<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Industri dan Teknologi Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/category/info-industri-dan-teknologi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/category/info-industri-dan-teknologi/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Sep 2026 16:50:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>Info Industri dan Teknologi Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/category/info-industri-dan-teknologi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Networking sebagai Jembatan Career Pivot Mahasiswa</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/networking-sebagai-jembatan-career-pivot-mahasiswa/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/networking-sebagai-jembatan-career-pivot-mahasiswa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 16:50:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[dunia-kerja]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[networking]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2167</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Melakukan career pivot membuat mahasiswa menghadapi kesenjangan keterampilan dan persaingan dengan lulusan berlatar belakang linier. Networking menjadi salah satu cara untuk mengenal bidang</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/networking-sebagai-jembatan-career-pivot-mahasiswa/">Networking sebagai Jembatan Career Pivot Mahasiswa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em><em><em><em><em>Melakukan career pivot membuat mahasiswa menghadapi kesenjangan keterampilan dan persaingan dengan lulusan berlatar belakang linier. Networking menjadi salah satu cara untuk mengenal bidang dan peluang karier baru.</em></em></em></em></em></em></p>



<p>Perubahan bidang pekerjaan dapat menimbulkan masalah teknis, terutama bagi mahasiswa dengan latar belakang pendidikan yang tidak linier dengan bidang yang dituju. Perbedaan keterampilan dapat menjadi hambatan ketika kandidat tidak memiliki portofolio yang relevan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Rahmat Adi Putra, seorang praktisi HR, menjelaskan bahwa pelamar lintas jurusan menghadapi kesenjangan keterampilan teknis sejak tahap awal rekrutmen. Kondisi tersebut dapat membuat berkas pendaftaran tersaring secara otomatis karena tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau kompetensi yang dibutuhkan.</p>



<p>Selain tantangan teknis, mahasiswa yang melakukan <em>career pivot</em> juga menghadapi tantangan psikologis, seperti sindrom <em>impostor</em>. Bersaing dengan lulusan berlatar belakang pendidikan linier sering kali menimbulkan rasa tidak percaya diri bagi mereka yang melakukan <em>career pivot</em>. Mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam mengartikulasi keterampilan dari jurusan asal, seperti <em>critical thinking</em>, analisis, dan komunikasi agar relevan dan <em>transferable</em> di industri sosial, &#8220;Mahasiswa sering mengalami kesulitan mengartikulasi bagaimana keterampilan dari jurusan asal seperti <em>critical thinking</em>, analisis, komunikasi secara relevan, dan <em>transferable</em> di industri sosial,&#8221; tegas Rahmat. Meskipun kemampuan analisis dan komunikasi dari berbagai latar belakang pendidikan tetap dapat diterapkan di dunia kerja, pemahaman tersebut penting untuk membantu meningkatkan keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan dirinya.</p>



<p>Kondisi tersebut juga dialami Ammar sebagai mahasiswa yang melakukan <em>career pivot</em>. Untuk memahami bidang pekerjaan yang dituju, mahasiswa harus belajar secara mandiri, “Bagi saya, tantangan tersebut justru menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan,” ucap Ammar. Keberaniannya untuk keluar dari zona nyaman membantunya beradaptasi dengan cepat. Semangat untuk terus belajar juga menjadi hal penting dalam menghadapi perbedaan jurusan kuliah dengan bidang karier yang dituju.</p>



<p><em>Networking</em> menjadi salah satu cara untuk membuka peluang kerja bagi mahasiswa yang melakukan <em>career pivot</em>. Jaringan profesional dapat membuka akses ke <em>hidden job market</em> serta informasi dan peluang yang tidak selalu tersedia melalui jalur rekrutmen umum. Rahmat mengatakan bahwa <em>referral </em>dari profesional di bidang yang dituju dapat membantu berkas pendaftaran melewati tahap <em>screening </em>awal HR. Tahapan tersebut berpotensi mendiskualifikasi kandidat secara otomatis karena ketidaksesuaian latar belakang pendidikan. Ammar menambahkan, “<em>Networking</em> dapat membantu saya untuk mencari wawasan langsung dari para praktisi senior.”</p>



<p>Strategi yang tepat dan implementasi berkelanjutan diperlukan dalam membangun relasi profesional. Mahasiswa disarankan mengoptimalkan profil profesional melalui platform jejaring profesional. Pendekatan informational <em>interview </em>berbasis rasa ingin tahu juga memungkinkan fleksibilitas dalam membangun komunikasi dengan profesional di bidang yang dituju. Rahmat menyarankan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam komunitas, acara industri, kegiatan profesional, serta membangun hubungan dengan alumni dari kampus. Langkah-langkah tersebut dapat membantu mahasiswa memperoleh informasi dan memahami tentang dinamika kerja yang lebih nyata. </p>



<p>Keberhasilan dalam perpindahan jalur karier membutuhkan keberanian untuk mengambil langkah awal. Mahasiswa perlu terus meningkatkan keterampilan teknis mereka sekaligus memperluas jaringan profesional yang relevan dengan bidang yang dituju. Perpaduan antara keterampilan dan jaringan yang kuat dapat membantu mahasiswa menemukan peluang pekerjaan serta beradaptasi di bidang baru. Dengan strategi yang tepat dan konsisten, <em>career pivot</em> dapat dilakukan secara lebih terarah dan mendukung perkembangan karier.</p>



<p><strong>Penulis: Syahida Uswatun Hasanah<br>Editor: Zilvi Aulia Yasmin</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/networking-sebagai-jembatan-career-pivot-mahasiswa/">Networking sebagai Jembatan Career Pivot Mahasiswa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/networking-sebagai-jembatan-career-pivot-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DMS Jadi Bekal Mahasiswa Otomotif Menghadapi Dunia Kerja</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-bekal-mahasiswa-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-bekal-mahasiswa-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 16:23:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[dms]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[prakerin]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2164</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Memahami operasional dealer menjadi salah satu bekal mahasiswa otomotif sebelum memasuki dunia kerja. Pengenalan Dealer Management System (DMS) membantu mahasiswa memahami sistem yang</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-bekal-mahasiswa-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/">DMS Jadi Bekal Mahasiswa Otomotif Menghadapi Dunia Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em><em><em>Memahami operasional dealer menjadi salah satu bekal mahasiswa otomotif sebelum memasuki dunia kerja. Pengenalan Dealer Management System (DMS) membantu mahasiswa memahami sistem yang digunakan dalam operasional dealer.</em></em></em></em></p>



<p>Memahami cara kerja dealer menjadi salah satu bekal bagi mahasiswa otomotif terutama jurusan Administrasi Bisnis Otomotif sebelum memasuki dunia kerja. Pengetahuan tersebut tidak hanya diperoleh melalui teori mengenai proses bisnis. Mahasiswa juga dikenalkan dengan sistem yang digunakan dalam operasional dealer. Salah satunya melalui <em>Dealer Management System </em>(DMS) yang menghubungkan berbagai bagian dealer.</p>



<p>Pemahaman mengenai sistem operasional dealer membantu mahasiswa mengenali kondisi kerja. Menurut Maya Aulia Saputri, dosen mata kuliah <em>Dealer Management System</em>, mahasiswa perlu mengenal sistem operasional dealer sejak perkuliahan. Pemahaman tersebut dapat memberikan gambaran mengenai operasional dealer sebelum mahasiswa memasuki dunia kerja, “Jadi ketika masuk dunia kerja itu tidak benar-benar nol pengetahuannya tentang operasional sebuah dealer,” ujarnya.</p>



<p>Pentingnya pengenalan tersebut turut dirasakan oleh Geby Posenti, mahasiswa ABO. Ia mengaku awalnya mengira proses operasional dealer masih banyak dilakukan secara manual. Namun setelah mengenal DMS, pandangan Geby mulai berubah mengenai sistem operasional dealer. Dalam sistem terintegrasi ini berbagai data dapat saling terhubung. Data tersebut mencakup pelanggan, stok, transaksi, hingga laporan keuangan. Integrasi tersebut membuat informasi dalam operasional dealer dapat saling terhubung.&nbsp;</p>



<p>Pengenalan DMS sejak perkuliahan dinilai dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai operasional dealer. Selain itu, hal serupa disampaikan Zahrah Al Mughni, mahasiswa ABO. Menurutnya, DMS memberikan gambaran mengenai sistem yang digunakan dalam operasional dealer, “Dengan dikenalkannya DMS sejak di kuliah, sehingga mahasiswa ini tidak hanya memahami teori tetapi juga memiliki gambaran mengenai sistem yang digunakan dalam operasional dealer itu bagaimana dan seperti apa,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pengenalan tersebut dapat membantu mahasiswa memahami kondisi operasional sebelum memasuki industri.</p>



<p>Pemahaman mengenai DMS juga memperluas kompetensi yang perlu dimiliki mahasiswa otomotif. Menurut Yusuf Yuan Netradino, mahasiswa ABO, mahasiswa tidak cukup hanya memahami bagian teknis kendaraan. Mereka juga perlu mengetahui cara kerja sistem manajemen dalam industri. Pemahaman tersebut dapat mengurangi rasa ketidaksiapan ketika memasuki dunia kerja.</p>



<p>Hal lain yang perlu dipahami adalah alur kerja dealer dari awal hingga akhir. Menurut Najwa Qonita Jauharah Prasetyo, belajar DMS dapat membantu memahami alur tersebut. Prosesnya mencakup beberapa bagian dalam operasional dealer, mulai dari pengadaan hingga konsumen, “Dari awal purchasing, kemudian masuk ke warehouse, sampai bisa ke tangan konsumen,” ujarnya.</p>



<p>Pemahaman DMS juga tidak cukup hanya melalui teori perkuliahan. Najwa menilai mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan sistem secara langsung. Ia melihat praktik dapat membantu mahasiswa memahami cara kerja DMS dengan lebih jelas. Pengalaman tersebut dapat memberikan gambaran mengenai penggunaan DMS dalam kondisi kerja yang sebenarnya.</p>



<p><strong>Penulis: Muhammad Nur Ikhsan<br>Editor: Amira Najla Hartini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-bekal-mahasiswa-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/">DMS Jadi Bekal Mahasiswa Otomotif Menghadapi Dunia Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-bekal-mahasiswa-otomotif-menghadapi-dunia-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DMS Jadi Fondasi Integrasi Operasional Dealer di Era Digital</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-fondasi-integrasi-operasional-dealer-di-era-digital/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-fondasi-integrasi-operasional-dealer-di-era-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 16:14:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[dms]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2160</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com – Digitalisasi mengubah cara dealer menjalankan aktivitas operasionalnya. Berbagai proses yang sebelumnya berjalan terpisah kini dapat terhubung melalui Dealer Management System (DMS). Perkembangan teknologi</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-fondasi-integrasi-operasional-dealer-di-era-digital/">DMS Jadi Fondasi Integrasi Operasional Dealer di Era Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com –</strong> <em><em><em><em>Digitalisasi mengubah cara dealer menjalankan aktivitas operasionalnya. Berbagai proses yang sebelumnya berjalan terpisah kini dapat terhubung melalui Dealer Management System (DMS).</em></em></em></em></p>



<p>Perkembangan teknologi digital mendorong dealer untuk mengintegrasikan berbagai aktivitas operasionalnya. Salah satunya melalui<em> Dealer Management System</em> atau DMS. Sistem ini dapat menghubungkan berbagai divisi dalam operasional dealer. Mulai dari penjualan, keuangan, pengelolaan stok kendaraan, hingga layanan <em>after sales</em>. Integrasi ini membuat informasi tercatat dan terdistribusikan dengan baik.</p>



<p>DMS menjadi bagian penting dalam menghubungkan berbagai aktivitas dealer. Menurut Maya Aulia Saputri, dosen mata kuliah <em>Dealer Management System</em>, DMS memiliki fungsi sangat vital bagi perusahaan. Berbagai divisi dapat saling terintegrasi melalui sistem tersebut, “Nah, dalam operasional dealer itu sendiri, Sistem Manajemen Dealer ini bisa kita ibaratkan sebagai otak yang mengatur seluruh operasional yang ada di dealer,” ujarnya.</p>



<p>Integrasi tersebut dapat terlihat saat terjadi transaksi penjualan kendaraan. Transaksi yang terjadi akan masuk ke bagian keuangan dan stok. Bagian keuangan dapat menggunakan data tersebut untuk pelaporan omzet. Sementara itu, bagian stok memperoleh informasi terkait stok yang tersisa. Dengan demikian, setiap divisi memperoleh informasi yang sama secara <em>real time</em>.</p>



<p>Kondisi berbeda dapat terjadi ketika data antardivisi tidak terhubung. Data yang terpisah dapat menimbulkan perbedaan informasi dalam operasional dealer. Maya menjelaskan bahwa kesalahan input dan perbedaan data antara divisi dapat mengakibatkan terhambatnya pekerjaan divisi lain. Karena itu, integrasi data sangat diperlukan untuk mendukung operasional dealer.&nbsp;</p>



<p>Integrasi tersebut juga membawa perubahan pada proses kerja sebelumnya. Beberapa pekerjaan manual beralih menuju komputerisasi dan otomatisasi. Perubahannya mencakup pencatatan transaksi, pengelolaan stok, hingga pelaporan keuangan. Proses digital tersebut membuat pekerjaan dapat dilakukan secara efisien. Data yang tersedia juga dapat membantu untuk pengambilan keputusan manajemen.</p>



<p>Manfaat digitalisasi melalui DMS tidak berhenti pada operasional internal dealer. Sistem tersebut juga dapat mendukung pelayanan kepada pelanggan. Riwayat servis pelanggan dapat tersimpan dan digunakan kembali. Pelanggan tidak perlu mengulang informasi ketika melakukan servis berikutnya, “ Jadi pelanggan itu tidak perlu mengulang lagi informasi yang sama saat datang kembali untuk servis-servis berikutnya karena sudah terdigitalisasi,” jelas Maya.</p>



<p>Digitalisasi kini menjadi kebutuhan bagi berbagai sektor industri, salah satunya yaitu industri otomotif. DMS menjadi salah satu sistem yang mendukung penerapan tersebut, “Jadi sekarang itu sudah sepertinya sudah menjadi kewajiban bagi seluruh industri, bahkan termasuk industri otomotif dan juga termasuk juga DMS ini hadir sebagai salah satu bagian penting dalam digitalisasi tersebut,” ungkap Maya.</p>



<p>Peran DMS kemudian tidak hanya berkaitan dengan urusan administratif dealer. Sistem tersebut menjadi salah satu fondasi transformasi digital dalam operasional dealer. Berbagai aktivitas dapat terhubung melalui satu sistem yang terintegrasi, “Jadi menurut saya DMS itu bukan hanya sekadar sistem administratif saja, tapi juga menjadi salah satu fondasi bagi dealer untuk bertransformasi secara digital,” ujarnya. Penerapan DMS akhirnya membantu dealer menjalankan operasional secara lebih terintegrasi.</p>



<p><strong>Penulis: Muhammad Nur Ikhsan<br>Editor: Amira Najla Hartini</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-fondasi-integrasi-operasional-dealer-di-era-digital/">DMS Jadi Fondasi Integrasi Operasional Dealer di Era Digital</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/dms-jadi-fondasi-integrasi-operasional-dealer-di-era-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berbagai Merek Kendaraan Listrik Hadir di Indonesia, Berpeluang namun juga Menghadapi Tantangan</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/berbagai-merek-kendaraan-listrik-hadir-di-indonesia-berpeluang-namun-juga-menghadapi-tantangan/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/berbagai-merek-kendaraan-listrik-hadir-di-indonesia-berpeluang-namun-juga-menghadapi-tantangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 05:54:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan-listrik]]></category>
		<category><![CDATA[peluang-tantangan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2103</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Dukungan regulasi dan pengembangan ekosistem oleh pemerintah mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, namun tantangan implementasi masih dihadapi industri dan konsumen.</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/berbagai-merek-kendaraan-listrik-hadir-di-indonesia-berpeluang-namun-juga-menghadapi-tantangan/">Berbagai Merek Kendaraan Listrik Hadir di Indonesia, Berpeluang namun juga Menghadapi Tantangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Dukungan regulasi dan pengembangan ekosistem oleh pemerintah mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, namun tantangan implementasi masih dihadapi industri dan konsumen.</em></p>



<p>Masuknya berbagai merek mobil listrik ke Indonesia menunjukkan semakin kompetitifnya pasar kendaraan listrik. Sejumlah merek, seperti BYD, Wuling, Hyundai, AION, MG, Chery, Jaecoo, Geely, Denza, dan Citroen menghadirkan beragam pilihan bagi konsumen. Ajang pameran otomotif, seperti <em>Gaikindo Indonesia International Auto Show</em> (GIIAS), dan <em>Indonesia International Motor Show</em> (IIMS) menjadi momentum produsen memperkenalkan inovasi teknologi sekaligus meningkatkan minat masyarakat. Percepatan adopsi kendaraan listrik turut didorong oleh kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2023 tentang percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.&nbsp;</p>



<p>Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga berkomitmen mempercepat ekosistem kendaraan listrik melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 24.K/TL.01/MEM.L/2025 tentang rencana pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk periode 2025 hingga 2030. SPKLU direncanakan didistribusikan lebih merata dengan penambahan yang tidak hanya terpusat di kota besar, “Cadangan daya listrik nasional mencapai lebih dari 10.400 MW, lima persen di antaranya digunakan untuk kebutuhan SPKLU. Jadi, sistem kelistrikan kita sangat siap mendukung ekosistem kendaraan listrik,” ujar Rudiana Nurhadian sebagai Vice President Perencanaan dan Strategi Pengembangan Produk Niaga PT PLN.</p>



<p>Di tengah masuknya kendaraan listrik dari berbagai negara, industri otomotif dalam negeri juga mulai bersaing di pasar global. Hal tersebut ditandai dengan hadirnya mobil listrik G3 dan G3+ dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40% oleh perusahaan domestik Polytron, “Dengan semakin tingginya nilai TKDN pada produk kendaraan listrik, tentu kita dapat mengurangi ketergantungan kita terhadap barang-barang impor, serta mengoptimalkan potensi industri manufaktur di Indonesia,” ungkap Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam pasar kendaraan listrik, baik domestik maupun global.</p>



<p>Berdasarkan data Gaikindo, penerimaan kendaraan listrik di Indonesia mencapai 55.225 unit pada periode Juni hingga September 2025. Tren peningkatan tersebut dinilai sulit terulang pada 2026, “Tampaknya, pertumbuhan industri <em>electric&nbsp;vehicle</em> (EV) di tahun 2026 tidak akan semasif lonjakan di akhir 2025. Apalagi jika skema insentif fiskal berbasis impor mulai dikurangi dan diarahkan hanya ke produksi lokal,” ujar pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus. Kondisi tersebut dipengaruhi potensi kenaikan harga b<em>attery electric vehicle</em> (BEV) yang berpotensi menghantam <em>middle class</em> yang sangat sensitif harga ditengah ekonomi makro yang belum akselerasi.</p>



<p>Meski pertumbuhan kendaraan listrik meningkat pada 2025, implementasinya masih menghadapi tantangan. Produksi EV membutuhkan modal besar sehingga banyak produsen kesulitan menutupi biaya serta risiko pengembangannya. Harga kendaraan listrik yang relatif lebih mahal dibandingkan mobil konvensional masih menjadi pertimbangan utama bagi konsumen. Selain itu, infrastruktur pengisian daya yang belum merata menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.</p>



<p>Menurut Rifkie Setiawan selaku Kepala <em>Brand</em> Chery Sales Indonesia, penggunaan kendaraan listrik masih terkonsentrasi di wilayah Jabodetabek dan kota besar, sehingga edukasi masyarakat penting untuk memperluas pemahaman.  Perusahaan mendorong strategi penyediaan berbagai pilihan <em>powertrain</em> (mesin), baik <em>hybrid</em> maupun listrik murni, sebagai upaya meningkatkan adopsi kendaraan listrik terutama di daerah yang belum terjangkau. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan adopsi kendaraan listrik secara merata di Indonesia.</p>



<p><strong>Penulis : Nandra Ayu Saputri<br>Editor : Muhammad Nur Ikhsan</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/berbagai-merek-kendaraan-listrik-hadir-di-indonesia-berpeluang-namun-juga-menghadapi-tantangan/">Berbagai Merek Kendaraan Listrik Hadir di Indonesia, Berpeluang namun juga Menghadapi Tantangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/berbagai-merek-kendaraan-listrik-hadir-di-indonesia-berpeluang-namun-juga-menghadapi-tantangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nano Banana : Fitur Terobosan AI untuk Pengeditan Gambar di Google</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/nano-banana-fitur-terobosan-ai-untuk-pengeditan-gambar-di-google/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/nano-banana-fitur-terobosan-ai-untuk-pengeditan-gambar-di-google/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Mar 2026 15:57:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[artificial-intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[editing]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[nano-banana]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2085</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Perkembangan kecerdasan buatan menghadirkan inovasi baru pengeditan gambar digital. Google meluncurkan Nano Banana untuk mendukung kreativitas visual pengguna secara praktis dan cepat.</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/nano-banana-fitur-terobosan-ai-untuk-pengeditan-gambar-di-google/">Nano Banana : Fitur Terobosan AI untuk Pengeditan Gambar di Google</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Perkembangan kecerdasan buatan menghadirkan inovasi baru pengeditan gambar digital. Google meluncurkan Nano Banana untuk mendukung kreativitas visual pengguna secara praktis dan cepat.</em></p>



<p>Perkembangan teknologi <em>Artificial Intelligence</em> (AI) dalam pengolahan visual membuat proses <em>editing </em>kini jauh lebih sederhana dibandingkan sebelumnya, dahulu pengguna membutuhkan aplikasi khusus dan kemampuan teknis tertentu, sekarang AI mampu memahami perintah teks dan langsung menerapkannya pada gambar. Sejalan dengan perkembangan tersebut, Google secara resmi menghadirkan Nano Banana sebagai terobosan untuk memperluas ruang kreativitas pengguna secara lebih bebas dan instan melalui fitur pengeditan gambar berbasis AI yang terintegrasi dalam ekosistemnya. Pengguna dapat menghasilkan dan mengedit gambar langsung melalui layanan Google berbasis AI, yang fiturnya tersedia pada Google Lens dan Mode AI. Dilansir dari AntaraNews, Indonesia merupakan negara ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India yang dapat memanfaatkan fitur pengeditan gambar di Lens dan Mode AI, hal ini menunjukkan bahwa Indonesia mendapat perhatian dalam pengembangan teknologi AI Google.</p>



<p>Dari segi kemampuan, Nano Banana memungkinkan pengguna mengedit gambar hanya dengan memasukkan instruksi atau <em>prompt</em> sederhana, seperti “buat foto saya dengan versi <em>photo booth</em>”. Hal ini membuktikan bahwa fitur tersebut dirancang agar mudah digunakan oleh semua kalangan.</p>



<p>Cara memanfaatkan fitur ini cukup sederhana. Pengguna hanya perlu membuka fitur Lens pada aplikasi Google di perangkat Android ataupun IOS, kemudian ketuk ikon pisang kuning yang bertuliskan <em>create</em> agar diarahkan ke model Nano Banana. Selanjutnya, pengguna memotret objek atau dari gambar yang telah ada, dan masukkan <em>prompt</em> untuk mengedit lebih lanjut foto tersebut.</p>



<p>AI ini mampu memahami konteks visual, sehingga hasil editan terlihat lebih alami dan menyatu dengan gambar asli. Prosesnya menunjukkan bahwa Google memang mengintegrasikan fitur tersebut secara langsung tanpa perlu aplikasi tambahan. Selain Nano Banana, terdapat Gemini sebagai AI Google, perbedaan terdapat pada fungsi penggunaannya. Nano Banana memiliki fokus yang lebih spesifik pada pengeditan gambar dan lebih diarahkan untuk kebutuhan kreativitas visual secara praktis di Google Search, sedangkan Gemini memiliki cakupan yang lebih luas, yang mendukung berbagai kebutuhan berbasis multimodal atau berfungsi sebagai asisten serbaguna.</p>



<p><strong>Penulis : Nisrina Aisy<br>Editor : Sheillomitha Salsa Nabila P. J.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/nano-banana-fitur-terobosan-ai-untuk-pengeditan-gambar-di-google/">Nano Banana : Fitur Terobosan AI untuk Pengeditan Gambar di Google</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/nano-banana-fitur-terobosan-ai-untuk-pengeditan-gambar-di-google/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Kecerdasan Buatan dan Dampaknya pada Industri Manufaktur di Indonesia</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/perkembangan-kecerdasan-buatan-dan-dampaknya-pada-industri-manufaktur-di-indonesia/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/perkembangan-kecerdasan-buatan-dan-dampaknya-pada-industri-manufaktur-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 06:49:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[artificial-intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan-buatan]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2044</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia terus dikembangkan dan diterapkan hingga saat ini. Tetapi dalam penerapannya masih terdapat kesulitan, terutama pada perusahaan yang</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/perkembangan-kecerdasan-buatan-dan-dampaknya-pada-industri-manufaktur-di-indonesia/">Perkembangan Kecerdasan Buatan dan Dampaknya pada Industri Manufaktur di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia terus dikembangkan dan diterapkan hingga saat ini. Tetapi dalam penerapannya masih terdapat kesulitan, terutama pada perusahaan yang memiliki jenis produk yang beragam.</em></p>



<p>Pemerintah menunjukkan komitmen untuk memperkuat industri nasional dengan meluncurkan <em>roadmap</em> “<em>Making Indonesia 4.0</em>” sejak 04 April 2018 dan hingga kini berbagai sektor industri terus berkembang untuk mewujudkan target tersebut. Penerapan Industri 4.0 diyakini membawa dampak besar dalam berbagai aspek, seperti produktivitas, efisiensi, dan inovasi. Namun, penerapannya hingga kini belum sepenuhnya merata dan masih dalam tahap berkembang di berbagai sektor.</p>



<p>Dalam penerapan Industri 4.0, kecerdasan buatan (AI) merupakan salah satu pilar penting yang kini mulai diterapkan di sejumlah perusahaan, “Pada perusahaan saya sudah mulai menerapkan kecerdasan buatan dan IoT (<em>Internet of Things</em>) berupa tangan robot yg dapat bekerja secara otomatis,” ujar Hikari selaku dosen di Politeknik STMI Jakarta yang membagikan pengalaman diperusahaannya. Namun, ia juga menambahkan bahwa penerapan AI tidaklah mudah, terlebih pada perusahaan yang memiliki banyak jenis produk. Hal itu disebabkan karena semakin banyak variasi produk yang dimiliki, semakin sulit pula melakukan perbaikan maupun menerapkan otomasi dalam proses produksinya. Begitupun sebaliknya, dengan jenis yang lebih sedikit dapat mempermudah <em>improvement </em>ataupun menerapkan otomasi dalam pembuatan produk tersebut.</p>



<p>Selain itu, penerapan Industri 4.0 juga memiliki dampak yang sangat signifikan terkhusus pada sisi produktivitas dan kualitas. Ia menjelaskan bahwa penggunaan AI dan IoT memungkinkan proses produksi lebih akurat dibandingkan tenaga manusia (<em>man power</em>) yang rentan mengalami <em>human error</em>.<em> </em>Oleh karena itu, masalah tersebut dapat diatasi dengan produk yang menggunakan mesin otomatis terutama yang berhubungan dengan IoT.</p>



<p>Meski membawa banyak manfaat, penerapan AI juga menghadirkan tantangan baru terutama pada peningkatan persaingan kerja akibat pergeseran kebutuhan tenaga manusia, “Dengan adanya AI, kita sebagai mahasiswa harus bisa beradaptasi dan memperdalam <em>skill </em>yang dibutuhkan, serta tidak membiarkan kita terpengaruh oleh AI. Jika kita bisa memanfaatkan AI dengan benar, maka akan menjadikan kita sebagai mahasiswa untuk mendapat ilmu dan <em>skill </em>yang lebih dibandingkan dengan yang tidak bisa beradaptasi dengan AI,” ujar Albani mengungkapkan pendapatnya sebagai mahasiswa.<br>Menanggapi kekhawatiran akan tergesernya peran manusia, Hikari menegaskan bahwa, masyarakat Indonesia terkhusus bagi mahasiswa harus siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini, karena dengan adanya teknologi tersebut dapat membuka peluang pekerjaan baru, seperti <em>robotic engineering</em> ataupun <em>data analysis</em>. Maka dari itu, jangan takut terhadap perkembangan AI, melainkan harus terus berusaha agar menjadi manusia yang memiliki <em>value</em>. Sejatinya, <em>Artificial Intelligence</em> (AI) adalah produk buatan manusia, sehingga manusia akan tetap dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan.</p>



<p><strong>Penulis : Achmad Thoriq P.S.<br>Editor : Lifa Ansyaresti S.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/perkembangan-kecerdasan-buatan-dan-dampaknya-pada-industri-manufaktur-di-indonesia/">Perkembangan Kecerdasan Buatan dan Dampaknya pada Industri Manufaktur di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/perkembangan-kecerdasan-buatan-dan-dampaknya-pada-industri-manufaktur-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Solusi Optimalisasi Kemacetan Lalu Lintas di Kota Besar Indonesia</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/solusi-optimalisasi-kemacetan-lalu-lintas-di-kota-besar-indonesia/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/solusi-optimalisasi-kemacetan-lalu-lintas-di-kota-besar-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 10:58:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[ATCS]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[ITCS]]></category>
		<category><![CDATA[real-time]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=1995</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Sejumlah kota di Indonesia mulai menggunakan Intelligent Traffic Control System (ITCS). Teknologi berbasis kecerdasan buatan inI dirancang untuk membaca, mengatur, dan merespons</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/solusi-optimalisasi-kemacetan-lalu-lintas-di-kota-besar-indonesia/">Solusi Optimalisasi Kemacetan Lalu Lintas di Kota Besar Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Sejumlah kota di Indonesia mulai menggunakan Intelligent Traffic Control System (ITCS). Teknologi berbasis kecerdasan buatan inI dirancang untuk membaca, mengatur, dan merespons kondisi jalan secara real-time.</em></p>



<p>Kemacetan lalu lintas telah lama menjadi persoalan paling serius di berbagai kota besar, terutama Jakarta, karena dapat menghambat produktivitas masyarakat. Pertumbuhan jumlah kendaraan yang pesat tidak diimbangi dengan infrastruktur jalan yang memadai, sehingga memicu kemacetan yang berdampak pada kerugian ekonomi dan menurunnya kualitas hidup warga negara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun dituntut untuk mencari solusi yang mampu mengurangi kemacetan, sekaligus mendukung target transportasi berkelanjutan. Dari sinilah muncul gagasan <em>Intelligent Traffic Control System</em> (ITCS), yaitu sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI), yang mampu memantau dan mengatur arus kendaraan secara <em>real-time </em>untuk meningkatkan efisiensi lalu lintas di perkotaan.</p>



<p><em>Intelligent Traffic Control System</em> (ITCS)<strong> </strong>merupakan sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi cerdas yang dirancang untuk mengatur arus kendaraan secara otomatis. Sistem ini menggunakan jaringan sensor dan kamera yang terpasang di berbagai titik jalan untuk memantau kondisi lalu lintas secara <em>real-time</em>. Data yang terekam kemudian diproses oleh kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis pola kepadatan, kecepatan, serta volume kendaraan. Berdasarkan hasil analisis tersebut, ITCS akan menyesuaikan durasi lampu lalu lintas, memberikan prioritas pada jalur yang padat, serta merespons cepat terhadap situasi darurat seperti kecelakaan atau gangguan lain di jalan.&nbsp;</p>



<p>Jakarta menjadi pionir diterapkannya ITCS di Indonesia, khususnya di titik strategis seperti koridor Sudirman–Thamrin. Sistem serupa juga diuji coba di Solo, dan hasilnya menunjukkan peningkatan kelancaran arus karena lampu lalu lintas dapat beradaptasi dengan kepadatan kendaraan. Sementara itu, Surabaya<strong> </strong>mengembangkan sistem serupa melalui <em>Adaptive Traffic Control System</em> (ATCS) yang juga mengandalkan sensor dan kamera untuk mengatur lampu lalu lintas secara <em>real-time</em>. Penerapan teknologi ini belum merata di seluruh kota, namun manfaatnya mulai dirasakan langsung oleh para pengguna jalan. Keberhasilan implementasi di beberapa wilayah mendorong harapan agar ITCS segera disertifikasi secara nasional dan diperluas penerapannya ke kota-kota lain di Indonesia.Meski menjanjikan, penerapan ITCS ini tidak lepas dari tantangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengatakan bahwa tidak ada penambahan anggaran khusus untuk sistem ini, sehingga implementasinya dilakukan secara bertahap. Selain itu, kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan dan memelihara sistem juga masih perlu ditingkatkan. Di sisi lain, banyak pihak menaruh harapan pada ITCS. Jika sistem ini diterapkan secara lebih luas dan konsisten, sistem ini diyakini mampu memperlancar arus lalu lintas, mengurangi waktu tempuh, meningkatkan efisiensi energi, serta kualitas hidup warga pun membaik. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan juga menegaskan komitmennya untuk dalam mendorong inovasi dan peningkatan kualitas transportasi berkelanjutan di Indonesia.</p>



<p>Penulis : Laras Endah Hapsari<br>Editor : Sheillomitha Salsa Nabila Putri Jofanala</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/solusi-optimalisasi-kemacetan-lalu-lintas-di-kota-besar-indonesia/">Solusi Optimalisasi Kemacetan Lalu Lintas di Kota Besar Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/solusi-optimalisasi-kemacetan-lalu-lintas-di-kota-besar-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AIGIS : Kemenperin Dorong Industri Hijau Melalui Peran Kampus</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/aigis-kemenperin-dorong-industri-hijau-melalui-peran-kampus/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/aigis-kemenperin-dorong-industri-hijau-melalui-peran-kampus/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2025 02:03:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[AIGIS]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[making indonesia 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[net zero emission]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=1992</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Kemenperin berkomitmen untuk terus mendorong transformasi industri hijau. Salah satu upayanya yaitu berkolaborasi dengan kampus untuk menciptakan inovasi hijau melalui forum tahunan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/aigis-kemenperin-dorong-industri-hijau-melalui-peran-kampus/">AIGIS : Kemenperin Dorong Industri Hijau Melalui Peran Kampus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong>Kemenperin <em>berkomitmen untuk terus mendorong transformasi industri hijau. Salah satu upayanya yaitu berkolaborasi dengan kampus untuk menciptakan inovasi hijau melalui forum tahunan AIGIS.</em></p>



<p>Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong industri hijau. Industri hijau adalah industri yang dalam proses produksinya mengutamakan efisiensi dan efektivitas sumber dayanya yang sejalan dengan program <em>Making Indonesia 4.0</em>. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis pemerintah dalam mendorong terciptanya industri yang ramah lingkungan dan dapat bersaing di kancah Internasional.&nbsp;</p>



<p>Dilansir dari antaranews.com, Agus Gumiwang sebagai Menteri Perindustrian menjelaskan bahwa penerapan industri hijau merupakan upaya pencegahan emisi dan limbah melalui sistem industri yang efisien dalam mengolah suatu produk, serta hasil limbahnya dapat menjadi produk sampingan yang lebih bermanfaat.&nbsp; Komitmen Kemenperin diperkuat melalui penetapan peta jalan (<em>roadmap</em>) sembilan sektor industri prioritas yang menjadi fokusnya percepatannya, seperti industri semen, pupuk, logam, pulp dan kertas, kimia, otomotif, makanan dan minuman, serta industri kaca dan keramik.</p>



<p>Selain itu, Kemenperin menyebut bahwa kampus juga memiliki peran penting dalam memacu inovasi industri hijau. Perguruan tinggi dipandang sebagai pusat lahirnya ilmu pengetahuan dan inovasi yang dapat menjawab berbagai tantangan lingkungan dan industri. Mahasiswa bukan hanya berperan sebagai penerus pelaku industri, tetapi juga sebagai penggerak perubahan melalui penciptaan solusi hijau yang akan dikembangkan menjadi model bisnis berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor salah satunya dengan dunia Pendidikan dinilai dapat menciptakan perubahan nyata, “Jika kita mampu menemukan solusi yang efektif di lingkungan kampus, maka kita bisa menjadikannya model untuk sektor industri secara lebih luas,” ujar Andi Rizaldi sebagai Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin.&nbsp;</p>



<p>Pemerintah, industri, dan kampus berkolaborasi untuk mengkaji dalam pembuatan kebijakan yang membahas terkait <em>Net Zero Emission</em> atau isu <em>sustainability</em><em> </em>lainnya dengan melibatkan akademisi atau perwakilan kampus. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan membentuk forum tahunan <em>Annual Indonesia Green Industry Summit</em> (AIGIS), diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian yang menargetkan mahasiswa sebagai upaya dalam mendukung pengembangan ekosistem industri hijau.&nbsp;</p>



<p>Dalam kehadirannya dalam AIGIS <em>Goes to Campus</em> di Universitas Trisakti, Sylvia Diah Ayu sebagai Pembina Industri, menyatakan bahwa tujuan utama diselenggarakan AIGIS <em>Goes to Campus</em> adalah untuk meningkatkan <em>awareness</em> bagi mahasiswa terkait isu <em>sustainability</em>, mengenalkan konsep industri hijau kepada mahasiswa terkait <em>Green Products </em>dan <em>Green Jobs</em>, serta memperdalam isu dan mencari solusinya. Diselenggarakannya acara tersebut, “Harapannya mahasiswa <em>aware </em>terkait isu <em>sustainability</em> dan industri hijau, next nya selanjutnya mereka melakukan action untuk bisa lebih peduli terhadap lingkungan, agar lingkungan ini menjadi lebih baik kedepannya, dan perubahan iklim tidak terjadi,” ujarnya.</p>



<p><strong>Penulis : Nandra Ayu Saputri<br>Editor : Lifa Ansyaresti Setiawan</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/aigis-kemenperin-dorong-industri-hijau-melalui-peran-kampus/">AIGIS : Kemenperin Dorong Industri Hijau Melalui Peran Kampus</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/aigis-kemenperin-dorong-industri-hijau-melalui-peran-kampus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AI vs Otak: Jadi Lebih Pintar atau Lebih Malas</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/ai-vs-otak-jadi-lebih-pintar-atau-lebih-malas/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/ai-vs-otak-jadi-lebih-pintar-atau-lebih-malas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2025 08:38:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[artificial-intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[damak AI]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=1973</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Perkembangan AI saat ini semakin meluas ke berbagai bidang dan sektor, diantaranya dalam bidang pendidikan dan bidang desain grafis. Namun, penggunaan AI</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/ai-vs-otak-jadi-lebih-pintar-atau-lebih-malas/">AI vs Otak: Jadi Lebih Pintar atau Lebih Malas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Perkembangan AI saat ini semakin meluas ke berbagai bidang dan sektor, diantaranya dalam bidang pendidikan dan bidang desain grafis. Namun, penggunaan AI yang berlebihan juga dapat menjadi boomerang untuk diri sendiri.</em></p>



<p>Saat ini, <em>Artificial Intelligence</em>&nbsp;(AI) mengalami perkembangan pesat dan mulai diterapkan di berbagai bidang seperti pendidikan dan desain grafis. Hal tersebut dikarenakan fitur, fungsi, dan tampilan AI yang cukup membantu dalam menunjang kegiatan dalam bidang-bidang tersebut. Namun dalam penggunaanya,<em>&nbsp;</em>AI juga dapat menjadi <em>boomerang</em>&nbsp;untuk diri sendiri. Hal tersebut terjadi apabila penggunaan AI secara berlebihan dalam kehidupan sehari-hari. Dampak dari penggunaan AI bisa bersifat positif ataupun negatif tergantung pada bagaimana cara kita memanfaatkannya.</p>



<p>Ahmad Juniar selaku dosen Prodi Sistem Informasi Industri Otomotif (SIIO), mengatakan bahwa penggunaan<em>&nbsp;</em>AI sangat membantu dalam proses kegiatan mengajar seperti mencari materi, membuat soal, dan mencari jawaban. Namun, ia juga menegaskan bahwasannya AI digunakan hanya sebagai pendukung, “Sebenarnya saya paham ini langkah-langkahnya atau tahapan besarnya seperti ini. Tapi daripada saya lelah saya meminta AI untuk men-<em>generate</em>&nbsp;solusi itu, khususnya untuk hal-hal yang sifatnya darurat ya harus cepat, saya minta bantuan AI,” ungkapnya. Menurutnya, penggunaan AI yang berlebihan tidak memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja otak, AI justru dapat meningkatkan produktifitas namun otak juga dapat bekerja dengan lebih santai.&nbsp;</p>



<p>Berbeda halnya dengan pandangan seorang desainer grafis yang menilai penggunaan AI secara berlebihan justru membuat kinerja otak menjadi lebih malas. Hal tersebut dikarenakan fitur-fitur AI memudahkan pekerjaan membuat seseorang tidak mengasah keterampilannya. Ia juga mencontohkan fitur penghapus background yang kini sangat instan. “Untuk penggunaan dalam desain sebenarnya itu fungsinya sebagai <em>tool</em>&nbsp;bukan sebagai <em>main source</em>. AI itu sebenarnya fungsinya untuk membantu kinerja desain grafis agar lebih cepat, cuman mungkin sekarang orang-orang salah kaprah, jadi memikirkan bahwa AI itu menjadi <em>main source</em>&nbsp;bukan sebagai <em>tool,</em>” ujarnya.</p>



<p>Pada dasarnya, baik buruknya penggunaan AI kembali kepada pribadi masing-masing. Seperti halnya yang disampaikan Ahmad Juniar selalu dosen, AI dapat diibaratkan seperti pisau, apabila digunakan sesuai fungsinya maka akan membuahkan hasil yang baik, namun apabila tidak digunakan semestinya akan membuahkan hasil yang kurang baik. Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, termasuk otomatisasi yang mulai menggantikan peran manusia, penting bagi kita untuk menerapkan etika dalam penggunaan AI. Otak yang cerdas dan bijak tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi era digital ini.</p>



<p><strong>Penulis : Amira Najla Hartini<br>Editor : Sheillomitha Salsa Nabila Putri J.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/ai-vs-otak-jadi-lebih-pintar-atau-lebih-malas/">AI vs Otak: Jadi Lebih Pintar atau Lebih Malas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/ai-vs-otak-jadi-lebih-pintar-atau-lebih-malas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inovasi Teknologi yang Mengubah Dunia Literasi</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/inovasi-teknologi-yang-mengubah-dunia-literasi/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/inovasi-teknologi-yang-mengubah-dunia-literasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Mar 2025 14:36:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<category><![CDATA[literasi-digital]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=1950</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Perkembangan teknologi digital mengubah cara masyarakat mengakses informasi. Literasi kini tidak hanya sebatas  membaca, tetapi juga memilah informasi agar terhindar dari hoaks dan</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/inovasi-teknologi-yang-mengubah-dunia-literasi/">Inovasi Teknologi yang Mengubah Dunia Literasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Perkembangan teknologi digital mengubah cara masyarakat mengakses informasi. Literasi kini tidak hanya sebatas  membaca, tetapi juga memilah informasi agar terhindar dari hoaks dan misinformasi di era digital</em>.</p>



<p>Internet mulai dikenal&nbsp;di Indonesia sejak tahun 90-an. Dalam wawancara bersama Fifi Lailasari Hadianastuti, S.Kom., M.Kes., selaku Kepala Perpustakaan Politeknik STMI Jakarta, beliau menjelaskan perubahan literasi di era digital. Sebelumnya,&nbsp;buku fisik menjadi media utama untuk membaca, sedangkan sekarang aktivitas membaca banyak dilakukan dalam bentuk digital. Di era sebelum digital, akses terhadap buku sulit terutama di daerah terpencil sehingga buku sangat dihargai.&nbsp;Sementara itu, &nbsp;di perkotaan, kemudahan akses terhadap buku terkadang membuat masyarakat kurang menghargainya.</p>



<p>Dalam wawancara dengan Mulia Sabina, mahasiswa program studi Administrasi Bisnis Otomotif di Politeknik STMI Jakarta, berpendapat bahwa era digital membawa perubahan besar dalam akses informasi, yang sebelumnya terbatas pada media cetak seperti buku dan majalah. Kini, informasi dapat diakses dengan mudah melalui perangkat seperti <em>smartphone</em>&nbsp;tanpa perlu berlangganan. Dengan adanya platform digital ini, semua orang dapat membaca buku apa pun&nbsp;yang mereka inginkan, kapan saja, di mana saja, selama memiliki akses ke internet.</p>



<p>Meski menawarkan kemudahan, penting untuk memanfaatkan teknologi secara bijak agar dapat mendukung berbagai aspek kehidupan. Perubahan ini membawa dampak, di&nbsp;mana tidak hanya memahami isi informasi, tetapi juga&nbsp;memilah informasi hoaks<em>,</em>&nbsp;serta menghindari misinformasi. Setiap pembaca perlu benar-benar teliti, bahkan gambar pun perlu dicari tahu keasliannya.</p>



<p>Teknologi baca digital, seperti aplikasi dan situs web dengan beragam pilihan memungkinkan pengguna memilih konten sesuai kebutuhan. Hal ini dapat menjadi pemicu peningkatan minat baca. Aplikasi pembelajaran&nbsp;seperti Duolingo&nbsp;memanfaatkan <em>AI</em>&nbsp;untuk menyesuaikan materi dengan kemampuan dan kebutuhan pengguna, sehingga mempermudah proses belajar bahasa. Selain itu, aplikasi seperti Grammarly membantu meningkatkan literasi dengan memeriksa tata bahasa secara otomatis.</p>



<p>Penggunaan kecerdasan buatan (<em>AI</em>) dalam penulisan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. <em>AI</em>&nbsp;membantu penulis dengan menghasilkan teks otomatis, melakukan pengeditan, serta koreksi. Alat seperti Grammarly dan ChatGPT mempermudah perbaikan tata bahasa, penyusunan draf, dan pemberian saran untuk meningkatkan kualitas tulisan. Selain itu, <em>AI </em>juga bermanfaat dalam penulisan ilmiah seperti untuk analisis data, deteksi plagiarisme, dan pengelolaan referensi. Meskipun terdapat tantangan terkait orisinalitas dan pemikiran kritis, potensi <em>AI</em>&nbsp;dalam mempercepat proses penulisan menjadikannya alat yang sangat berharga.</p>



<p>Salah satu tantangan utama di era digital adalah kebiasaan melihat TikTok yang dianggap kontradiktif, karena menyajikan informasi secara sepotong-sepotong dan&nbsp;berpotensi menurunkan literasi. Selain itu, fenomena mahasiswa yang hanya mengutip&nbsp;daftar pustaka dari jurnal tanpa membaca buku secara utuh juga menjadi perhatian.</p>



<p>Untuk menghadapi tantangan ini&nbsp;diperlukan strategi adaptasi,&nbsp;selain&nbsp;harus menerima perubahan, kita juga harus kritis dalam menyaring informasi. Edukasi memegang peranan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi digital, serta kemampuan untuk memilah informasi yang valid dan terpercaya. Seperti halnya&nbsp;berselancar di internet, kita harus bisa menjaga keseimbangan, mengambil yang dibutuhkan, dan mengabaikan yang tidak dibutuhkan.</p>



<p><strong>Penulis : Sheillomitha Salsa Nabila Putri Jofanala<br>Editor : Muhammad Nur Ikhsan</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/inovasi-teknologi-yang-mengubah-dunia-literasi/">Inovasi Teknologi yang Mengubah Dunia Literasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/inovasi-teknologi-yang-mengubah-dunia-literasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
