk menjarah rempah-rempah yang dimiliki</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/mempelajari-sejarah-rempah-indonesia-bersama-yayasan-negeri-rempah/">Mempelajari Sejarah Rempah Indonesia bersama Yayasan Negeri Rempah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Indonesia merupakan negeri yang kaya akan rempahnya, terbukti dengan tumbuh suburnya berbagai jenis rempah dan penjajahan yang dilakukan untuk menjarah rempah-rempah yang dimiliki Indonesia. Yayasan negeri rempah hadir untuk menumbuhkan minat masyarakat terhadap sejarah rempah Indonesia.</em></p>
<p style="text-align:justify">Yayasan Negeri Rempah merupakan sebuah yayasan berbasis komunitas yang dibentuk pada tahun 2012. Ide membuat komunitas ini bermula saat Kumoratih Kushardjanto dan teman-temannya memulai sebuah perjalanan pariwisata bertema &ldquo;Jelajah Kebudayaan&rdquo;. &ldquo;Salah satu teman saya ada yang bilang kalau jalur rempah menarik untuk diangkat. Akhirnya, kita memulai risetnya,&rdquo; tutur Kumoratih selaku Ketua Yayasan Negeri Rempah.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Pada tahun 2016 digelar pameran mengenai jalur rempah di Museum Nasional sebagai salah satu program dari Jakarta Post yang digagas oleh Kumoratih. Semenjak pameran itu digelar, Yayasan Negeri Rempah memperbanyak relasi dengan komunitas lain hingga mencapai empat puluh komunitas, seperti Ternate Heritage Society dan Sahabat Cagar Budaya Palembang. Tahun 2017, Yayasan Negeri Rempah secara resmi menjadi yayasan. &ldquo;Suatu perkumpulan yang tidak ada badan hukumnya nantinya akan sia-sia saat pengurusnya bosan jadi kita memutuskan untuk menjadikannya yayasan,&rdquo; jelas Kumoratih.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Yayasan Negeri Rempah memiliki agenda tahunan yang bernama International Forum Spice Route (IFSR). Dalam acara ini, orang-orang dapat berkesempatan untuk mempelajari salah satu warisan budaya, yaitu rempah-rempah. IFSR 2019 sudah digelar pada tanggal 19-24 Maret 2019 di Museum Nasional. Acara tersebut mengangkat tema &ldquo;Reviving the World&rsquo;s Maritime Culture through Spice Route as World Common Heritage&rdquo;. Acara ini diisi dengan kegiatan diskusi umum, diskusi buku, pasar rempah, diskusi masakan, hingga <em>games</em>. &ldquo;Kami sedang merambah <em>games </em>karena sebisa mungkin belajar harus menarik,&rdquo; ucap Bram Kushadjanto selaku Dewan Pembina Yayasan Negeri Rempah.&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify">Menurut Wismo Prima Yudhana, mahasiswa dari jurusan Desain Produk Universitas Trisakti, Yayasan Negeri Rempah ini menarik. &ldquo;Jalur rempah ini penting banget. Sejak awal kita dijajah karena rempah-rempah yang kita miliki,&rdquo; tutur Wismo. Wismo juga berharap agar Yayasan Negeri Rempah menonjolkan hasil dari komunitasnya. &ldquo;Semoga hasil dari komunitas ini lebih keluar dan menonjol. Hasilnya <em>kan</em> buat Indonesia juga,&rdquo; ujar Wismo.</p>
<p><em>&ldquo;Karena Rempahlah yang membuat Indonesia menjadi sekarang. Tanpa rempah tidak akan ada pertukaran budaya, agama islam dan yang lain tidak akan masuk ke Indonesia.&rdquo; -Kumoratih Kushardjanto.</em><br />
&nbsp;</p>
<p style="text-align:right"><strong>Ari Diah Nabila</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/mempelajari-sejarah-rempah-indonesia-bersama-yayasan-negeri-rempah/">Mempelajari Sejarah Rempah Indonesia bersama Yayasan Negeri Rempah</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/komunitas/mempelajari-sejarah-rempah-indonesia-bersama-yayasan-negeri-rempah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Kesehatan Mental bersama  Komunitas Sehat Mental</title>
		<link>https://lpmindustria.com/komunitas/pentingnya-kesehatan-mental-bersama--komunitas-sehat-mental/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/komunitas/pentingnya-kesehatan-mental-bersama--komunitas-sehat-mental/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2019 19:00:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Stigma mengenai gangguan kesehatan mental di Indonesia kerap kali terjadi di Indonesia. SehatMental.id hadir untuk menghilangkan stigma tersebut dalam masyarakat. SehatMental.id merupakan komunitas</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/pentingnya-kesehatan-mental-bersama--komunitas-sehat-mental/">Pentingnya Kesehatan Mental bersama  Komunitas Sehat Mental</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Stigma mengenai gangguan kesehatan mental di Indonesia kerap kali terjadi di Indonesia. SehatMental.id hadir untuk menghilangkan stigma tersebut dalam masyarakat.</em></p>
<p style="text-align:justify">SehatMental.id merupakan komunitas yang didirikan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan mental melalui media digital. Komunitas ini didirikan oleh Ade Binarko yang dibantu dr. Rama Giovani dan Vivid. Berdirinya komunitas ini dilatar belakangi oleh <em>panic disorder </em>yang dialami oleh salah satu pendiri komunitas, yaitu Ade Binarko. Saat itu belum ada komunitas kesehatan mental yang sesuai dengan gangguan mental yang dimilikinya, sehingga ia membuat komunitas ini. &ldquo;Tadinya saya coba ikut acara komunitas seperti Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI). Ternyata itu bukan saya, penyakitnya sudah yang berat-berat sampai halusinasi.&nbsp; Saya lihat belum ada yang bikin, makanya saya bikin,&rdquo; tutur Ade Binarko, salah satu pendiri SehatMental.id</p>
<p style="text-align:justify">Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh komunitas ini adalah konseling melalui lmedia social seperti line. &ldquo;Disitu kita membantu teman-teman yang punya masalah untuk curhat dan <em>sharing</em> masalahnya. Kita bantu mereka kalau ada masalah bersama para <em>peer counselor</em>, yang mana itu mahasiswa psikologi, psikolog, dan psikiatri,&rdquo; jelas Ade.</p>
<p style="text-align:justify">Komunitas yang telah berdiri sejak awal Maret 2015 ini mempunyai acara Mental Health Festival yang rutin diadakan satu kali dalam setiap tahun. Kegiatan ini diadakan saat atau mendekati Hari Kesehatan Jiwa Seluruh Dunia di tanggal 10 Oktober. &ldquo;Acaranya variatif. Ada <em>talkshow</em>, <em>free counseling</em>, <em>&nbsp;free mental check-up</em>,&nbsp; ada <em>booth</em> komunitas lain yang bisa membantu mereka, dan stand up komedi tentang kesehatan, serta acara musik,&rdquo; ucap Ade.</p>
<p style="text-align:justify">Ketika awal pendiriannya, komunitas ini mendapatkan kendala karena kurang mendapat sambutan dari masyarakat. Hal ini dikarenakan masih sangat melekatnya stigma mengenai gangguan mental yang ada di dalam masyarakat. &quot;Kendalanya waktu itu kan tahun 2015 belum seperti saat ini, masyarakat masih tabu,&quot; kata Ade.&nbsp; Namun, saat ini komunitas SehatMental.id telah mendapat antusias yang cukup baik dari masyarakat. &quot;Menurut saya komunitasnya bagus. Apalagi komunitas kesehatan mental kan masih kurang. Cuma yang jadi permasalahannya, ini kan konsultasinya melalui <em>chatting</em> jadi pakai kata-kata dan kadang itu jadi simpang siur terkait penyampaian konsultasinya,&quot; ujar Caroline, salah satu mahasiswa.</p>
<p style="text-align:right"><strong>Artha Julia</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/pentingnya-kesehatan-mental-bersama--komunitas-sehat-mental/">Pentingnya Kesehatan Mental bersama  Komunitas Sehat Mental</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/komunitas/pentingnya-kesehatan-mental-bersama--komunitas-sehat-mental/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Budaya Mendongeng bersama Komunitas Ayo Dongeng</title>
		<link>https://lpmindustria.com/komunitas/budaya-mendongeng-bersama-komunitas-ayo-dongeng/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/komunitas/budaya-mendongeng-bersama-komunitas-ayo-dongeng/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2019 18:05:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Dewasa ini, masyarakat sudah mulai melupakan tradisi mendongeng untuk anak-anak. Komunitas Ayo Dongeng hadir guna melestarikan kembali budaya dongeng di kalangan masyarakat.</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/budaya-mendongeng-bersama-komunitas-ayo-dongeng/">Budaya Mendongeng bersama Komunitas Ayo Dongeng</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><strong>lpmindustria.com</strong><em> &#8211; Dewasa </em><em>ini</em><em>,</em><em> masyarakat sudah </em><em>mulai </em><em>melupakan tradisi mendongeng untuk anak-anak. Komunitas Ayo Dongeng </em><em>hadir guna</em><em> melestarikan kembali budaya dongeng di kalangan masyarakat.</em></p>
<p style="text-align:justify">Komunitas Ayo Dongeng berdiri sejak 3 Desember 2011 yang dipelopori oleh Acid dan Nana. Selain untuk melestarikan kembali budaya mendongeng, komunitas ini juga bergerak sebagai media literasi. Mereka mengajak semua golongan untuk belajar cara mendongeng dengan metode yang seru dan sesuai dengan <em>style</em> orang tersebut. &ldquo;Kami merupakan media literasi untuk orang-orang yang suka mendongeng, sekaligus sebagai media untuk belajar antara anak dan orang tua,&rdquo; jelas Pandu Wicaksono selaku selaku tim komunikasi komunitas Ayo Dongeng.</p>
<p style="text-align:justify">Komunitas ini memiliki tujuan untuk mengembalikan kegiatan mendongeng di masyarakat, karena mendongeng memiliki manfaat yang baik bagi anak dan orang tua. &ldquo;Ayo Dongeng mempunyai visi untuk memgembalikan kegiatan mendongeng. Orang tua bisa menceritakan hal yang baik dengan mendongeng,&rdquo; jelas Pandu. Komunitas Ayo Dongeng memiliki beberapa kegiatan yang dilaksanakan, seperti kegiatan dongeng kejutan, kelas dongeng, kampanye dongeng, dan festival dongeng.</p>
<p style="text-align:justify">Komunitas Ayo Dongeng kerap mengadakan <em>event</em>, beberapa waktu lalu <em>event</em> yang diadakan bertempat di Perpustakaan Nasional. &ldquo;Waktu itu ada <em>event</em> disana karena kita tidak mempunyai tempat khusus dan suka berpindah. Jadi kebetulan ada <em>event</em> dan ternyata Perpustakaan Nasional mendukung komunitas kita,&rdquo; ungkap Pandu.</p>
<p style="text-align:justify">Mengingat perkembangan dongeng sendiri yang kian menurun&nbsp;di masyarakat terlebih dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, masyarakat mengaku sangat mendukung adanya komunitas ini. &ldquo;Komunitasnya bagus, karena sekarang dongeng itu udah jarang sekali ditemui di film atau di buku. Komunitas ini membantu kita khusunya anak-anak untuk mendongeng,&rdquo; ungkap Stephanie, masyarakat yang menyayangkan mundurnya eksistensi dari dongeng.</p>
<p style="text-align:justify">Pandu berharap komunitas ini dapat lebih dikenal oleh masyarakat dan orang tua dapat menyampaikan nilai-nilai kebaikan melalui mendongeng. &rdquo;Komunitas ini berharap agar kampanye mendongeng dapat berhasil untuk menjadikan semua orang bisa mendongeng. Semoga orang tua di Indonesia dapat mendongeng untuk anak-anaknya dan menjadikan dongeng sebagai kebiasaan sehari-hari,&rdquo; ucap Pandu Wicaksono.</p>
<p style="text-align:right"><strong>Mutiah Kusuma Sari</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/budaya-mendongeng-bersama-komunitas-ayo-dongeng/">Budaya Mendongeng bersama Komunitas Ayo Dongeng</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/komunitas/budaya-mendongeng-bersama-komunitas-ayo-dongeng/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kophi, Peduli Lingkungan Lewat Edukasi</title>
		<link>https://lpmindustria.com/komunitas/kophi-peduli-lingkungan-lewat-edukasi/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/komunitas/kophi-peduli-lingkungan-lewat-edukasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2019 23:24:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[gaya-hidup]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar-kita]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Saat ini banyak sekali komunitas yang peduli terhadap lingkungan, tidak terkecuali komunitas Kophi yang terbentuk dari kalangan mahasiswa dari berbagai universitas yang juga</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/kophi-peduli-lingkungan-lewat-edukasi/">Kophi, Peduli Lingkungan Lewat Edukasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong>&nbsp;<em>Saat ini banyak sekali komunitas yang peduli terhadap lingkungan, tidak terkecuali komunitas Kophi yang terbentuk dari kalangan mahasiswa dari berbagai universitas yang juga peduli dengan lingkungan melalui edukasi yang mereka ajarkan kepada masyarakat.</em></p>
<p>Berawal dari suatu event yang bernama <em>Earth Hour</em> yang diselenggarakan oleh World Wildlife Fund (WWF), terbentuklah suatu perkumpulan bernama komunitas Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (Kophi). Pada mulanya pihak penyelenggara menjanjikan event <em>Earth Hour</em> ini akan berkelanjutan, namun kenyataanya berbeda. Event tersebut tidak kunjung berlanjut dan menimbulkan inisiatif para mahasiswa untuk membentuk suatu komunitas sendiri yang berlatar belakang tentang lingkungan. Akhirnya, komunitas ini pun terbentuk pada tahun 2010 tepatnya 28 Oktober oleh tiga orang pelopor dengan berbagai Universitas yang berbeda yaitu Yudistia dari Universitas Indonesia, Lidwina Marsela dari London School Of Public Relations dan Agus dari President University.</p>
<p>Walaupun banyak komunitas lingkungan di era sekarang ini, tetapi&nbsp;Komunitas Kophi mempunyai keunikannya sendiri. &ldquo;Kophi bukan hanya sekedar komunitas lingkungan seperti biasanya. Tetapi, Kophi di sini juga memberikan edukasi kepada masyarakat, karena kami percaya dengan adanya edukasi maka akan menimbulkan kesadaran terhadap lingkungan,&rdquo; ujar Andini selaku Ketua Komunitas Kophi.</p>
<p>Kegiatan Komunitas Kophi pun beragam mulai dari Kophi Panas (Kophi Peduli Sanitasi Anak), yaitu kegiatan observasi yang dilakukan disuatu daerah yang dinilai rendah kesadaran sanitasinya. Kemudian, anggota akan mengajak masyarakat setempat untuk peduli terhadap kesehatan. (&ldquo;Kegiatan lainnya ada <em>Ekoturism</em>, yaitu ekowisata yang bekerja sama dengan perusahaan, ada pula Kophi Senusa, kegiatan menanam pohon di Bumi Pekemahan Cibubur, menanam mangrove, dan kegiatan spontan seperti sosialisasi pengurangan penggunaan plastik,&rdquo; jelas Andini.</p>
<p>Kehadiran komunitas ini pun mendapat tanggapan yang positif dari masyarakat pada umumnya. Bergabung menjadi anggota Kophi cukup mudah, setiap orang yang berusia 19 sampai 29 tahun dapat bergabung. &ldquo; Bagus ya, karena komunitas ini terdiri dari berbagai macam mahasiswa universitas yang bergabung. Jadi, bisa menambah relasi dan menambah pengalaman,&rdquo; ujar Rizka, salah satu mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Kophi. Komunitas Kophi pun berharap agar dapat memberikan dampak kepada masyrakat secara langsung maupun tidak langsung.</p>
<p style="text-align:right"><strong>Nurlina Rahayu</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/kophi-peduli-lingkungan-lewat-edukasi/">Kophi, Peduli Lingkungan Lewat Edukasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/komunitas/kophi-peduli-lingkungan-lewat-edukasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengenal Sejarah Indonesia Dari Komunitas Bambu</title>
		<link>https://lpmindustria.com/komunitas/mengenal-sejarah-indonesia-dari-komunitas-bambu/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/komunitas/mengenal-sejarah-indonesia-dari-komunitas-bambu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Sep 2019 10:38:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah-]]></category>
		<category><![CDATA[sekitar-kita]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Pemikiran kritis beberapa pemuda tentang sejarah Indonesia,melahirkan sebuah komunitas yang kini telah menerbitkan berbagai buku sejarah. Komunitas Bambu ada untuk semua kalangan yang</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/mengenal-sejarah-indonesia-dari-komunitas-bambu/">Mengenal Sejarah Indonesia Dari Komunitas Bambu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Pemikiran kritis beberapa pemuda tentang sejarah Indonesia,melahirkan sebuah komunitas yang kini telah menerbitkan berbagai buku sejarah. Komunitas Bambu ada untuk semua kalangan yang memiliki simpati lebih terhadap sejarah.</em></p>
<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Sejak awal berdirinya pada tanggal 20 Mei 1998, Komunitas Bambu yang bergerak dibidang kesejarahan ini sudah banyak menerbitkan buku-buku khususnya sejarah Indonesia. Komunitas ini lahir dari pertanyaan besar para pendirinya mengenai krisis yang tengah dihadapi bangsa Indonesia. &ldquo;Komunitas Bambu ini sebenarnya lahir dari pertanyaan besar soal krisis, karena ketidaktahuan, membuat kita terperosok dalam sesuatu yang membahayakan hidup kita,&rdquo; jelas JJ Rizal selaku salah satu sejarawan, penulis, sekaligus salah satu pendiri Komunitas Bambu.</p>
<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; JJ Rrizal juga menjelaskan bahwa sebenarnya Kominitas Bambu bukan lagi sebagai komunitas, tetapi lebih sebagai industri dari hasil pikiran-pikiran yang dijalankan segelintir minoritas kreatif. Selain itu, Komunitas Bambu juga peduli terhadap permasalahan yang terjadi di Indonesia.&ldquo;Memang keprihatinan terhadap masyarakat, terutama masyarakat ada yang mengalami <em>hongeroedem </em>atau busung lapar. Sejarah dan efek dari penyakit busung lapar ini yang membuat krisis di Indonesia. Sehingga, Indonesia menjadi negara yang paling lama keluar dari krisis,&rdquo; jelasnya mengenai dasar yang mendorongnya mendirikan komunitas ini.</p>
<p>JJ Rizal mengungkapkan bahwa awalnya komunitas ini bersifat umum, kemudian menjadi bagian dari publikasi pemikiran. &ldquo;Pada awalnya komunitas ini bersifat terbuka, orang yang ingin tahu tentang ilmu pengetahuan sosial bisa mampir),&rdquo; jelas JJ Rizal. JJ Rizal juga menambahkan bahwa, Komunitas Bambu ini juga punya pertemuan dalam bentuk diskusi buku.</p>
<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Komunitas Bambu ini cukup terkenal dikalangan masyarakat yang suka akan sejarah. Salah satunya seorang mahasiswa Politeknik STMI Jakarta, Muhammad Abdul Hakim Faqih yang telah menyukai sejarah sejak masih di bangku SMA. Menurutnya buku-buku sejarah dari komunitas ini sangat cocok untuk anak muda yang kurang tahu mengenai sejarah. &ldquo;Ini komunitas yang bagus, dalam artian sekarang banyak rakyat Indonesia kurang mengenal sejarah. Sedangkan, Komunitas Bambu itu penerbit buku-buku sejarah dan sebelum itu komunitas yang bergerak di ranah sejarah juga. Komunitas ini bagus juga karena banyak mengenalkan soal sejarah-sejarah yang ada di Indonesia,&rdquo; jelas Muhammad Abdul Hakim Faqih.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>Kevin Kahlil</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/mengenal-sejarah-indonesia-dari-komunitas-bambu/">Mengenal Sejarah Indonesia Dari Komunitas Bambu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/komunitas/mengenal-sejarah-indonesia-dari-komunitas-bambu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ambil Bagian dalam Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik</title>
		<link>https://lpmindustria.com/komunitas/ambil-bagian-dalam-gerakan-indonesia-diet-kantong-plastik/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/komunitas/ambil-bagian-dalam-gerakan-indonesia-diet-kantong-plastik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Aug 2019 15:20:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik terbanyak. Oleh karena itu, diperlukan sikap tanggap dari berbagai kalangan sebagai bentuk kepedulian. Gerakan Diet Kantong Plastik</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/ambil-bagian-dalam-gerakan-indonesia-diet-kantong-plastik/">Ambil Bagian dalam Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong>&nbsp;<em>Indonesia menjadi negara penyumbang </em><em>sampah plastik terbanyak. </em><em>Oleh karena itu, diperlukan sikap tanggap dari berbagai kalangan sebagai bentuk kepedulian. Gerakan Diet Kantong Plastik hadir untuk membantu mengkampanyekan isu mengenai sampah plastik.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik merupakan komunitas yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Komunitas ini tidak melarang penggunaan plastik secara total, melainkan mengajak masyarakat untuk menggunakannya secara bijak. Dalam komunitas ini terdapat beberapa penggiat isu kantong plastik sebagai bentuk kolaborasi dengan tujuan meningkatkan partisipasi masyarakat. Pada awalnya, komunitas ini hanya melakukan kampanye dalam lingkup daerah Bandung. &ldquo;Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik kita mulai kampanye pada tahun 2010 tetapi mulai tahun 2014 kita mulai merambah ke skala yang lebih nasional dan mulai di Jakarta,&rdquo; jelas Rahyang Nusantara, Koordinator Nasional Gerakan Indonesia Diet Kantong.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian Rahyang menambahkan bahwa komunitas ini memiliki tiga rangkaian kegiatan. Pertama advokasi, yaitu mendorong pemerintah membuat peraturan tegas tentang sampah plastik. Kedua, kampanye bersama <em>peretail</em> (baca: pengecer) dengan cara mengajak konsumen membawa tas belanja sendiri. Ketiga, mengedukasi siswa tingkat menengah atas dengan membuat model sekolah bebas plastik. Selain itu, Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik kerap kali ambil bagian dalam kampanye penggunaan plastik secara bijak.</p>
<p style="text-align: justify;">Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik menerima antusiasme dari masyarakat berkat dua petisi yang dimilikinya. Kedua petisi tersebut adalah <em>Pray for Plastic</em> dan petisi mengenai cukai plastik. &ldquo;Kami mempunyai dua petisi. Pertama, petisi <em>Pray for Plastic</em> dimana kita mendorong <em>retail</em>&nbsp; modern untuk tidak menggratiskan kantong plastik. Dalam petisi tersebut kami telah mendapat dukungan lebih dari 70.000 tanda tangan. Kedua, petisi mengenai dukungan cukai terhadap plastik yang sudah didukung oleh lebih dari satu juta tanda tangan,&rdquo; ujar Rahyang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan adanya kedua petisi tersebut diharapkan antusiasme masyarakat tidak hanya pada komunitas, tapi juga terhadap isunya. Antusiasme tersebut ditunjukkan oleh salah seorang pelajar, Shalsha Billah yang mendukung penuh keberadaan komunitas ini. &ldquo;Bagus, saya mendukung penuh komunitas ini karena dapat membantu memberi pemahaman mengenai bahaya sampah plastik. Orang yang belum tahu tentang itu akan menjadi tahu dan orang yang sudah tau akan semakin tahu dan ikut berpartisipasi dalam mengurangi plastik,&rdquo; ujar Shalsha.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Affifah Nasrillah</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/komunitas/ambil-bagian-dalam-gerakan-indonesia-diet-kantong-plastik/">Ambil Bagian dalam Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/komunitas/ambil-bagian-dalam-gerakan-indonesia-diet-kantong-plastik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
