Tepat tanggal tujuh belas
Sistem organ ku tewas
Bukan tersiram air panas
Apalagi mencicipi getah Upas
Sepuluh lebih tiga lima
Kau menyuguhkan luka lama
Ku santap tanpa sisa
Hingga muntah seketika
Sepuluh menit selanjutnya
kau bertanya ada apa?
Organ ku masih mencerna
Kenapa kita bisa bercinta
Lima menit sunyi menyapa
Kau mulai menangis terbalut tawa
Membius mata hingga kepala
Sebenarnya, siapa yang terluka?
Kau sudahi hidangan di meja delapan
Ketika kecewa menjadi air kobokan
Kau mencampakan meja nomer delapan
Setelah puas aku menjadi sasaran
Linda Rohmata Sari
