lpmindustria.com – Perkembangan teknologi telah mengubah cara mahasiswa menimba ilmu. Sejak pandemi, sistem hybrid learning dimana perpaduan antara pembelajaran daring dan luring masih menjadi pilihan berbagai perguruan tinggi, namun efektivitasnya dipertanyakan.
Metode hybrid learning memberikan fleksibilitas dalam proses pembelajaran karena mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dari mana saja, sekaligus tetap mendapatkan kesempatan berinteraksi langsung dengan dosen dan teman sekelas. Metode ini mendorong mahasiswa untuk belajar mandiri namun tetap mendapat bimbingan, sehingga menjadi solusi adaptif ditengah kebutuhan efisiensi waktu dan jarak.
Achmad Zawawi, yang pernah menerapkan metode pembelajaran tersebut kepada mahasiswa menilai bahwa pembelajaran daring cocok diterapkan pada mata kuliah teoritis karena lebih efisien dan memungkinkan mahasiswa belajar dimana saja. Namun, untuk mata kuliah praktik ia menegaskan kegiatan tatap muka lebih efektif karena interaksi langsung sangat dibutuhkan, meskipun di zoom tersedia papan tulis, suasana pembelajaran tetap terasa kurang nyaman. Menurutnya, kendala terbesar sistem daring adalah kedisiplinan mahasiswa dimana kurangnya kesiapan mahasiswa dalam menentukan posisi belajar yang tepat. Pembelajaran daring sebaiknya dilakukan dalam situasi kondisi yang tenang dan tetap, seperti di rumah agar proses belajar tetap efektif, “Makanya kalau online harus di rumah, mempersiapkan posisi untuk belajar bukan di jalan. Dapat berada di rumah, di kelas atau di kampus yang penting bukan dalam kondisi moving,” ujarnya. Selain itu, keterbatasan fasilitas seperti penggunaan akun Zoom premium juga menjadi hambatan tersendiri dalam pelaksanaan kelas daring.
Pandangan berbeda datang dari Safira, mahasiswa Pendidikan Matematika Universitas Singaperbangsa Karawang. Ia justru merasakan manfaat dari penerapan hybrid learning, dimana pemahaman materi meningkat karena dapat mengulang pembelajaran dari rekaman video pada saat proses pembelajaran. Safira menilai hybrid learning melalui forum luring membantu meningkatkan interaksi dan partisipasi dalam kelas, sedangkan melalui forum daring mahasiswa bisa lebih bebas menyampaikan ide dan berdiskusi tanpa rasa canggung, ”Untuk daring interaksi dengan dosen dan teman juga menjadi lebih mudah dan fleksibel dalam diskusi, sedangkan kalo luring memberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung,” ungkapnya.
Disamping itu, terdapat kendala yang dialami Safira seperti koneksi internet yang tidak stabil, kesulitan membagi waktu antara jadwal daring dan luring karena keduanya membutuhkan fokus dan persiapan yang berbeda. Untuk mengatasi hal tersebut, ia berusaha memastikan koneksi internet dalam kondisi baik, menggunakan perangkat yang kompatibel, serta membuat jadwal yang efektif dalam mengatur waktu.
Secara keseluruhan, hybrid learning dinilai efektif jika dijalankan dengan kesiapan teknologi, kedisiplinan, serta kemampuan manajemen waktu yang baik. Bagi dosen, sistem pembelajaran ini dinilai efisien untuk penyampaian materi teoritis, sedangkan bagi mahasiswa, hybrid learning menawarkan kemudahan akses dan fleksibilitas dalam mengatur waktu belajar.
Penulis : Ananda Khairunisa Violeta
Editor : Sheillomitha Salsa Nabila P. J.

