Aksi Nyata PMI Untuk Indonesia

lpmindustria.com – Sejak era kolonial, Palang Merah hadir sebagai pilar kemanusiaan. Aksi nyatanya dibuktikan dengan menyelamatkan jutaan nyawa melalui berbagai layanan darurat, kesehatan, dan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.

Palang Merah Indonesia (PMI) didirikan oleh Pemerintah Kolonial Belanda pada Oktober 1873 dengan nama Het Nederlandsch-Indisch Rode Kruis (NIRK). PMI yang kita ketahui sekarang didirikan setelah Indonesia merdeka, yaitu pada tanggal 3 September 1945 atas perintah dari Presiden Soekarno. PMI telah diakui secara internasional oleh International Committee of the Red Cross (ICRC) pada 16 Januari 1950 yang menjadikannya bagian dari gerakan kemanusiaan global. Sejak saat itu, PMI memiliki peran penting terutama selama zaman Revolusi Nasional (1945-1949) dengan memberikan bantuan medis kepada pejuang dan warga sipil, mendirikan rumah sakit darurat, dan mengevakuasi korban perang.

Hingga kini, PMI terus berperan dalam memberikan bantuan kemanusiaan pada berbagai situasi darurat, termasuk bencana alam dan kecelakaan. PMI aktif dalam berbagai layanan seperti pendidikan kesehatan, pelatihan pertolongan pertama, dan tanggap darurat saat COVID-19. Selain itu, PMI juga dikenal luas karena program donor darah yang telah dikelola sejak tahun 1950-an. Seluruh kegiatan PMI sesuai dengan prinsip dasar untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan, tanpa membedakan latar belakang, sebagaimana tercantum dalam Konvensi Jenewa 1949 yaitu PMI menjalankan tugas membantu korban perang kemerdekaan maupun korban bencana.

Palang Merah Indonesia menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahunnya dari program utamanya yaitu donor darah. PMI rutin mengajak masyarakat untuk mendonorkan darahnya secara sukarela agar ketersediaan darah di rumah sakit dan unit transfusi  darah tetap terjaga. Kampanye donor darah bukan hanya untuk kebutuhan medis, tetapi juga untuk menumbuhkan kesadaran akan nilai kemanusiaan. Selain donor darah, PMI juga menyediakan berbagai layanan kesehatan seperti penyuluhan, bantuan medis darurat, dan pengelolaan pos kesehatan di daerah yang terdampak bencana. 

PMI memiliki peran penting dalam penanggulangan bencana mulai dari pra-bencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. Dalam situasi seperti banjir dan longsor, PMI mengerahkan relawan untuk membantu evakuasi, mendistribusikan logistik, mendirikan pos kesehatan, serta layanan psikososial kepada korban yang terdampak. Relawan PMI hadir langsung di lapangan yang memberikan pertolongan pertama dan membantu masyarakat bangkit dari pascabencana. Peran relawan sangat penting karena mereka terorganisir, bekerja cepat, serta didukung oleh PMI di berbagai daerah.

Selain itu, PMI membina generasi muda melalui program Palang Merah Remaja (PMR) yang berperan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, keterampilan pertolongan pertama, kesiagaan bencana, dan kepedulian sosial sejak dini. PMR hadir di sekolah maupun di masyarakat untuk menjadikan anak muda sebagai calon relawan yang siap berkontribusi ketika dibutuhkan. Generasi muda tidak hanya menjadi penerus PMI, tetapi juga menjadi penggerak dalam membangun budaya gotong royong dan solidaritas di masyarakat.

Penulis : Sheillomitha Salsa Nabila P.J.
Editor : Gita Mega Putri S.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *