Perkembangan Kecerdasan Buatan dan Dampaknya pada Industri Manufaktur di Indonesia

lpmindustria.com – Penerapan Artificial Intelligence di Indonesia terus dikembangkan dan diterapkan hingga saat ini. Tetapi dalam penerapannya masih terdapat kesulitan, terutama pada perusahaan yang memiliki jenis produk yang beragam.

Pemerintah menunjukkan komitmen untuk memperkuat industri nasional dengan meluncurkan roadmapMaking Indonesia 4.0” sejak 04 April 2018 dan hingga kini berbagai sektor industri terus berkembang untuk mewujudkan target tersebut. Penerapan Industri 4.0 diyakini membawa dampak besar dalam berbagai aspek, seperti produktivitas, efisiensi, dan inovasi. Namun, penerapannya hingga kini belum sepenuhnya merata dan masih dalam tahap berkembang di berbagai sektor.

Dalam penerapan Industri 4.0, kecerdasan buatan (AI) merupakan salah satu pilar penting yang kini mulai diterapkan di sejumlah perusahaan, “Pada perusahaan saya sudah mulai menerapkan kecerdasan buatan dan IoT (Internet of Things) berupa tangan robot yg dapat bekerja secara otomatis,” ujar Hikari selaku dosen di Politeknik STMI Jakarta yang membagikan pengalaman diperusahaannya. Namun, ia juga menambahkan bahwa penerapan AI tidaklah mudah, terlebih pada perusahaan yang memiliki banyak jenis produk. Hal itu disebabkan karena semakin banyak variasi produk yang dimiliki, semakin sulit pula melakukan perbaikan maupun menerapkan otomasi dalam proses produksinya. Begitupun sebaliknya, dengan jenis yang lebih sedikit dapat mempermudah improvement ataupun menerapkan otomasi dalam pembuatan produk tersebut.

Selain itu, penerapan Industri 4.0 juga memiliki dampak yang sangat signifikan terkhusus pada sisi produktivitas dan kualitas. Ia menjelaskan bahwa penggunaan AI dan IoT memungkinkan proses produksi lebih akurat dibandingkan tenaga manusia (man power) yang rentan mengalami human error. Oleh karena itu, masalah tersebut dapat diatasi dengan produk yang menggunakan mesin otomatis terutama yang berhubungan dengan IoT.

Meski membawa banyak manfaat, penerapan AI juga menghadirkan tantangan baru terutama pada peningkatan persaingan kerja akibat pergeseran kebutuhan tenaga manusia, “Dengan adanya AI, kita sebagai mahasiswa harus bisa beradaptasi dan memperdalam skill yang dibutuhkan, serta tidak membiarkan kita terpengaruh oleh AI. Jika kita bisa memanfaatkan AI dengan benar, maka akan menjadikan kita sebagai mahasiswa untuk mendapat ilmu dan skill yang lebih dibandingkan dengan yang tidak bisa beradaptasi dengan AI,” ujar Albani mengungkapkan pendapatnya sebagai mahasiswa.
Menanggapi kekhawatiran akan tergesernya peran manusia, Hikari menegaskan bahwa, masyarakat Indonesia terkhusus bagi mahasiswa harus siap beradaptasi dengan perkembangan teknologi saat ini, karena dengan adanya teknologi tersebut dapat membuka peluang pekerjaan baru, seperti robotic engineering ataupun data analysis. Maka dari itu, jangan takut terhadap perkembangan AI, melainkan harus terus berusaha agar menjadi manusia yang memiliki value. Sejatinya, Artificial Intelligence (AI) adalah produk buatan manusia, sehingga manusia akan tetap dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan.

Penulis : Achmad Thoriq P.S.
Editor : Lifa Ansyaresti S.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *