Mencari Ketenangan
Jika ketenangan hanyalah angan Kenapa banyak orang memimpikannya? Ketika ketenangan tak pernah dirasakan Kenapa banyak yang berharap merasakannya? Semuanya terlihat semu Dan memuakkan
Jika ketenangan hanyalah angan Kenapa banyak orang memimpikannya? Ketika ketenangan tak pernah dirasakan Kenapa banyak yang berharap merasakannya? Semuanya terlihat semu Dan memuakkan
Kata Ibu menjadi seorang wanita itu seru dan menantang Ada kala dimana kita dicemooh karena penampilan kita Ada kala dimana rasanya berat untuk mengeluarkan
Hai Hari ini berat? Hai Hari ini melelahkan? Hai Hari ini menyedihkan? Tak apa Aku mengerti Tak apa Aku tahu rasanya Tak apa
Terdengar suara lagi di dalam kepala ku Saat terdengar suara klakson menderu Suara itu memiliki volume paling keras meminta diperhatikan Meminta untuk didengar
Mentari tak bersinar lagi Hidupku semakin sunyi Diksiku bahkan mati Tiada lagi ku tau untuk siapa ini Bantin termenung sendu Pikir kembali racau
Petang ketiga belas oleh dia Sang Puan Menatap gamang ke arah peraduan Tuan berucap dalam hening kala itu Lakulah segala sabda fuad padamu
Karena hidup aku pernah bertaruh Untuk terus melawan atau berhenti Menjalani serta merelakannya Bahkan menganggapnya sama sekali tak pernah terjadi Karena hidup aku
Tepat tanggal tujuh belas Sistem organ ku tewas Bukan tersiram air panas Apalagi mencicipi getah Upas Sepuluh lebih tiga lima Kau menyuguhkan luka lama
Temu berujung pisah Tangis berujung tawa Baginya semua terasa sama Hatinya tetap terkoyak lara Rasa kehilangannya begitu dalam Menciptakan lautan elegi yang amat kelam
Ketika hujan jatuh ke bumi Aku akan basah bahkan hatiku juga Bisa kah kau temani aku sebentar? Agar aku tak kedinginan sendiri Aku tidak