<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>industri Arsip - LPM Industria</title>
	<atom:link href="https://lpmindustria.com/tag/industri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lpmindustria.com/tag/industri/</link>
	<description>Intelek dan Berbudaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 Mar 2026 05:54:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://lpmindustria.com/lpmindustria/wp-content/uploads/2025/03/logo_industria-150x150.png</url>
	<title>industri Arsip - LPM Industria</title>
	<link>https://lpmindustria.com/tag/industri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berbagai Merek Kendaraan Listrik Hadir di Indonesia, Berpeluang namun juga Menghadapi Tantangan</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/berbagai-merek-kendaraan-listrik-hadir-di-indonesia-berpeluang-namun-juga-menghadapi-tantangan/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/berbagai-merek-kendaraan-listrik-hadir-di-indonesia-berpeluang-namun-juga-menghadapi-tantangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Mar 2026 05:54:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[kendaraan-listrik]]></category>
		<category><![CDATA[peluang-tantangan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2103</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Dukungan regulasi dan pengembangan ekosistem oleh pemerintah mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, namun tantangan implementasi masih dihadapi industri dan konsumen.</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/berbagai-merek-kendaraan-listrik-hadir-di-indonesia-berpeluang-namun-juga-menghadapi-tantangan/">Berbagai Merek Kendaraan Listrik Hadir di Indonesia, Berpeluang namun juga Menghadapi Tantangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Dukungan regulasi dan pengembangan ekosistem oleh pemerintah mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia, namun tantangan implementasi masih dihadapi industri dan konsumen.</em></p>



<p>Masuknya berbagai merek mobil listrik ke Indonesia menunjukkan semakin kompetitifnya pasar kendaraan listrik. Sejumlah merek, seperti BYD, Wuling, Hyundai, AION, MG, Chery, Jaecoo, Geely, Denza, dan Citroen menghadirkan beragam pilihan bagi konsumen. Ajang pameran otomotif, seperti <em>Gaikindo Indonesia International Auto Show</em> (GIIAS), dan <em>Indonesia International Motor Show</em> (IIMS) menjadi momentum produsen memperkenalkan inovasi teknologi sekaligus meningkatkan minat masyarakat. Percepatan adopsi kendaraan listrik turut didorong oleh kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2023 tentang percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai sebagai perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.&nbsp;</p>



<p>Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga berkomitmen mempercepat ekosistem kendaraan listrik melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 24.K/TL.01/MEM.L/2025 tentang rencana pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk periode 2025 hingga 2030. SPKLU direncanakan didistribusikan lebih merata dengan penambahan yang tidak hanya terpusat di kota besar, “Cadangan daya listrik nasional mencapai lebih dari 10.400 MW, lima persen di antaranya digunakan untuk kebutuhan SPKLU. Jadi, sistem kelistrikan kita sangat siap mendukung ekosistem kendaraan listrik,” ujar Rudiana Nurhadian sebagai Vice President Perencanaan dan Strategi Pengembangan Produk Niaga PT PLN.</p>



<p>Di tengah masuknya kendaraan listrik dari berbagai negara, industri otomotif dalam negeri juga mulai bersaing di pasar global. Hal tersebut ditandai dengan hadirnya mobil listrik G3 dan G3+ dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40% oleh perusahaan domestik Polytron, “Dengan semakin tingginya nilai TKDN pada produk kendaraan listrik, tentu kita dapat mengurangi ketergantungan kita terhadap barang-barang impor, serta mengoptimalkan potensi industri manufaktur di Indonesia,” ungkap Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam pasar kendaraan listrik, baik domestik maupun global.</p>



<p>Berdasarkan data Gaikindo, penerimaan kendaraan listrik di Indonesia mencapai 55.225 unit pada periode Juni hingga September 2025. Tren peningkatan tersebut dinilai sulit terulang pada 2026, “Tampaknya, pertumbuhan industri <em>electric&nbsp;vehicle</em> (EV) di tahun 2026 tidak akan semasif lonjakan di akhir 2025. Apalagi jika skema insentif fiskal berbasis impor mulai dikurangi dan diarahkan hanya ke produksi lokal,” ujar pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus. Kondisi tersebut dipengaruhi potensi kenaikan harga b<em>attery electric vehicle</em> (BEV) yang berpotensi menghantam <em>middle class</em> yang sangat sensitif harga ditengah ekonomi makro yang belum akselerasi.</p>



<p>Meski pertumbuhan kendaraan listrik meningkat pada 2025, implementasinya masih menghadapi tantangan. Produksi EV membutuhkan modal besar sehingga banyak produsen kesulitan menutupi biaya serta risiko pengembangannya. Harga kendaraan listrik yang relatif lebih mahal dibandingkan mobil konvensional masih menjadi pertimbangan utama bagi konsumen. Selain itu, infrastruktur pengisian daya yang belum merata menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.</p>



<p>Menurut Rifkie Setiawan selaku Kepala <em>Brand</em> Chery Sales Indonesia, penggunaan kendaraan listrik masih terkonsentrasi di wilayah Jabodetabek dan kota besar, sehingga edukasi masyarakat penting untuk memperluas pemahaman.  Perusahaan mendorong strategi penyediaan berbagai pilihan <em>powertrain</em> (mesin), baik <em>hybrid</em> maupun listrik murni, sebagai upaya meningkatkan adopsi kendaraan listrik terutama di daerah yang belum terjangkau. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan adopsi kendaraan listrik secara merata di Indonesia.</p>



<p><strong>Penulis : Nandra Ayu Saputri<br>Editor : Muhammad Nur Ikhsan</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/berbagai-merek-kendaraan-listrik-hadir-di-indonesia-berpeluang-namun-juga-menghadapi-tantangan/">Berbagai Merek Kendaraan Listrik Hadir di Indonesia, Berpeluang namun juga Menghadapi Tantangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/berbagai-merek-kendaraan-listrik-hadir-di-indonesia-berpeluang-namun-juga-menghadapi-tantangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>REACTOR : Lomba Teknologi-Industri Pertama Tingkat Nasional yang diselenggarakan Politeknik STMI Jakarta</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/reactor-lomba-teknologi-industri-pertama-tingkat-nasional-yang-diselenggarakan-politeknik-stmi-jakarta/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/reactor-lomba-teknologi-industri-pertama-tingkat-nasional-yang-diselenggarakan-politeknik-stmi-jakarta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 04:50:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[art]]></category>
		<category><![CDATA[coding]]></category>
		<category><![CDATA[esports]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[lomba-nasional]]></category>
		<category><![CDATA[lomba-teknologi-industri]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[perlombaan]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[reactor]]></category>
		<category><![CDATA[robotics]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2080</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; REACTOR merupakan lomba nasional tingkat SMA/SMK/MA Sederajat serta tingkat Perguruan Tinggi dengan tema Robotics, Esports, Art, Code, Technology, Online Business, And Revolution.</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/reactor-lomba-teknologi-industri-pertama-tingkat-nasional-yang-diselenggarakan-politeknik-stmi-jakarta/">REACTOR : Lomba Teknologi-Industri Pertama Tingkat Nasional yang diselenggarakan Politeknik STMI Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>REACTOR merupakan lomba nasional tingkat SMA/SMK/MA Sederajat serta tingkat Perguruan Tinggi dengan tema Robotics, Esports, Art, Code, Technology, Online Business, And Revolution.</em></p>



<p>Politeknik STMI Jakarta menghadirkan REACTOR, sebuah kompetisi tingkat nasional yang membuka ruang kolaborasi, kreativitas, dan inovasi di bidang teknologi dan industri. Konsep REACTOR berawal dari diskusi antara dosen dan mahasiswa yang menyoroti belum adanya kompetisi di STMI yang relevan dengan perkembangan era digital. Dari diskusi tersebut, lahirlah ide untuk menciptakan ajang yang mendukung transformasi digital 4.0, sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa maupun pelajar tingkat nasional dalam menunjukkan kemampuan mereka di bidang teknologi, robotika, desain, dan <em>e-sport</em>.</p>



<p>Pelaksanaan REACTOR dibagi menjadi dua metode pelaksanaan, yaitu <em>offline</em> dan <em>online</em> yang&nbsp; dimulai pada 25 November 2025. <em>Timeline</em> masing-masing perlombaan berbeda, pada lomba Hackathon dan Mobile Legend dilakukan tahap penyisihan secara <em>online</em> dan 19 Desember dilakukan penentuan tiga besar secara <em>offline</em>. Pada lomba Desain Poster, pengerjaan dilakukan setelah <em>technical meeting</em> dan diumumkan pemenangnya melalui instagram resmi REACTOR dan puncak acara. Sementara itu, lomba Line Follower dilaksanakan langsung secara <em>offline</em> pada tanggal&nbsp; 19 Desember. Puncak acara dilaksanakan pada 20 Desember 2025 melalui seremoni penyerahan hadiah kepada para pemenang dari seluruh kategori lomba.&nbsp;</p>



<p>Keberhasilan penyelenggaraan acara ini tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk panitia dan mendapat bimbingan langsung dari dosen pembina yaitu Febry P.J. Sibuea. Proses perekrutan panitia dilakukan melalui pendekatan personal, “Awalnya dengan pendekatan mengajak ketua dari tiap himpunan dan UKM dengan menanyakan ada tidak anggotanya yang ingin ikut berpartisipasi sebagai panitia dalam <em>event</em> ini, selain itu juga kami mengajak mahasiswa yang tidak ikut himpunan ataupun UKM, namun berminat untuk <em>join</em> kepanitian,” ujar Mayla selaku ketua pelaksana. Meskipun tidak membuka rekrutmen secara resmi, jumlah pendaftar sudah memenuhi kebutuhan panitia.&nbsp;</p>



<p>Kesuksesan acara tentunya tidak lepas juga dari antusiasme para peserta. Salah satunya adalah Arya, mahasiswa Sistem Informasi Industri Otomotif angkatan 2024 yang mengikuti lomba Hackathon. Keikutsertaannya bertujuan untuk mengasah kembali kemampuan <em>coding</em> yang sudah lama tidak digunakan dan persiapan untuk semester selanjutnya, “Saya lulusan SMK Rekayasa Perangkat Lunak, itu kan ibaratnya udah lama tidak <em>coding </em>atau latihan lagi, jadi Hackathon ini beri saya kesempatan untuk latihan atau mengulas yang dulu sudah pelajari,” ujar Arya. Dalam mengikuti lomba tersebut, Arya bersama timnya menyusun konsep aplikasi pemantauan wajah untuk keselamatan berkendara.&nbsp;</p>



<p>Dalam acara puncak, panitia mengumumkan para pemenang dari setiap cabang lomba REACTOR. Juara satu pada lomba Hackathon diraih oleh Tim 7<strong> </strong>Himalees, lomba Line Follower dimenangkan oleh Tim STMI Satu, dan lomba Desain Poster diraih oleh Nandra Ayu Saputri. Tim 7 Himalees turut menyampaikan kesan dan pesan mereka terhadap pelaksanaan REACTOR, “Sejauh ini acara ini sangat seru bagi kami. Sebagai angkatan 2022, kami belum pernah merasakan adanya acara sebesar ini di STMI, sehingga kesannya sangat menyenangkan dan membuat kami antusias,” ujar Yusuf sebagai anggota tim. Haidar sebagai salah satu anggota tim tersebut juga menambahkan, “Kesan yang saya rasakan sangat menarik, terutama sebagai mahasiswa semester akhir. Sebelum lulus, saya mendapatkan pengalaman baru dan alhamdulillah berhasil meraih juara,” ungkapnya.<br><br>Arya sebagai peserta berharap bahwa REACTOR dapat menjadi wadah pertemuan peserta dari berbagai daerah untuk saling belajar dan berbagi inovasi. Sementara itu, Mayla sebagai ketua pelaksana berharap agar REACTOR dapat menjadi acara berkelanjutan yang mampu meningkatkan <em>branding</em> Politeknik STMI Jakarta serta menjunjung sportivitas dan kualitas kompetisi.</p>



<p><strong>Penulis : Amira Najla Hartanti<br>Editor : Sheillomita Salsa Nabila P.J.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/reactor-lomba-teknologi-industri-pertama-tingkat-nasional-yang-diselenggarakan-politeknik-stmi-jakarta/">REACTOR : Lomba Teknologi-Industri Pertama Tingkat Nasional yang diselenggarakan Politeknik STMI Jakarta</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/reactor-lomba-teknologi-industri-pertama-tingkat-nasional-yang-diselenggarakan-politeknik-stmi-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Politeknik STMI Jakarta Siapkan Mahasiswa Hadapi Industri Masa Depan Melalui Pelatihan LeMMI 4.0</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/politeknik-stmi-jakarta-siapkan-mahasiswa-hadapi-industri-masa-depan-melalui-pelatihan-lemmi-4-0/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/politeknik-stmi-jakarta-siapkan-mahasiswa-hadapi-industri-masa-depan-melalui-pelatihan-lemmi-4-0/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 04:11:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[digital-manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[LeMMI 4.0]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2061</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Pelatihan LeMMI 4.0 menjadi jembatan nyata bagi mahasiswa Politeknik STMI Jakarta untuk mengasah keterampilan digital manufaktur, sekaligus menghubungkan pembelajaran di ruang kelas</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/politeknik-stmi-jakarta-siapkan-mahasiswa-hadapi-industri-masa-depan-melalui-pelatihan-lemmi-4-0/">Politeknik STMI Jakarta Siapkan Mahasiswa Hadapi Industri Masa Depan Melalui Pelatihan LeMMI 4.0</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211; </strong><em>Pelatihan LeMMI 4.0 menjadi jembatan nyata bagi mahasiswa Politeknik STMI Jakarta untuk mengasah keterampilan digital manufaktur, sekaligus menghubungkan pembelajaran di ruang kelas dengan kebutuhan dan tantangan yang relevan pada dunia industri modern.</em><strong></strong></p>



<p>Pelatihan <em>Lean Manufa</em>cturing Making Indonesia (<em>LeMMI</em>) 4.0 merupakan bentuk kolaborasi antara Kementerian Perindustrian Jepang <em>Ministry of Economy, Trade and Industry</em>&nbsp;(METI) dan lembaga yang ditunjuk yaitu <em>The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships</em>&nbsp;(AOTS), dengan Kementerian Perindustrian Indonesia yang diadakan setiap tahunnya. Program ini hadir sebagai dukungan terhadap inisiatif <em>Making Indonesia</em>&nbsp;4.0 dengan fokus pada peningkatan efisiensi produksi serta penguatan kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi dunia industri modern<strong>.</strong>&nbsp;&nbsp;Menurut Handoko Purwojatmiko, selaku salah satu pengajar pelatihan, mengungkapkan bahwa pelatihan tahun ini diselenggarakan di dua lokasi, yaitu PIDI dan Politeknik STMI Jakarta. Pelatihan untuk mahasiswa berlangsung selama sembilan hari dan berisi rangkaian materi serta praktik yang dirancang agar peserta dapat merasakan langsung suasana industri sebenarnya.<strong></strong></p>



<p>Tujuan utama pelatihan <em>LeMMI</em>&nbsp;4.0 adalah memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai dunia industri serta mempersiapkan mereka dalam menghadapi program prakerin. Mahasiswa yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat bertaraf Internasional sebagai nilai tambah ketika mengikuti seleksi magang di perusahaan besar. Handoko menekankan bahwa pelatihan ini juga membentuk mahasiswa yang siap kerja dan memiliki etos kerja tinggi, “Dari pelatihan <em>LeMMI</em>&nbsp;4.0 membuat mahasiswa mampu untuk mengasah kemampuan berpikir kritis di waktu dan masa yang singkat, selain itu juga melatih <em>public speaking</em>&nbsp;karena setelah mengerjakan latihan atau soal, kita dituntut untuk presentasi didepan pemateri ataupun dosen dan pengerjaan di bawah tekanan waktu,” ujar Jubair menyampaikan pendapatnya sebagai salah satu mahasiswa pelatihan.</p>



<p>Materi yang diajarkan meliputi <em>Lean Monozukuri</em>, <em>Lean Manufacturing</em>, <em>Lean Maintenance</em>, <em>IoT</em>, dan <em>Digital Lean Manufacturing</em>. Dari sisi materi, pelatihan LeMMI 4.0 tidak mengalami banyak perubahan dari pelatihan LeMMI 4.0 pada tahun &nbsp;sebelumnya. Perbedaan tahun ini terletak pada tidak adanya perwakilan Jepang sebagai <em>observer</em>. Oleh karena itu, sebagai gantinya, Harsono dari IAIPD hadir berperan mengawasi jalannya pelatihan. Selain itu, peserta tahun ini tidak hanya dari program studi Teknik Industri Otomotif (TIO) Dan Teknik Rekayasa Otomotif (TRO). Namun, pelatihan tahun ini juga diikuti oleh mahasiswa dari program studi Sistem Informasi Industri Otomotif (SIIO), Administrasi Bisnis Otomotif (ABO), dan Teknik Kimia Polimer (TKP), sehingga semua program studi dapat merasakan pelatihan <em>LeMMI</em>&nbsp;4.0, serta dapat menerapkan ilmu yang didapat pada dunia industri kedepannya.<strong></strong></p>



<p>Pihak kampus berharap pelatihan ini dapat menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebelum Prakerin dan menjadi tenaga kerja yang siap di dunia industri. Mahasiswa diharapkan mampu menguasai teori dan praktik industri serta membawa nilai-nilai budaya kerja Jepang ke dalam industri, “Mahasiswa yang sudah mengikuti pelatihan <em>LeMMI </em>4.0 ini punya nilai jual yang bagus seperti sertifikat bertaraf Internasional, <em>knowledge</em>, siap kerja<em> </em>dan juga lebih memahami budaya kerja Jepang seperti <em>just in time</em>.<em>”</em> Selain itu, Jubair merasa bahwa pelatihan ini menjadi sarana pematangan diri dan pembentukan karakter sebelum menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.</p>



<p><strong>Penulis : Ilham Julian H.</strong><br><strong>Editor : Lifa Ansyaresti S.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/politeknik-stmi-jakarta-siapkan-mahasiswa-hadapi-industri-masa-depan-melalui-pelatihan-lemmi-4-0/">Politeknik STMI Jakarta Siapkan Mahasiswa Hadapi Industri Masa Depan Melalui Pelatihan LeMMI 4.0</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/politeknik-stmi-jakarta-siapkan-mahasiswa-hadapi-industri-masa-depan-melalui-pelatihan-lemmi-4-0/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Kecerdasan Buatan dan Dampaknya pada Industri Manufaktur di Indonesia</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/perkembangan-kecerdasan-buatan-dan-dampaknya-pada-industri-manufaktur-di-indonesia/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/perkembangan-kecerdasan-buatan-dan-dampaknya-pada-industri-manufaktur-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2025 06:49:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[artificial-intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan-buatan]]></category>
		<category><![CDATA[manufaktur]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=2044</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia terus dikembangkan dan diterapkan hingga saat ini. Tetapi dalam penerapannya masih terdapat kesulitan, terutama pada perusahaan yang</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/perkembangan-kecerdasan-buatan-dan-dampaknya-pada-industri-manufaktur-di-indonesia/">Perkembangan Kecerdasan Buatan dan Dampaknya pada Industri Manufaktur di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia terus dikembangkan dan diterapkan hingga saat ini. Tetapi dalam penerapannya masih terdapat kesulitan, terutama pada perusahaan yang memiliki jenis produk yang beragam.</em></p>



<p>Pemerintah menunjukkan komitmen untuk memperkuat industri nasional dengan meluncurkan <em>roadmap</em> “<em>Making Indonesia 4.0</em>” sejak 04 April 2018 dan hingga kini berbagai sektor industri terus berkembang untuk mewujudkan target tersebut. Penerapan Industri 4.0 diyakini membawa dampak besar dalam berbagai aspek, seperti produktivitas, efisiensi, dan inovasi. Namun, penerapannya hingga kini belum sepenuhnya merata dan masih dalam tahap berkembang di berbagai sektor.</p>



<p>Dalam penerapan Industri 4.0, kecerdasan buatan (AI) merupakan salah satu pilar penting yang kini mulai diterapkan di sejumlah perusahaan, “Pada perusahaan saya sudah mulai menerapkan kecerdasan buatan dan IoT (<em>Internet of Things</em>) berupa tangan robot yg dapat bekerja secara otomatis,” ujar Hikari selaku dosen di Politeknik STMI Jakarta yang membagikan pengalaman diperusahaannya. Namun, ia juga menambahkan bahwa penerapan AI tidaklah mudah, terlebih pada perusahaan yang memiliki banyak jenis produk. Hal itu disebabkan karena semakin banyak variasi produk yang dimiliki, semakin sulit pula melakukan perbaikan maupun menerapkan otomasi dalam proses produksinya. Begitupun sebaliknya, dengan jenis yang lebih sedikit dapat mempermudah <em>improvement </em>ataupun menerapkan otomasi dalam pembuatan produk tersebut.</p>



<p>Selain itu, penerapan Industri 4.0 juga memiliki dampak yang sangat signifikan terkhusus pada sisi produktivitas dan kualitas. Ia menjelaskan bahwa penggunaan AI dan IoT memungkinkan proses produksi lebih akurat dibandingkan tenaga manusia (<em>man power</em>) yang rentan mengalami <em>human error</em>.<em> </em>Oleh karena itu, masalah tersebut dapat diatasi dengan produk yang menggunakan mesin otomatis terutama yang berhubungan dengan IoT.</p>



<p>Meski membawa banyak manfaat, penerapan AI juga menghadirkan tantangan baru terutama pada peningkatan persaingan kerja akibat pergeseran kebutuhan tenaga manusia, “Dengan adanya AI, kita sebagai mahasiswa harus bisa beradaptasi dan memperdalam <em>skill </em>yang dibutuhkan, serta tidak membiarkan kita terpengaruh oleh AI. Jika kita bisa memanfaatkan AI dengan benar, maka akan menjadikan kita sebagai mahasiswa untuk mendapat ilmu dan <em>skill </em>yang lebih dibandingkan dengan yang tidak bisa beradaptasi dengan AI,” ujar Albani mengungkapkan pendapatnya sebagai mahasiswa.<br>Menanggapi kekhawatiran akan tergesernya peran manusia, Hikari menegaskan bahwa, masyarakat Indonesia terkhusus bagi mahasiswa harus siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini, karena dengan adanya teknologi tersebut dapat membuka peluang pekerjaan baru, seperti <em>robotic engineering</em> ataupun <em>data analysis</em>. Maka dari itu, jangan takut terhadap perkembangan AI, melainkan harus terus berusaha agar menjadi manusia yang memiliki <em>value</em>. Sejatinya, <em>Artificial Intelligence</em> (AI) adalah produk buatan manusia, sehingga manusia akan tetap dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan.</p>



<p><strong>Penulis : Achmad Thoriq P.S.<br>Editor : Lifa Ansyaresti S.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/perkembangan-kecerdasan-buatan-dan-dampaknya-pada-industri-manufaktur-di-indonesia/">Perkembangan Kecerdasan Buatan dan Dampaknya pada Industri Manufaktur di Indonesia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/perkembangan-kecerdasan-buatan-dan-dampaknya-pada-industri-manufaktur-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalur STMI Karir : Mahasiswa yang Diterima Tidak Bisa Mundur</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/jalur-stmi-karir-mahasiswa-yang-diterima-tidak-bisa-mundur/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/jalur-stmi-karir-mahasiswa-yang-diterima-tidak-bisa-mundur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2025 15:22:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[magang]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[prakerin]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[stmikarir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=1928</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Beberapa mahasiswa ingin mundur setelah diterima PRAKERIN melalui STMI Karir dengan alasan apapun. Namun, hal tersebut tidak diperbolehkan karena akan mempengaruhi beberapa</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/jalur-stmi-karir-mahasiswa-yang-diterima-tidak-bisa-mundur/">Jalur STMI Karir : Mahasiswa yang Diterima Tidak Bisa Mundur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Beberapa mahasiswa ingin mundur setelah diterima PRAKERIN melalui STMI Karir dengan alasan apapun. Namun, hal tersebut tidak diperbolehkan karena akan mempengaruhi beberapa hal.</em></p>



<p>Mahasiswa yang diterima PRAKERIN melalui STMI Karir tidak diperbolehkan untuk mengundurkan diri. Dari sisi kampus, Pengunduran diri dapat merusak hubungan kerja sama antara STMI dengan perusahaan mitra. Sementara itu dari sisi perusahaan, mereka akan mencari mitra lain yang siap bekerja sama, karena umumnya industri membutuhkan tenaga kerja siap pakai agar tidak perlu biaya tambahan untuk melakukan <em>training</em>, serta mahasiswa yang telah magang memiliki nilai <em>plus</em> karena kompetensinya sesuai dengan kebutuhan perusahaan.</p>



<p>Namun, mahasiswa yang mencari tempat PRAKERIN secara mandiri dibebaskan untuk mengundurkan diri. Hanya saja ada beberapa hal yang tidak bisa dikontrol oleh kampus, seperti kurikulum. Jika mahasiswa diberikan <em>job desk</em> di luar kompetensinya, pihak kampus akan memberikan masukan kepada perusahaan. Namun, jika perusahaan menolak maka kampus tidak bisa berbuat lebih karena mereka tidak terikat dalam kerja sama. Hal ini juga dapat berimbas kepada mahasiswa, karena ketidaksesuaian antara pekerjaan dan kompetensi yang dimilikinya, mahasiswa kesulitan dalam menyusun laporan PRAKERIN ataupun tugas akhir.</p>



<p>Hal tersebut menjadi salah satu tantangan dalam penyaluran PRAKERIN. Beberapa alasan yang sering muncul jika mahasiswa mengundurkan diri adalah faktor keluarga, lokasi terlalu jauh, dan kendala finansial. Selain itu, mahasiswa juga mengundurkan diri karena kurangnya teman yang dikenal di tempat PRAKERIN. Tantangan lainnya adalah lambatnya respons dari beberapa perusahaan dan perubahan kebutuhan tenaga magang. Misalnya, awalnya perusahaan meminta lima orang, tetapi yang diterima hanya dua orang, sehingga beberapa mahasiswa harus dialihkan ke perusahaan lain.&nbsp;</p>



<p>Dimajukannya pelaksanaan PRAKERIN juga menjadi tantangan. Sebelumnya, PRAKERIN dimulai pada Maret atau April. Namun, pada tahun 2025 PRAKERIN dimulai sejak Februari. Perubahan ini berdampak pada kuota PRAKERIN karena beberapa mahasiswa masih menjalani PRAKERIN. Sementara itu, mahasiswa yang akan menjalani PRAKERIN sudah siap masuk. Hal ini menjadi suatu beban bagi perusahaan, namun dengan banyaknya perusahaan yang bermitra, STMI dapat mengatasi tantangan tersebut.</p>



<p><strong>Penulis : Nandra Ayu Saputri<br>Editor : Muhammad Nur Ikhsan</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/jalur-stmi-karir-mahasiswa-yang-diterima-tidak-bisa-mundur/">Jalur STMI Karir : Mahasiswa yang Diterima Tidak Bisa Mundur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/jalur-stmi-karir-mahasiswa-yang-diterima-tidak-bisa-mundur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>STMI Karir Hadir Bantu Penyaluran Mahasiswa PRAKERIN</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/stmi-karir-hadir-bantu-penyaluran-mahasiswa-prakerin/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/stmi-karir-hadir-bantu-penyaluran-mahasiswa-prakerin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2025 15:16:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[magang]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswamagang]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[prakerin]]></category>
		<category><![CDATA[stmi]]></category>
		<category><![CDATA[stmikaris]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=1925</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Sulitnya mencari perusahaan tempat PRAKERIN menjadi kekhawatiran bagi mahasiswa. Namun, STMI Karir hadir sebagai unit penyaluran mahasiswa PRAKERIN dengan alur yang telah</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/stmi-karir-hadir-bantu-penyaluran-mahasiswa-prakerin/">STMI Karir Hadir Bantu Penyaluran Mahasiswa PRAKERIN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Sulitnya mencari perusahaan tempat PRAKERIN menjadi kekhawatiran bagi mahasiswa. Namun, STMI Karir hadir sebagai unit penyaluran mahasiswa PRAKERIN dengan alur yang telah ditetapkan dan harus diikuti.</em></p>



<p>Dalam wawancara bersama B. Handoko Purwojatmiko, S.T., M.T., dengan posisi yang terlibat langsung dengan STMI Karir, beliau menjelaskan mengenai unit ini secara rinci. STMI Karir bertanggung jawab atas penempatan mahasiswa dalam program Praktik Kerja Industri PRAKERIN. Selain itu, unit ini membantu lulusan dalam mencari pekerjaan. Unit ini berada di bawah arahan Pembantu Direktur III. Tugas dan tanggung jawabnya dilaporkan langsung kepada Direktur.</p>



<p>STMI Karir mulai aktif sejak diterapkanya kurikulum <em>dual-system. </em>Sebelumnya, PRAKERIN berlangsung selama 6 bulan bagi mahasiswa. Pada tahun 2020-2021, durasi PRAKERIN diuji coba menjadi satu tahun. Hingga saat ini, program tersebut masih berjalan dengan durasi yang sama.</p>



<p>Mahasiswa diberikan kebebasan untuk mencari tempat PRAKERIN sendiri atau melalui STMI Karir. STMI Karir akan membentuk grup <em>WhatsApp </em>untuk memberikan informasi terkait lowongan pekerjaan. Informasi mencangkup nama perusahaan, jumlah tenaga kerja, dan lokasi PRAKERIN. Posisi yang tersedia juga akan dicantumkan dalam grup. Mahasiswa yang berminat harus membuat <em>Curriculum Vitae</em> (CV) sesuai <em>template </em>yang telah ditentukan. <em>Template </em>ini dirancang agar perusahaan dapat mengenali mahasiswa bahwa mahasiswa tersebut berasal dari STMI. Hal ini juga memberi kesan bahwa mereka memiliki kompetensi&nbsp; yang dibutuhkan industri.</p>



<p>Dalam proses pendaftaran, STMI Karir tidak menyeleksi mahasiswa. “Untuk penerimaan magang, perusahaan biasanya mengadakan seleksi,” ujarnya. Seleksi dilakukan agar kandidat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Beberapa perusahaan yang tidak melakukan seleksi, meminta rekomendasi dari STMI Karir. Unit ini akan berkoordinasi dengan prodi sebelum merekomendasikan mahasiswa. Prodi akan merekomendasikan mahasiswa berdasarkan data yang tersedia dilihat dari keaktifan mereka dalam pembelajaran atau mempertimbangkan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).</p>



<p>Salah satu mitra STMI Karir adalah PT Mada Wikri Tunggal. Perusahaan ini memiliki empat <em>plant, </em>yaitu satu di Bandung dan tiga di Cikarang. PT Mada Wikri Tunggal merekrut mahasiswa PRAKERIN dalam jumlah besar. Rata-rata, mereka menerima 42 hingga 47 mahasiswa setiap tahun. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan sebagian besar perusahaan lain.&nbsp;</p>



<p>Perusahaan lain sebagian besar menerima 20 hingga 35 mahasiswa per tahun. Sementara itu, beberapa perusahaan hanya merekrut 1 hingga 5 mahasiswa saja. Jumlah penerimaan mahasiswa PRAKERIN bergantung pada kebutuhan industri. Semakin besar perusahaan, biasanya semakin banyak mahasiswa yang diterima. Hal ini menunjukkan bahwa peluang PRAKERIN tetap terbuka luas bagi mahasiswa.</p>



<p><strong>Penulis : Nandra Ayu Saputri<br>Editor : Muhammad Nur Ikhsan</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/stmi-karir-hadir-bantu-penyaluran-mahasiswa-prakerin/">STMI Karir Hadir Bantu Penyaluran Mahasiswa PRAKERIN</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/stmi-karir-hadir-bantu-penyaluran-mahasiswa-prakerin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PRAKERIN : Langkah Awal Mahasiswa Menuju Dunia Kerja</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/prakerin-langkah-awal-mahasiswa-menuju-dunia-kerja/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/prakerin-langkah-awal-mahasiswa-menuju-dunia-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2025 05:18:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[prakerin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lpmindustria.com/?p=1922</guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211; Banyak mahasiswa mengira kuliah sudah cukup untuk menghadapi tantangan industri. Padahal, tanpa pengalaman nyata pemikiran tersebut membuat transisi ke dunia kerja bisa</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/prakerin-langkah-awal-mahasiswa-menuju-dunia-kerja/">PRAKERIN : Langkah Awal Mahasiswa Menuju Dunia Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>lpmindustria.com &#8211;</strong> <em>Banyak mahasiswa mengira kuliah sudah cukup untuk menghadapi tantangan industri. Padahal, tanpa pengalaman nyata pemikiran tersebut membuat transisi ke dunia kerja bisa menjadi sulit. PRAKERIN hadir untuk mengasah keterampilan dan membekali mahasiswa dengan pengalaman langsung di lapangan.</em><em></em></p>



<p>Program Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) merupakan bagian dari kurikulum <em>Dual System</em>&nbsp;yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja nyata. Dalam beberapa Institusi Pendidikan seperti Politeknik STMI Jakarta, program ini diwajibkan dan berlangsung selama dua semester yaitu pada semester 6 dan 7. Salah satu alasan utama penerapan PRAKERIN adalah untuk menjembatani kesenjangan antara teori yang dipelajari di kampus dan praktik keterampilan yang dibutuhkan industri. Dengan adanya PRAKERIN, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai dunia kerja, sehingga ketika lulus mereka sudah siap terjun di industri.</p>



<p>PRAKERIN memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa, terutama dalam peningkatan keterampilan profesional dan kesiapan kerja. Menurut pengalaman Daffa Valdisyah seorang mahasiswa yang telah menjalani PRAKERIN selama satu tahun, manfaat terbesar dari program ini adalah pemahaman yang baik mengenai aktivitas dan dinamika kerja di industri. Mahasiswa dapat belajar tentang kedisiplinan kerja, karakter kepemimpinan, serta cara menangani permasalahan di lingkungan kerja. Selain itu, PRAKERIN juga membantu mahasiswa memahami bagaimana pemimpin industri mengelola emosional dan mencari solusi dalam menghadapi tantangan pekerjaan.</p>



<p>Menjalani PRAKERIN tidak selalu mudah. Mahasiswa menghadapi tanggung jawab yang lebih besar dan jadwal kerja yang ketat. Daffa Valdisyah menyampaikan pengalamannya, bahwa salah satu tantangan utama adalah menyesuaikan pola hidup dengan jadwal keria industri yang lebih disiplin dibanding perkuliahan. Jika sebelumnya terbiasa masuk kampus pukul 08.00 atau lebih, saat PRAKERIN ia harus bangun lebih pagi dan siap bekerja sejak pukul 07.30. Selain itu, mahasiswa juga menghadapi tugas kompleks yang beberapa di antaranya tidak diajarkan di kampus, sehingga harus cepat beradaptasi dan belajar dari mentor atau pimpinan departemen.</p>



<p>Berdasarkan pengalaman Daffa Valdisyah, terdapat empat <em>tips</em> yang dapat membantu mahasiswa menjalani PRAKERIN dengan lancar dan dapat memaksimalkan pengalaman PRAKERIN. Hal tersebut seperti serius dalam menjalani PRAKERIN dengan menganggap diri sebagai karyawan dan bukan hanya mahasiswa magang, menjaga nama baik kampus dengan menghindari kesalahan fatal yang dapat mencoreng reputasi institusi, mempersiapkan data laporan sejak awal secara bertahap supaya tidak terburu-buru menjelang pengumpulan, dan membangun sikap kerja yang baik dengan menunjukkan kedisiplinan sopan santun atau <em>value</em> positif pada pimpinan yang dapat membuka peluang untuk direkrut menjadi karyawan setelah PRAKERIN.</p>



<p>Dengan memahami alasan penerapan PRAKERIN, manfaat yang dapat diperoleh ialah tantangan yang mungkin dihadapi, serta <em>tips</em> sukses dalam menjalaninya, sehingga mahasiswa dapat meningkatkan kualitas mereka dan lebih siap menghadapi dunia kerja.</p>



<p><strong>Penulis : Ammar Hudzaifah<br>Editor : Lifa Ansyaresti S.</strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/prakerin-langkah-awal-mahasiswa-menuju-dunia-kerja/">PRAKERIN : Langkah Awal Mahasiswa Menuju Dunia Kerja</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/prakerin-langkah-awal-mahasiswa-menuju-dunia-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peraturan Pembekalan K3 di Politeknik STMI Jakarta untuk Mahasiswa Baru</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/peraturan-pembekalan-k3-di-politeknik-stmi-jakarta-untuk-mahasiswa-baru/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/peraturan-pembekalan-k3-di-politeknik-stmi-jakarta-untuk-mahasiswa-baru/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Oct 2024 20:52:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan-dan-keselamatan-kerja-k3]]></category>
		<category><![CDATA[pkkmb]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com&#160;&#8211;&#160;Politeknik STMI Jakarta menerapkan peraturan yang mewajibkan mahasiswa baru untuk mengenakan safety shoes dan celana bahan berwarna hitam. Langkah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/peraturan-pembekalan-k3-di-politeknik-stmi-jakarta-untuk-mahasiswa-baru/">Peraturan Pembekalan K3 di Politeknik STMI Jakarta untuk Mahasiswa Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>lpmindustria.com&nbsp;</strong>&#8211;&nbsp;<em>Politeknik STMI Jakarta menerapkan peraturan yang mewajibkan mahasiswa baru untuk mengenakan safety shoes dan celana bahan berwarna hitam. Langkah ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai pentingnya mematuhi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di dunia industri.</em></span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Menjadi mahasiswa merupakan suatu impian bagi banyak orang. Namun, dalam memasuki dunia perkuliahan mahasiswa baru perlu mengikuti beberapa prosedur yang telah ditetapkan. Politeknik STMI Jakarta memiliki peraturan khusus untuk mahasiwa baru terkait cara bepakaian selama 6 bulan atau satu semester. Peraturan yang ditetapkan yaitu menggunakan <em>safety shoes</em> dan celana bahan warna hitam.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Menurut Pak Agus, selaku Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan, pada bulan September 2024 menjelaskan bahwa, &ldquo;Diharuskannya menggunakan <em>safety shoes </em>adalah untuk membiasakan budaya K3 dalam lingkungan kampus, yang nantinya akan di implementasikan ketika praktik ataupun bekerja di dunia Industri&rdquo;. Selanjutnya, terkait diharuskannya menggunakan celana hitam menurut Pak Agus &ldquo;Seharusnya ketika masuk ke lab produksi lebih baik menggunakan celana berbahan tebal&rdquo;. Tetapi dengan peraturan yang ada, &ldquo;Dengan digunakannya celana bahan berwarna hitam, mahasiswa baru akan lebih terlihat rapih dan tidak terlalu kotor jika terkena noda&rdquo;, ujar Pak Agus.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Terdapat juga keterangan dari mahasiswa baru yang mengatakan &ldquo;Peraturan tentang diharuskannya menggunakan celana hitam dan <em>safety shoes</em> membuat mahasiswa keberatan&rdquo;. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa mahasiswa yang tidak mengetahui fungsi atau arti dari peraturan tersebut.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Dalam melaksanakan peraturan ini pastinya harus selalu diawasi, menurut Pak Agus &ldquo;Pada peraturan ini yang menjadi pengawas dari setiap mahasiswa baru selain dari panitia, pihak kampus, serta staff juga ikut andil dalam menegakkan peraturan tersebut, terkhusus bagi mahasiswa yang ingin masuk kedalam lab yang ada di Politeknik STMI Jakarta&rdquo;. Selain itu, Ruby selaku penanggung jawab keamanan pada panitia PKKMB, mengatakan &ldquo;Sampai saat ini mahasiswa baru masih disiplin dalam menaati peraturan yang ada, terkhusus diharuskannya menggunakan <em>safety shoes</em> dan celana bahan warna hitam&rdquo;.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Dengan memahami fungsi dan tujuan dari peraturan tersebut, diharapkan para mahasiswa baru dapat lebih termotivasi untuk melaksanakan aturan yang ada. Kesadaran akan pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam dunia industri akan mendorong mereka untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab. Selain itu, semangat ini akan membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan kondusif bagi semua mahasiswa di Politeknik STMI Jakarta.</span></span></p>
<p style="text-align:justify"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>Penulis: Achmad Thoriq Pamungkas<br />
Editor: Muhammad Ardiansyah</strong></span></span></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/peraturan-pembekalan-k3-di-politeknik-stmi-jakarta-untuk-mahasiswa-baru/">Peraturan Pembekalan K3 di Politeknik STMI Jakarta untuk Mahasiswa Baru</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/peraturan-pembekalan-k3-di-politeknik-stmi-jakarta-untuk-mahasiswa-baru/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tantangan Pendidikan Vokasi di Tengah Kemajuan Teknologi dan Revolusi Industri 4.0</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/tantangan-pendidikan-vokasi-di-tengah-kemajuan-teknologi-dan-revolusi-industri-40/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/tantangan-pendidikan-vokasi-di-tengah-kemajuan-teknologi-dan-revolusi-industri-40/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Oct 2024 14:23:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Industri dan Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[vokasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;Pendidikan vokasi terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Namun, di tengah perkembangan tersebut, terdapat tantangan dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja di</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/tantangan-pendidikan-vokasi-di-tengah-kemajuan-teknologi-dan-revolusi-industri-40/">Tantangan Pendidikan Vokasi di Tengah Kemajuan Teknologi dan Revolusi Industri 4.0</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>Pendidikan vokasi terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Namun, di tengah perkembangan tersebut, terdapat tantangan dalam menyiapkan lulusan yang siap kerja di era Revolusi Industri 4.0. Dalam persiapannya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah dan industri untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, termasuk penyediaan sarana praktik serta penguatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar.</em></span></span></p>
<p><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Pendidikan vokasi mengalami perkembangan yang sangat pesat selama satu dekade terakhir, terbukti dengan terjadinya peningkatan jumlah peserta didik baru di bidang vokasi sebesar 158% dari tahun 2001 sampai 2010. Pendidikan vokasi merupakan model pendidikan yang mengusung keunggulan berupa 70% praktek dan 30% teori dengan harapan dapat menjadi salah satu jawaban atas permasalahan penyiapan lulusan perguruan tinggi dengan keahlian terapan yang dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja.</span></span></p>
<p><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">&ldquo;Berdasarkan BPS (Badan Pusat Statistik), data lulusan yang bekerja satu tahun setelah kelulusan itu, SMK dalam tiga tahun terakhir naik dari 32,1%&nbsp;di tahun 2021 kemudian angkanya menjadi 38,4%&nbsp;di tahun 2023. Begitu juga diploma naik dari 50,2%&nbsp;menjadi 58,6%&nbsp;pada tahun yang sama,&rdquo; ucap Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti.</span></span></p>
<p><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Terdapat lima tipe pendidikan vokasi di Indonesia, yaitu Sekolah Menengah Kejuruan dan Madrasah Aliyah Kejuruan, &nbsp;Akademi Komunitas,&nbsp; Politeknik, Universitas, dan Balai Latihan Kerja. Pendidikan vokasi ini&nbsp;berada di bawah pembinaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan sebagian berada di bawah departemen teknis dari kementerian seperti halnya pada perguruan tinggi kedinasan yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian dsb.</span></span></p>
<p><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Saat ini, sebagian besar pendidikan vokasi di Indonesia, baik pada level menengah maupun pendidikan tinggi, menggunakan sistem berbasis pemodelan yang didukung oleh industri. Model pendidikan yang menghubungkan dunia pendidikan dan industri ini menghasilkan lulusan dengan peluang yang lebih besar untuk diterima di dunia kerja. Namun, pada kenyataannya, jumlah orang yang dapat diterima oleh industri tidak sebesar jumlah lulusan yang dihasilkan oleh pendidikan vokasi, sehingga proses seleksi masih diperlukan. Oleh karena itu, pendidikan vokasi terus berkontribusi terhadap tingginya angka pengangguran di Indonesia.</span></span></p>
<p><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Permasalahan dalam pendidikan vokasi sebenarnya muncul ketika harus memenuhi tuntutan dunia usaha dan industri terhadap kualitas lulusan yang siap kerja, bukan sekadar siap untuk pelatihan. Penguatan keterampilan kerja yang lebih mendalam diperlukan, melebihi sekadar pemahaman teori atau ilmu pengetahuan. Salah satu permasalahannya adalah kebutuhan akan sarana dan prasarana praktik yang sangat besar dalam pendidikan kejuruan. Selain itu, sulit menemukan akademisi dengan latar belakang praktisi karena keahlian mereka yang sangat spesifik dan sangat dibutuhkan oleh dunia industri, sehingga harga mereka di pasar tenaga kerja cukup tinggi.</span></span></p>
<p><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">&ldquo;Pemerintah sudah mulai membangun dengan regulasi Peraturan Presiden Nomor 68 tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan dan Pelatihan Vokasi. Harapannya kita dorong melalui vokasi ini, kebutuhan-kebutuhan di sektor lapangan pekerjaan bisa diisi dengan jenjang pendidikan vokasi,&rdquo; ucap Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryartono.</span></span></p>
<p><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Berdasarkan fenomena terkait biaya pendidikan tersebut, peran pemerintah dan industri dalam mendukung terselenggaranya pendidikan vokasi yang lebih hemat biaya menjadi sangat penting. Apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan industri? Pertama, pemerintah dan industri dapat berkontribusi dalam penyediaan peralatan praktik bagi mahasiswa. Pemerintah, dengan kekuatan sumber dana yang cukup besar di sektor pendidikan, tentu dapat mendukung upaya ini.</span></span></p>
<p><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Kedua, terkait dengan kebutuhan tenaga pendidik yang berlatar belakang profesi, dapat dilakukan dengan memberikan pengakuan terhadap pengalaman profesional yang disetarakan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level 8, sehingga memenuhi persyaratan untuk menjadi dosen di perguruan tinggi. Selain itu, diperlukan juga upaya peningkatan kompetensi melalui pengiriman dosen pendidikan tinggi vokasi untuk mengikuti program pengembangan di kampus lain, baik di dalam maupun luar negeri.</span></span></p>
<p><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Melihat situasi pendidikan vokasi di Indonesia saat ini, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan vokasi kita secara umum sudah baik,&nbsp;tetapi masih ada hal yang perlu dilakukan perbaikan. Beberapa hal yang masih menjadi titik lemah pendidikan vokasi di Indonesia adalah kebutuhan akan tenaga pendidik yang berkualitas, kelengkapan sarana prasarana seperti yang digunakan oleh industri di lapangan, kurikulum yang senantiasa perlu beradaptasi dengan perubahan zaman, dan pembekalan karakter bagi lulusan agar memiliki <em>soft skills</em> yang diharapkan oleh industri.</span></span></p>
<p><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>Penulis: Muhammad Fathur Achsan</strong><br />
<strong>Editor:&nbsp;Najla Aulia</strong></span></span></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/tantangan-pendidikan-vokasi-di-tengah-kemajuan-teknologi-dan-revolusi-industri-40/">Tantangan Pendidikan Vokasi di Tengah Kemajuan Teknologi dan Revolusi Industri 4.0</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-industri-dan-teknologi/tantangan-pendidikan-vokasi-di-tengah-kemajuan-teknologi-dan-revolusi-industri-40/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Persiapan pelaksanaan PKKMB Politeknik STMI Jakarta tahun 2024 dengan tema &#8220;Mileage 4.0&#8221;</title>
		<link>https://lpmindustria.com/info-kampus/persiapan-pelaksanaan-pkkmb-politeknik-stmi-jakarta-tahun-2024-dengan-tema-mileage-40/</link>
					<comments>https://lpmindustria.com/info-kampus/persiapan-pelaksanaan-pkkmb-politeknik-stmi-jakarta-tahun-2024-dengan-tema-mileage-40/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[LPM Industria]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Aug 2024 22:57:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[bpsdmi]]></category>
		<category><![CDATA[industri]]></category>
		<category><![CDATA[pkkmb]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik-stmi-jakarta]]></category>
		<guid isPermaLink="false"></guid>

					<description><![CDATA[<p>lpmindustria.com &#8211;&#160;PKKMB di Politeknik STMI Jakarta membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus, mendukung aktivitas akademik dan non-akademik dengan membangun industry yang excellent, kompeten,</p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/persiapan-pelaksanaan-pkkmb-politeknik-stmi-jakarta-tahun-2024-dengan-tema-mileage-40/">Persiapan pelaksanaan PKKMB Politeknik STMI Jakarta tahun 2024 dengan tema &#8220;Mileage 4.0&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif"><strong>lpmindustria.com &#8211;&nbsp;</strong><em>PKKMB di Politeknik STMI Jakarta membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus, mendukung aktivitas akademik dan non-akademik dengan membangun industry yang excellent, kompeten, powerful dan agilener di era revolusi industry 4.0.</em></span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">PKKMB atau Pengenalan Kehidupan Kampus untuk Mahasiswa Baru merupakan program kampus khusus yang dirancang untuk memperkenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru&nbsp; yang telah memasuki dunia perkuliahan dan mengubah statusnya dari siswa beralih ke status mahasiswa.</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Politeknik STMI Jakarta mengusung tema &quot;<em>Mileage</em> 4.0&quot; dalam PKKMB tahun ini. Menurut Kukuh, Ketua Pelaksana PKKMB Politeknik STMI Jakarta 2024, tema ini dipilih dengan tujuan untuk membangun industri yang unggul, kompeten, kuat, dan agile dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Kukuh juga menjelaskan bahwa pelaksanaan PKKMB tahun 2024 di Politeknik STMI Jakarta berlangsung di dua lokasi, yaitu Gedung PIDI 4.0 di Kebayoran Lama dan Gedung Politeknik STMI Jakarta.</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Virna sebagai penanggung jawab divisi acara PKKMB Politeknik STMI Jakarta menjelaskan bahwa acara ini berlangsung selama 4 hari, Dimulai pada hari Sabtu tanggal 17 Agustus, yaitu pra PKKMB dimulai. Setelah itu dilanjut PKKMB selama 4 hari dimulai tanggal 19 hingga 21 Agustus yang diselenggarakan di gedung PIDI 4.0. Kemudian pada tanggal 22 Agustus sosialisasi KRS (Kartu Rencana Studi) dan <em>campus tour</em> yang diselenggarakan di kampus Politeknik STMI Jakarta.</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Virna mengungkapkan bahwa adapun hal yang perlu disiapkan oleh mahasiswa baru dalam mengikuti rangkaian acara PKKMB &ldquo;Untuk mahasiswa baru yang paling penting untuk disiapkan adalah kesehatan dan juga harus meluangkan waktu untuk pelaksanaan PKKMB ini serta kreatifitas dari mahasiswa baru&rdquo;. Ungkap Virna&nbsp;</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Kukuh menambahkan dengan mengikuti PKKMB, Mahasiswa Baru akan mendapatkan berbagai manfaat. Pertama, menjadi ajang sebagai pengenalan diri dari mahasiswa baru. Kedua, sebagai ajang pengenalan dengan mahasiswa sesama mahasiswa, mahasiswa dengan lingkungan kampus dan juga mahasiswa dengan dosen. Ketiga, mahasiswa baru dapat mengetahui bagian dan struktur dari kampus itu sendiri seperti apa. Keempat, dengan adanya PPKMB ini jadi ajang juga untuk para ormawa (organisasi mahasiswa) untuk memperkenalkan ormawanya dan juga mahasiswa baru dapat bergabung ke ormawa-ormawa tersebut.</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Dengan adanya pelaksanaan PKKMB, Kukuh berharap agar tidak adanya <em>gap</em>, berusaha untuk saling <em>bounding</em> dan <em>sharing</em> dan beranggapan bahwa mahasiswa baru ini perlu dibimbing dan mahasiswa baru dapat mengikuti acara PKKMB ini dengan <em>powerful</em>, semangat dan sukacita.</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Virna juga berharap mahasiswa baru dapat berkontribusi secara penuh dengan mengikuti rangkaian acara PKKMB dari awal hingga selesai dan apa yang disampaikan dari pemateri dapat memberikan manfaat atau mungkin pengetahuan baru bagi mahasiswa baru, terakhir saya harap mahasiswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan kampus baru.</span></span></p>
<p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size:14px"><span style="font-family:times new roman,times,serif">Penulis: Muhammad Ardiansyah<br />
Editor: Najla Aulia</span></span></strong></p>
<p>Artikel <a href="https://lpmindustria.com/info-kampus/persiapan-pelaksanaan-pkkmb-politeknik-stmi-jakarta-tahun-2024-dengan-tema-mileage-40/">Persiapan pelaksanaan PKKMB Politeknik STMI Jakarta tahun 2024 dengan tema &#8220;Mileage 4.0&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a href="https://lpmindustria.com">LPM Industria</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lpmindustria.com/info-kampus/persiapan-pelaksanaan-pkkmb-politeknik-stmi-jakarta-tahun-2024-dengan-tema-mileage-40/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
