DMS Jadi Bekal Mahasiswa Otomotif Menghadapi Dunia Kerja

lpmindustria.com – Memahami operasional dealer menjadi salah satu bekal mahasiswa otomotif sebelum memasuki dunia kerja. Pengenalan Dealer Management System (DMS) membantu mahasiswa memahami sistem yang digunakan dalam operasional dealer.

Memahami cara kerja dealer menjadi salah satu bekal bagi mahasiswa otomotif terutama jurusan Administrasi Bisnis Otomotif sebelum memasuki dunia kerja. Pengetahuan tersebut tidak hanya diperoleh melalui teori mengenai proses bisnis. Mahasiswa juga dikenalkan dengan sistem yang digunakan dalam operasional dealer. Salah satunya melalui Dealer Management System (DMS) yang menghubungkan berbagai bagian dealer.

Pemahaman mengenai sistem operasional dealer membantu mahasiswa mengenali kondisi kerja. Menurut Maya Aulia Saputri, dosen mata kuliah Dealer Management System, mahasiswa perlu mengenal sistem operasional dealer sejak perkuliahan. Pemahaman tersebut dapat memberikan gambaran mengenai operasional dealer sebelum mahasiswa memasuki dunia kerja, “Jadi ketika masuk dunia kerja itu tidak benar-benar nol pengetahuannya tentang operasional sebuah dealer,” ujarnya.

Pentingnya pengenalan tersebut turut dirasakan oleh Geby Posenti, mahasiswa ABO. Ia mengaku awalnya mengira proses operasional dealer masih banyak dilakukan secara manual. Namun setelah mengenal DMS, pandangan Geby mulai berubah mengenai sistem operasional dealer. Dalam sistem terintegrasi ini berbagai data dapat saling terhubung. Data tersebut mencakup pelanggan, stok, transaksi, hingga laporan keuangan. Integrasi tersebut membuat informasi dalam operasional dealer dapat saling terhubung. 

Pengenalan DMS sejak perkuliahan dinilai dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai operasional dealer. Selain itu, hal serupa disampaikan Zahrah Al Mughni, mahasiswa ABO. Menurutnya, DMS memberikan gambaran mengenai sistem yang digunakan dalam operasional dealer, “Dengan dikenalkannya DMS sejak di kuliah, sehingga mahasiswa ini tidak hanya memahami teori tetapi juga memiliki gambaran mengenai sistem yang digunakan dalam operasional dealer itu bagaimana dan seperti apa,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa pengenalan tersebut dapat membantu mahasiswa memahami kondisi operasional sebelum memasuki industri.

Pemahaman mengenai DMS juga memperluas kompetensi yang perlu dimiliki mahasiswa otomotif. Menurut Yusuf Yuan Netradino, mahasiswa ABO, mahasiswa tidak cukup hanya memahami bagian teknis kendaraan. Mereka juga perlu mengetahui cara kerja sistem manajemen dalam industri. Pemahaman tersebut dapat mengurangi rasa ketidaksiapan ketika memasuki dunia kerja.

Hal lain yang perlu dipahami adalah alur kerja dealer dari awal hingga akhir. Menurut Najwa Qonita Jauharah Prasetyo, belajar DMS dapat membantu memahami alur tersebut. Prosesnya mencakup beberapa bagian dalam operasional dealer, mulai dari pengadaan hingga konsumen, “Dari awal purchasing, kemudian masuk ke warehouse, sampai bisa ke tangan konsumen,” ujarnya.

Pemahaman DMS juga tidak cukup hanya melalui teori perkuliahan. Najwa menilai mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan sistem secara langsung. Ia melihat praktik dapat membantu mahasiswa memahami cara kerja DMS dengan lebih jelas. Pengalaman tersebut dapat memberikan gambaran mengenai penggunaan DMS dalam kondisi kerja yang sebenarnya.

Penulis: Muhammad Nur Ikhsan
Editor: Amira Najla Hartini

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *