Program Tenaga Kerja Mandiri Jadi Peluang Mahasiswa Memulai Usaha

lpmindustria.com – Program Tenaga Kerja Mandiri menjadi jalan bagi mahasiswa untuk mengembangkan usaha dan kemampuannya dengan dukungan pelatihan, pendampingan, serta modal usaha.

Indonesia sedang memasuki masa bonus demografi 2020-2030 dengan potensi sekitar 180 juta penduduk usia produktif. Namun, peluang ini masih terhambat oleh kualitas tenaga kerja yang relatif rendah dan tingginya angka pengangguran. Tenaga Kerja Mandiri (TKM) merupakan salah satu program Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk mengatasi pengangguran, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberdayakan potensi lokal yang ada di setiap daerah.

Peserta TKM pada tahun 2025 berasal dari beragam latar belakang, mulai dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjadjaran, hingga petani, peternak, dan ibu rumah tangga. Bagi banyak mahasiswa dan lulusan baru, memulai bisnis bukan hal yang mudah karena keterbatasan modal. Menurut Shoimuddin selaku pendamping TKM wilayah Jawa Barat, mahasiswa biasanya belum memiliki akses untuk mengajukan pinjaman ke bank seperti dokumen yang dijadikan sebagai jaminan, “Kebanyakan mahasiswa, yang menjadi kendala dalam proses pengembangan bisnis adalah modal, program TKM dari Kemnaker menjadi angin segar untuk mahasiswa dan mereka yang baru lulus,” ujarnya. Program ini bukan hanya memberikan peluang bagi mahasiswa untuk merintis usaha, tetapi juga bagi pelaku usaha lain yang membutuhkan dorongan untuk berkembang.

Mekanisme TKM diawali dengan pendaftaran melalui situs bizhub Kemnaker, kemudian dilanjutkan pengecekan usaha oleh tim Kemnaker ke lapangan. Tahap berikutnya, peserta mengikuti wawancara secara online dan menunggu pengumuman kelulusan. Peserta yang lolos akan menerima dana hibah sebesar lima juta rupiah untuk TKM pemula pada tahun pertama. Sementara itu, TKM lanjutan memperoleh dana hibah sebesar 15 juta rupiah serta mengikuti pelatihan tatap muka di Balai Besar Pengembangan dan Perluasan Kerja (BBPPK) Lembang selama lima hari, dengan fasilitas penginapan, konsumsi, dan biaya transportasi. Penerimaan dana TKM lanjutan juga disertai penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), realisasi anggaran, serta laporan kas harian selama dua bulan.

Shoimuddin menyarankan mahasiswa mulai menyiapkan usaha sekecil apapun karena program ini mendorong berbagai sektor, seperti digital, peternakan, dan budidaya sehingga peluangnya sangat luas. Adapun tantangan yang dihadapi dari sisi pendamping yaitu menghadapi peserta yang kurang responsif dan asing terhadap laporan keuangan, sedangkan dari sisi peserta merasa kesulitan menyusun laporan kas harian, “Saya ibu rumah tangga, punya usaha toko juga tetapi hanya jual saja dan saya juga tidak memperhatikan untuk laporan keuangannya, terlebih karena menggunakan laporan digital menurut saya jadi sulit,” ungkap Hanida Harnum sebagai pemilik toko sembako.  Walaupun tantangan yang dihadapi sulit untuk sebagian peserta, program ini memberikan manfaat besar untuk mengembangkan usaha, “Tanpa ada pajak, dari 15 juta biasanya dipotong PPN dan PPH, ini sama sekali tidak ada, semuanya untuk peserta,” ujar Shoimuddin. Hal tersebut mengartikan bahwa manfaat berupa dana sepenuhnya untuk peserta, tanpa potongan maupun campur tangan pendamping dalam penerimaan dana.
Selain program TKM dari Kemnaker, Politeknik STMI Jakarta memiliki program Inkubator Bisnis. Unit ini merupakan program Kementerian Perindustrian (Kemenperin) yang menyediakan pendampingan, pelatihan, dan pembinaan untuk pelaku usaha terkait pendaftaran NIB, sertifikasi halal, dan HaKI, serta sembilan modul proses bisnis yang diajarkan bekerja sama dengan Balai Diklat Industri Jakarta. Meski peserta hanya terbuka untuk alumni dan masyarakat umum, ke depannya program Inkubator Bisnis merencanakan kolaborasi baru agar mahasiswa aktif dapat ikut serta dalam bagian tenant dan memperoleh akses pendampingan legalitas usaha, sehingga mereka bisa mulai membangun bisnis sejak masih berkuliah.

Penulis : Sheillomitha Salsa Nabila P.J.
Editor : Lifa Ansyaresti S.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *