Visi dan Misi Serta Harapan Duta Kampus Politeknik STMI Jakarta

lpmindustria.com – Terpilih sebagai duta kampus bukan sekadar kebanggaan, tetapi amanah untuk membawa nama baik kampus. Gelar ini kini diemban oleh Muhammad Albahru Perdanakasih dan Aida Rosita setelah menonjol dalam proses seleksi.

Alba dan Aida sebagai duta kampus  terpilih memiliki pandangan yang jelas mengenai peran yang mereka emban. Visi dan misi keduanya menjadi dasar penting dalam menjalankan amanah tersebut. Dari sinilah terlihat bagaimana mereka ingin memberi kontribusi lebih bagi mahasiswa dan Kampus Politeknik STMI Jakarta. Alba memiliki visi menjadi duta kampus yang inspiratif, berintegritas, dan berdedikasi bagi Politeknik STMI Jakarta. Ia ingin berperan sebagai penghubung antara mahasiswa, akademisi, dan masyarakat melalui komunikasi yang efektif dan aspiratif, “Saya bertekad menjadi teladan dengan menunjukkan prestasi, sikap, dan integritas yang konsisten,” ujarnya. Selain itu, ia berkomitmen menginisiasi program pengembangan diri mahasiswa serta mempromosikan citra positif kampus di berbagai kesempatan.

Aida memiliki visi menjadikan duta kampus sebagai wajah inspiratif mahasiswa vokasi yang profesional, berintegritas, dan siap bersaing di era global. Ia ingin sumber daya manusia STMI dikenal bukan hanya melalui bidang otomotif dan manajemen industri, tetapi juga melalui kualitas dan karakter mahasiswanya, “Saya ingin STMI lebih dikenal dan diingat sebagai kampus vokasi dengan SDM unggul,” ujarnya. Melalui kegiatan positif, pengembangan soft skill, serta keseimbangan akademik dan non-akademik, Aida bertekad memperkuat citra kampus di lingkungan masyarakat luas.

Penilaian dalam ajang ini terbagi ke dalam dua sesi utama. Dua sesi tersebut yaitu pengenalan dan tanya jawab, “Public speaking sudah pasti penting, tapi yang lebih utama adalah konten yang disampaikan, program yang akan dilakukan, dan relevansinya dengan STMI sebagai perguruan tinggi vokasi,” ungkap Fitra Aprilindo Sase sebagai salah satu juri. Ia menambahkan bahwa cara menjawab, pengelolaan waktu, dan kepercayaan diri juga menjadi aspek penting. Penilaian pun dilakukan independen oleh masing-masing juri. Berdasarkan hasil penilaian, Alba dianggap unggul karena konsistensi dan ketenangan dalam menjawab pertanyaan. Sementara itu, Aida dinilai menonjol melalui keberanian menggunakan bahasa Inggris, visi yang luas, dan teknik penyampaian pidato yang baik. Fitra menyampaikan penilaian bahwa keduanya memang menonjol dibandingkan peserta lain, hal itu berdasarkan akumulasi nilai dan akhirnya berhasil menempati posisi teratas.

Fitra juga menyampaikan harapannya agar Alba dan Aida mampu menjadi role model bagi mahasiswa lain. Ia menekankan pentingnya peran keduanya, “Mereka harus bisa jadi inspirasi, menunjukkan bahwa kuliah bukan hanya sekadar pulang-pergi, tapi juga ikut kegiatan, menambah kompetensi, dan menularkan semangat positif,” ungkapnya. Harapannya, keberadaan duta kampus benar-benar dapat memberikan dampak nyata dan mendorong mahasiswa lain untuk ikut berprestasi. Visi, misi, serta harapan yang disampaikan menjadi dasar penting bagi perjalanan Alba dan Aida sebagai duta kampus. Bukan hanya membawa nama baik pribadi, mereka juga memikul tanggung jawab untuk mengangkat citra almamater. Dengan semangat yang mereka tunjukkan, keduanya layak menjadi duta kampus Politeknik STMI Jakarta. Kehadiran mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain.

Penulis : Laras Endah Hapsari
Editor : Lifa Ansyaresti S.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *