Inovasi Teknologi yang Mengubah Dunia Literasi

lpmindustria.com – Perkembangan teknologi digital mengubah cara masyarakat mengakses informasi. Literasi kini tidak hanya sebatas  membaca, tetapi juga memilah informasi agar terhindar dari hoaks dan misinformasi di era digital.

Internet mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 90-an. Dalam wawancara bersama Fifi Lailasari Hadianastuti, S.Kom., M.Kes., selaku Kepala Perpustakaan Politeknik STMI Jakarta, beliau menjelaskan perubahan literasi di era digital. Sebelumnya, buku fisik menjadi media utama untuk membaca, sedangkan sekarang aktivitas membaca banyak dilakukan dalam bentuk digital. Di era sebelum digital, akses terhadap buku sulit terutama di daerah terpencil sehingga buku sangat dihargai. Sementara itu,  di perkotaan, kemudahan akses terhadap buku terkadang membuat masyarakat kurang menghargainya.

Dalam wawancara dengan Mulia Sabina, mahasiswa program studi Administrasi Bisnis Otomotif di Politeknik STMI Jakarta, berpendapat bahwa era digital membawa perubahan besar dalam akses informasi, yang sebelumnya terbatas pada media cetak seperti buku dan majalah. Kini, informasi dapat diakses dengan mudah melalui perangkat seperti smartphone tanpa perlu berlangganan. Dengan adanya platform digital ini, semua orang dapat membaca buku apa pun yang mereka inginkan, kapan saja, di mana saja, selama memiliki akses ke internet.

Meski menawarkan kemudahan, penting untuk memanfaatkan teknologi secara bijak agar dapat mendukung berbagai aspek kehidupan. Perubahan ini membawa dampak, di mana tidak hanya memahami isi informasi, tetapi juga memilah informasi hoaks, serta menghindari misinformasi. Setiap pembaca perlu benar-benar teliti, bahkan gambar pun perlu dicari tahu keasliannya.

Teknologi baca digital, seperti aplikasi dan situs web dengan beragam pilihan memungkinkan pengguna memilih konten sesuai kebutuhan. Hal ini dapat menjadi pemicu peningkatan minat baca. Aplikasi pembelajaran seperti Duolingo memanfaatkan AI untuk menyesuaikan materi dengan kemampuan dan kebutuhan pengguna, sehingga mempermudah proses belajar bahasa. Selain itu, aplikasi seperti Grammarly membantu meningkatkan literasi dengan memeriksa tata bahasa secara otomatis.

Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. AI membantu penulis dengan menghasilkan teks otomatis, melakukan pengeditan, serta koreksi. Alat seperti Grammarly dan ChatGPT mempermudah perbaikan tata bahasa, penyusunan draf, dan pemberian saran untuk meningkatkan kualitas tulisan. Selain itu, AI juga bermanfaat dalam penulisan ilmiah seperti untuk analisis data, deteksi plagiarisme, dan pengelolaan referensi. Meskipun terdapat tantangan terkait orisinalitas dan pemikiran kritis, potensi AI dalam mempercepat proses penulisan menjadikannya alat yang sangat berharga.

Salah satu tantangan utama di era digital adalah kebiasaan melihat TikTok yang dianggap kontradiktif, karena menyajikan informasi secara sepotong-sepotong dan berpotensi menurunkan literasi. Selain itu, fenomena mahasiswa yang hanya mengutip daftar pustaka dari jurnal tanpa membaca buku secara utuh juga menjadi perhatian.

Untuk menghadapi tantangan ini diperlukan strategi adaptasi, selain harus menerima perubahan, kita juga harus kritis dalam menyaring informasi. Edukasi memegang peranan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi digital, serta kemampuan untuk memilah informasi yang valid dan terpercaya. Seperti halnya berselancar di internet, kita harus bisa menjaga keseimbangan, mengambil yang dibutuhkan, dan mengabaikan yang tidak dibutuhkan.

Penulis : Sheillomitha Salsa Nabila Putri Jofanala
Editor : Muhammad Nur Ikhsan

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *