Politeknik STMI Jakarta Dorong Pembinaan Usaha Melalui Inkubator Bisnis

lpmindustria.com – Unit Inkubator Bisnis Politeknik STMI Jakarta menjadi wadah pembinaan yang menyediakan pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi kesiapan tenant sebelum dilepas menjadi startup

Inkubator Bisnis (Inbis) merupakan unit di Politeknik STMI Jakarta yang dibuat berdasarkan program kerja dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk pendampingan startup maupun usaha yang sudah berjalan supaya mereka dapat berkembang. Unit ini berfokus membina para tenant agar menjadi wirausaha baru dan memberikan pelatihan public speaking untuk para tenant, “Kegiatan Inkubator Bisnis dimulai dari persiapan merekrut tenant baru, setelah itu mereka akan masuk ke masa inkubasi, lalu akan kami lakukan pelatihan dan pendampingan. Kemudian kalau kami evaluasi mereka sudah siap untuk dilepas menjadi startup, mereka akan kami lepas,” ujar Irma Agustiningsih selaku ketua unit inkubator bisnis. Program Inbis telah berjalan pada tahun-tahun sebelumnya dan terlaksana melalui kerja sama dengan Balai Diklat Industri Jakarta dan IKMA Kemenperin. Pembukaan program dilaksanakan di Politeknik STMI Jakarta, sedangkan pelatihannya dilakukan di Balai Diklat Industri Jakarta. Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari sembilan modul penting yang berkaitan dengan proses bisnis.

Pendaftaran tenant diperuntukkan bagi alumni Politeknik STMI Jakarta dan masyarakat umum, sedangkan mahasiswa aktif belum diperbolehkan mendaftar sesuai dengan aturan dari Kementerian. Tahun ini, kegiatan diikuti oleh 22 peserta dari 13 tenant dan melibatkan mahasiswa Teknologi Rekayasa Otomotif (TRO) dalam pelaksanaannya. Hari pertama diisi dengan materi seputar Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, dan materi pendampingan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HaKI). Pada hari kedua, terdapat talkshow bersama enam tenant mengenai bagaimana mereka merilis dan membangun usahanya. Selain itu, terdapat pula pameran bagi produk tenant di aula lantai tujuh berupa bazar makanan, serta bengkel perbaikan motor yang dikelola mahasiswa TRO.

Acara Inkubator Bisnis memberikan kuota kepada lima tenant dalam pendampingan pendaftaran NIB dan merek HaKI, serta lima kuota untuk sertifikasi halal untuk melegalisasi usaha. Melalui program ini peserta memperoleh pengetahuan khususnya terkait legalitas usaha, “Pastinya kita tambah pengetahuan dalam hal proses menjalankan bisnis khususnya legalitas usaha, pastinya kita juga akan memakai itu untuk usaha kita,” ujar Andi Yulianita sebagai peserta dari tenant Rekaloka.

Melalui Inbis, para peserta tenant diharapkan memahami secara menyeluruh proses pendirian dan legalisasi usaha secara mendalam. Legalisasi usaha penting karena melindungi merek dagang, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan membuka akses terhadap pelatihan maupun bazar kewirausahaan. Kerjasama yang terjalin dengan KT&G diharapkan dapat terus mendukung keberlanjutan program Inbis. Unit Inkubator Bisnis memiliki rencana untuk berkolaborasi dalam memfasilitasi izin bagi mahasiswa dalam mendaftarkan bisnisnya menjadi tenant. Rencana keberlanjutan program ini dimulai dari pengajuan proposal kerjasama, melalui langkah ini diharapkan akan lahir lebih banyak startup dan usaha baru sesuai dengan program Kemenperin dan pemerintah.

Penulis : Sheillomita Salsa Nabila P. J.
Editor : Muhammad Nur Ikhsan

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *