Networking sebagai Jembatan Career Pivot Mahasiswa

lpmindustria.com – Melakukan career pivot membuat mahasiswa menghadapi kesenjangan keterampilan dan persaingan dengan lulusan berlatar belakang linier. Networking menjadi salah satu cara untuk mengenal bidang dan peluang karier baru.

Perubahan bidang pekerjaan dapat menimbulkan masalah teknis, terutama bagi mahasiswa dengan latar belakang pendidikan yang tidak linier dengan bidang yang dituju. Perbedaan keterampilan dapat menjadi hambatan ketika kandidat tidak memiliki portofolio yang relevan untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Rahmat Adi Putra, seorang praktisi HR, menjelaskan bahwa pelamar lintas jurusan menghadapi kesenjangan keterampilan teknis sejak tahap awal rekrutmen. Kondisi tersebut dapat membuat berkas pendaftaran tersaring secara otomatis karena tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan atau kompetensi yang dibutuhkan.

Selain tantangan teknis, mahasiswa yang melakukan career pivot juga menghadapi tantangan psikologis, seperti sindrom impostor. Bersaing dengan lulusan berlatar belakang pendidikan linier sering kali menimbulkan rasa tidak percaya diri bagi mereka yang melakukan career pivot. Mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam mengartikulasi keterampilan dari jurusan asal, seperti critical thinking, analisis, dan komunikasi agar relevan dan transferable di industri sosial, “Mahasiswa sering mengalami kesulitan mengartikulasi bagaimana keterampilan dari jurusan asal seperti critical thinking, analisis, komunikasi secara relevan, dan transferable di industri sosial,” tegas Rahmat. Meskipun kemampuan analisis dan komunikasi dari berbagai latar belakang pendidikan tetap dapat diterapkan di dunia kerja, pemahaman tersebut penting untuk membantu meningkatkan keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan dirinya.

Kondisi tersebut juga dialami Ammar sebagai mahasiswa yang melakukan career pivot. Untuk memahami bidang pekerjaan yang dituju, mahasiswa harus belajar secara mandiri, “Bagi saya, tantangan tersebut justru menjadi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan,” ucap Ammar. Keberaniannya untuk keluar dari zona nyaman membantunya beradaptasi dengan cepat. Semangat untuk terus belajar juga menjadi hal penting dalam menghadapi perbedaan jurusan kuliah dengan bidang karier yang dituju.

Networking menjadi salah satu cara untuk membuka peluang kerja bagi mahasiswa yang melakukan career pivot. Jaringan profesional dapat membuka akses ke hidden job market serta informasi dan peluang yang tidak selalu tersedia melalui jalur rekrutmen umum. Rahmat mengatakan bahwa referral dari profesional di bidang yang dituju dapat membantu berkas pendaftaran melewati tahap screening awal HR. Tahapan tersebut berpotensi mendiskualifikasi kandidat secara otomatis karena ketidaksesuaian latar belakang pendidikan. Ammar menambahkan, “Networking dapat membantu saya untuk mencari wawasan langsung dari para praktisi senior.”

Strategi yang tepat dan implementasi berkelanjutan diperlukan dalam membangun relasi profesional. Mahasiswa disarankan mengoptimalkan profil profesional melalui platform jejaring profesional. Pendekatan informational interview berbasis rasa ingin tahu juga memungkinkan fleksibilitas dalam membangun komunikasi dengan profesional di bidang yang dituju. Rahmat menyarankan mahasiswa untuk terlibat aktif dalam komunitas, acara industri, kegiatan profesional, serta membangun hubungan dengan alumni dari kampus. Langkah-langkah tersebut dapat membantu mahasiswa memperoleh informasi dan memahami tentang dinamika kerja yang lebih nyata. 

Keberhasilan dalam perpindahan jalur karier membutuhkan keberanian untuk mengambil langkah awal. Mahasiswa perlu terus meningkatkan keterampilan teknis mereka sekaligus memperluas jaringan profesional yang relevan dengan bidang yang dituju. Perpaduan antara keterampilan dan jaringan yang kuat dapat membantu mahasiswa menemukan peluang pekerjaan serta beradaptasi di bidang baru. Dengan strategi yang tepat dan konsisten, career pivot dapat dilakukan secara lebih terarah dan mendukung perkembangan karier.

Penulis: Syahida Uswatun Hasanah
Editor: Zilvi Aulia Yasmin

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *